
LL 41
Lune berlari keluar rumah sakit dan berhenti di halaman depan rumah sakit itu.
Tangannya menopang pada sebuah batang pohon dan kepalanya menunduk ke bawa seakan ingin menajamkan ingatannya.
Nafasnya masih terdengar cepat dan air matanya kembali mengalir.
"Bagaimana bisa kalian semua menipuku?" Gumamnya berbisik dan memegang dadanya kembali terasa sakit.
"Bagaimana bisa kalian menutupi hal ini dariku? Dan Claire, aku akan membuat perhitungan denganmu," gumam Lune geram sambil mengusap air matanya.
Lune kemudian kembali ke apartemennya karena dia akan menunggu Louis di sana.
Ada hal yang harus diluruskan dengan Louis.
*
Lima belas menit kemudian, Lune tiba di apartemen dan dia langsung masuk ke dalam.
Lune melihat Louis yang sudah terlihat mondar mandir di depan pintu apartemen.
Louis kemudian melihat kedatangan Lune dan langsung menghampirinya.
Louis memeluk Lune dengans sangat erat.
"Kau ke mana saja?" tanya Louis.
"Aku dari dokter," jawab Lune.
"Mengapa tak mengatakannya padaku? Kau mematikan ponselmu," ucap Louis yang masih memeluk Lune.
Lune membalas pelukan itu dan kemudian air matanya kembali keluar.
Lune menangis di dalam pelukan Louis -- pria yang begitu dicintainya dan akhirnya terpisah sangat lama dengannya.
"I hate you, but i love you," bisiknya lirih.
Louis tersenyum dan menangkup pipi Lune lalu mengusap air matanya.
Louis mengecup bibir dan hidung merah itu.
Lalu pria itu membawa Lune masuk ke dalam apartemen.
Kini mereka duduk di sofa dan saling berhadapan.
"Aku sedang berada di luar negeri. Kau tahu hal itu, bukan?" Sahut Louis.
"Aku tak tahu kau sedang berada di luar negeri. Aku ingin menemui malam itu dan akhirnya kecelakaan," jawab Lune.
"Tak mungkin. Kita selalu berkirim pesan selama dua hari dan kau tak mau aku meneleponmu karena kau akan semakin merindukanku. Itu yang kau tulis dalam pesanmu," ucap Louis.
"Aku tak pernah mengirim pesan padamu," ucap Lune.
"Lalu? Siapa yang mengirim pesan itu?" tanya Louis.
"Apakah Claire pernah menyampaikan pesanku padamu? Pesan sebelum aku kecelakaan," tanya Lune.
"Claire? Tidak, sama sekali tak ada pesan," jawab Louis.
"Ada apa? Katakan padaku? Apa yang tak kutahu tentang hal ini?" tanya Louis.
"Aku ingin bertemu Claire dan bertanya tentang hal ini padanya," jawab Lune.
"Apa yang ingin kau tanyakan? Tentang kecelakaanmu? Tapi dia tak terlibat dalam kecelakaanmu karena itu murni kecelakaan dan tak ada sabotase," kata Louis.
"Aku ingin bertemu dengannya. Sekarang," jawab Lune.
"Ada apa? Katakan dulu padaku ada apa?" tanya Louis.
"Aku ingin memastikan dulu hal ini dengannya lalu aku akan memberitahumu," ucap Lune.
Louis terdiam dan akhirnya mengangguk.
"Baiklah, ayo," jawab Louis.
Dan mereka pun keluar dari apartemen menuju ke mansion kelurga Kingsford.
Lune hanya diam saja sepanjang perjalanan. Matanya tampak tajam dan seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat berat.
Louis memegang tangan Lune dan mencium telapak tangannya.
Lalu Lune meremas tangan Louis. Dia tak ingin kehilangan dan berpisah dari Louis lagi.
Hubungan yang awalnya sangat manis dan lancar tanpa hambatan harus melewati begitu banyak rintangan yang menghalangi jalan mereka menuju kebahagiaan.
"I love you," ucap Louis.
Lune tak melihat Louis karena saat ini air matanya kembali mengalir mengingat masa lalu.