FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 52



LL 52


BRAK!!!


BRAK!!!


BRAK!!!


Claire mengamuk dengan membanting semua barang di yang ada di dekatnya.


Claire berteriak keras dan histeris.


"Sayang, tenanglah. Kau tak boleh seperti ini," kata Lucinda -- ibu dari Claire.


"Kurang ajar sekali mereka. Berani beraninya mempermainkan putriku," geram Reuben -- ayah Claire.


Claire tampak tertekan dan seakan mau gila ketika mendengar berita pernikahan Louis dan Lune.


"Kita tak bisa melakukan apa pun, Dad. Mereka terlalu kuat dan berkuasa. Mereka benar benar jahat dan egois tanpa memikirkan perasaan Claire," sahut Tyson -- kakak Claire.


"Shiittt!!!" Umpat Reuben marah karena dia tak bisa melakukan apa pun untuk putrinya.


"Dad!!! Tolong kembalikan Louis padaku. Aku tak bisa hidup tanpanya, Dad!!!" Teriak Claire frustasi.


Lucinda memeluk Claire.


"Tenanglah, masih banyak pria di luar sana yang mau menerimamu. Pria di dunia ini bukan hanya Louis saja," kata Lucinda berpikir logis.


Claire melepaskan pelukan sang ibu dan menatapnya marah.


"Tak ada yang bisa menggantikan Louis di hatiku!!! Mengapa mommy tak mengerti aku?? Aku sudah mencintainya bertahun tahun!!" Bentak Claire emosi dan kembali berteriak.


Dia juga membuka selang infus yang terpasang di pergelangan tangannya dan membuat Reuben dan Tyson menahan tangannya untuk berbuat lebih nekat lagi.


Lalu dokter terpaksa menyuntikkan obat penenang untuk Claire karena Claire tak bisa dikendalikan.


Lucinda tampak menamgis melihat keadaan Claire yang mentalnya hancur karena pernikahan Louis dan Lune.


"Kita harus secepatnya membawanya pulang," kata Lucinda.


"Dia belum stabil dan kita tak bisa membawanya naik pesawat jika tingkahnya tak bisa dikendalikan," jawab Reuben.


"Ya, kita tak bisa memakai pesawat pribadi milik Louis lagi," sahut Tyson.


Lucinda dan Tyson hanya mengangguk saja mengikuti perintah sang kepala keluarga.


*


*


Lune sedang duduk di tepi ranjang sembari memegang ponselnya dan ponsel Louis.


Lune mengirim foto foto pernikahannya ke ponsel Louis dan kemudian meneruskannya pada Claire.


"Matilah kau," bisiknya sembari tersenyum miring.


Lalu Lune memblokir nomer Claire dari ponsel Louis setelah mengirim foto foto tersebut dan memastikan bahwa Claire sudah melihatnya.


"Huuufft ..." Lune bernafas lega dan merebahkan dirinya di atas ranjang sambil merentangkan tangannya.


"Aku menunggu kehancuranmu, Claire. Kau berani bermain- main dengan hidupku dan kini aku yang akan mempermainkan hidupmu sampai kau merasa tak ingin hidup lagi," gumam Lune pelan.


CEKLEK ..


Pintu kamar mandi terbuka dan Louis keluar hanya dengan menggunakan handuk saja yang melingkar di pinggangnya.


Louis berdiri di depan Lune dan menarik tangannya.


"Kau tak ingin mandi?" tanya Louis.


"Aku masih wangi jadi aku tak mau mandi," jawab Lune sambil mencium tangan dan bahunya sendiri.


Louis tersenyum dan kemudian berlutut di depannya. Pria seksi itu membantu Lune membuka gaun pernikahannya yang berwarna putih sembari menciumi bahu indahnya.


Lune membalik tubuhnya agar Louis bisa membuka tali gaun di punggungnya.


"Baju ini sangat rumit. Apakah kau tak sesak memakainya?" tanya Louis sambil membuka kaitan tali itu.


"Tidak, ini membuat tubuhku terlihat indah dan dadaku menjadi lebih besar," jawab Lune apa adanya.


Louis tertawa kecil dan mengecupi punggung Lune.


Setelah berhasil membuka tali itu, Louis menurunkan gaun Lune dan menangkup dada bulatnya yang tampak sudah siap menerima pijatan panasnya.


Lune melenguh karena sentuhan Louis di dadanya dan ciuman ciuman kecil di tengkuk lehernya.