
LL 50
Drrrtttt ... Drrrttt ...
Bunyi getaran ponsel Louis terasa di saku celananya.
Lune yang mendengarnya mengambil ponsel itu dari saku celana Louis di bagian bokongnya.
Lune melihat nama Claire dan menerima sambungan telepon itu.
Lune kemudian menaruh ponsel itu di sampingnya agar Claire mendengar desahaan Louis dan Lune.
Lune yang awalnya akan menghukum Louis dengan tak menggubrisnya ternyata kalah dengan gairah tubuhnya yang memuncak akibat sentuhan tangan lihai Louis di pangkal pahanya.
Louis mengira Lune mematikan ponselnya ketika ponsel itu berdering.
"Hmmpphh ... I miss you so much," ucap Louis dengan suara desahaannya yang terdengar seksi dan yang pasti Claire mendengarnya dari seberang telepon.
Lune tersenyum dan membalas ciuman Louis tak kalah panasnya. Mereka melakukan pemanasan cukup lama hingga akhirnya semua pakaian mereka sudah bertebaran di atas lantai.
Louis sudah bergerak cepat di atas tubuh Lune yang semakin sintal di usia matangnya ini.
"Ah ah ah ah ..." Louis mendesah dan menikmati percintaaan panas nya dengan Lune setelah lama tak melakukannya bertahun tahun.
Louis menyusuri dada bulat dan penuh milik Lune dengan ciuman liarnya.
"Aaahhh ..." Lune mendesah nikmat dan dia seakan tak ingin mengakhiri kenikmatan ini.
Tangan Lune mendekap kepala Louis yang masih betah bermain di area leher dan dadanya yang bergerak naik turun sesuai dengan irama gerakan Louis.
Hingga akhirnya Lune melengkungkan tubuhnya ketika dirinya sudah mencapai puncaknya bersama Louis. Mereka saling berpelukan di akhir pencapaian gairah mereka.
"Aaahhh ... I love you," ucap Louis dengan nafasnya yang masih terdengar cepat.
Sedangkan Lune masih mengatur nafasnya dengan tangan melingkar di punggung Louis.
Louis menciumi bahu Lune hingga lehernya. Lalu tangan Lune meraba kasur dan mengambil ponsel Louis lalu melihat layarnya.
Ternyata Claire masih tak mematikan sambungan telepon itu dan akhirnya Lune yang mematikannya terlebih dulu.
'Sick,' batin Lune mengumpat Claire dalam hati.
*
"Aku sudah membeli gaun pengantin," ucap Lune ketika masih berpelukan dengan Louis.
Louis melepaskan pelukannya dan menatap mata Lune lalu mengecupnya.
"Hmm," sahut Lune.
"Mengapa tak pergi bersamaku?" tanya Louis.
"Malas melihatmu," jawab Lune.
"What???" Sahut Louis dan menyesap bibir merah yang sudah membengkak itu.
Lune tertawa kecil.
"Niatku berubah. Tadinya aku tak ingin menggubrismu. Ooohhh menyebalkan," ucap Lune.
Louis tertawa.
"Kau tak akan bisa tak menggubrisku, Baby," sahut Louis sembari mengecupi leher Lune dan ia tak bosan bosannya melakukan hal itu.
"Kita berkeringat," ucap Lune menahan kepala Louis yang masih menyusuri leher dan dadanya.
Lalu Louis beranjak berdiri dan membuka jendela kamar kemudian mengambil handuk di kamar mandi.
Lune melihat Louis berjalan tanpa memakai apa pun dan ia sadar bahwa dirinya tak bisa menghindari Louis karena rasa cintanya yang terlalu dalam pada pria tampan dan seksi itu.
"I love you," ucap Lune sambil menopang kepalanya dan melihat ke arah Louis yang kini berjalan memakai bathrobe sedangkan tangannya memegang handuk untuk Lune.
"I love you too," jawab Louis dan mengusap tubuh Lune yang masih sedikit berkeringat.
Lalu Louis menutup tubuh Lune dengan selimut kemudian kembali memeluk tubuh hangat itu.
Lune mendongak ke arah Louis dan menciumi bibirnya lalu menggigitnya.
"Oouucch ... Itu sakit, Gadis tengil," ucap Louis.
"Itu balasanmu karena kau berani mencium wanita lain selain aku," jawab Lune sambil menjulurkan lidahnya.
"Hentikan pembahasan ini, oke? Oohh God ...," sahut Louis.
Lalu Lune kembali menggigit leher Louis.
"Aku terlalu gemas dan marah padamu," ucap Lune dengan wajah geramnya yang justru terlihat menggemaskan di mata Louis karena mata besar Lune yang terlihat seperti boneka jika membelalak marah.
Louis kemudian mencium bibir Lune tanpa ampun dan mereka kembali mengulang percintaan panas mereka dengan durasi yang lebih lama lagi.😁
(Dah ya ga usah protes kalo Lune ga kuat godaan dari bang Louis. Lah Louis cakep n seksinya ga kira kira ya jelas aja Lune mleyot..🤣)