
LL 55
"Oh, Sayang. Mommy merindukanmu," ucap Lourdes ketika melihat Lune kembali.
Wajah Lune tampak datar dan sepertinya masih menahan kekesalannya pada kedua orang tuanya.
"Kau marah pada kami?" tanya Lourdes.
"Mom, duduklah dulu," kata Lana.
Lune melihat ke arah Lana dan memandangnya tajam.
"Kau tahu bahwa Claire berhubungan dengan Louis, Lana?" tanya Lune.
"Duduklah, kami akan menjelaskannya," kata Lana tenang.
Louis tak ikut masuk ke dalam apartemen karena di tak ingin mengganggu pembicaraan keluarga Lune.
Kini mereka duduk berempat dan Sasha tak ada di situ karena ia sedang bekerja.
"Daddy yang memutuskan semuanya. Daddy hanya ingin semuanya tetap berjalan normal ketika kau mengalami koma. Louis sangat terpukul ketika kau tak ada dan keadaanmu waktu itu benar benar seperti orang mati. Kami tak berharap terlalu besar atas kehidupanmu. Tapi ternyata Tuhan masih memberikan kami kesempatan untuk bersamamu kembali. Maafkan, Daddy," ucap Anthony.
"Lalu Claire tahu bahwa aku koma?" tanya Lune.
Lune melihat ke arah Lana.
"Kau bersahabat dengan musuh adikmu sendiri, Lana? Kau seperti penghianat di dalam keluargamu sendiri," kata Lune memandang tajam pada Lana.
"Kau boleh membenciku. Tapi aku melakukan semua ini untukmu. Aku bahkan meninggalkan semuanya hanya untul bisa melihatmu hidup kembali," sahut Lana.
"Kau sangat tahu bahwa hidupku hanya untuk Louis, Lana. Bagaimana bisa kau hanya diam ketika melihat Claire berhubungan dengan Louis? Apakah Claire lebih berharga bagimu daripada aku??" Bentak Lune emosi.
"Aku sangat menyayangimu, Lune. Dan Claire, aku sangat tahu bahwa dia mencintai Louis sejak dulu. Dia hanya mengatakan padaku bahwa ia bisa menyembuhkan luka Louis dan aku hanya bisa menerimanya saja karena kupikir kau juga akan senang jika Louis tak terpuruk karena keadaanmu yang kala itu benar benar tak ada harapan untuk hidup," sahut Lana.
"Benarkah? Kalian yang menyekapku ketika aku hamil lalu Claire mengatakan hal yang tidak tidak pada kalian tentang Louis dan kalian mempercayainya. Bagaimana bisa kalian melakukan hal itu padaku? Bayiku meninggal karena kalian!!" Teriak Lune emosi.
"Tidak tidak ... Bukan seperti itu, Sayang. Justru kami sangat menyayangimu dan bayimu. Maka dari itu kami menjagamu. Ya, memang benar kami terlalu percaya dengan perkaataan Claire bahwa Louis meninggalkanmu karena kau hamil. Tapi kami melakukan semua itu karena tak ingin kau terluka," sahut Lourdes.
"Kalian tahu? Louis bahkan tak tahu bahwa aku hamil karena Claire menghianatiku!!" Teriak Lune.
"Dan kau, Lana, bisa bisanya kau tak menyadari bahwa sahabatmu itu memiliki otak yang sangat jahat dan bahkan menghancurkan hidup adikmu sendiri," lanjut Lune emosi.
"Maafkan aku. Sejak Claire berhubungan sengan Louis. Aku sudah tak berhubungan lagi dengannya. Itu lah mengapa Claire tak tahu bahwa kau telah bangun dari koma. Dan aku ingin tetap menjagamu agar kau selalu baik baik saja. Ketika melihatmu hilang ingatan itu justru memudahkan kami untuk tak menceritakan tentang Louis," kata Lana.
"Seandainya aku tak ingat, mungkin Louis akan tetap menikah dengan Claire. Dan itu akan lebih membunuhku dan menyakiti hatiku yang terdalam," jawab Lune menahan tangisnya karena terlalu kecewa dengan keputusan keluarganya untuk memisahkannya dengan Louis yang notabene adalah cinta sejatinya.