
ZN 67
PLAK PLAK PLAK
Lana memukul lengan Adrian.
"Don't disturb me," ucap Lana.
"Aku akan selalu mengganggumu," sahut Adrian.
"Aku belum menerimamu jadi jangan menciumku sembarangan," kata Lana.
Bukan Adrian namanya jika mematuhi sebuah perintah. Pria itu kini malah menciumi wajah cantik Lana.
"Adriaaaan!!!" Teriak Lana dengan menahan suara kerasnya.
"Ehem ..." seorang dokter masuk ke kamar dan Adrian menoleh pada dokter cantik itu.
"Hai, Lesca. Kau bertugas hari ini?" tanya Adrian.
"Ya, Thor mengatakan padaku tentang insiden ini jadi aku menyempatkan diriku untuk melihat keadaannya," jawab Lesca.
"Apakah Lana bisa pulang sekarang?" Tanya Adrian.
"Aku akan memeriksanya dulu," jawab Lesca dan Lana melihat ke arah dokter cantik itu.
"Suamiku adalah kerabatnya, jadi kau tak perlu khawatir," kata Lesca ketika Lana melihat terus ke arahnya.
"Dia memang playboy. Jadi kau harus waspada padanya," kata Lesca.
"Mengapa kau semakin menghasutnya, Lesca?" Sahut Adrian.
"Untuk membuatnya waspada," jawab Lesca enteng.
"Oh, thank you," sahut Adrian dengan keningnya yang berkerut.
"Ya, kau benar," kata Lana akhirnya.
Lesca tersenyum dan melihat kondisi tangan Lana yang sekitar lukanya membengkak.
"Tanganmu masih bengkak. Jadi kurasa kau sebaiknya pulang besok saja," kata Lesca akhirnya.
Lana mengangguk dan Adrian berada di samping kiri Lana.
"Kalau ada masalah, hubungi aku saja," kata Lesca pada Adrian.
"Aku akan menghubungi dokter lain saja. Kau menyebalkan," jawab Adrian.
"Baru beberapa hari yang lalu aku melihatmu bersama wanita lain di resort keluarga Robert. Dan sekarang kau merayu Lana?" Sahut Lesca.
Lana memincingkan matanya ke arah Adrian.
"Oh God. Keluarlah jika kau sudah selesai, Dokte. Please. Kau membuatnya semakin runyam," kata Adrian.
"Aku suka melihat wajahmu yang menyedihkan itu," sahut Lesca dan kemudian pergi dari saja.
Setelah keluar dari kamar, Lana melihat ke arah Adrian.
"Kurasa aku harus benar- benar memikirkannya dengan sangat matang," kata Lana.
"Ya, silahkan. Tapi apa pun keputusanmu, aku akan selalu mengekorimu," jawab Adrian tak peduli.
"Kau akan tinggal di mansion mommy, bukan? Jadi aku akan tinggal di sana juga," lanjut Adrian yang kembali duduk di tepi ranjang Lana.
"Ada kursi di sana dan kau bisa duduk di sana, Adrian," kata Lana.
"Aku lebih suka di sini karena lebih mudah untuk menciummu," jawab Adrian semakin berani dan tak peduli dengan penolakan Lana.
Dan Lana tak bisa berbuat apa pun pada pria keras kepala itu.
*
*
Lune dan Louis kembali ke rumah sakit ketika menjelang malam.
Mereka membawakan beberapa macam makanan untum Adrian dan Lana.
"Mengapa kau duduk di sana, Adrian? Kau mau menggoda kakakku?" tanya Lune.
"Ya, aku sedang mengejarnya. Ini adalah kesempatanku karena dia tak akan bisa lari," jawab Adrian.
Louis tertawa pelan.
"Aku akan mengawasimu. Track recordmu buruk, Adrian," sahut Lune.
"Aku bisa mengatasinya, Lune," ucap Lana.
"Kau yakin? Dia punya banyak catatan hitam dengan wanita. Itu yang kudengar," kata Lune.
Adrian hanya mengedikkan bahunya seolah tak peduli dengan peringatan Lune.
"Kau mau makan? Aku akan menyuapimu jika kau mau," kata Adrian.
"Tidak," jawab Lana.
"Aku yang akan menyuapinya," ucap Lune yang berjalan mendekati Lana.
"Kau mengganggu saja. Duduklah di sana," kata Lune pada Adrian.
"Louis, istrimu menyebalkan sekali," ucap Adrian.
"Duduklah di sini bersamaku atau dia akan menendangmu nanti," sahut Louis.