
Finding 93
Masa Sekarang ...
Lana masih tinggal di mansion Beau dan kini sudah dua minggu berlalu.
Lana dan Adrian sepakat akan menikah bulan depan sembari menunggu luka Lana sembuh total.
Hubungan keduanya kini mulai berjalan normal kembali meskipun terkadang Lana masih menyindir Adrian tentang ke-playboy-annya.
Kedua orang tua Lana pun sudah menyetujui pernikahan ini dan mereka justru sangat bahagia ketika mendengar kabar ini.
Mereka akan kembali ke Amerika seminggu sebelum pernikahan Lana diadakan.
"Baby, bisakah kita pindah ke mansionku?" ucap Adrian pelan ketika berada di pinggir kolam renang.
"Tidak, aku betah di sini. Aku akan ke sana jika kita sudah menikah," jawab Lana.
"OOooh my ... Ini benar benar menyiksaku. Aku bener benar merindukanmu. Mengertilah," ucap Adrian.
"Merindukan tubuhku, maksudmu?" tanya Lana.
"Semuanya. Aku ingin berduaan denganmu lebih lama," jawab Adrian.
"Kita bisa berduaan di sini," sahut Lana.
"No, di mansionku hanya ada aku dan kau. Sedangkan di sini banyak orang dan itu akan menggangguku," jawab Adrian banyak alasan.
Lana melihat ke arah Adrian.
"Banyak sekali alasanmu untuk bisa bercinta denganku," sahut Lana.
"Terserah apa pun yang kau pikirkan, please ikutlah bersamaku ke mansionku," ucap Adrian memohon.
Lana menangkup pipi Adrian dan tersenyum padanya.
"Sekali tidak tetap tidak," jawab Lana.
"Huuufftt ... Kau tetap saja keras kepala," sahut Adrian.
"Kau juga," jawab Lana.
Lalu Adrian memeluk Lana dan menarik Lana ke dalam kolam renang.
"ADRIAN!!" teriak Lana.
"Hukumanmu karena terlalu keras kepala," ucap Adrian.
"Bajuku basah, Adrian," sahut Lana kesal.
"Bajuku juga," jawab Adrian dan membuka bajunya.
"Wait, apa yang kau lakukan?" tanya Lana.
"Kita akan sekalian berenang," jawab Adrian dan melemparkan dress Lana ke pinggir kolam dan kini dia hanya memakai pakaian dalamnya saja.
"Kau sengaja melakukan ini, kan?" sahut Lana.
"Hmm," jawab Adrian yang kini memeluk Lana.
Lana tertawa pelan dan mengalungkan tangannya ke leher Adrian.
"I love you and i want you so so bad," bisik Adrian lalu mencium leher Lana.
"Adrian, ini kolam renang dan akan ada yang melihat kita," kata Lana.
"Semuanya sedang pergi ke mansion Kak Max. Dan hanya ada pelayan di sini," jawab Adrian.
"No, bisakah kau bersabar? Kita akan menikah dua minggu lagi," kata Lana menahan kepala Adrian yang menyusuri lehernya.
Adrian tertawa kecil dan kemudian membawa Lana ke pinggir kolam.
Setelah sampai di pinggir kolam, Adrian menyandarkan tubuh Lana di sana.
Lalu pria itu memagut bibir Lana yang basah dan Lana pun menyambutnya.
Tangan Adrian memeluk pinggang Lana dan semakin memeluknya erat.
Setelah berciuman cukup lama, mereka kemudian saling memandang.
"Tak ingin melanjutkan di kamar?" tanya Adrian yang masih saja merayu Lana.
Lana kembali tertawa kecil.
"No," jawab Lana dan mengecup bibir Adrian.
"Oke," sahut Adrian yang menaruh keningnya di bahu Lana.
Lana mengusap kepala Adrian dan mereka kembali berpelukan.
"Jangan pernah meninggalkanku lagi, mengerti?" ucap Adrian.
"Hmm, aku berencana akan selalu menempel padamu setelah kita menikah," jawab Lana.
Adrian tersenyum.
"Aku akan sangat senang jika kau menempel padaku," ucap Adrian.
"I love you dan aku selalu mencintaimu sejak dulu sampai sekarang. Perasaanku tak pernah berubah padamu meskipun aku sering menyangkalnya," kata Lana.
"I knew it," jawab Adrian kembali tersenyum.