FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 40



LL 40


Louis kembali mengunjungi Lune di apartemen Sasha. Tapi dia tak menemukan Lune di sana karena Lune sedang bekerja.


Louis pun akhirnya mendatangi perusahaan tempat Lune bekerja.


Lune menjadi tak fokus dengan pekerjaannya dan itu membuatnya frustasi.


Sasha mengerti hal itu karena masalah Lune cukup rumit. Sasha akhirnya menawarkan bantuannya untuk mengerjakan tugas Lune.


"Pulanglah, kau masih sakit dan sebaiknya kau istirahat," ucap Sasha.


"Jika aku pulang, aku akan terus memikirkan Louis. Aku masih marah padanya," jawab Lune.


"Dia sangat mencintaimu, Lune. Tak mudah menjalani hidup selama 5 tahun dengan mengetahui fakta bahwa kau sudah meninggal. Cobalah untuk mengerti dirinya," ucap Sasha dengan bijaksana.


Sasha sangat paham bahwa Lune marah karena secara emosi dia masih berusia 19 tahun dan masih sulit mencerna hal ini.


"Aku akan periksa ke dokter siang ini," kata Lune.


"Pulanglah sekarang, Lune. Kau terlihat pucat dan pekerjaanmu akan semakin kacau jika kau memaksakannya," ucap Sasha.


Lune mengehntikan pekerjaannya dan memegang kepalanya.


"Ada sesuatu yang tak dikatakan ayahku dan aku merasakan hal itu. Tapi mengapa? Aku benar benar frustasi dengan hal ini. Mengapa mereka menyembunyikannya?" ucap Lune dan menutup matanya karena air matanya kembali keluar.


"Tak ada yang ayahmu sembunyikan darimu. Apa yang dikatakan Uncle Anthony sudah berkata yang sebenarnya dan itu cukup masuk akal. Hubunganmu dan Louis cukup dalam dan ayahmu pasti tahu bahwa hal itu akan membunuh Louis secara perlahan," kata Sasha meyakinkan Lune.


Lune akhirnya mengangguk dan mengusap air matanya.


Dia kemudian mengemas tas nya.


"Tolong bilang pada Tuan Larry bahwa aku harus ke rumah sakit," ucap Lune.


"Ya, nanti aku akan memberitahunya. Pergilah," jawab Sasha.


"Thank you, Sasha. Bye," ucap Lune dan keluar dari ruangannya.


Lune turun ke lobby dan berjalan keluar perusahaan. Dia mencari taksi dan langsung naik begitu ada taksi berhenti di depannya.


*


*


Louis baru saja sampai di perusahaan Lune. Kemarin Sasha yang memberi tahu di mana mereka bekerja.


Tak lama kemudian resepsionis mengatakan padanya bahwa Lune sudah pulang karena sedang sakit.


Lalu Louis kembali menuju apartemen yang Lune tempati selama berada di New York.


*


Lune tak kembali ke apartemen melainkan langsung menuju dokter. Dia merasa perasaannya sedang tak menentu dan dia membutuhkan obat untuk menenangkan pikirannya.


Setibanya di rumah sakit, Lune langsung mendaftar dan kemudian duduk di ruang tunggu untuk menunggu giliran periksa.


Karena keadaan rumah sakit yang cukup ramai, Lune melihat seorang wanita hamil berdiri di seberangnya karena tak mendapat tempat duduk.


Lune berdiri dan menghampiri wanita itu.


"Duduklah di sana," ucap Lune tersenyum.


"Terima kasih," jawab wanita itu tersenyum juga.


Lalu Lune mengantar wanita itu ke tempat duduk karena wanita itu hanya datang sendirian saja.


"Kau sendirian?" tanya Lune.


"Ya, suamiku sibuk bekerja," jawab wanita itu.


Lune melihat perut buncit wanita itu dan mengusapnya.


"Semoga bayimu sehat sampai melihat dunia," ucap Lune tersenyum.


"Terima kasih, ini anak pertamaku dan kami sangat menantikannya," sahut wanita itu.


Lune tersenyum lalu senyumnya hilang seketika.


DEG ...


Tiba tiba Lune teringat sesuatu. Ingatan itu muncul begitu saja di otaknya hingga dia memundurkan langkahnya hingga terjatuh di lantai.


"Hei, are you okey?" Ucap wanita hamil itu khawatir.


Lalu beberapa orang di sana membantu Lune untuk beranjak bangun.


Dada Lune berdebar kencang dan Lune memegang kepalanya. Lalu Lune pergi dari sana dengan sedikit berlari.