FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 45



LL 45


Lune berdiri dan langsung keluar dari kamar.


"Ini kunci mobilku. Pakailah ini," ucap Vea.


Lune terdiam dan tak mengambil kunci mobil itu.


"Bisakah kau mengantarku? Aku tak menyetir lagi," jawab Lune.


"Baiklah," sahut Vea dan mereka pun pergi bersama.


Mereka berdua turun dari tangga bersama. Sedangkan Thea dan Jared berbicara dengan Louis di ruang kerja.


*


*


"Apa yang akan kau lakukan padanya?" tanya Vea di perjalanan menuju rumah sakit.


"Apakah membunuhnya sudah cukup?" Sahut Lune.


"Itu terlalu mudah baginya. Dia hanya merasakan penderitaan di dunia sebentar saja," kata Vea.


"Ya, kau benar. Sebenarnya aku tak tahu apa yang harus kulakukan padanya. Dendamku terlalu besar hingga aku ingin melenyapkannya. Tapi aku tahu bahwa setelah aku melakukan hal itu, aku tak akan merasa puas sedikit pun," jawab Lune sambil memandang ke arah luar jendela.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di depan halaman rumah sakit.


Lune tak langsung turun, melainkan duduk diam di dalam mobil.


"Pikirkanlah matang matang apa yang ingin kau lakukan," ucap Vea.


Lune mengangguk dan turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah sakit untuk menemui Claire.


Lune sudah bisa tenang saat ini. Lalu wanita itu tampak berbelok dan masuk ke dalam ruangan tangga darurat.


Lune berjalan tenang ke arah kamar perawatan Claire.


Lune membuka pintu itu dan melihat Claire terbangun ketika dirinya masuk ke dalam kamar.


"KAU!!! APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI!!???" Teriak Claire panik.


"Kau takut melihatku? Kau tak menyangka bahwa aku akan akan kembali lagi, bukan?" ucap Lune dengan wajah datarnya dan kemudian duduk di kursi di sebelah ranjang.


"Tenang saja, aku tak akan membunuhmu. Aku lebih suka melihatmu hidup menderita. Dengan cara apa? Cukup melihatku bahagia bersama Louis dan itu benar benar akan membuatmu menderita, Claire," kata Lune.


"Aku tak akan pernah lengah lagi padamu. Kau akan selalu ada dalam pengawasanku. Louis tak pernah mencintaimu. Kau terobsesi padanya hingga melakukan apapun ketika ada kesempatan untuk menghancurkan hubungan kami. Hidupmu sangat menyedihkan dan sekarang usaha licikmu telah pecah berkeping keping. Kau benar benar hancur sekarang. Kau dibenci oleh Louis dan seluruh keluarganya. Kau dibenci oleh semua orang terdekatmu yang awalnya sangat tulus padamu termasuk aku."


"Aku menganggapmu seperti kakakku, tapi ternyata kau berhati busuk dan menusukku dari belakang hingga kau membuatku hilang dari hadapan Louis," ucap Lune yang masih berbicara tenang.


"Aku sangat membencimu karena kau selalu mendapatkan segalanya tanpa usaha apa pun. Aku selalu iri padamu karena kau memiliki apa pun yang kuinginkan. Kau memiliki semuanya!!" Teriak Claire menangis.


"Kau benar benar mengerikan, Claire. Entah mengapa Lana bisa bersahabat dengan orang selicik dirimu," ucap Lune.


"Kau tak pantas untuk Louis dan hanya aku yang pantas untuknya," sahut Claire.


Lune tertawa mendengar hal itu lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Claire.


"Sampai sekarang pun kau tak merasa bersalah dengan apa yang sudah kau lakukan padaku."


"Fokuskan pandangan matamu padaku. Aku akan membuatmu menangis darah dengan melihat kebahagiaanku dan Louis. Oh ya, aku juga menunggu kau akhirnya bunuh diri karena tak bisa menggapai Louis. Louis akan selalu bersamaku sampai kapan pun. Kau berangan - angan menjadi milik Louis? Jangan bermimpi," lirih Lune di telinga Claire.


"Aku menunggumu mati di tanganmu sendiri, Bittcchh!!" Bisik Lune dan mencabut selang infus dengan paksa dari tangan Claire hingga Claire berteriak kesakitan.


"Cih," ucap Lune.


Lalu Lune pergi dari sana sedangkan Claire berteriak teriak memanggil perawat.