
LL 46
"Kita pulang?" tanya Vea.
Lune tersenyum miring.
"Bisakah mengantarku ke sebuah butik? Aku akan membeli gaun pengantin," jawab Lune pada Vea.
Vea tertawa mendengar hal itu.
"Langkah yang bagus dan tepat sasaran. Let's go," ucap Vea dan ia menjalankan mobilnya ke arah butik langgananannya.
"Apa yang kau katakan padanya," tanya Vea pada Lune.
"Aku menunggunya bunuh diri ketika melihatku dan Louis menikah," jawab Lune.
Vea kembali tertawa.
"Tak ada baku hantam? Padahal aku sangat suka adegan itu. Sudah lama tak ada baku hantam di keluarga kami. Aku merindukan masa masa mudaku," ucap Vea.
"Kau masih muda, Vea," ucap Lune.
Vea tertawa kecil.
"Aku hanya menarik selang infusnya saja. Ck, seharusnya kugulingkan saja ranjangnya," kata Lune.
"Akan kuantar ke rumah sakit kembali jika kau mau melakukan hal itu," sahut Vea.
Lune tertawa mendengar hal itu.
"Kau sudah sedikit lega?" tanya Vea.
"Hmm, meskipun di hatiku yang terdalam aku masih amat sangat marah," jawab Lune.
Vea memegang tangan Lune.
"Kau masih bisa membuat banyak bayi dengan kakakku," kata Vea.
Lune tertawa pelan.
"Itulah mengapa aku ingin cepat menikahinya. Agar kami bisa secepatnya memiliki bayi. Dan yang pasti mengikatnya agar dia tak sembarangan bertunangan dengan wanita lain bila aku hilang lagi. Ah ya, jaga dia untukku jika aku menghilang. Karena aku pasti akan kembali lagi," kata Lune.
"Oh God ... Kau pikir bisa menghilang lagi setelah kejadian ini? Kak Louis tak akan membiarkannya. Dia mengawasimu dengan mata elangnya yang tajam," jawab Vea.
"I love him so much," ucap Lune pelan.
"Ck." Lune berdecak dan memukul pelan lengan Vea.
"Kurasa dia tak sabar bercinta denganmu lagi. Aku sangat bisa melihat dari matanya," ucap Vea blak blakan.
"Aku akan menghukum dia dulu. Setiap menciumnya aku mengingat Claire. Bayangkan, selama setahun mereka berciuman. Iyuuuh menjijikkan. Aku masih marah padanya," kata Lune.
Vea tertawa mendengar ucapan lucu Lune itu.
"Kita sampai," kata Vea ketika mereka sampai di sebuah butik.
Lalu mereka berdua turun dari mobil dan masuk ke dalam butik.
*
*
"Dia aman bersama Vea. Vea akan menjaganya," ucap Jared.
"Bagaimana jika dia bertindak di luar kendalinya lagi, Dad?" tanya Louis.
"Tak akan. Tenanglah," jawab Thea santai.
"Kau tak akan menemui Claire?" Tanya Jared.
"Tidak, aku begitu marah dan tak akan pernah menemuinya lagi. Oh God, bagaimana bisa aku sebodoh ini mempercayainya," sahut Louis frustasi.
"Dan bayiku ... Oh my ..." lanjut Louis.
"Dengan seperti ini hubungan kalian semakin kuat. Lain kali kau harus selalu melibatkan keluarga dalam masalahmu, Louis. Kau terlalu yakin bisa mengatasinga sendiri," kata Jared.
"Hmm, seharusnya aku mendengarkan daddy kala itu," jawab Louis.
"Vea sudah memberi kabar?" tanya Louis pada Thea.
"Ya, Lune baik baik saja dan mereka sedang shopping," jawab Thea.
"What??? Shopping? Dia memilih shopping dengan Vea dari pada bersamaku?" sahut Louis heran.
"Mungkin itu bisa membuatnya lebih tenang dan mommy rasa Lune masih marah padamu meskipun sebenarnya kau tak bersalah dalam hal ini. Tapi dia cukup kecewa padamu karena mengira kau tak setia padanya. Itu wajar bagi wanita yang biasanya lebih susah melupakan sakit hatinya," ucap Thea.
"Fighting, Son," ucap Jared menepuk bahu Louis dan beranjak dari kursinya lalu merangkul pinggang Thea.
Mereka berdua berjalan ke arah beranda belakang membiarkan Louis duduk sendirian.