FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 63



AL 63


Ponsel Louis bergetar ketika ia sedang menunggu Lana yang masih ditangani oleh dokter.


Louis mengangkat telepon itu.


"Halo, Aunty," sahut Louis.


"Apakah kau jadi mengantar Lana kemari, Louis?" tanya Beau dari seberang telepon.


"Ya, kami sudah akan berangkat. Tapi ada insiden yang terjadi. Tangan Lana terluka karena Claire," jawab Louis.


"What?? Lalu bagaimana keadaan Lana sekarang?" tanya Beau khawatir.


"Dia masih ditangano dokter. Luka di tangannya dijahit karena terkena pisau," jawab Louis.


"Kalian di rumah sakit mana? Aunty akan menyusul ke sana," kata Beau.


"Di Mount Sinai," jawab Louis.


"Oke, aunty akan ke sana sekarang juga," jawab Beau dan menutup sambungan teleponnya.


*


"Ada apa?" tanya River pada Beau.


"Lana diserang oleh Claire dan tangannya terluka dan harus dijahit. Oh God ... mengapa ini menjadi semakin rumit?" Sahut Beau.


"Kau mau ke sana, Honey?" tanya River.


"Ya, kau bisa mengantarku? Nanti kau bisa langsung ke perusahaan," jawab Beau.


"Ya, baiklah. Nanti aku akan melihatnya sebentar," sahut River yang kemudian beranjak dari kursinya.


Lalu River dan Beau keluar dari mansion. Mereka berangkat langsung ke rumah sakit di mana Lana ditangani.


*


Setibanya di rumah sakit, Beau dan River segera menuju ruangan emergency. Mereka melihat Lune dan Louis duduk di depan ruangan itu.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Beau.


Lune berdiri dan Beau memeluknya.


"Dia masih ditangani dokter, Aunty," sahut Lune.


Beau mengusap usap punggung Lune.


"Dan pisau hampir mengenai nadinya," lanjut Lune yang kemudian meneteskan air matanya karena sejak tadi ia menahannya.


"Oh my God," sahut Beau dan melepaskan pelukannya.


"Apakah targetnya adalah Lune, Louis?" tanya River.


"Ya Tuhan, kuharap kau mengambil tindakan tegas karena ini sudah keterlaluan, Louis," sahut Beau.


"Ya, Aunty. Aku meminta Max mengurusnya," jawab Louis.


"Semoga dia tak apa - apa," sahut Beau.


Lune mengangguk dan mereka kembali duduk di kursi tunggu.


*


Satu setengah jam kemudian Lana pun dipindahkan ke kamar perawatan.


Louis, Lune, Beau dan River ikut masuk ke dalam kamar perawatan Lana untuk menemaninya.


Lana masih tersadar dan melihat ke arah empat orang yang menemaninya.


"Hei, kau menangis?" tanya Lana pada Lune ketika melihat mata sembab adik tengilnya itu.


"Aku benar - benar akan membalasnya," sahut Lune.


"Apa yang kau rasakan saat ini?" tanya Beau pada Lana.


"Nyeri dan perih," jawab Lana jujur.


"Jangan khawatir. Kami akan menjagamu sampai sembuh," kata Beau mengusap punggung tangan Lana.


"Maaf merepotkan aunty," sahut Lana.


"Tidak, Sayang. Kau sama sekali tak merepotkan. Lune adalah keluarga kami dan itu artinya kau juga bagian dari keluarga kami," jawab Beau.


"Aku sudah menelepon Tuan Silva bahwa kau berhenti dari perusahaannya. Kau tak bisa memprotes tindakanku karena kau tak bisa bekerja dengan tangan yang terluka seperti itu," kata Lune.


"Hmm, kau sudah kujamin bekerja di perusahaanku, Lana. Jadi jangan khawatir dengan masalah itu," kata Louis.


"Thank you, Louis. Jadi untuk sementara waktu, aku akan menjadi pengangguran?" tanya Lana.


"Iya, sepertiku," sahut Lune.


Semua tampak tersenyum dan sedikit lega dengan keadaan Lana yang sudah membaik.


"Kau tinggal bersamaku saja," kata Lune.


"Tidak, Lune. Biarkan Lana tinggal bersama Aunty saja. Aunty lebih berpengalaman menjaga dan merawat orang sakit. Kau bisa mengunjungi mansion aunty kapan saja," sahut Beau.


"Ya, itu lebih baik," jawab Louis.


"Baiklah, yang penting bagiku Lana bisa kembali membaik," jawab Lune.


"Aku akan secepatnya membaik dan kau bisa mengangguku lagi setelah itu," sahut Lana.