
LL 39
Claire terdiam mendengar ucapan Vea.
"Aku tak pernah merebut Louis darinya. Hubungan kami mengalir apa adanya. Jadi tak salah kan, jika aku mempertahankan cintaku sekalipun Lune adalah sahabatku?" Sahut Claire akhirnya.
"Cintaku pada Louis bukanlah main main. Aku sangat mencintainya. Dan hal ini benar benar membuat hatiku sakit bahkan membuatku ingin mati," lanjut Claire.
Lalu Thea memeluk Claire. Di mata Thea, Claire memang wanita yang baik dan bahkan tanpa cela.
Thea bisa melihat begitu besar cinta Claire pada Louis. Dan situasi ini membuatnya dilema.
Di lain sisi Thea merasa kasihan pada Claire yang begitu mencintai Louis. Tapi di sisi lain, Thea sangat tahu karakter Louis yang keras pendiriannya dan keputusannya tak bisa diganggu gugat sekalipun ada campur tangan Thea dan Jared.
"Kau masih bisa berhubungan dengan kami. Kami akan tetap mendampingimu menyembuhkan rasa sakit ini," kata Thea.
Claire semakin menangis mendengar hal itu karena itu artinya Thea tak bisa membantunya membuat Louis tetap berada di sisinya.
*
*
"Kau baik- baik saja, Lune?" tanya Sasha yang melihat Lune sejak tadi merenung di dekat balkon.
"Tidak. Aku tak baik baik saja," jawab Lune sambil mengusap air matanya.
"Dia menghianatiku, Sasha," lanjut Lune.
"Kurasa itu bukan salahnya, Lune. Dia menganggapmu sudah mati dan dia hanya mengikuti alur hidupnya. Dan kebetulan Claire lah yang selalu ada di sisinya. Louis mengatakan bahwa Claire mendekatinya cukup lama hingga akhirnya Louis menerimanya karena mereka sama sama terluka kehilanganmu," ucap Sasha.
Lune menoleh ke arah Sasha.
"Claire tak sedekat itu denganku. Aku bisa merasakan bahwa dulu dia sangat menyukai Louis dan tak suka hubunganku dengan Louis," jawab Lune.
"Apa kau belum ingat bagaimana kau bisa kecelakaan, Lune?" tanya Sasha.
Lune menggeleng.
Lune mengangguk.
Lalu wanita itu mengambil ponselnya dan akan menelepon orang tuanya sekarang juga.
"Halo, Sayang. Bagaimana kabarmu?" tanya Lourdes dari seberang telepon.
"Tidak baik," jawab Lune jujur.
"Ada apa?" Tanya Lourdes.
"Kalian telah membohongiku. Bagaimana bisa kalian memberitahu Louis bahwa aku telah meninggal?" Ucap Lune yang kemudian menangis kembali.
Lourdes terdiam. Tak lama kemudian Anthony mengambil alih ponsel Lourdes.
"Halo, Sayang," ucap Anthony.
"Mengapa daddy melakukan hal itu?" tanya Lune terisak.
"Itu untuk kebaikan Louis. Hidupmu diperkirakan tak akan bertahan lama dan Louis akan semakin hancur dengan melihatmu mati perlahan. Dia sangat mencintaimu dan daddy tak ingin merusak hidupnya. Bukankah itu juga yang kau inginkan? Kau tak akan mau melihat Louis hancur, bukan?" ucap Anthony.
Lune tak bisa menjawab karena hal yang dikatakan ayahnya sangat masuk akal. Lune juga tak ingin melihat Louis hancur.
"Melihatmu hidup kembali setelah 5 tahun berjuang, adalah sebuah keajaiban bagi kami, Sayang. Kami bahkan tak berani memimpikan hal ini. Hal yang sebenarnya sangat mustahil," kata Anthony.
"Dia bersama Claire sekarang. Daddy tahu hal itu? Aku begitu sakit melihat mereka," jawab Lune.
Anthony terdiam.
"Tapi Louis memilihku dan aku tetap sakit karena beranggapan mereka menghianatiku," lanjut Lune.
"Kau bertemu Louis?" tanya Anthony.
"Ya, takdir memisahkan kami dan sekarang mempertemukan kami kembali. Tapi aku merasakan sakit karena pertemuan ini," ucap Lune.