
LL 72
Kini Lana dan Adrian sudah berada di taman. Lana duduk di atas kursi roda dan Adrian mendorongnya.
Lalu Adrian berhenti di dekat kursi taman dan duduk di sana.
Lana melihat ke area taman itu yang juga ada beberapa pasien di sana.
Tangan Adrian memegang tangan Lana.
"Adrian," panggil seorang wanita dari arah kanan Adrian.
Sosok wanita cantik menghampiri Adrian. Adrian dan Lana menoleh ke arah wanita itu.
Adrian hanya tersenyum tipis saja sedangkan wanita itu akan mencium bibir Adrian tapi Adrian menghindarinya.
"Hei, kau biasanya tak begini," kata wanita itu.
Lalu wanita itu melihat ke arah Lana.
"Ah ya, aku tahu sebabnya. Kau memiliki wanita baru lagi," kata wanita itu.
"Kita tak pernah menjalin hubungan jadi kuharap kau tak menggangguku," kata Adrian.
"Jadi secepat itu kau melupakan malam indah itu?" Sahut wanita itu san membuat Adrian menarik tangan wanita itu menjauh dari Lana.
"Aku tak pernah menghabiskan malam indah apa pun denganmu. Jangan memprovokasiku atau karirmu akan hancur," ucap Adrian pada wanita itu.
Wanita itu langsung terdiam dan pergi dari sana.
Adrian kemudian kembali ke Lana. Lana menghindari tatapannya dari Adrian.
Adrian duduk berlutut di depan Lana dan memegang tangan kirinya.
"Aku memang mengenal wanita itu tapi kami hanya bertemu di club. Malam indah maksdunya tadi adalah malam ketika kami bertemu di club dan aku tak bercinta dengannya," kata Adrian menjelaskan hubungannya dengan wanita itu meskipun Lana tak bertanya.
"Aku tak bertanya," jawab Lana.
"Ya, aku tahu. Aku hanya ingin kau tak salah paham padaku dan wanita itu. Dia seorang aktris dan pintar berakting," kata Adrian.
"Aku tak peduli hal itu," jawab Lana.
"Kau marah karena hal tadi?" tanya Adrian.
"Aku dan kau sudah tak berhubungan. Jadi aku tak berhak marah. Kau berhubungan dengan siapa pun aku tak peduli," jawab Lana.
Adrian menangkup pipi Lana.
"Sorry," ucap Adrian.
"Kau tak salah apa pun jadi tak perlu meminta maaf," jawab Lana.
"Aku ingin ke dalam, please," kata Lana.
Lalu Adrian berdiri dan mengantar Lana ke dalam kamarnya lagi padahal mereka baru saja tiba di taman.
"Maaf kalau hal tadi membuatmu mood mu buruk," kata Adrian lagi.
Lana tak menjawab apa pun. Lana adalah tipe wanita yang cukup dewasa dan ia tahu bahwa ia tak berhak cemburu dengan wanita tadi karena itu bukan ranahnya.
Hal terjadi ketika Lana dan Adrian tak menjalin hubungan. Jadi Lana tak berhak untuk karah dengan apa yang telah dilakukan Adrian dan wanita itu.
Meskipun begitu, jauh di dalam hatinya Lana memendam rasa cemburu karena membayangkan Adrian pernah menikmati malam indah bersama wanita tadi.
*
Setibanya di kamar, Adrian kembali mendudukkan Lana di atas ranjang. Dan di sana sudah ada Lune serta Louis.
"Kalian dari mana saja?" tanya Lune.
"Taman. Aku bosan di kamar," jawab Lana dan bersandar di bantal yang posisinya ditinggikan oleh Adrian.
Lune melihat Adrian cukup perhatian dan menjaga Lana dengan baik.
"Kau tak bekerja, Adrian?" tanya Lune.
"Tidak, aku akan menunggunya sampai dia diperbolehkan pulang," jawab Adrian.
Lalu Adrian kembali menangkup pipi Lana meskipun di depannya ada Lune.
"Ada apa ini? Kau seperti sedang merayu Lana. Apakah kau membuat kesalahan, Adrian?" tanya Lune yang seakan tahu itu dari raut wajah Lana yang sedikit cemberut.