
LL 48
"Kita jadi pulang sekarang, Mom?" Tanya Vea.
"Tidak, Lune dan Louis akan menikah jadi kita akan menunggu sampai besok," jawab Thea.
"Bisakah diurus secepat itu?" Tanya Vea.
"Aku sudah mengurusnya," jawab Rillian.
"Secepat itu?" tanya Vea lagi.
"Max yang mengurusnya. Jadi akan bisa dilakukan dengan cepat," jawab Rillian.
"Bagaimana dengan orang tua Lune?" tanya Vea.
"Lune belum mau menghubungi mereka," jawab Thea sambil melihat ke arah Lune yang sedang bermain basket sendirian di lapangan belakang.
"Kita serahkan pada Lune saja. Dia akan menyelesaikan sendiri urusan keluarganya. Kecuali dia meminta bantuan kita untuk membicarakan hal ini pada keluarganya," kata Thea.
"Oke," sahut Vea.
"Kita ke mansion mommy sekarang?" Tanya Rillian.
"Baiklah, ayo," jawab Vea.
"Lune tak mau ikut?" tanya Vea.
"Sepertinya dia masih ingin sendiri dan tak ingin diganggu," jawab Jared.
"Ya, kita biarkan saja dia di sini dulu," kata Thea.
Lalu mereka berempat pergi dari mansion untuk menemui keluarga Rillian.
*
*
Louis datang pas 5 menit setelah keluarganya pergi. Dia mencari Lune di kamar karena di bawah sama sekali tak ada keluarganya berkumpul.
"Di mana semuanya?" tanya Louis pada seorang pelayan yang sedang membersihkan ruangan atas.
"Mereka pergi ke rumah keluarga Tuan Rillian," jawab pelayan.
"Termasuk Lune?" tanya Louis.
"Nona Lune di halaman belakang bermain basket, Tuan," jawab wanita itu.
"Terima kasih," kata Louis dan berjalan menuju ke halaman belakang di mana Lune bermain basket sendirian.
"Kau tak mengajakku bermain?" tanya Louis.
Lune menghentikan permainanannya dan memegang bola basketnya di pinggang.
"Aku ingin bermain sendiri," jawab Lune dan kemudian mendrible bolanya lalu memasukkannya ke dalam ring.
Louis mengambil bola itu dan berdiri di depan Lune.
"Kemampuanmu masih lumayan," kata Louis.
"Kemampuanku tak akan pernah luntur meskipun tak pernah berlatih selama 5 tahun," jawab Lune mendongak ke arah wajah Louis.
"Termasuk kemampuan bercintamu?" tanya Louis.
Lalu Lune berjinjit dan mengecup bibir Louis. Tangannya mengambil bola itu dari Louis dan kembali memasukkannya ke dalam Ring.
"Sepertinya kemampuanmu yang mulai menurun, Honey. Apakah karena terlalu sibuk berpacaran dengan Claire?" Sindir Lune sambil mendrible bolanya.
Louis kemudian mengambil bola dari tangan Lune dan memasukkan bolanya.
"See?" Ucap Louis dan kemudian mengecup bibir Lune dua kali.
Lune mengambil bola itu dan menghindari blok yang dilakukan oleh Louis dan Louis memukul bokong Lune.
Lune berdecak dan menjadi tak fokus hingga akhirnya Louis berhasil merebut bola itu dan memasukkannya ke dalam ring.
Louis mendekati Lune dan mengecup bibirnya lagi dua kali.
"2 point," ucap Louis dengan senyum miringnya.
Lune mengambil bola itu dan wanita itu bergerak lincah dan memblok gerakan Louis dengan berdiri di depannya.
Lune mendekatkan bokongnya ke arah Louis yang ada di belakangnya agar pria itu tak bisa mengambil bolanya.
"Hei, kau curang," ucap Louis.
"Tidak, kau juga memukul bokongku tadi," sahut Lune dan tubuhnya melompat untuk memasukkan bolanya.
Tapi Louis melompat lebih tinggi di belakang Lune dan mengambil bola itu lalu memasukkannya dengan mudah karena tubuhnya yang jangkung.
Louis mengedikkan bahunya sambil tersenyum dan mendekati Lune lagi.
Dia kembali mengecup bibir merah wanita cantik bermata hijau itu.
"2 point," ucapnya lagi.