FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 81 LANA ADRIAN (EXTRA PART)



AL 81


"Ini terlalu cepat," kata Lana akhirnya.


"Tidak, anggap saja kita sudah berhubungan selama enam tahun dan ini bukan waktu yang sebentar," jawab Adrian.


"Hmm, kita berpacaran selama enam tahun dan kau berkali kali selingkuh. Begitu maksudmu?" sindir Lana.


"Baby ..." sahut Adrian.


"Apakah aku perlu berpacaran juga dengan pria lain agar kita impas?" tanya Lana.


"Jangan harap," jawab Adrian dan kembali mengecupi bibir Lana yang tak pernah bosan dilakukannya.


"Aku akan mengurus pernikahan ini secepat mungkin," ucap Adrian.


"Aku belum memutuskannya," sahut Lana.


"Kau sudah memutuskannya dan cincin itu sudah terpasang cantik di jari manismu," jawab Adrian.


Lana berdecak dan sikap Adrian tetap saja tak pernah berubah sejak dulu.


"Aku akan menelepon kedua orang tuamu dan mengabarkan hal ini setelah tanganmu sembuh," lanjut Adrian.


"Huuffttt ... Kau selalu bertindak semaumu," sahut Lana.


"Karena aku sangat mencintaimu dan takut kehilanganmu lagi," jawab Adrian yang masih berlutut di depan Lana.


Lana kembali memindai mata biru kekasihnya itu.


"Thank you," ucap Lana akhirnya.


Lalu Adrian tersenyum dan kemudian memagut bibir indah itu.


"Ehem ... Ayo kita makan," kata Beau di belakang mereka.


Lana otomatis mendorong dada Adrian hingga pria itu terjatuh.


"Mom ..." ucap Adrian yang tak suka dengan kehadiran Beua di saat dirinya dan Lana sedang berada dalam sesi romantis.


"Kalian bisa melanjutkanya nanti. Sekarang ayo makan," sahut Beau dan menarik pelan tangan Lana.


Wajah Lana langsung memerah karena hal itu.


Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam dan ternyata sudah ada Lucian di meja makan.


"Tumben kau kemari," kata Adrian.


"Menjijikkan," sahut Adrian dan duduk di bersebelahan dengan Lana.


"Ck, kau langsung melupakanku ketikan Lana datang. Padahal biasanya kita mencari wanita berdua," jawab Lucian yang membuat Adrian membelakkan matanya pada Lucian.


"Apakah kau se-playboy itu?" tanya Lana.


"Ya, dia sangat playboy dan aku adalah muridnya. Aku terkontaminasi olehnya, Lana," sahut Lucian yang membuat Adrian berdiri dan memukul keras punggungnya.


"Hei, kalian bukan anak kecil. Duduklah," ucap River - sang kepala keluarga.


Lana hanya menggelengkan kepalanya melihat ke arah Adrian. Adrian kemudian mengecup bibirnya meskipun di depannya ada ayah dan ibunya.


"Kami akan menikah, Dad, Mom," ucap Adrian.


"What??? Kau serius, Lana?" sahut Lucian.


Adrian menatap tajam pada Lucian.


"Sekali lagi kau bicara, gelas ini akan melayang ke kepalamu," sahut Adrian.


"Kalian serius?" tanya Beau pada Adrian dan Lana.


"Dia memaksaku," jawab Lana.


"Kami masih saling mencintai," sahut Adrian.


"Apakah itu benar, Lana? Jangan melakukan hal ini karena terpaksa karena Aunty tak akan mengizinkan kalian menikah," kata Beau.


Lana melihat ke arah Beau dan masih terdiam seakan sedang berpikir.


Adrian menunggu jawaban dari Lana dan dia berharap semoga Lana merasakan apa yang dia rasakan.


"Kau masih mencintainya, Sayang? Jangan terintimidasi oleh sikap Adrian jika kau memang tak merasakan hal itu," kata Beau lagi.


"Aunty akan menyuruhnya menjauh darimu jika kehadiran Adrian memang benar benar mengganggumu,"; lanjut Beau.


Adrian diam dan tak menyela perkataan Beau. Pria itu masih menunggu jawaban dari mulut Lana yang memang sangat sulit untuk membuat Lana mengungkapkan perasaannya seperti dulu.


"Ya, aku masih menyukainya. Aku menerima lamarannya," jawab Lana akhirnya.


Tak banyak bicara, Adrian langsung memeluk Lana.


"Thank you," ucapnya lirih.


Beau dan semuanya yang hadir di situ ikut tersenyum bahagia.