
LL53
Lune kemudian berbalik dan memaguut bibir Louis.
Lalu Lune menggigit kembali bibir itu.
"Sampai kapan kau akan terus menggigit bibirku?" tanya Louis.
"Seumur hidupmu. Aku bisa memaafkan, tapi aku tak akan pernah melupakan. Siapkan dirimu," sahut Lune tersenyum tengil.
Louis tertawa kecil dan langsung mengangkat tubuh Lune ke tengah ranjang.
Pria itu melumaat, memaguut, dan menyesap bibir seksi sang istri tanpa ampun.
Dia tak memberi kesempatan Lune untuk mengigit bibirnya lagi.
Lalu Louis membuka pakaian dalaam Lune dan kembali menunjukkan kelihaian ciuman serta lidahnya di bagian paling sensitif milik Lune.
"Aaaaahh ..." Lune mendesah keras dan itu semakin membuat Louis bergairah.
Kedua tangannya menangkup dada bulat Lune yang menantang.
Lune melengkungkan tubuhnya dan sangat menikmati apa yang dilakukan oleh Louis di pangkal pahanya.
Kakinya bertumpu di punggungnya dan mengusap usap di sana.
Tangan Lune terangkat ke atas dan meremas sprei putih itu.
Lalu Louis melanjutkan ciumannya ke area paha dan kaki Lune.
Kemudian pria seksi itu kembali ke area dada Lune dan menyusurinya hingga leher dan bibir Lune.
Percintaan panas ini berlangsung cukup lama karena Louis dan Lune melakukannya dengan perlahan sambil menikmati keintimaan mereka yang telah lama berpisah.
"I love you," bisik Louis di telinga Lune.
"Hmm, kau sangat mencintaiku dan kau tak akan bisa lepas dariku," sahut Lune dan mencium leher Louis.
"Jangan menggigitnya," ucap Louis dengan tubuh yang sambil bergerak di atas tubuh polos Lune yang hangat.
Lune tertawa kecil dan tetap menggigit leher itu lalu menyesapnya hingga tercipta tanda merah kehitaman di sana.
"Hmm," sahut Louis sembari memijat dada Lune yang ada di depannya.
Lune bergerak pelan tapi pasti di atas tubuh Louis dan tangannya bertumpu di perut six pack pria tampan itu.
Rambutnya yang panjang terurai mengikuti gerak tubuhnya yang bergerak maju mundur.
Louis memegang pinggul Lune untuk membantunya bergerak.
Lune tersenyum dan mencium bibir Louis kembali. Tangan Louis memeluk tubuh ramping itu sembari tetap bergerak di bawah Lune.
Tubuh mereka saling menempel dan bergesekan membuat mereka semakin menikmati adegan panas itu.
Suara lenguhan yang bersahutan itu meramaikan heningnya kamar hotel yang mereka tempati saat ini.
Lune dan Louis malam ini tidur di hotel karena tak ingin terganggu dengan apa pun dan mereka ingin menikmati malam yang panjang ini bersama dengan sepuasnya.
Percintaan itu berlangsung cukup lama dan seakan tak bosan bosannya mereka melakukan hal itu, terlebih Louis yang tak melepaskan Lune sama sekali di ranjang.
*
*
Suasana mansion kini cukup sepi karena acara pernikahan sudah sepenuhnya berakhir setelah Lune dan Louis pergi ke hotel dan semua anggota keluarga masuk ke kamarnya masing masing.
BRAk!!!
Gerbang mansion ditabrak oleh sebuah mobil yang melaju kencang.
Rueben keluar dari mobilnya bersama Tyson - sang putra.
Dua security menghampiri mereka dan menahan tubuh Rueben yang ingin menyerangnya.
"DI MANA PRIA TAK BERTANGGUNG JAWAB ITU??" teriak Rueben marah.
"Kau membuat keributan di sini. Pergilah atau kau akan menyesal, Tuan," ucap petuga security itu.
"Kami tak takut pada kalian!!" bentak Tyson yang kemudian memukul sang security tapi pukulannya meleset dan bahkan dia yang tersungkur.
"PANGGIL LOUIS!! DIA MENYEBABKAN PUTRIKU MENCOBA BUNUH DIRI!!" teriak Rueben lagi.