FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 92 ADRIAN LANA



AL 92


"I miss you so much," kata Adrian.


"Hmm, me too," sahut Lana dan berjinjit lalu memagut bibir pria yang sangat dicintainya itu.


Lana mengalungkan tangannya ke leher Adrian dan menciumnya dengan begitu intens karena rasa rindu dan cintanya yang sangat mendalam pada pria itu.


Paha Lana masuk ke tengah paha Adrian dan membuat pangkal pahanya bereaksi.


"Baby, kau akan membuatku tersiksa jika seperti ini," bisik Adrian ketika Lana menciumi lehernya.


"I want you," bisik Lana dengan masih menciumi dada bidang Adrian yang tak memakai apa pun.


Adrian menangkup rahang Lana dan menatap matanya lekat.


"Kau yakin?" tanya Adrian lirih.


"Hmm," jawab Lana dan tangannya sudah membuka handuk yang menutupi area bagian bawah tubuh Adrian.


Tangan nakal itu mulai memancing hasrat Adrian dan membuat pria itu sudah tak bisa menahan godaan itu lagi.


Adrian tak membuang waktunya. Dia mengangkat tubuh Lana dan membawanya ke kamar.


Bibir mereka masih bertautan hingga Adrian merebahkan tubuh sang kekasih di atas ranjang.


Lana menggingit bibirnya ketika Adrian mulai membuka kaos sweater putihnya.


Tangan Adrian masuk ke balik kaos putih Lana dan membuka kaos itu. Tangan Lana terangkat ke atas dan Adrian berhasil membuka baju Lana.


Mata mereka saling bertaut karena Adrian ingin melihat keyakinan di mata Lana ketika mereka melakukan hal sejauh ini.


Adrian kembali mencium bibir Lana dan tangan kanannya membuka kait bra Lana hingga akhirnya terbuka.


Adrian menangkup dada bulat itu dan membuat Lana melenguh karena itu adalah pertama kalinya seorang pria menyentuh tubuhnya.


Adrian menyusuri leher Lana dan menyesapnya perlahan hingga akhirnya bermuara di area dada Lana yang penuh.


Adrian menguluum puncak dada Lana dan hal itu membuat tubuh Lana melengkung karena tubuhnya menggelenyar akibat ciuman Adrian.


"Aaahhh ..." Lenguhan Lana membuat Adrian semakin bergairah.


Adrian melanjutkan membuka celana Lana dan ciumannya pindah ke area pangkal paha Lana yang semakin membuat Lana gila.


"Adriaaann ..." Lenguhnya seksi.


Tangan Adrian memijat perlahan dada Lana dengan masih memainkan lidahnya di area pangkal paha Lana.


Lalu Adrian kembali menatap Lana.


"Kau yakin, Baby?" tanya Adrian.


"Jika aku bilang tidak, apakah kau akan berhenti?" tanya Lana lirih.


"Tidak, karena sudah terlambat," jawab Adrian tersenyum miring dan mulai masih ke adegan intinya.


Adrian mulai mendorong tubuhnya perlahan agar miliknya masuk lebih dalam.


Lana terpekik pelan dan kedua tangannya memegang erat bahu lebar Adrian.


"Hmmmpph," lenguh Adrian di dalam tautan bibirnya dengan Lana.


Tangan kanan Adrian mengangkat paha kiri Lana dan membuat miliknya masuk sempurna.


Mata mereka kembali saling memandang dan mereka benar benar sadar melakukan hal itu.


"I love you. Dan aku tak akan pernah meninggalkanmu," lirih Adrian sembari bergerak pelan di atas tubuh polos Lana.


"I love you too," sahut Lana berbisik dan tubuhnya menggeliat di bawa tubuh Adrian.


Permainan itu berlangsung beberapa menit dan akhirnya Adrian menuntaskan hasratnya pada Lana.


*


*


"Tinggallah di sini," kata Adrian sambil menyantap makan malamnya.


"Tidak, jika aku tinggal di sini, kau tak akan merindukanku lagi," jawab Lana.


Adrian tertawa pelan dan mengusap pipi lembut Lana.


"Malam ini menginaplah di sini," kata Adrian.


Lana mengangguk dan itu membuat Adrian tersenyum senang.