FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 80 LANA ADRIAN (EXTRA PART)



LL 80


Masa sekarang ...


CEKLEK


Adrian keluar dari kamar mandi dan tak melihat Lana di kamarnya.


Rupanya Lana turun ke bawah terlebih dulu tanpa menunggunya.


Hal sepele memang, tapi Adrian sedikit kecewa dengan sikap Lana itu.


*


Setelah ganti baju, Adrian keluar dari kamarnya dan ke bawah menyusul Lana.


Adrian melihat Lana sedang duduk bercengkrama dengan Beau di beranda belakang.


Terlihat tawa Lana yang kini jarang dilihatnya itu. Dia seakan cemburu pada sang mommy yang bisa membuat Lana tertawa sedangkan dirinya tidak.


Adrian kemudian duduk juga di sofa beranda dan merangkul bahu Lana.


"Kau tak kembali ke kantor?" tanya Beau pada sang putra.


"Tidak, aku sudah menyelesaikan semuanya," jawab Adrian.


"Bagaimana urusan Lucian?" tanya Beau lagi.


"Sudah beres. Bukankah kita sduah terbiasa menghadapi ulahnya, Mom?" Sahut Adrian.


"Mommy akan menyiapkan makan siang dulu. Daddy akan datang sebentar lagi kadana kami akan pergi ke luar kota nanti sore," kata Beau.


"Apakah mommy harus ikut?" tanya Adrian.


"Ya, akan ada pesta di sana dan daddy ingin mommy menemaninya," jawab Beau.


"Oh ya, kau tak keberatan jika kutinggal sementara waktu kan, Lana?" Tanya Beau.


"Tentu saja tidak, Aunty. Di sini banyak yang menemaniku. Jadi jangan khwatir," jawab Lana.


"Dengan senang hati aku akan menjagamu," ucap Adrian tersenyum.


"Hmm, mommy akan ke dalam dulu," kata Beau.


Lalu Lana melihat ke arah taman di depannya. Tangan Adrian mengusap usap lengan Lana dan kemudian memijat lembut tengkuk leher Lana.


CUP


Sebuah kecupan kembali mendarat di pipi chubby Lana. Lana mengusap pipinya dan Adrian kembali mengecupnya bertubi tubi hingga Lana kesal.


"Adrian ..."


CUP


Ucapan Lana kembali dipotong dengan kecupan di bibirnya.


"I miss you," ucap Adrian.


"Will you marry me?" ucap Adrian.


"Jangan bercanda. Itu sama sekali tidak lucu," kata Lana.


"Tidak, aku tidak bercanda. Aku ingin menikahimu. Aku tak ingin berpisah darimu lagi. Jadi aku ingin mengikatmu agar kau tak meninggalkanku lagi," jawab Adrian.


Lana menatap lekat mata biru milik tampan itu. Dia melihat kesungguhan dan keseriusan di sana.


"I love you. Aku sangat mencintaimu dan perasaanku ini sama sekali tak berubah sejak 6 tahun yang lalu. Aku benar benar mencintaimu," kata Adrian dan kemudian berlutut di depan Lana.


"Menikahlah denganku. Aku sangat memohon padamu," ucap Adrian sekali lagi yang kemudian mengeluarkan sebuah cincin sederhana bermatakan berlian kecil.


"Kau tak suka yang terlalu mewah, bukan? Jadi aku memilihkanmu cincin yang sederhana. Aku masih sangat hafal seleramu dan ukuran jarimu," kata Adrian.


Lana masih tak bisa berkata kata dengan apa yang diucapkan oleh Adrian itu.


Ini benar benar lamaran mendadak yang sama sekali tak pernah dipikirkan oleh Lana.


"Hei, jawablah," kata Adrian yang menunggu cukup lama jawaban Lana.


"Jika kau tanya mengapa, maka aku sudah menjawabnya dengan sangat jelas tadi," lanjut Adrian.


Adrian menunggu sebentar dan akhirnya memasukkan cincin itu ke jari manis Lana.


Lalu pria itu mencium tangan kiri Lana dan kembali memandangnya.


"Aku anggap kau menerima lamaranku," kata Adrian tersenyum dan mencium bibir Lana.


Lana masih duduk terpaku karena hal itu. Karena dia masih belum bisa mencerna dengan apa yang dilakukan oleh Adrian.