FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 44



Thea memerintahkan Louis untuk menenangkan Lune di kamar. Dia yang akan mengurus sisanya meskipun Lune tak suka dengan hal itu.


Lune sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Louis dan keluarganya. Dia menilai bahwa mereka melindungi Claire padahal apa yang dilakukan Claire benar benar jahat.


Lune tak bicara sama sekali dengan Louis dan hanya diam di kamar.


"Kau tak menyentuh makananmu sama sekali," ucap Louis.


Lune tak menjawabnya dan hanya melihat ke arah jendela. Louis menempatkan Lune di kamar lantai tiga dan itu terlihat seperti sebuah penjara bagi Lune.


Louis mendekat ke arah Lune.


"Apa kau marah kami yang mengambil alih dendammu padq Claire?" tanya Louis.


Lune masih tak menjawab. Louis memegang bahu Lune dan Lune menangkis tangan dengan keras.


"Jangan menyentuhku!!" Ucap Lune dengan penekanan suara yang terdengar marah.


"Aku tak ingin tanganmu kotor karena hal ini. Biar aku yang menyelesaikannya," ucap Louis.


Lune tak menjawab apa pun dan hanya diam tak menghindari tatapan Louis.


*


*


"Apa yang akan mommy lakukan pada Claire?" tanya Vea.


"Entahlah. Mommy masih bingung karena tak mungkin kita membunuhnya. Kita bukan pembunuh," jawab Thea.


"Apa yang dilakukannya sangat jahat dan kurasa melepaskannya ke hutan itu hukuman yang lumayan," kata Vea.


"Kau pikir daddy akan menyetujuinya? Daddy mungkin hanya membuat keluarganya bangkrut," jawab Thea yang masih mondar mandir.


"Dia sudah membuat kakak terpisah dari Lune selama bertahun tahun dan bahkan karena mulutnya yang jahat itu membuat bayi mereka meninggal bahkan sebelum kakak tahu. Aku saja yang mengambil alih kasus ini. Aku tak terlalu dekat dengannya jadi akan lebih mudah bagiku daripada mom. Ah ya, tolong jemput anak anak di rumah Paris, Mom," ucap Vea berdiri dan berjalan menuju ke arah pintu.


Thea tak menahan Vea dan membiarkan Vea yang mengurusnya karena emosi Vea setidaknya lebih stabil daripada Lune.


*


*


Vea ke rumah sakit di mana Claire dirawat. Ada Rillian dan Jared yang masih menunggu di sana.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Vea.


"Sudah membaik dan lukanya tak terlalu dalam," jawab Rillian -- suami Vea.


"Apa yang akan daddy lakukan terhadapnya?" tanya Vea.


"Daddy yakin?" tanya Vea.


"Ya, hanya dia yang berhak," jawab Jared.


"Kakak akan menyetujuinya?" tanya Vea.


"Daddy hanya memberinya pilihan," jawab Jared dan beranjak berdiri lalu berjalan pergi.


"Lalu apa selanjutnya?" tanya Vea.


"Biarkan dia karena daddy sudah menelepon keluarganya," jawab Jared.


Vea melihat ke arah Rillian dan mengedikkan bahunya pada sang istri.


"Bukan urusan kita lagi," kata Rillian menggandeng tangan Vea.


"Seharusnya aku menyeretnya dulu dari ranjang sampai parkiran depan," sahut Vea.


"Seret aku saja ke ranjang," jawab Rillian.


"Kalau itu tak perlu kau suruh," sahut Vea.


Rillian tertawa kecil lalu merangkul bahu Vea dan mereka berjalan bersama keluar dari rumah sakit.


*


Setibanya di mansion, Vea menuju ke kamar Lune di lantai tiga.


TOK TOK TOK


Louis membuka pintu kamarnya dan melihat Vea.


"Ada apa?" Tanya Louis.


"Daddy memanggilmu. Aku akan di sini menjaga Lune," jawab Vea.


Louis kemudian keluar dari kamar dan Vea masuk ke dalam.


Vea melihat Lune duduk di dekat jendela dan melihat ke arah luar.


"Hai, lama tak bertemu. Kita hanya bertemu sekali dulu jadi kita kurang saling mengenal. Dan kakak cukup tertutup untuk menceritakan tentang kehidupan pribadinya," kata Vea.


Lune tak menjawab apa pun.


"Keluarlah, dia ada di rumah sakit. Kau bisa melakukan apa pun padanya," kata Vea.


Lune melihat ke arah Vea dan mereka masih saling menatap.