FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 57



LL 57


Akhirnya diputuskan bahwa kedua orang tua Lune akan menyusul Lune ke Inggris nanti.


Mereka tak ingin berpisah terlalu jauh dengan Lune. Sedangkan Lana untuk sementara akan menyelesaikan pekerjaannya di New York sebelum menyusul kedua orang tuanya ke Inggris.


Lana akan bekerja di perusahaan Louis nanti sesuai dengan keinginan Lune. Dan Louis serta Lana pun menyeujuinya.


"Bisakah kalian datang ke acara makan malam keluarga kami nanti? Kebetulan keluarga pamanku akan mengadakan makan malam bersama. Dan aku ingin kalian datang," kata Louis sebelum dirinya pergi dari apartemen.


"Baiklah kalau begitu. Kami akan datang," jawab Anthony.


"Nanti supir keluarga kami akan menjemput kalian kemari. Bersiaplah pukul 8 malam," kata Louis lagi.


"Baiklah, Louis. Terima kasih atas semuanya," sahut Lourdes.


"Mommy tak mau menginap di mansion kami?" tanya Lune.


"Tidak, Sayang. Besok pagi kami harus segera kembali ke Singapura karena daddy pekerjaan Daddy lumayan padat," jawab Lourdes.


"Ada Lana di sini jadi kau tak akan kesepian, bukan?" Ucap Lourdes.


"Aku tak membutuhkan Lana. Hanya cukup Louis saja," sahut Lune.


Louis tertawa kecil karena ucapan Lune itu.


Lana mencebik dan memukul pelan lengan Lune.


"Awas kau ya," sahut Lana.


"Bye, aku pergi dulu," ucap Lune tersenyum dan mencium kedua orang tuanya serta Lana.


Dan mereka pun pergi dari sana.


*


*


"Kau tak ingin ke mana pun hari ini?" tanya Louis sambil mengusap telapak tangan Lune.


Tangan kiri Louis tetap memegang kemudi setirnya.


"Tidak, aku ingin di mansion saja bersamamu," jawab Lune.


"Bercinta sepanjang hari?" tanya Louis.


"Ooohhh ... Kurasa aku harus membeli obat kuat untuk menyeimbangimu," jawab Lune.


"Kau masih muda dan seharusnya staminamu melebih aku," ucap Louis.


"Pinggirkan mobilmu," perintah Lune.


"Hampir sampai. Bersabarlah," sahut Louis.


"Pinggirkan sekarang juga. Ini perintah," kata Lune.


"Ada apa? Kau marah?" tanya Louis menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang sepi karena itu adalah akses masuk ke mansion Louis.


Lune kemudian mematikan mesin mobil dan memundurkan kursi Louis lalu naik ke atas pangkuan pria itu.


"Wait, kau ingin melakukannya di sini?" tanya Louis.


"Hmm, sepertinya seru. Bukankah dulu aku pernah mengatakan hal ini? Dan aku ingin merealisasikannya sekarang. Bercinta di dalam mobilmu," jawab Lune dengan wajah nakalnya.


Louis tertawa mendengar itu dan membuka dress Lune dengan sangat cepat.


"Kalau begitu jangan menundanya. Kita harus cepat," sahut Louis yang sudah melumaat puncak dada Lune dan membuat wanita itu melenguh keras.


Lune membuka baju Louis dan membiarkan Louis menikmati dada polosnya itu.


Lune membuka kancing celana Louis dan Louis membukanya sedikit ke bawah.


Louis membantu Lune membuka celanaa dalaamnya dan melemparkannya ke jok belakang.


Pakaian Lune sudah berserakan di dalam mobil dan kini dia sudah tak memakai apa pun lagi.


"Semoga tak ada yang mengintip," ucap Lune.


"Tak ada, karena ini adalah daerah pribadiku," jawab Louis berbisik di leher Lune.


Lune mulai bergerak perlahan di atas pangkuan Louis dan otomatis membuat mobil sport itu bergerak.


"Oh my ... Kita seperti menaiki wahana mainan. Mobil ini bergerak," ucap Lune tertawa kecil dengan masih bergerak di atas tubuh Louis.


Louis menepuk pelan bokong Lune dan membantu Lune menggerakkan pinggulnya agar bergerak lebih cepat.


Mereka melakukannya dengan durasi cepat karena situasi tempat yang tak memungkinkan untuk melakukannya terlalu lama.