FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 77 LANA ADRIAN (EXTRA PART)



LL 77


6 TAHUN YANG LALU


(FLASH BACK PERTEMUAN PERTAMA ADRIAN - LANA)


Lana keluar dari asrama mahasiswa. Dia tampak berjalan terburu buru karena dia hampir telat masuk kuliah hari ini.


Murid teladan itu terkadang berlari di tengah langkahnya yang cepat.


Nafasnya terlihat ngos - ngosan karena berlari dan berjalan cepat.


BRAK


Tiba tiba langkahnya terhenti dan menabrak seorang pria yang memegang kopi panasnya.


"Awww ..." teriak Lana ketika kopi panas itu mengenai celana dan bukunya.


"Kau tidak apa - apa?" tanya pria itu memegang tangan Lana.


Lana menepis tangan itu dan kemudian melihat ke arahnya.


"Lihatlah apa yang kau lakukan!!" bentak Lana marah.


"Cantik," ucap pria itu menyimpang dari topik.


"Hei!!" sahut Lana marah.


"Aku benar benar tak melihatmu. Kau ingin ganti rugi? Akan kuberikan," jawab Adrian tersenyum dengan wajah tengilnya.


"Ck, aku tak punya waktu untuk melayani orang sepertimu," sahut Lana kesal dan kemudian mengambil bukunya yang basah.


Lana menggerutu kesal dan rasanya ingin menangis karena sudah dipastikan ia akan telat masuk kelas.


Adrian membantu mengambil buku itu dan Lana menarik bukunya tanda bahwa ia tak ingin dibantu.


Lalu wanita cantik itu pergi dari hadapan Adrian.


"Aku Adrian. Kau?" tanya Adrian yang masih mengikuti Lana di belakangnya.


"Jangan megikutiku!!" bentak Lana sinis.


"Woow ... Aku suka wanita galak sepertimu," goda Adrian yang kini berjalan di sampingnya.


"Kubilang pergi atau akan kuhajar kau," sahut Lana kesal.


"Wohooo ... Aku sangat suka dihajar oleh wanita cantik sepertimu. Katakan siapa namamu, Nona Cantik?" tanya Adrian yang tak patah arang untuk berkenalan dengan Lana.


Lalu Lana berhenti dan mendorong dada Adrian dengan keras hingga pria itu terjungkang ke belakang karena tak cukup persiapan. Dia tak berpikir gadia di depannya itu akan mendorongnya seperti itu.


Adrian tak marah dan justru tertawa pelan.


"Nanti kita bertemu kembali, Sayang. Aku pasti akan menemukanmu dan mengetahui namamu," teriak Adrian ketika Lana pergi dari hadapannya dan berlari cepat.


"Gadis cantik yang menarik. Bagaimana bisa aku tak mengetahui ada harta karun di kampus ini?" gumam Adrian.


Lalu Adrian beranjak berdiri dan kemudian masuk ke kelasnya.


Adrian sedang menempuh kuliah Magisternya di kampus itu sembari bekerja di perusahaan ayahnya meskipun waktunya tak penuh.


Sedangkan Lana sudah memasuki tahun keduanya di kampus itu sebagai mahasiswa dengan program beasiswa.


Itulah sebabnya Lana tinggal di asrama mahasiswa karena disediakan gratis. Meskipun berasal dari keluarga berada, Lana tetap hidup sederhana dan tak berfoya foya selama kuliah di New York.


*


*


"Maaf, aku terlambat karena tadi ada insiden terjadi dalam perjalananku menuju kemari," ucap Lana pada sang dosen.


"Duduklah, Lana," jawab dosen wanita itu.


"Terima kasih, Miss," sahut Lana dan duduk di tempat duduk paling belakang karena bagian depan sudah penuh.


Lana kemudian mengerjakan soal ujian yang harus dikerjakannya sesuai waktu yang sudah ditentukan meskipun dia terlambat cukup lama.


*


Setelah ujian selesai, Lana keluar dari kelas dan segera pulang karena pahanya terasa lengket karena tumpahan kopi tadi.


"Halo, Lana Wallace," sapa seorang pria yang tiba tiba sudah ada di depan Lana.


Adrian mengikuti langkah Lana dan berjalan di sampingnya.


"Hei, tunggu!! Aku akan mengganti kerugianmu tadi," ucap Adrian memegang tangan Lana.


Lana menepiskan tangan Adrian.


"Kita tak saling mengenal, jadi jangan mengikutiku apalagi memegang tanganku!!" bentak Lana.


"Ini untukmu. Jadi kau tak perlu pulang untuk mengganti bajumu," ucap Adrian memberikan tas karton yang berisi baju.


"Tak perlu," jawab Lana dan berjalan cepat menjauhi Adrian.


Adrian menghalangi langkah Lana. Lana mencoba lewat kanan tapi Adrian juga menghalangi.


"Please, jangan menggagguku. Aku tak meminta ganti rugi apa pun padamu dan silahkan pergi," ucap Lana.


"Kau mau menjadi kekasihku?" tanya Adrian to the point.


Lana mengerutkan keningnya.


"Dasar gila," sahut Lana dan mendorong kembali dada Adrian tapi Adrian sudah cukup persiapan dengan hal itu.


Tubuh Adrian tak tergoyahkan dan justru membuat langkah Lana mundur.


"Apa maumu?" tanya Lana.


"Menjadi kekasihmu," jawab Adrian tersenyum tengil.


"Kau gila?" sahut Lana.


"Ya, kau benar. Aku tergila gila padamu," jawab Adrian yang masih bertahan dengan senyum yang membuat Lana ingin menimpuknya.


"Aku tak punya waktu untuk meladenimu," sahut Lana.


"Tapi aku punya banyak waktu untukmu," jawab Adrian.


Lalu Lana akhirnya mengambil tas karton itu agar masalah tak semakin panjang.


"Aku akan menerima ganti rugi ini. Sekarang biarkan aku pergi," ucap Lana.


Adrian tersenyum lebar dan itu membuatnya semakin tampan.


"Thank you. Nanti kita akan bertemu lagi. Aku ada kuliah sebentar lagi. Bye, My future," kata Adrian tersenyum.


Lalu Adrian pergi dari sana dan Lana menuju kamar mandi kampus untuk memakai baju yang diberi oleh Adrian tadi.


Lana tak mau berpikir dari mana Adrian mendapatkan baju itu untuknya. Lana melihat dirinya dari cermin.


"Dress ini sangat cantik. Lumayan juga seleranya," gumam Lana sembari berputar di depan cermin kamar mandi.


Ada beberapa mahasiswi yang melihat ke arahnya dan Lana tak tahu mengapa wanita itu melihatnya. Lana tak mempedulikannya dan segera keluar dari kamar mandi.


Setelah keluar dari kamar mandi, Lana di panggil oleh temannya dari jauh.


"LANA!!" panggil Linda -- teman satu kamarnya di asrama.


Lana menoleh pada Linda.


"Ada apa?" tanya Lana.


"Gosipmu menyebar," jawab Linda.


"Gosip apa?" tanya Lana.


"Kau berkencan dengan Adrian," jawab Linda.


"Adrian? Ah, pria itu rupanya. Tidak, aku tak berkencan dengannya. Wait, bagaimana hal ini tersebar seperti ini?" tanya Lana.


"Kau bercanda? Adrian adalah idola kampus ini. Dia adalah pria yang paling diiniginkan oleh para mahasiswi di kampus ini. Kau terlalu sibuk dengan buku- bukumu hingga tak tahu kabar apa pun di kampus ini," jawab Linda.


"I don't care. Aku tak punya waktu untuk hal - hal tak penting seperti itu," sahut Lana.


"Pasti baju ini dari Adrian. Ya, kan? Itu sudah tersebar di media sosial kampus," ucap Linda lagi.


"Ya Tuhan, aku bisa gila jika seperti ini terus. Aku tak berhubungan dengannya. Dia menabrakku tadi pagi dan kopinya mengenai bajuku. Lalu dia memberikan baju ini untukku karena pakaianku basah," kata Lana menjelaskan.


"Itu cukup romatis karena Adrian tak pernah melakukan hal itu pada wanita lain di kampus ini. Kau beruntung sekali, Lana," sahut Linda.


"Beruntung? Tidak sama sekali. Aku merasa terganggu dengan kehadirannya. Fokusku hanya belajar karena orang tuaku menungguku di Inggris dengan harapa yang tinggi padaku," kata Lana.