FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 61



AL LL 61


"Jadi kau akan tinggal bersama aunty Beau?" tanya Lune di dalam mobil ketika perjalanan pulang ke mansion.


"Ya, mom dan dad memaksa. Aku tak bisa menolak," jawab Lana pasrah.


"Bukankah itu lebih baik daripada kau harus mencari apartemen sewa?" tanya Louis.


"Ya, apa yang dikatakan Louis benar, Lana. Kau akan lebih nyaman tinggal bersama Aunty Beau," kata Lune.


"Aku lebih suka tinggal sendirian, Lune. Lagi pula aku belum terlalu mengenal mereka. Itu membuatku canggung," jawab Lana.


"Mereka akan membuatmu nyaman, Lana. Percayalah," ucap Louis.


"Ya, itu betul," sahut Lune mengangguk.


Louis menoleh ke arah Lune dan tersenyum padanya.


"Kiss me," ucap Louis.


"Hei, ada aku di sini," protes Lana.


"Why? Bermasalah?" sahut Lune dan mengecup bibir Louis yang sedang menyetir.


"Iiissshh ... Seharusnya aku pulang bersama mommy tadi," ucap Lana.


"Kaliam berbeda tujuan. Mommy dan Daddy langsung pulang ke Singapura. Dan kau akan menetap sementara di sini, Kakakku yang menyebalkan," kata Lune dengan wajah tengilnya.


"Kau tak memiliki pacar, Lana?" tanya Louis.


"Tidak, aku terlalu sibuk mengurus gadis tengil ini sampai aku lupa berpacaran," sahut Lana yang membuat Louis tertawa.


"Thank you, Sweety," ucap Lune dengan senyum menyebalkannya.


"Apakah perlu kucarikan untuk menebus penderitaanku akibat ulahku?" Kata Lune lagi.


"Ck." Lana berdecak dan mencebik sembari mencubit lengan Lune.


*


*


Malam ini, Lana akan tidur di mansion Louis dan besok baru akan tinggal di mansio Beau Kingsford.


Sebenarnya bisa saja Lana tunggal di mansion Louis dan Lune selama 2 minggu sebelum mereka pergi ke Inggris.


Tapi dia tak ingin menjadi obat nyamuk bagi pasangan yang sedang kasmaran itu.


Setibanya di mansion, Lana tidur di kamar tamu yang ada di lantai bawah. Sedangkan Lune dan Louis tidur di lantai atas.


"Good night," ucap Lune pada Lana.


Lalu Lana masuk ke dalam kamarnya dan langsung beristirahat.


Berbeda dengan Louis dan Lune yang langsung bermesraan di kamar mereka.


Louis mengunci pintu kamar mereka dan mencium bibir Lune dengan liar.


Pria itu segera melepas baju Lune dengan mengangkat tangan Lune ke atas.


Lune tertawa kecil dan tangannya menangkup rahang Louis.


"Bagaimana Claire tak tergila gila padamu. Kau memang sangat sangat mempesona. Dan kau adalah milikku," ucap Lune yang kemudian mencium bibir Louis lagi.


"Mengapa nama itu selalu disebut?" Bisik Louis sembari menciumi leher Lune.


"Aku akan terus membahasnya sampai aku benar benar lupa padanya," jawab Lune.


"Oouuhh ... Kau mengerikan, Baby," sahut Louis dan mengangkat tubuh Lune hingga kaki wanita itu melingkar di pinggangnya.


Lune sudah tak memakai apa pun, sedangkan Louis masih memakai celana panjangnya.


"Ini akan menjadi malam yang panjang bagi kita," kata Louis tersenyum dengan bibir yang melahap puncak dada Lune tanpa ampun.


"Hmmm, aku siap menemanimu sepanjang malam," jawab Lune mengacak acak rambut Louis ketika pria itu masih bermain di area dadanya.


"Hmmmppphh ... I love your smell," kata Louis menciumi kulit tubuh Lune.


"I love your sexy butt," lanjut Louis sembari meremas bokong padat Lune.


"I love you big *****," ucap Louis lagi lalu menguluum puncak dada wanita itu.


"And i love this thing," kata Louis yang mulai menciumi area pangkal paha Lune.


Lune tertawa kecil dan terdengar suara lenguhan seksi dari bibirnya.


Lalu terjadilah kembali adegan percintaan panas mereka yang tak selalu dilakukan mereka setiap hari.