FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 91 ADRIAN LANA



AL 91


"Kau jangan bercanda, Linda," ucal Lana dengan wajah panik.


"Ya, aku tahu hal ini dari temannya. Dia kecelakaan tapi temannya bdlum tahu keadaannya dan separah apa dia," kata Linda.


"Stop it!! Jangan berkata seperti itu. Aku yakin itu hanya kecelakaan biasa saja," sahut Lana sedikit takut.


"Apa yang harus aku lakukan, Linda? Pikiranku benar benar kacau sekarang. Sejak kemarin dia tak meneleponku," kata Lana.


"Hei, tenangkan dirimu. Semoga dia baik baik saja. Sekarang pulang lah dulu ke asrama. Aku akan mencari kabar tentang Adrian untukmu," kata Linda memegang tangan Lana yang sedikit gemetar.


Lana hanya mengangguk dan kemudian berbalik pergi.


Lalu Lana berjalan menuju asrama sembari mengeluarkan ponselnya. Dia mencoba menelepon Adrian tapi ponselnya tetap mati.


Lama mengumpat kesal dan tak sadar air matanya menetes. Dia benar benar takut terjadi sesuatu yang buruk pada pria yang sudah mengisi penuh hatinya.


Lana berhenti berjalan dan berbalik menuju ke arah fakultas Adrian. Dia ingin bertanya langsung pada teman teman Adrian tentang kondisi pria itu.


Lana berlari karena hari sudah sangat sore dan kampus mulai sepi. Setibanya di sana, ia tak menemukan teman Adrian sama sekali dan itu membuatnya semakin kesal.


"Lana? Bukankah aku menyuruhmu menunggu di asrama saja?" kata Linda yang melihat Lana di sana.


"Aku ingin memastikan sendiri. Aku akan pergi ke apartemennya," kata Lana dan berlalu pergi dari hadapan Linda.


"Kau perlu kutemani?" tanya Linda.


"Tidak, aku akan ke sana sendiri," jawab Lana terburu buru dan segera berlari menuju jalan besar.


Kemudian, Lana menyetop taksi dan segera pergi ke apartemen Adrian.


"Apakah aku harus ke mansion pamannya?" gumam Lana.


"Tidak tidak, hanya ada pelayan saja di sana," ucap Lana.


Sepanjang perjalanan, perasaan Lana semakin gelisah dan ia juga tak tahu cara menghubungi Adrian.


Lima belas menit kemudian, Lana tiba di apartemen Adrian dan segera naik ke atas.


Lana membuka pintu apartemen itu dan masuk ke dalam. Di saat yang bersamaan Adrian keluar dari kamarnya dengan memakai handuk yang melilit di pinggangnya.


"Baby? Dari mana kau tahu aku sudah datang?" tanya Adrian tersenyum dan menghampirinya.


"Oh God, Adrian!!! Ini tak lucu!!" Bentak Lana.


"Apa maksdumu?" tanya Adrian.


"Kau sedang mengerjaiku?" tanya Lana balik.


"Hei, aku tak mengerti maksudmu. Ponselku rusak dan aku tak bisa menghubungimu sejak kemarin. Dan aku baru akan ke asramamu setelah ini," kata Adrian.


"Ada yang bilang kau kecelakaan," kata Lana.


Adrian menangkup pipi Lana.


"Ya, hanya kecelakaan kecil dan membuat ponselku rusak karena jatuh dari jendela mobil," jawab Adrian.


Lana menghela nafasnya dengan lega. Setidaknya kini Adrian baik baik saja dan sudah ada di depannya.


"Kau bisa meminjam ponsel keluarga atau temanmu untuk menghubungiku," kata Lana.


"Aku lupa nomernya," jawab Adrian tersenyum seakan merasa bersalah.


"Aku bahkan sangat ingat nomer ponselmu di luar kepala," kata Lana.


Lalu Adrian mencium bibir Lana yang sangat dirindukannya.


"I love you," ucap Adrian.


"I love you too," jawab Lana akhirnya.


Adrian tersenyum lebar karena akhirnya mendengar kata kata itu dari Lana.