FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 49



LL 49


Mereka bermain basket sampai keduanya berkeringat.


Suasana hati Lune menjadi lebih baik karena hal itu meskipun Louis selalu mengecup bibirnya setiap kali pria itu mencetak nilai point.


CUP CUP CUP


Louis kembali mengecup bibir Lune tiga kali setelah mencetak angka 3 point karena memasukkan bola di garis "The Arc."


"I love this game," ucap Louis dengan senyum nenawannya.


Lalu Lune mengambil bola dari tangan Louis dan menyikut perutnya lalu memasukkan bolanya ke dalam ring dari jarak jauh.


"Mengapa kau selalu main curang?" tanya Louis.


"Ini permainanku jadi ikuti aturanku. Jika tak mau, keluar saja. Aku akan main sendirian," jawab Lune sambil mengedikkan bahunya.


Lune mengambil bola dan kembali menantang Louis.


Louis memeluk perut Lune dari belakang dan mengambil bola yang dipegang Lune lalu memasukkan bola basket hanya dengan satu tangannya ke dalam ring.


Sedangkan tangan kiri Louis masih memeluk Lune hingga tubuh wanita itu sedikit terangkat.


"Aku bukan tas belanjaan yang bisa kau tenteng," ucap Lune mencebik.


Louis tertawa pelan dan melepaskan pelukannya.


Kemudian Louis memegang tengkuk leher Lune dan mencium bibirnya.


Lune mengalungkan tangannya di leher Louis yang berkeringat.


Ciuman bibir itu berlangsung singkat karena Lune mendorong pelan dada Louis.


"Bersiaplah, kita akan menikah besok," kata Lune yang kemudian berbalik berjalan menuju mansion.


Louis menarik kembali pinggang Lune dan menatap netra hijaunya.


"I want you. Now," ucap Louis.


Lune kemudian mengecup kembali bibir Louis.


"Bersabarlah," sahut Lune dan menggandeng tangan Louis masuk ke dalam mansion.


"Kau masih marah padaku?" Tanya Louis.


Lune hanya mengedikkan bahunya sambil berjalan.


"Baby, come on ..." ucap Louis.


Lalu Louis mengangkat Lune dan memanggul tubuh Lune di bahu lebarnya.


"Hei, let me go," perintah Lune.


"Aku tak mau menunggu lagi," jawab Louis.


"Kau mau membuatku marah?" sahut Lune.


"Aku lebih suka membuatmu bergairah," jawab Louis.


"Lepaskan aku!!" Kata Lune lagi.


Louis masuk ke dalam mansion dan naik ke kantai dua agar tak ada yang mengganggu mereka.


"Aku akan benar benar marah," ucap Lune lagi.


Louis tak menggubris ucapan Lune dan langkahnya masuk ke dalam kamar.


"Fiyuuuhh ... Kau lumayan berat juga sekarang," kata Louis sambil mengunci pintunya kemudian menurunkan tubuh Lune.


Wajah Lune tampak memerah dan kini mulutnya sudah siap akan mengomel.


Tapi sebelum itu dilakukan, Louis sudah terlebih dulu membungkam bibir seksi itu dengan ciuman panasnya.


Lune yang mendapat serangan tiba tiba seperti tan bisa menghindar.


Louis mengangkat tubuh Lune kembali dan kaki Lune melingkar di pinggang Louis.


Louis membawa Lune ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di sana.


Pria itu dengan membuka pakaian Lune tanpa melepaskan tautan bibirnya dari Lune agar wanita itu tak bisa memprotesnya lagi.


Pikiran dan tubuh Lune tak berjalan sinkron karena tubuhnya tampak menikmati sentuhan Louis meskipun pikirannya menolak melakukan hal ini.


Louis bergerak cepat dengan mengusap pangkal paha Lune dengan tangannya dan membuat Lune terpekik pelan.


"Oowwhh ..." pekik Lune.


"Aku sangat tahu kau juga menginginkannya," bisik Louis di depan bibir Lune yang masih terbuka.


Louis mulai memberikan sentuhan panasnya di area bagian tubuh Lune itu hingga membuat Lune menggeliat di bawah tubuh Louis.


TBC ... (Sabaaarrr... orang sabar disayang Louis..🤣)