FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 83 LANA ADRIAN



AL 83


Lana keluar dari kamarnya dan menuju pintu utama asrama.


Wajahnya sudah menunjukkan kekesalan yang amat sangat karena mood nya masih buruk karena hal tadi.


Lana membuka pintu itu dan melihat Adrian duduk santai di kursi tunggu dekat beranda asrama.


"Ada apa lagi kau kemari? Kau benar benar pengganggu," ucap Lana pada pria tampan itu.


Adrian tak mengatakan apapun dan merogog saku jaketnya lalu memberikan sebatang coklat Thortons yang merupakan favorit Lana.


Lana melihat hal itu dan mengambil coklat itu dari tangan Adrian.


"Bagaimana kau tahu?" tanya Lana yang tak jadi marah hanya karena sebatang coklat.


Adrian tertawa pelan melihat reaksi Lana yang berubah drastis hanya karena coklat pemberiannya.


"Aku tahu segalanya tentangmu. Dan kau paling suka coklat terutama merk Thorntons," jawab Adrian.


"Ini hanya dijual di Inggris. Bagaimana kau bisa mendapatkannya secepat ini?" tanya Lana.


"Semua bisa kulakukan secepat kilat," jawab Adrian.


Lalu Lana membuka bungkus coklat itu dan memakannya. Wanita itu duduk di sebelah Adrian.


"Aki ingat keluargaku jika makan coklat ini karena daddy sering membelikannya untukku. Terima kasih," kata Lana.


"Ternyata cukup mudah menjinakkanmu," jawab Adrian.


"Aku bukan hewan," sahut Lana yang kemudian menggigit kembali batangan coklatnya.


Adrian mengambil coklat yang baru saja digigit oleh Lana dan memakannya.


"Hei, apa yang kau lakukan?" ucap Lana.


"Aku juga ingin mencobanya," jawab Adrian.


Lana berdecak dan menggigit coklatnya.


"Kita berteman?" tanya Adrian.


"Bukankah kau mahasiswa magister? Mengapa mencari teman sepertiku?" tanya Lana.


"Apa ada masalah? Aku berhak memilih temanku dari mana saja," jawab Adrian.


"Aku tak akan mengajakmu berpesta dan cukup berprestasi. Mungkin kau bisa bertanya padaku tentang pelajaran kuliahmu," jawab Adrian.


"Kau menyukaiku?" tanya Lana sambil mengunyah.


Adrian mengangguk.


"Why? Aku bukanlah tipe wanita idaman. Kau tak akan kuat bersamaku karena aku menyebalkan, tukang mengatur dan sangat cerewet," kata Lana mengucapkan semua sifat wanita yang sangat tak disukai pria.


Adrian hanya tertawa menanggapinya dan mengusap kepala Lana hingga membuat mata Lana terpaku pada mata biru nan tajam milik Adrian.


"Besok aku akan menjemputmu," kata Adrian beranjak dari duduknya.


"Untuk apa? Aku bukan anak kecil," jawab Lana.


"Karena aku menyukaimu," sahut Adrian yang selalu gamblang dan apa adanya.


Lana tak menjawab apa pun dan masih mengunyah coklatnya.


Lalu Adrian melambaikan tangannya dan berbalik pergi.


Lana menggelengkan kepalanya ketika dirinya baru saja sadar bahwa ia terpaku melihat ke arah Adrian.


"Tugasmu belajar dan kuliah, Lana. Cumlaude dan mendapat beasiswa magister. Itulah tujuanmu saat ini," gumam Lana mencoba meluruskan lagi pikirannya yang sempat berbelok pada Adrian.


Kemudian Lana masuk kembali ke dalam asrama dan masuk ke kamarnya.


"Lana!!" Panggil Chia -- teman asrama Lana.


Lana menahan pintunya dan tak menutupnya karena Chia sedang menghampirinya.


"Ada apa?" tanya Lana.


"Kau berpacaran dengan Adrian?" tanya Chia dengan penuh semangat dan ke-kepo-an yang luar biasa.


"Tidak," jawab Lana.


"Tak mungkin. Adrian kemari menghampirimu tadi dan kalian berbicara akrab," sahut Chia.


"Kami tak berbicara akrab," jawab Lana.


"Di kampus Adrian sudah mengikrarkan hubungan kalian dan tak boleh ada pria yang mendekatimu selain dirinya," sahut Chia.


"Apa??" Ujar Lana heran dengan kening yang berkerut.