FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 73



LL 73


"Sssttt ... Jangan mengganggu kami, Lune," sahut Adrian.


PLAK


Lune memukul lengan Adrian karena ucapannya itu.


"Ya Tuhan. Louis, amankan istrimu," ucap Adrian.


Lana masih tak berekspresi dan mood nya masih buruk.


Adrian kembali fokus pada Lana dan menangkup rahangnya.


"Maafkan aku. Aku bersungguh- sungguh padamu. Aku tak pernah berpacaran dan memang aku selalu bermain main dengan banyak wanita. Tapi tak ada yang serius sama sekali," kata Adrian.


"Aku tak mempermasalahkan hal itu. Itu adalah urusanmu," jawab Lana.


"Itu artinya Lana tak akan meladenimu lagi, Adrian. Aku sangat mengenalnya. Dia marah padamu," kata Lune menyela.


"Tidak, kau tak boleh seperti itu padaku. Please," ucap Adrian pada Lana setelah mendengar ucapan Lune.


Lana masih diam.


"Lihatlah. Sudah tamat riwayatmu. Lana diam dan itu artinya kau sudah tak punya kesempatan lagi," kata Lune.


"No, aku tak akan membiarkannya," sahut Adrian dan mengecupi bibir Lana.


"Hei, apa yang kau lakukan pada kakakku?" ucap Lune dan menarik tangan Adrian.


"Aku selalu melakukan hal ini jika dia marah padaku dulu," kata Adrian.


"Louis, tolong bawa wanita cerewet ini keluar. Aku ingin bicara dengan Lana," lanjut Adrian pada Louis.


Dan Louis hanya mengedikkan bahunya dan dia tak mempedulikan permintaan Adrian itu.


"Kalian berdua benar benar menyebalkan," sahut Adrian.


"Kau saja yang keluar. Aku ingin bersama Lune," kata Lana akhirnya.


"See? Dia tak mau bersamamu, Playboy," ucap Lune mengejek.


"Oooh God ... Mengapa tak ada yang mendukungku sama sekali?" sahut Adrian.


Lalu Adrian pun keluar dan Lana tak melihat ke arah pria itu.


*


"Ada apa?" tanya Lune pada sang kakak.


"Tak ada apa- apa," jawab Lana yang kemudian menutup matanya.


"Ada yang kau pikirkan, Lana?" tanya Lune.


"Tak ada. Aku hanya ingin istirahat," jawab Lana sembari menaikkan selimutnya.


Lune mengangkat selimut Lana sampai menutupi setengah tubuhnya.


"Tak masalah jika kau tak mau menceritakannya. Tapi kurasa Adrian serius padamu," ucap Lune agar sedikit mengurangi kegalauan Lana.


Lana tak menjawab apa pun dan dia mencoba untuk tidur dan melupakan hal tadi.


Lune kemudian duduk di sofa bersama bersama sang suami -- Louis.


"Mood nya sedang buruk," bisik Louis pada Lune.


Lune hanya mengangguk dan memeluk Louis.


"Kau bertemu Lesca tadi?" tanya Lune.


"Ya. Kata Lesca, Lana akan di sini sekitar empat hari lagi menunggu lukanya sedikit sembuh agar tak terasa nyeri lagi," jawab Louis.


"Dia tak mau di mansion kita dan ingin tetap di mansion Aunty Beau," ucap Lune.


"Ya, tak masalah. Aunty Beau justru akan menjaganya dengan baik. Sebenarnya apartemen Adrian dekat dengan rumah sakit ini dan hanya berjarak dua blok saja. Jika Lana bersedia, bukankah lebih baik tinggal di apartemen Adrian saja? Akan lebih mudah memanggil dokter dan perawat ke sana," kata Louis.


"Mereka baru saja bertemu dan Lana masih belum menerima Adrian sepenuhnya. Jadi kurasa Lana tak akan mau," jawab Lune.


"Ya, kau benar. Masih ada rasa tak percaya Lana pada Adrian," sahut Louis.


Lune bersandar di dada Louiis dan mengobrol pelan sembari menunggu Beau yang akan datang sebentar lagi.


Sedangkan Adrian tampaknya pulang sebentar ke apartemennya untuk mandi dan berganti baju karena sejak kemarin dia ada di rumah sakit seharian.