
AL 90
Adrian masih betah mengecupi bibir Lana dan memeluk tubuh rampingnya.
"Hmm, pergilah," kata Lana.
"Hei, kau sama sekali tak sedih berpisah denganku?" tanya Adrian sembari menangkup pipi Lana.
"Apakah kau bisa dicegah? Tidak, bukan?" tanya Lana.
"Setidaknya bersedilah sedikit karena kepergianku," kata Adrian.
"Aku memang sedikit susah menangis jadi aku tak bisa sedih karena dipaksa," jawab Lana.
"Ck, kau ini," sahut Adrian sembari memencet hidung mancung Lana.
Lana tertawa kecil dan kemudian memeluk Adrian.
"Aku akan merindukanmu," kata Lana.
Adrian membalas pelukan itu dan mengecup bahu Lana.
"Kau di sini sampai malam," kata Adrian.
"Oke," jawab Lana mengikuti kemauan Adrian.
"Bawa mobilku selama aku tak ada," kata Adrian.
"Tidak, aku juga tak akan ke mana- mana. Aku hanya akan berada di kampus," jawab Lana melepaskan pelukannya lalu mengecup kembali bibir Adrian.
Kemudian Lana beranjak dari pangkuan Adrian dan menuju dapur karena dia merasa lapar.
Wanita itu membuka kulkas dan mencari makanan yang bisa dimakannya.
"Seharusnya kita sudah bertemu sejak aku tiba di kampus," kata Lana.
"Ya, aku berharap hal yang sama," sahut Adrian yang menyusul Lana ke dapur.
"Setidaknya uang saku ku hanya berkurang sedikit saja karena kau selalu membayar makanku," ucap Lana.
"What?? Hanya itu manfaatku bagimu?" tanya Adrian yang kemudian memeluk Lana dari belakang.
Lana tertawa pelan dan kemudian memakan sepotong kue yang ada di dalam kulkas itu.
"Kau lapar? Kita pesan makan?" tanya Adrian.
"Tidak, ini saja," jawab Lana sambil mengunyah.
Dan Lana berada di sana sampai Adrian pergi ke bandara.
Lana bahkan membantu Adrian untuk mengepak kopernya.
*
*
Adrian tampak masih enggan melepaskan tautan bibirnya dengan bibir Lana.
"Seharusnya kau mengizinkanku seminggu yang lalu agar aku lebih puas menciummu," lirih Adrian.
Lana hanya tersenyum dan mengecupi bibir Adrian bertubi tubi.
"Pergilah, bye. See you soon," ucap Lana.
Dan Adrian memagut kembali bibir Lana untuk terakhir kalinya sebelum dirinya pergi ke luar negeri.
Setelah drama perpisahan itu, Lana pun keluar dari mobil dan melambaikan tangannya pada sang kekasih.
"I love you," kata Adrian.
Lana tersenyum dan Adrian akhirnya pergi dari sana.
"I love you too," bisik Lana sembari tersenyum.
Dan kemudian, Lana masuk ke dalam asrama.
*
*
Dua minggu berlalu dan Adrian belum kembali ke Amerika.
Lana sangat merindukan sang kekasih. Dia baru merasakan kesepian kali ini ketika ditinggal oleh Adrian.
Lana baru menyadari bahwa dirinya sangat mencintai pria itu. Sejak kemarin Lana tak menerima chat atau telepon dari Adrian dan itu membuatnya sedikit kesal.
Lana pun sudah mencoba untuk meneleponnya tapi tak ada jawaban dari Adrian karena ponselnya mati.
*
Kini Lana tampak sedang berjalan menuju kelasnya setelah tadi makan siang di cafe yang ada di kantin kampus.
Dan dari arah belakangnya, ada yang memanggilnya.
"LANA!!" Teriak Linda yang membuat Lana menoleh ke belakang.
"Ada apa? Kau sampai ngos ngosan seperti itu," sahut Lana.
"Kau sudah mendapat kabar?" tanya Linda.
"Kabar? Kabar apa dan ini tentang apa," tanya Lana dan mengerutkan keningnya.
"Sejak tadi aku mencarimu. Ini tentang Adrian," kata Linda.
"Adrian? Ada apa dengannya?" tanya Lana.
"Dia kecelakaan ketika akan menuju bandara Hamburg kemarin lusa," jawab Linda.
"What??" Sahut Lana terkejut sambil menutup mulutnya.