FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 36



LL 36


"Ya, kau boleh melakukan itu semaumu karena semua ini salahku," ucap Louis.


"Listen to me. Kau tak boleh bertemu dengan Claire. Kau tak boleh berhubungan apa pun dengannya meskipun hanya sekedar bicara. Jika aku mengetahui hal itu, kau tak akan pernah melihatku lagi," ucap Lune dengan nada mengancam.


Louis menatap lekat mata indah yang masih terlihat marah itu.


"Aku harus bicara dengannya dan mengatakan bahwa kau sudah kembali. Aku tetap harus bicara padanya untuk memutuskan hubungan ini dengam baik. Aku dan dia memulainya dengan baik dan juga akan mengakhirinya dengan baik," kata Louis dengan suara yang masih tenang.


"I said no. Kau tak boleh bicara dengannya. Kau mengerti? Aku sudah curiga sejak awal bahwa dia menyukaimu sejak kuliah dan dia mengambil kesempatan ini untuk mendekatimu," jawab Lune.


"Dia mendekatiku setelah beberapa tahun kau pergi. Ini semua terjadi begitu saja," kata Louis.


Lune semakin kesal mendengar hal itu karena ternyata cinta Louis tak sedalam dirinya. Louis begitu mudah berpaling pada wanita lain dan parahnya wanita itu adalah Claire.


CEKLEK...


Pintu kamar terbuka dan dokter masuk bersama perawat dan Sasha.


Lune akhirnya kembali diam dan dokter memeriksa keadaan Lune. Kemudian setelah dinyatakan telah bain baik saja, perawat membuka selang infus yang ada di tangannya.


*


*


Lune, Sasha dan Louis kini sudah berada di dalam mobil. Mereka akan menuju apartemen kakak Sasha karena tak mungkin Louis membawa Lune ke mansionnya.


Di sana masih ada keluarganya dan juga Claire. Dan Louis akan segera menyelesaikan urusannya dengan Claire secepatnya.


Lune turun dari mobil terlebih dulu tanpa menunggu Louis.


BRAK!!


Lune membanting pintu mobil itu karena kemarahan masih menguasai hatinya.


"Dia masih emosi. Tenanglah, Lune paling tak bisa marah terlalu lama," ucap Sasha membesarkan hati Louis.


Louis pun keluar dari mobil dan berjalan di belakang Lune dan Sasha.


"Pulanglah," ucap Lune pada Louis tanpa melihatnya.


"Aku akan mengantarmu ke atas," jawab Louis.


"Kau seperti mengantar selingkuhanmu sedangkan di rumahmu ada wanita lain yang menunggumu. Dan itu benar benar membuatku kesal," sahut Lune memencet tombil lift dengan keras sambil menggerutu.


Sasha benar benar tak nyaman karena merasa ada di tengah- tengah permasalahan Lune dan Louis.


Tiba tiba ponsel Sasha berbunyi. Entah mengapa dia sangat senang mendengarnya.


"Tunggu, kalian naiklah dulu karena ini telepon dari pacarku," kata Sasha yang memilih menuju cafe di lobby apartemen.


Sasha bersyukur ada cafe yang buka 24 jam dan ini masih pagi buta.


Louis menggandeng tangan Lune dan mereka naik ke atas.


Tak ada obrolan di antara mereka dan Lune masih berada dalam mode marahnya.


Sesampainya di unit apartemen, Lune langsung menuju ke kamarnya dan meninggalkan Louis di ruang tamu.


Lune mengunci pintu kamarnya dan bersandar di belakang pintu. Dia masih belum bisa mencerna ini semua.


Perasaan nya bercampur baur menjadi satu di dalam dadanya dan itu membuat dadanya terasa berdenyut.


Lune membuka sepatunya dan melemparnya ke arah dinding lalu mengumpat keras dan menyumpahi Claire serta Louis dan semua yang membohonginya.


Louis mendengar hal itu dari luar dan dia cukup memahami apa yang dirasakan oleh Lune saat ini.


"I love you. Aku hanya mencintaimu. Tak ada yang lain, oke?" Ucap Louis dari depan pintu kamar Lune.


Louis masih menunggu di luar sampai Lune mau keluar dari kamarnya.