DARK ROMANCE (LOVE BETRAYER)

DARK ROMANCE (LOVE BETRAYER)
BAB 44 House Of Blue Vegas



Happy Reading


.


.


.


.


.


Honda CB150R Streetfire racing red tiba di depan sebuah bangunan besar, yang begitu ramai. Sebuah tempat yang menjadi pusat hiburan tervaforit dan sangat terkenal di kalangan masyarakat Las Vegas, kerap kali anak-anak muda akan mengunjungi tempat tersebut guna menghilangkan kepenatan dalam pikiran. Bukan hanya anak muda, bahkan para pejabat sekalipun, akan datang berkunjung untuk berbicara bisnis. Para pendatang asing akan melakukan hal yang sama, sebagaimana orang-orang Las Vegas melakukannya.


Kelab House Of Blues Vegas, adalah tempat tujuan Adira dan Arsenio. Kini keduanya turun dari motor sport berwarna merah. Keduanya saling menatap satu sama lain, Arsenio mengulurkan tangannya, dengan senang hati, Adira menautkan telapak tangannya, dalam genggaman besar milik pria berjaket hitam, hingga keduanya berjalan saling bergandengan, layaknya dua sejoli yang tengah diliputi gelombang asmara.


“Sebelumnya, aku belum pernah ke tempat seperti ini, aku juga belum pernah mengkonsumsi alkohol, hari ini aku mau pesan minuman dengan kadar alkohol tinggi, yah… lima belas persen, mungkin bisa atau bahkan lebih” Arsenio melotot pada Adira, ia pikir bahwa gadis yang keluar bersamanya, adalah penyuka alkohol tentu sudah pernah mengkonsumsinya, namun ia salah besar, Adira adalah pemula, ia akan di habisi oleh Luffi jika ia mengajak putrinya minum-minum.


“Jangan lakukan hal gila! Alkohol bisa membuatmu mabuk!” seru Arsenio. Adira berhenti kala tangannya dicekal oleh Arsenio, ia berusaha melepas tangannya dan menatap dingin wajah pria yang baru-baru ini bertemu.


“Itu yang aku mau. Tenang saja, aku tidak akan melibatkan kamu, lagipula aku sangat kesal pada daddy, jadi jangan membuatku kesal juga” Arsenio hanya bisa mendesah berat, ia pasrah dan melepaskan tangan Adira. Keduanya pun masuk ke dalam. Pemandangan pertama yang dilihat Adira adalah, sebuah panggung musik serta alat-alat musik berada di atas sana, sementara di bawah panggung, tertata meja dan kursi tak beraturan, banyak orang-orang sedang asik menikmati musik yang dinyanyikan serta tak lupa, minuman alkohol sebagai pelengkapnya. Jika dalam dunia kesehatan, empat sehat adalah musik, dan lima sempurna merupakan alkohol.


Senyum tipis terbit di bibir Adira, matanya berbinar-binar melihatnya, sebuah pemandangan yang belum pernah ia rasakan dalam hidupnya. Dirinya seperti baru bangun dari hibernasi beberapa tahun lamanya, ia terlihat seperti orang norak. Arsenio yang melihat ekspresi lucu Adira tertawa dalam hati, ingin sekali mencubit pipinya yang gembul itu, terlihat sangat imut dimatanya.


“Kamu benar-benar anak baru di sini. Aku tidak yakin jika kamu berasal dari kota Las Vegas, anak-anak di bawah usiamu selalu datang ke tempat seperti ini” ledeknya tertawa jenaka. Adira memutar malas bola matanya, ia lalu berjalan meninggalkan Arsenio, pria itu segera mengejarnya dan menyelaraskan langkah kakinya dengan Adira. Mereka berdua kemudian datang ke meja Bartender, kebetulan saat itu belum terlalu ramai, hingga Bartender segera menghampiri keduanya.


“Kami ingin open sofa di lantai 2, ini adalah daftar minuman yang kami pesan” Adira menyodorkan selembar kertas yang ia tulis ketika berada di kamarnya, Bartender itu pun mengambilnya dan mengangguk pelan setelah membacanya.


“Oh iya, kami tidak ingin diganggu, jadi tidak perlu menyediakan layanan ladies untuk menemani kami”


“Baik, kami akan segera menyiapkan pesanan anda, ini adalah total yang harus dibayar” Adira kemudian mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam, ia kemudian menyerahkannya kepada Bartender, sementara Arsenio yang berdiri di samping Adira, menunjukan wajah bingung sekaligus kaget. Melihat gadis dengan rambut di kuncir kuda, seperti seseorang yang sudah sering datang ke tempat hiburan, bukankah belum lama ini, Adira mengatakan bahwa dirinya belum pernah datang ke tempat seperti itu, namun yang terlihat sekarang seperti seorang senior di matanya


“Jangan terkejut. Aku mempelajarinya saat di Mansion tadi sore” tutur Adira, setelah memasukan sandi pada benda yang di sebut mesin EDC. Arsenio tertawa pelan, ketika Adira menyadari kebingungannya, ia semakin tertarik untuk mendekati Adira, gadis itu terlihat tidak biasa, ia sangat tertantang untuk segera menaklukan gadis yang ia bawa ke tempat hiburan malam. Adira sangat tahu, bahwa tempat yang ia pijaki saat ini adalah tempat yang berisiko buruk baginya, namun ia tetap melakukannya demi menarik perhatian Luffi. Demi pria yang dipanggil daddy olehnya, ia akan melakukan hal gila apapun, bahkan lebih dari ini.


“Ini kartu VIP-nya, dan struk pembayarannya… terima kasih, semoga hari kalian berdua menyenangkan”


“Terima kasih, ini tip karena kamu sangat tampan” Adira menyipitkan sebelah matanya pada Bartender, membuat pria yang menggunakan kemeja putih itu tersenyum lebar. Arsenio memolototinya, dan segera menarik Adira untuk pergi dari sana. Berbeda dengan Arsenio, Adira tertawa jenaka, karena ini kali pertamanya ia centil pada pria lain selain Luffi, namun pria yang akan menginjak usia 40 tahun itu, sama sekali tidak menghiraukan Adira, membuatnya kehilangan ide untuk bisa menjerat daddynya. Oleh sebabnya ia mau menghilangkan rasa sesak menggunakan alkohol, mungkin bisa membantunya mengatasinya, sekalipun tidak sepenuhnya.


Mengetahui situasi buruk, Cristian dan Billi segera berdiri dari duduknya dan menghampiri Luffi.


“Apa yang terjadi boss?” tanya Cristian dan Billi.


“Adira tidak ada di dapur, sepertinya dia kabur… segera temukan dia sekarang!” titah Luffi dengan tatapan membunuh. Kedua tangannya terkepal, menonjolkan urat-urat di tangannya. Cristian dan Billi segera bergegas, keduanya menatap satu sama lain dan menggeleng pasrah, mereka tahu situasinya sangat buruk saat ini. temperamen bossnya sedang tidak baik-baik saja, jika tidak menemukan Adira secepatnya, bisa-bisa nyawa mereka bahkan anggota Talaskar lainnya akan menjadi korban kemarahan Luffi.


“Astaga, kemana perginya dia?” lirih Billi.


“Hey, apa kalian melihat nona muda pergi?” tanya Cristian pada dua penjaga di teras Mansion.


“Tiga puluh lima menit yang lalu, nona keluar menggunakan motor sport berwarna putih”


“Ada apa, apa terjadi sesuatu?” tanya salah satu penjaga terlihat penasaran.


“Gawat, boss marah besar sekarang, kita harus mencari nona Adira sebelum kita dihabisi oleh boss” perkataan Billi membuat dua penjaga menjadi panik, sebab mereka berdua pasti akan disalahkan karena membiarkan nona mudanya keluar. Kedua penjaga itu mengangguk dan segera berlari menuju Paviliun, sementara Billi dan Cristian berlari menuju belakang Mansion, di mana Basement parkiran berada.


Sementara itu, di ruang tengah, Luffi meraih ponselnya ketika mendengar suara notifikasi pesan masuk, yang memperlihatkan sejumlah pengeluaran dari rekening milik Adira yang diberikan olehnya, empat juta enam ratus rupiah adalah nominal yang dihabiskan Adira malam itu, Luffi segera bangkit dan menuju ke Basement.


“Kau benar-benar menguji kesabaranku, Adira” batinnya dengan tatapan tajam. Ekspresi dingin dan tajam, menyimpan kemarahan yang sangat besar dihati. Ia mengendarai mobil Lexus dan segera keluar dari Basement, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Genggaman tangannya begitu erat pada setir mobilnya, sepertinya pria itu benar-benar marah dan tak terkendali.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung