
...πCutton Candyπ...
...-...
Meski permintaannya Kina ditolak mentah-mentah oleh Darrenjun, Kina tidak mau menyerah dan masih mau mencobanya lagi. Dia berpikir, bahwa tadi Darrenjun hanya sedangΒ badmood saja sehingga ia berbicara kasar pada Kina.
Kina menunggu Darrenjun di parkiran motor sepulang sekolah. Karena kebetulan, motornya Darrenjun terparkir bersebelahan dengan motornya Kina.
"Lo ngapain duduk diatas motor gue? Minggir,β Usir Darrenjun ke Kina.
"Ehh,β Kaget gadis itu. Dengan cepat, Kina langsung turun dari atas motornya Darrenjun.
"Jun,β Panggilnya.
Darrenjun menoleh ke Kina. "Lo bisa gak sih manggil gue gak usah pake Jun segala. Sok akrab lo,β Ketusnya.
"Gak bisa, gue uda nyaman manggil gituan.β
Darrenjun merotasikan bola matanya. "Terserah lo.β
Darrenjun duduk diatas motornya, sebelum Darrenjun pergi dari tempat itu. Kina lebih dulu menahan tanganya. Hanya menahan dalam waktu singkat saja. Karena Kina tau bahwa Darrenjun pasti akan menepis tangannya lagi.
"Jun gue mau ngomong sama lo.β
"Emang lo dari tadi ngapain? Bukannya lo uda ngomong,β jawab Darrenjun to the point.
"Seriusan gue ada hal penting yang mau gue omongin ke elo,β ucap Kina lagi.
"Gue gak mau serius sama lo.β
"Ihh bukan begituan maksud gue.β
"Gue gak peduli lo mau ngomong apaan.β
"Kok lo nyebelin amat sih?β
"Kebalik.β
"Lah kok gue?β Tunjuk Kina Kediri ya sendiri.
"Terus lo ngapain bang-buang waktu gue pake acara disini?β
Sumpah nih ya, Kina ngomong sama Darrenjun berasa ngomong sama batu es.
"Minggir lo.β Usir Darrenjun ke Kina lagi.
Kina mundurin tubuhnya dan memberi ruang untuk Darrenjun lewat. Semua perkataan yang tadinya sudah dipersiapkan oleh Kina dengan sangat baik untuk Darrenjun. Mendadak hilang begitu saja bagai angin.
Darrenjun pergi dengan motornya meninggalkan Kina yang memandangnya dengan kecewa. Bahkan Darrenjun pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun lagi.
...****...
"Ma balikin laptopnya Kina dong. Kina janji bakalan lebih giat belajarnya,β rengek Kina ke mamanya.
Sudah hampir satu jam Kina mondar mandir ngikutin mamanya supaya mamanya balikin laptopnya lagi.
"Gak bisa, kesepakatan tetap kesepakatan,β Hardik mamanya.
"Ya mama,β Keluhnya. "Kina mohon ke mama kali ini aja.β
"Dari pada kamu ngikutin mama mulu, mending kamu belajar aja sana,β Suruh mamanya.
"Iya, tapi balikin laptopnya Kina dulu dong.β
"Mama gak akan pernah balikin laptop kamu, kalo kamu gak nunjukin hasil yang nyata ke mama.β
Kina memajukan bibirnya kedepan. Percuma dia membantah ucapan mamanya lagi. Hal itu tidak akan pernah berhasil jika sang mama sudah benar-benar murka padanya. Salahnya sendiri, kenapa tidak melakukan kewajibannya sebagai pelajar dengan baik.
Karena upayanya gagal membujuk mamanya Kina milih untuk duduk diruang tamu sambil nonton tv. Kina tidak terlalu paham dengan acara yang lagi disiarkan di tv. Karena sejak dari tadi Dea lah yang menonton tv.
"Dek,β Panggil Kina ke Dea.
Dea memalingkan perhatiannya dari tv ke Kina.
"Kenapa?β Tanyanya heran.
"Lo bujuk mama gih nyuruh balikin laptopnya kakak. Entar gue traktir somay,β Bujuk Kina.
Dea gelengi kepalanya kuat. "Gak mau ah, entar Dea ikutan dimarahin lagi. Mendingan kak Kina nurut aja ke mama supaya laptopnya dibalikin,β tolaknya.
"Gimana caranya cobak? Kakak gak se jenius itu bisa dapetin nilai bagus dalam waktu sebentar.β
Dea diam sambil berpikir.
"Kakak minta ajarin teman kakak aja yang pinter, kali ajkan dengan begitu nilai kakak bisa membaik.β
Kina mandang kearah Dea bentaran.
"Masalahnya temen kakak gak ada yang pinter,β omong Kina sebel.
"Kamu katanya satu sekolah kan dengan anaknya Jia?β
Kina, Dea mandang ke arah mamanya yang barusan keluar dari dapur.
"Tetangga kita yang mama minta tolong anterin rantang.β
"Iya, sih Darrenjun,β Jawab Kina sebel.
"Nah itu kenal. Itu si Darrenjun kan pinter, kamu minta ajarin dong kedia.β
"Ahh Kina gak mau, itu si Darrenjun nyebelinnya kebangetan.β
"Dia nyebelin karena kamu belum kenal dia, makanya itu kamu harus deketin dia kali aja dia itu orangnya pemalu.β
Kina menatap mamanya dengan shock. "Modelan dia dibilang pemalu? Kalo mama tau aja nih ya sifatnya dia mama pasti bakalan nyuruh Kina jauh-jauh tuh dari dia.β
"Kamu ini belum kenal, tapi main nuduh orang sembarangan.β
"Emang kayak gitu kok kenyataannya,β omel Kina sendiri.
"Uda, mending sekarang kamu anterin ini kerumahnya Darrenjun. Sekalian tuh kamu ajak dia ngobrol. Kali aja dia emang pemalu.β
Mama Tia nyerahin satu bekal isi kue buatannya ke Kina.
"Mama, gak asik banget sih. Uda dibilang juga si Darrenjun nyebelin, malah kayak es batu lagi.β Meski ngedumel, Kina tetep jalani perintah mamanya.
-
Kina sampai didepan rumahnya Darrenjun, alias didepan rumahnya Tante Jia.
Pagarnya memang terbuka tapi rumahnya masih ditutup.
Baru saja Kina ingin mengetuk pintu rumahnya, seorang cowok baru saja keluar dari dalam.
Kina tidak tau siapa dia bahkan ini kali pertama baginya bertemu dengannya. Tapi yang jelas orang itu lebih tua dari Kina dan wajahnya juga lumayan ganteng.
"Hei,β Panggil Lucas lagi. Karena sejak dari tadi Kina hanya diam saja sambil terus memandang wajahnya Lucas.
"Ehhββ Kina tersadar akan kebodohannya yang melamun memandang wajah Lucas. Lalu ia menyengir. "Hmm itu ... Tante Jia nya ada kak?β Tanyanya sopan.
"Oh ada didalam, masuk aja,β Ajak Lucas padanya.
Kina mengangguk. Lalu mengikuti Lucas untuk masuk kedalam rumah itu.
Lucas jalan lebih dulu dan disusul Kina dari belakang.
"Kamu duduk dulu aja. Biar aku panggil mama dulu,β Katanya.
Kina mengangguk singkat. Lalu berjalan ke arah sofa ruang tamu dan duduk diatasnya. Saat duduk diatas sofa, gadis itu memandang ke sekeliling ruangan. Memandang foto-foto keluarga itu.
Beberapa saat kemudian, Lucas keluar lagi dari dapur sambil membawa nampan berisi minuman. Lalu menghampiri Kina.
"Bentar ya, mama masih di dapur,β Ucapnya ramah.
Kina tersenyum tipis. "Iya gak papa kak.β
Lucas meletakan minuman di atas meja tepat dihadapan Kina. "Diminum,β Suruhnya.
Kina mengangguk sopan. "Iya kak. Makasih.β
"Sorry ya gak bisa nemenin, ada janji soalnya,β Ucap Lucas merasa tidak enak dengan Kina.
"It's ok kak,β Ucap Kina mencoba menenangkan Lucas.
Setelah pamit, Lucas pergi meninggalkan Kina sendirian di ruang tamu.
Pandangan Kina tak terlepas sedikit pun dari punggungnya Lucas. Sampai lelaki itu menghilang dari pandangannya, Kina masih saja terus memandang kearahnya. Kina tidak menyangka saja, kalau orang sebaik dan seramah Lucas bisa memiliki adik jelmaan anak macan seperti Darrenjun. Bahkan sifat keduanya sangat bertolak belakang.
"Lo ngapain ke rumah gue?β
Fokusnya Kina langsung teralihkan dengan Darrenjun yang kini berdiri di hadapannya. Lelaki itu memandangnya dengan tatapan dingin seperti biasanya.
"Gue mau ngasih ini sama mama lo,β Tunjuk Kina ke arah kotak bekal yang dia bawa tadi.
"Pasti cuma modusan elo aja kan ini?β Tuduh Darrenjun.
Kina menarik nafasnya dalam mencoba menahan emosinya.
'Tahan Kin, inget aja tujuan kamu ke sini. Ini semua demi Laptopβ βKina
"Lo kok ngomongnya begituan sih Jun? Gue kan niatnya baik datang kesini,β Rengek Kina ke Darrenjun. Berharap lelaki itu akan bersikap sedikit lebih baik padanya.
"Gak usah sok manis. Gak mempan ke gue.β
"Urusan lo cuma nganter ini kan?β Tanya Darrenjun memastikan.
Kina mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Darrenjun barusan.
"Yaudah biar gue yang kasih ke mama entar. Mending lo buruan pergi dari sini,β Usir Darrenjun.
"Lo ngusir gue sih?β Tanya Kina tak terima dengan perlakuan kasar Darrenjun padanya.
"Emang,β Jawab Darrenjun acuh.
Kina berdiri dari duduknya. "Jun gue kesini mau ngajak lo temenan. Bukan ngajak lo gelut,β Jelas Kina.
"Tapi gue gak mau temenan sama lo,βKetusnya.
"Uda lo gak usah banyak omong. Mending lo pulang sana, selagi gue masih bersikap lembut ke elo.β
"Cih dasar anak macan,β Ucap Kina kesal.
Darrenjun diam saja, tak menggubris ucapan Kina yang tertuju padanya.
Lalu Kina berjalan kearah pintu depan rumah Darrenjun. Berniat keluar dari rumah itu tentu saja. Dan Darrenjun mengikutinya dari belakang.
Jangan pikir Darrenjun mengikuti Kina dari belakang karena rasa simpatinya sebagai tuan rumah. Tetapi, Darrenjun sengaja mengikuti Kina dari belakang karena ingin memastikan bahwa Kina benar-benar pergi dari rumahnya.
"Lo jangan pernah ke sini lagi!β Ucap Darrenjun dengan penuh penekanan setiap katanya pada Kina saat mereka sudah berdiri tepat diambang pintu.
Lalu setelahnya Darrenjun menutup pintu rumahnya dengan kasar.
Blammm
Kina menarik nafasnya dalam. Mencoba menetralkan emosinya yang hampir tidak bisa dikuasi lagi olehnya.
Seumur hidupnya, baru pertama kali bagi dirinya bertemu dengan orang semenyebalkan seperti Darrenjun dan tak punya hati.
Tolong garis bawahi* *
βManusia menyebalkan dan tidak punya hati'
-
Setelah menyelesaikan masakannya di dapur. Jia keluar untuk menemui Kina yang mungkin saja telah lama menunggunya sejak dari tadi.
"Ini dari Kina,β Darrenjun menyerahkan bekal pemberian Kina kepada Jia.
"Lah, Kinanya kemana Ren?β Tanya Jia sambil memandang ke sekeliling ruangan. Mencari sosok Kina.
"Gak usah dicari. Orangnya uda pulang barusan,β Jelas Darrenjun.
Setelah memberikan titipan Kina. Darrenjun berjalan kearah tangga. Hendak masuk ke dalam kamarnya.
"Oh ya ma,β Ucap Darrenjun saat berdiri di depan tangga.
Jia memandang Darrenjun heran. "Kenapa Ren?β Tanyanya.
"Jangan pernah biarin dia datang kesini lagi. Ngeganggu,β Jelasnya dengan datar.
Jia mengerutkan keningnya. "Maksud kamu. Kina?β Tanyanya memastikan.
Darrenjun mengangguk singkat sebagai jawaban dari pertanyaan Jia. Lalu Darrenjun mulai menaiki anak tangga demi anak tangga. Untuk sampai ke kamarnya.
Jia menghembuskan nafasnya pelan. Tatapannya masih tertuju kearah punggung Darrenjun yang telah menghilang. Dari perkataan Darrenjun barusan padanya. Bisa disimpulkan bahwa penyebab kepergian Kina yang mendadak itu karena perbuatannya Darrenjun.
Jia tahu betul bagaimana sifat Darrenjun yang begitu dingin dengan orang yang dianggap menyusahkan.
...πCutton Candyπ...
...Haii semua ππ...
...Tolong jangan lupa memberikan coment serta vote kalian ke aku ya π...