Cutton Candy

Cutton Candy
Pertengkaran



...πŸ’“Cutton CandyπŸ’“...


...*****...


...(Apa gue harus jadi dia dulu. Supaya lo bisa liat gue dengan benar -Alby Jonathan)...


...*****...


Kina menelusuri koridor ruang kelas dengan langkah cepat. bahkan gadis itu sudah tak peduli lagi dengan rasa sakit yang tengah menggerogoti lututnya.


Ia sungguh merasa kesal dengan sikap Darrenjun yang terbilang cukup lembek itu. Karena tak biasanya lelaki itu bersikap lemah seperti ini.


Ada apa dengan lelaki itu? pikir Kina.


Brakk


Seseorang baru saja menabrak tubuhnya dan membuat gadis itu mengulang kembali kejadian yang barusan dia alami. Yaitu cium mencium lantai keramik. Sepertinya mulai dari detik ini Kina akan bersahabat baik dengan lantai keramik.


"Lo gak papa?” Tanya orang itu yang telah berjongkok dihadapan Kina.


Kina menggelengkan kepalanya menandakan bahwa ia baik-baik saja. "Its ok,” jawabnya.


Kina mengangkat kepalanya dan terkejut dengan seseorang yang ada dihadapannya.


"Kina!" panggil orang itu.


Dengan cepat Kina membuang wajahnya saat sadar dengan siapa dia tengah berhadapan saat ini. Rey Agra.


Rey memajukan wajahnya pada Kina. "Wajah kamu kenapa?” Tanyanya khawatir.


Kina masih mempertahankan posisinya. Ia tak berani menatap Rey.


"Cuma jatuh,” jawabnya asal. Kina kehilangan ide untuk berbohong. Dan semoga saja Rey percaya dengan kata-katanya.


"Bohong,” Sergah Rey cepat.


Kina masih tak berani memandang Rey, gadis itu memilih menunduk dibandingkan mempertontonkan wajah kacaunya pada Rey.


"Ayo ikut,” ajak Rey yang ternyata telah berjongkok dihadapan Kina.


"Kemana?” tanya Kina bingung.


"UKS.”


"Kalo gak mau aku gendong gini. aku bakalan gendongβ€”β€œ


"Iya... iya.” Kina segera bangkit dari duduknya dan memeluk Rey dari belakang. Gadis itu sudah tau kemana arah ucapan Rey selanjutnya. Ia pasti berniat membopong tubuh Kina ala bridal style. membayangkannya saja sudah membuat Kina malu setengah mati. Apalagi jika seluruh warga sekolah melihatnya bisa dipastikan Kina akan menjadi konsumsi biang gosip.


Rey tersenyum penuh kemenangan. Karena ia berhasil membuat Kina menurut. Padahal dirinya hanya menggertak. Tak disangka Kina menjadi ketakutan bahkan wajah Kina terlihat lucu menurut Rey.


-


Sesampainya diruang UKS. Rey menurunkan Kina diatas tempat tidur yang ada diruangan itu.


"Kamu tunggu disini aku ambil obat dulu,” ucap Rey.


Kina mengangguk dan setelahnya Rey berjalan ke arah rak tempat penyimpanan obat.


Rey mencari keberadaan kotak P3K dengan bingung. Pasalanya kotak tersebut tak ada ditempatnya. Padahal seingatnya perlengkapan obat-obatan itu selalu tersusun rapi dan tak pernah berpindah tempat.


Rey membongkar semua isi rak yang ada didalam lemari sehingga semua barang-barangnya telah keluar.


Meski telah mengobrak ngabrik isi lemari. Kotak obat itu masih tak dapat ia temukan. Rey sempat berpikir bahwa mungkin ada orang iseng yang menyembunyikannya atau mencurinya. Tapi, dengan cepat ia menepis dugaannya itu. Karena itu hanya kotak obat biasa. Sangat tak mungkin ada yang melakukan hal seperti itu.


Kina duduk diatas tempat tidur sambil memperhatikan Rey yang terlihat kacau sejak dari tadi.


Pasalnya Rey hampir seperti orang yang ingin mengacak acak isi lemari. Sangat tak mungkin Rey melakukannya hanya karena ia gabut bukan.


"Kina!"


Seseorang masuk kedalam ruang UKS dan membuat Rey serta Kina langsung memandang ke arah pintu.


Lala dan Mita memasuki ruangan itu dengan langkah tergopoh-gopoh.


"Lo kenapa gak ngasih tau kita?” Omel Mita. Gadis itu Β mengusap wajah Kina dengan khawatir.


Kina memaksakan sulas senyuman pada Mita. "Gue gak papa kok. kalian gak usah khawatir,” Ucapnya berusaha menenangkan sahabatnya itu.


"Gimana gak khawatir cobak? kondisi lo babak belur banget.”


Kembali Kina memaksakan senyuman. meski bibirnya terasa perih.


"Kalian tau gue disini darimana?” Tanya Kina mencoba mengalihkan ke khawatiran sahabatnya itu.


"Darrenjun,” Jawab Lala. Gadis itu menyerahkan satu kotak P3K pada Kina. "Dia nitipin ini buat lo.”


Rey menghampiri ke tiganya dan merebut kotak P3K dari tangan Lala.


"Ini yang gue cari,” Ucapnya dan duduk disebelah Kina.


Lelaki itu membuka kotak tersebut dan mengeluarkan isinya. Persis yang telah dilakukan Darrenjun sebelumnya.


"Jadi Darrenjun kemana?” Tanya Kina penasaran. Bagaimana pun ia masih khawatir dengan kondisi Darrenjun saat ini.


Lelaki itu lah yang lebih terluka dibandingkannya.


Lala mengangkat kedua bahunya acuh. "Gue gak tau,” jawabnya.


"Jadi siapa pelaku yang ngebuat elo kayak gini?” tanya Lala lagi.


Bibir Kina rasanya gatal, ingin sekali ia mengatakan hal yang terjadi dengan jujur. Tapi, ia urungkan niatnya itu. pasalanya Rey masih berada didekat mereka saat ini. Kina takut jika ia mengatakan semuanya, hal itu akan membuat Rey merasa bersalah.


Mita memincingkan matanya mencoba membaca isi kepala Kina. "Jangan bilang ini semua ulah penyihir gila itu. Yaya kan yang ngebuat lo begini.”


Kina melotokan matanya. Memberikan kode pada kedua sahabatnya untuk segera tutup mulut.


Tapi sayangnya, kedua sahabatnya tak peka terhadap kode yang diberikan olehnya.


"Gue uda tau ini pasti ulahnya penyihir gila itu kan! Liat aja. Gue bakalan bales apa yang uda mereka lakuin ke elo,” ucap Lala dengan keyakinan penuh.


Kina menutup kedua matanya sudah pupus harapannya untuk menjaga perasaan Rey.


"Gak nyangka gue dia masih nekat gangguin elo sampek segininya,” Ucap Lala sembari mengusap wajah Kina.


Kina menggeleng pelan. Bermaksud memberi kode pada keduanya agar segera menyudahi pembicaraan ini.


"Lo tenang aja ya Kin. Gue bakalan ngasih yang lebih dari ini ke mereka"


"Tau tuh iblis gila. Pokoknya kita harus kasih pelajaran dengan dia. Titik.”


Kina masih diam tak berani berucap. Gadis itu langsung memandang Rey untuk melihat reaksi lelaki itu. Dan benar saja dugaan Kina. Kalau lelaki itu tampak membeku.


Hanya sepersekian detik. Rey tiba-tiba bangkit dari duduknya dan membuat ketiganya langsung memandang ke arahnya.


"Sejak kapan Yaya ngelakuin ini sama kamu?”Rey memandang ke arah Kina. Pandangannya terlihat geram bahkan tangannya sudah terkepal sangat kuat.


Kina berusaha merahi tangan Rey. Mencoba menenangkannya.


"Jawab Kin!" Ulang Rey.


Tak ada pilihan lain bagi Kina sekarang. Dengan secara terpaksa ia pun harus berkata jujur sekarang. Ternyata ketakutannya menjadi kenyataan.


"Hmm… itu…” Kina bingung bagaimana menjelaskan situasinya.


Cukup hanya mengatakan hal seperti itu. Rey sudah tau maksud semuanya.


Rey mendekat ke arah Kina dan mengelus pipinya dengan sayang.


"Maaf Kin. Gara-gara aku kamuβ€”β€œ


"Enggak Rey. Kamu gak salah. Dia cuma terobsesi sama kamu,” Timpal Kina.


Rey tertunduk. Lelaki itu malu rasanya. Malu karena dirinya. Kina menjadi seperti ini.


Pintu ruang UKS terbuka dan seseorang masuk kedalamnya.


"Kina!" Panggilnya.


Kina menutup wajahnya dengan tangannya. Pasalnya orang itu datang disaat yang tak tepat.


Rey bangkit dan mendekat ke arah orang itu. "Mau apa Lo kesini!?" Tanyanya.


Alby tak memperdulikan tatapan membunuh Rey yang tertuju untuknya. Lelaki itu memilih mengabaikannya saja dan berjalan ke arah Kina.


"Gimana kondisi elo? Gue denger Yaya nyerang elo?”


Kina tersenyum tipis. "Gue uda gak papa Al. Lo gak usah khawatir.”


"Maaf. Gue gak ada di lokasi,” Ucap Alby dengan perasaan bersalah. "Seharusnya gue dari dulu menghentikan aksi nekatnya.”


Rey mendekat ke arah Alby dan menarik lengan lelaki itu untuk menjauh dari Kina.


"Pergi lo,” Usirnya.


Alby menepis tangan Rey kasar. "Gue gak ada urusan sama lo.”


"Lo gak liat. Karena perbuatan lo dia jadi gini!" Teriak Rey geram.


Alby tersenyum miring. "Karena gue?”


"Lo gak salah? Bukannya semua ini salah lo juga?”


"Apa maksud lo?”


"Lo gak usah sok jadi korban disini. Semua ini gak bakalan terjadi kalo lo gak pernah ngasih dia harapan,” Tegas Alby.


Rey mendekat ke arah Alby dan menarik kerah baju lelaki itu kasar. "Jaga omongan lo. Gue gak pernah ngasih dia harapan.”


Alby tersenyum mengejek. "Oh ya?”Tantangnya.


Alby melepas cekalan tangan Rey pada kerah bajunya. "Lo Rey Agra dan gue tau lo adalah orang baik yang membuat semua orang jadi berharap ke elo. Termasuk pacar gue sekarang yang uda jadi mantan lo. Mau berapa banyak cewek yang lo PHP in?”


"Gue gak pernah ngelakuin itu semua,” Tandas Rey.


"Lo bilang gak pernah?” Alby tertawa masam.


"Jadi apa maksud dari perhatian yang lo kasih ke dia selama ini? lo masih contact dia kan. Meski lo tau kalo dia itu uda punya gue?”


Semua terdiam.


"Gue ngelakuin itu karena gue punya alasan,” Bantah Rey. Lelaki itu takut Kina salah paham karena ucapan Alby barusan.


"Itu lagi alasan lo,” Ejek Alby.


"Gara-gara perbuatan lo itu. Lo uda ngebuat dia jadi makin beharap ke elo. Harusnya elo sadar!”


Kina makin dibuat bingung oleh kedua lelaki itu. Pasalnya ia tak mengerti maksud dari ucapan Alby dan Rey barusan.


Berharap? Siapa yang tengah berharap?Apakah Alby bermaksud menyindirnya.


Oh sudah lah Kina makin pening jadinya.


Kina turun dari atas bangsal dan membut kedua lelaki itu menghentikan perdebatan mereka. Bahkan Lala dan Mita ikut bangkit.


"Pulang,” jawab Kina seadanya. Gadis itu mengambil tasnya.


"Tapi lukaβ€”β€œ


"Aku bisa obatin sendiri. Kalian kalo mau ribut lanjutin aja,” Ucap Kina yang berjalan ke arah pintu.


"Biar aku antar,” tawar Rey.


Kina menggeleng.


"Gak usah. Makasih. Uda ada yang jemput di depan,” Bohong Kina.


"Yaudah aku antar sampek depan.”


"Gak makasih Rey. Mending kamu selesain aja dulu masalah kamu dengan Alby.”


"Kinβ€”β€œ


"Aku pulang dulu. Aku capek.”


Lala dan Mita baru saja bersiap-siap hendak mengejar Kina. Tapi sebelum mereka sempat mengejarnya. Kina lebih dulu berucap. "Kalian jangan ikutin gue. Gue bisa sendiri". Ucapnya. Lalu setelahnya Kina berjalan dengan langkah lebar.


Meski langkahnya sedikit terseok-seok. Kina tetap mempercepat langkahnya. Takut jika yang lain mengejarnya.


Ia capek dan lelah hari ini. Lelah dengan masalah yang sedang menyerangnya. Gadis itu sekarang dibuat pening oleh semua teka-teki ini.


Berharap? Siapa? Apa benar Rey hanya tukang PHP? Dan dia juga termasuk korban.


Ahh kepala Kina makin nyut-nyutan rasanya. Mungkin ini semua efek dari benturan yang ia dapatkan tadi.


-


-


Kina mengedarkan pandangannya ke sekeliling parkiran motor. Meski sedikit ragu kalau Darrenjun menunggunya. Kina tetap mencari keberadaan lelaki itu.


Dan beruntungnya, Darrenjun masih berada disana. Lelaki itu sedang duduk diatas motornya dan tampak sedang melamun.


"Lo masih disini?” Tanya Kina dan membuat lelaki itu sontak bangkit dari duduknya.


"Lo belum pulang? Mana Rey?” Gantian Darrenjun yang bertanya.


"Masih di ruang UKS bareng Alby,” Jelas Kina.


Darrenjun hanya ber-o saja. Tak berniat bertanya lebih.


"Ayo pulang.” Ajak Kina.


Darrenjun mengangguk singkat dan mulai memasang helmnya. Begitu juga Kina. Jika dalam drama Kina akan dipasangkan helm oleh tokoh lelakinya. Terlebih jika lelaki itu melihat luka yang dialami Kina. Tapi sayangnya hal itu hanya bisa ia dapatkan dalam drama saja. Sementara sekarang dirinya bersama dengan lelaki paling dingin lengkap dengan ucapan pedasnya. Darrenjun Evans.


Bahkan Kina ragu kalau lelaki itu kasihan terhadapnya.


Darrenjun melirik Kina yang masih diam. "Lo gak niat pulang?” Tanyanya.


Kina tersadar dan langsung menaiki motornya.


Sepasang siswa itu pergi meninggalkan lingkungan sekolah menuju rumah masing-masing.


Saat di perjalanan Darrenjun melirik Kina lewat kaca spion motor. Lelaki itu sejak tadi gemas dengan tingkah Kina yang terlalu diam menurutnya. Karena biasanya gadis itu akan selalu mengoceh tentang hal-hal yang tak masuk akal. Sampai-sampai Darrenjun sempat berniat menurunkannya di jalanan. Kalau saja lelaki itu tak ingat motor siapa yang ia gunakan.


"Lo masih marah ke gue?” Tanyanya. Darrenjun akhirnya menurunkan sedikit egonya.


"Enggak b aja tuh,” Jawab Kina acuh.


"Bohong.”


"Gue gak bohong.”


"Buktinya dari tadi lo diem mulu.”


"Gue lagi gak mood ngomong.”


"Lo lagi PMS?”


"Enggak.”


"Terus kenapa bad mood? Gak Lo banget.”


"Sejak kapan lo peduli?”


"Karenaβ€”β€œ


"Gak penting,” Lanjutnya lagi.


Kina hanya merotasikan bola matanya saja.


Sekarang semuanya seakan terbalik. Biasanya Renjun yang berucap dengan ucapan singkat. Darrenjun ini Kina malah melakukannya dan tentunya hal tuh membuat Darrenjun jengkel setengah mati.


Meski kesal Darrenjun tetap kasihan pada Kina yang terlihat menyedihkan dibandingkannya.


"Kenapa Rey gak ngantar elo tadi?”


"Dia masih ada urusan.”


"Oh,” Darrenjun manggut-manggut.


"Lo sendiri, kenapa gak pulang tadi? Kenapa juga masih nungguin gue?”


"Kalo gue pulang. Lo sama siapa? Lo kan gak pulang bareng Rey.”


"Gue bisa naik ojol.”


"Gak boleh!" Teriak Darrenjun tiba-tiba dan membuat Kina terkaget karenanya.


"Kenapa? Lo kok ngatur?”


"Karena lo masih babu gue dan tukang antar jemput gue.”


Kina mendecih. "Uda gue duga.”


Darrenjun tersenyum tipis. Senang rasanya Kina kembali menjadi dirinya seperti biasanya. Meski hanya sebentar.


"Gue anter lo sampai depan rumah,” Ucap Darrenjun


"Gak perlu. Gue bisa pulang sendiri.”


"Gak ada penolakan. Ini perintah.”


Kina hanya diam tak menanggapi perkataan lelaki itu. Percuma ia berdebat. Yang ada bibirnya akan semakin sakit nantinya. Karena bisa dipastikan perdebatan mereka bisa menghabiskan waktu yang cukup panjang.


"Entar di pertigaan dekat komplek. Gue mau mampir ke mini market dulu,” Ucap Kina pada Darrenjun.


"Ngapain? Lo mau beli obat? Masih sakit emang?”


"Bukan. Gue cuma mau beli masker.”


"Buat apaan? Lo insecure jalan bareng gue?”


Plakk


Untuk pertama kalinya akhirnya Kina bisa memukul kepala Darrenjun dengan keras.


"Gue beli masker bukan buat lo. Tapi buat nutupin wajah gue yang babak belur. Orang tua gue bisa ngamuk kalo liat kondisi muka gue yang ancur. Yang ada gue bakalan diceramahi.”


"Oh jadi itu alasan Lo. Menarik.”


"Uda cepetan. Kaki gue mulai sakit nih.”


Darrenjun mempercepat laju motornya menuju mini mart.


-


"Kina!"


Kina terpaksa menghentikan langkahnya saat sang ibunda memanggil namanya. Padahal gadis itu berniat kabur dari kedua orang tuanya yang saat ini tengah asik menonton acara tv.


Kina berbalik. "Iya ada apa ma?”


Tia memandang Kina aneh. "Kamu kenapa pake masker?”


"Iya tadi banyak abu dijalan,” Jawab Kina asal.


Tia hanya menggut-manggut mengerti. "Itu laptop kamu uda mama balikin.”


Kina melebarkan kedua matanya. Ia tak menyangka bahwa akhirnya penantiannya berbuah manis.


"Mama seriusan?”


Tia mengangguk semangat. "Mama gak nyangka. Kamu bisa buktiin semua kerja keras kamu ke mama.”


"Maksud mama?” Tanya Kina bingung. Pasalnya gadis itu tak tau apa-apa soal hal yang barusan dikatakan oleh Tia.


"Itu mama denger dari wali kelas kamu. Katanya kamu dapat nilai ujian tertinggi dikelas.”


"Mama seriusan?”


Tia mengangguk semangat. "Iya. Kamu harus pertahankan itu semua. Gak boleh main-main lagi.”


Kina memberi hormat ke arah Tia dengan semangat. "Siap ma,” Ucapnya.


Ia bahagia setengah mati rasanya. Karena kerja kerasnya membuahkan hasil. Terlebih lagi, akhirnya laptop kesayangannya kembali ke dalam dekapannya.


"Oh ya. Besok mama sama papa mau pergi ke Palembang. Kamu mau ikut?”


Kina menggeleng dengan ceoat. "Gak usah ma. Kina di rumah aja,” Jawabnya semangat.


"Yakin?”


Kina mengangguk dengan keyakinan penuh.


"Yaudah kalau gitu. Kamu ganti baju gih habis itu makan.”


"Ok ma.”


Kina berjalan dengan langkah cepat menuju kamarnya. Gadis itu senang. Karena besok dia tak perlu menutupi wajahnya lagi. Karena kedua orang tuanya tak ada dirumah. Jadi dia bisa bebas.


Saat berada didalam kamarnya, Kina mengeluarkan hapenya dari dalam sakunya hendak mengirimkan pesan singkat pada Darrenjun. Bagaimanapun hal ini semua berkat Darrenjun yang telah bersabar mengajarinya.


Baru saja Kina ingin mengetikan sesuatu pada chat obrolannya dengan Darrenjun. Ia kembali teringat akan perjanjian mereka.


Helaan nafas keluar dari bibirnya begitu saja. Entah kenapa Kina merasa sedikit agak sedih mengingat mereka akan mengakhiri perjanjian tersebut.


Dan besar kemungkinan kalau Darrenjun akan menghindarinya bagai orang asing dan keduanya tak akan bisa dekat seperti saat ini.


...****...


...*πŸ’“Cutton CandyπŸ’“*...


...*****...


...*Hola πŸ‘‹πŸ‘‹ semoga kalian suka dengan cerita yang aku tulis ya πŸ™πŸ™ (Amin)*...