
...πCutton Candyπ...
...*****...
...(Selama gue masih bisa pertahanin. Gue bakalan pertahanin elo. Tapi, lo harus ingat kalo gue itu cuma manusia biasa yang memiliki batas kesabaran -Alby Jonathan)...
...******...
Kina baru saja sampai di sekolahnya. Parkiran terlihat sepi tak seperti biasanya. Mungkin karena belum banyak murid yang berdatangan. Atau sebenarnya Kina hanya merasa kesepian tak ada Darrenjun didekatnya.
Karena biasanya gadis itu selalu datang bersamaan dengan Darrenjun. Meski pada akhirnya keduanya akan terlibat dengan sebuah pertengkaran karena perbedaan argumen.
Permasalahan laptop Kina telah usai dan ia belum sempat cerita mengenai hal itu pada Darrenjun. Posisi Darrenjun saat ini sedang tidak baik, karena ia masih sibuk menemani mamanya yang sakit dirumah sakit. Jadi untuk sementara waktu Kina menunda hal tersebut.
Kina berjalan sembari menatap kedua ujung sepatunya menuju kelasnya. Entah apa yang yang membuatnya tertarik memandangi ujung sepatunya itu. Sampai-sampai ia tak sadar bahwa ada seseorang yang diam-diam mengikutinya sejak dari tadi.
"Kalau jalan jangan sambil ngelamun entar kesambet baru tau rasa.β
Kina mengangkat kepalanya dan mendapatkan seseorang tengah berdiri dihadapannya. Orang itu tersenyum dengan lebar hingga membuat kedua matanya menghilang.
"Siapa yang ngelamun? gue gak ngelamun tuh,β Bantah Kina cepat.
"Pembohong.β
"Gue gak bohong.β
"Terus tadi lo ngapain dari tadi ngeliat ke bawah? Lo gak niat nyari duit orang yang jatoh kan?β Canda lelaki pemilik mata sipit itu. Alby Jonathan.
"Paan sih lo. Gak lucu,β Meski terdengar garing. Entah kenapa Kina merasa terhibur oleh lelaki itu. Hingga membuatnya tertawa.
"Gak lucu, tapi lo bisa ketawa juga.β
"Gue gak ketawa. Gue cuma senyum doang. Liat nih,β Kina memamerkan sederet gigi putihnya di hadapan Alby.
Alby tersenyum lebar melihat tingkah Kina barusan. "Gue baru sadar, ternyata lo lucu juga.β
"Lah dia malah ngalus.β
Alby kembali tersenyum dan membuat Kina ikut tersenyum juga.
"Oh ya. Kondisi lo gimana? Sorry gue baru bisa nanya sekarang.β Alby sedikit menundukkan kepalanya. Lelaki itu terlihat merasa bersalah pada Kina. Meski yang ia tahu bukan Aby lah penyebab semuanya.
"Uda mendingan. Lo gak perlu khawatir Al,βUcap Kina mencoba menenangkannya
Alby menghelakan nafasnya lega. "syukur deh gue tau lo cewe kuat.β
Kina tersenyum tipis. lalu ia kembali memandang ke arah Alby. Selama ini masih ada sesuatu yang mengganggunya. Bukan permasalahan Yaya. Tapi, mengenai Rey. Pertengkaran mereka tempo lalu masih terngiang jelas di kepala Kina dan tentunya hal itu membuat Kina merasa penasaran mengenai hubungan keduanya.
"Lo dan Rey gimana? uda baikan atau ββ
"Gue dan Rey mana mungkin bisa baikan,β Jelasnya.
Kina memandang Alby dengan kening berkerut.
"Kenapa?β
Alby kembali tersenyum kali ini senyumannya hanya setipis garis.
"Ada sesuatu diantara kita berdua yang gak bisa gue ceritain ke elo Kin.β
"Apa karena Yaya?β
"Bisa dibilang seperti itu. tapi bukan karena itu alasan utamanya. Maaf gue gak bisa cerita.β
Kina hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda ia mengerti maksud ucapan Alby barusan. "Yaudah kalo itu emang alasannya. Gue harap suatu saat baik lo maupun Rey bisa melurusi semua permasalahn yang terjadi antara kalian berdua.β
Alby tersenyum tipis. "Semoga,β Ucapnya.
"Alby!"
Kina dan Alby saling melempar pandang ke arah orang yang barusan meneriaki nama Jeno dengan begitu nyaring.
Seorang gadis berdiri tak jauh dari keduanya.
Gadis itu melipat kedua tangannya di depan dadanya. Dari gestur tubuhnya seakan ia telah mengisyaratkan bahwa dirinya lah bos disini. Sorot matanya begitu tajam memancarkan aura kebencian terutama pada Kina.
Gadis itu mendekat ke tempat Alby dan Kina berada.
"Oh jadi lo main dibelakang gue,β Sindirnya.
Alby menghelakan nafasnya lelah. lalu ia menoleh ke arah Kina yang berdiri disebelahnya. "Sorry Kin gue deluan,βpamitnya.
Lelaki itu merasa bersalah sekarang. Padahal ia telah berusaha untuk menjauhkan keduanya agar tak ada lagi perkelahian yang terjadi. Bagaimanapun Alby mengetahui sisi seorang Yaya yang tak kenal ampun itu.
Kina hanya mengangguk singkat tak berniat berkata-kata lagi pada Alby. Lagian dia sudah tak punya urusan dengan Yaya.
Alby menghampiri Yaya yang berstatus menjadi pacarnya itu. Lalu Alby menarik lengan gadis itu agar menjauh dari sana. Menghindari pertemuan antara Kina dan Yaya.
Oh. dia sungguh kesal sekarang.
Kedua pasangan itu pergi entah kemana dan meninggalkan Kina sendirian.
-
Yaya menghempas cekalan tangan Alby dari tangannya secara kasar.
"Lo apa-apaan sih pake acara narik gue segala?β Kesalnya. Gadis itu mengusap pergelangan tangannya yang terasa perih. Ini kali pertama baginya menerima perlakuan kasar dari Alby.
Alby memandang Yaya dengan perasaan bersalah. "Sorry,β Ucapnya.
"Lo ada hubungan apa dengan tuh cewek?Bener kan dugaan gue kalo lo naksir dia?β
"Gue dan Kina gak ada hubungan apa-apa. Kita cuma temen,β Jelas Alby.
Lelaki itu sudah lelah menjelaskan perihal hubungannya dengan Kina yang tak memiliki ikatan apa-apa pada Yaya. Dan seperti ia ketahui Yaya tak pernah mempercayainya.
"Temen?β Yaya tersenyum miring. "Jangan bohongi gue. Gue uda liat gimana cara lo natep dia tadi.β
"Maksud lo apa?β
"Cukup Al. Dia kan yang uda ngebuat lo kasar ke gue.β
"Jangan libatin Kina dalam hal ini.β
"Tuh kan bener. buktinya lo belain dia.β
Alby menarik nafasnya. sudah cukup baginya menghadapi sifat Yaya yang selalu menuduhnya seperti ini. Tak tahu kah dia, bahwa gadis itu lah yang selalu membuatnya terluka.
"Gue beda sama lo. Jangan pernah samain gue dengan elo.β
"Maksud lo apa? Lo nyalahin gue gitu,β ucap Yaya tak terima.
"Gue capek dibohongi,β Final Alby.
Yaya membeku.
"Gue tau apa yang lo lakuin selama ini dibelakang gue. Lo masih ngejar-ngejar Rey kan. Dan Lo masih berharapkan kalo Rey nerima lo lagi kan. Sampek lo tega ngebuang gue demi dapetin Rey,β Alby tersenyum pahit.
"Al- " Yaya berusaha merahi lengan Jeno. Mencoba menenangkan lelaki itu.
Tapi sayangnya Alby menghalaunya lebih dulu.
"Gue capek gak pernah dianggap sama lo. Dan gue capek karena harus jadi orang tolol yang ngemis cinta elo Ya. Karena gue tau. Yang ada di hati elo itu cuma Rey bukan gue.β
"Al. Kenapa lo mendadak baper gini sih?Dimana Alby yang biasanya gue kenal.β
"Maaf Ya. Gue bukan Alby yang dulu lagi. Yang bisa diam meski pacarnya ngeduain dia. Uda cukup semua yang gue lakuin buat perjuangin lo yang gak pernah ngehargai perasaan gue. Dan gue tahu sekarang lo bukan lagi Yaya yang gue kenal. Lo lebih kuat dari perkiraan gue. Jadi uda saatnya gue ngelepasin elo. Gue mau kita udahan. Kita putus.β
Yaya menggelengkan kepalanya cepat. Air matanya sudah tak bisa ia bendung lagi. "Gue gak mau putus sama elo. Gue masih butuh elo Al,β Pinta Yaya sedikit terisak.
Alby memegang kedua pundak Yaya dengan lembut. "Maaf Ya. Gue enggak bisa lagi jaga elo. Karena gue tau elo uda gak butuh gue lagi.β
"Enggak Al. Gue gak bisa jauh dari elo. Cuma elo yang ngertiin gue,β Yaya menangis. Hatinya sakit. Gadis itu tak pernah membayangkan jika Alby akhirnya melepaskannya begitu saja.
Alby mengusap pundak Yaya dan menatap gadis itu lembut.
Yaya semakin gelisah dibuatnya. Senyuman Jeno bukan lah senyuman yang biasa ia lihat. Entah kenapa Alby benar-benar terlihat berbeda dan dirinya semakin takut. Takut kalau apa yang ia pikirkan terjadi.
"Kita sama-sama uda dewasa dan gue rasa seiring berjalannya waktu lo bakalan lebih kuat dan terbiasa tanpa gue. Maaf gue gak bisa jaga elo lagi. Karena gue yakin ini yang terbaik buat kita.β
Akhirnya kata-kata itu keluar juga dari bibir Alby Jonathan. Lelaki itu telah berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan hubungannya. Tapi sayangnya hal itu tak pernah terlihat oleh Yaya. Gadis itu hanya memikirkan Rey. Lelaki yang telah berstatus menjadi mantannya.
Tak ada satu hari pun yang mereka lalui tanpa pembahasan mengenai Rey. Bagaimana dulu mereka jadian. Bagaimana mereka dulu bersama. Bagaimana cara Rey menatapnya. Hampir semua hal-hal kecil mereka lakukan. Yaya ceritakan dengan mudahnya pada Alby. Tanpa memperdulikan betapa sakit hatinya ia. Dan untuk sekarang Alby merasa lega. Karena berhasil terlepas dari rantai yang selama ini mengikatnya. Terlepas dari hubungan sia-sianya bersama Yaya.
"Al.β
Yaya menahan lengan Alby berharap lelaki itu mengurungkan niatnya dan kembali bersamanya.
Tapi sayangnya Yaya sudah terlambat. Keputusan Alby untuk menyerah sudah bulat. Lelaki itu melepas tangan Yaya dengan lembut. Lalu ia pergi meninggalkan Yaya yang masih meraung memanggil namanya.
Langkah Alby semakin menjauh dan hal itu semakin membuat tangis Yaya menjadi-jadi. Gadis itu sempat berharap bahwa Alby akan berhenti dan berbalik ke arahnya.
Tapi sayangnya semua itu hanya lah angannya saja. Karena pada kenyataannya Alby tak berbalik sedikitpun bahkan punggung Alby telah menghilang dari pandangan Yaya.
Lutut gadis itu mendadak lemas. Yaya terjatuh di lantai dengan perasaan yang hancur. Tak pernah ia bayangkan jika Alby akan meninggalkannya seperti ini. Alby adalah tempat dimana ia bisa menjadi dirinya sendiri. Tempat dimana ia bisa berbagi cerita dan mendengarkannya dengan baik. Bahkan Alby adalah satu-satunya orang yang siap merengkuhnya jika gadis itu dalam keadaaan rapuh.
Yaya merasa begitu menyesal karena telah menyia-nyiakan lelaki sebaik dan setulus Alby.
-
-
Kina begitu terkejut melihat seseorang yang tak biasanya berdiri dengan santainya didepan kelasnya.
"Alby,β Mita menyenggol pundak Kina pelan dan membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.
"Lo ada apa dengan Alby Kin?β Lala barusan bertanya. kedua gadis itu memandag ke arah Kina meminta penjelasannya. tapi sebelum Kina sempata membuka suara. Alby lebih dulu menghampiri ketiganya
"Hai.β Sapa nya ramah.
"Kin kita deluan ya,β Ucap Mita dan Lala. Kedua gadis itu pergi meninggalkan Kina dan Alby berdua.
"Lo ada apa diri didepan kelas gue? lagi nunggu siapa?β Tanya Kina. Gadis itu melirik ke arah kelasnya lagi. Barang kali bukan dirinya yang di tunggu Alby.
Alby menggeleng dan tersenyum manis ke arah Kina. "Gue nungguin elo,β Jawabnya.
"Gue?β Tunjuk Kina ke dirinya "Tumben.β
"Lain kali gue bakalan tungguin elo. Biar lo ngerasa biasa,β Canda Alby.
"Paan sih lo.β Kekeh Kina pelan.
"Kin boleh ngobrol berdua gak?β
"Lo butuh temen curhat?β
Alby sempat tercekat karena Kina bisa tahu dengan mudahnya isi pikirannya. Tapi setelahnya ia pun mengangguk semangat. "Lo paling tau.β
Meski merasa janggal Kina tetap menyetujui permintaan Alby tersebut. Toh dia juga tak ada kegiatan apa-apa setelah ini.
-
"Jadi lo mau cerita apa?β tanya Kina to the point. gadis itu sedang dalam mode malas berbasa basi. Karena seharusnya saat ini dia sudah harus pulang dan menemui mamanya Darrenjun di rumah sakit.
"Gue baru putus dengan Yaya,β ucap Alby. Ia merasa bahwa Kina harus menjadi orang pertama yang ia beritahu mengenai ini semua.
Kina hampir saja menyemburkan air yang berada didalam mulutnya.
"Kenapa? apa karena gue makanya lo diputusin,β ucap Kina merasa bersalah.
Alby menggeleng. "Bukan dia yang mutusin. tapi gue.β
"elo yang mutusin?β ulang Kina.
"iya gue yang mutusin.β
"Tapi kenapa?β
"Gue ngerasa capek Kin. gue capek gak dianggap sama dia. gue capek hanya jadi pajangan dia. selama ini semuanya uda gue lakuin hingga gue sadar kalo hubungna kita gak sehat. toxic.β
Kina menghelakan nafasnya pelan. jujur Kina merasa lega. karena akhirnya Alby bisa terbebas dari ikatan cinta yang tak ada artinya itu. mengingat bagaimana gencarnya Yaya dalam hal mengejar Rey. Padahal gadis itu masih berstatus sebagai pacarnya Alby.
Kina menyadari bahwa berada diposisi Alby sungguh sakit. Dan mendengar kabar ini membuat Kina masih tak menyangka kalau Alby mampu melakukannya. Mengingat bagaimana kukuhnya Alby dalam mempertahankan hubungannya dengan Yaya.
"Gue salut dengan pilihan elo Al, tapi gimana kabar hati lo.β
"Jujur gue sedih dan ngerasa kosong. tapi, gue rasa ini jalan yang terbaik bagi kita. gue gak mau terus-terusan berharap dengan orang yang sama sekali gak memiliki perasaan ke gue.β
"Lo semangat ya. gue yakin suatu saat elo pasti akan nemui pengganti yang jauh lebih baik dari dia. orang yang ngertiin elo, orang yang bisa jaga perasaan elo dan menghargai ketulusan elo. apapun itu gue dukung yang terbaik buat elo.β
"Makasih Kin.β
Kedua orang itu larut dalam obrolannya tanpa mengetahui ada seseorang yang ternyata diam-diam mengikuti mereka sejak dari tadi.
-
"DARIMANA SAJA KAMU?β suara tajam milik seorang pria begitu menggelegar memenuhi seluruh ruangan. Siapapun yang mendengar suaranya pasti akan merasa ketakutan. Tapi hal itu sudah tak berlaku sama sekali untuk seorang gadis yang barusan ia tanyakan.
"YESIKA YEJI JAWAB! KENAPA MALAH DIAM?β
Bentaknya. Tak ada sama sekali kelembutan setiap ia berucap. Pria dengan sorot mata tajam dan membuat siapapun melihat sorot matanya itu akan merasa terintimidasi. Gerald Anderson.
Yaya menghelakan nafasnya gusar. Sudah cukup hari ini ia terlihat menyedihkan dan ia butuh waktu sendiri untuk.
"Aku habis dari luar pa,β Jawabnya.
Gerald mendekat ke arah putrinya. Lalu pria itu melempar sebuah file ke arahnya.
"Dasar anak gak berguna. Kamu itu kerjaannya apa aja di sekolah? Kenapa gak ada satu pun prestasi yang bisa kamu rahi. Niat sekolah gak sih?β
Gerald berkacak pinggang. Ia malu harus merendah di hadapan temannya. Terlebih jika mereka sudah membahas perihal anak mereka dan membanggakan semua prestasi yang didapat oleh anak-anaknya.
"Mau sampai kapan kamu mempermalukan keluarga seperti ini? Dasar gak berguna,βGerald kembali memakinya.
Jika dalam keadaan biasanya Yaya akan bersikap tegar. Tapi tidak untuk saat ini. Gadis itu sudah sangat rapuh. Hatinya sedang sakit dan papanya malah menambah kesedihannya.
"Maaf pa. Aku akan lebih berusaha lagi.β Jawabnya dengan sedikit tertunduk. Yaya mencoba menyembunyikan kesedihannya di hadapan papanya. Percuma jika ia sedih yang ada papanya akan semakin semangat untuk mengata-ngatainnya.
"Harus. Papa gak mau dengar kamu jadi anak gak berguna seperti ini lagi. Lakuin hal yang bisa membuat semua orang memandang kamu. Papa tunggu ucapan kamu itu.β
Yaya membeku. Gadis itu berucap tanpa memikirkan resikonya. Tapi, ia sudah tak punya pilihan selain mengucapkan kata-kata yang bisa membuat Gerald berhenti merendahkannya.
"Wahβ¦ wah ternyata tuan putri sudah pulang.β
Seorang wanita cantik nan elegan berjalan diatas tangga. Langkahnya yang begitu anggun bak seorang bangsawan sejati membuat siapapun yang melihatnya pasti akan merasa kan hal yang sama. Aura bangsawan.
Yaya mendongakan kepalanya memandang wanita tersebut yang tak lain dan tak bukan Chatrine Anderson. Mama kandungnya.
"Mama.β Panggil Yaya pelan, hampir seperti sebuah bisikan.
Jika biasanya anak lain saat bertemu mamanya akan langsung berlari ke arahnya dan memeluknya dengan sangat erat.
Tapi hal itu tak berlaku bagi keluarga Yaya. Pelukan dan kasih sayang tak pernah sekali pun ia dapatkan. Bahkan gadis itu lupa kapan terakhir kali mamanya memeluknya dengan penuh kasih sayang.
Yaya meneguk ludahnya saat sang Chatrine sudah berdiri dihadapannya. Aura Chatrine begitu kuat dan mendominasi dirinya.
Chatrine berdiri sembari melipat kedua tangannya di dada. Menatap Yaya dengan tatapan tak bersahabat sama sekali.
"Mama dengar akhir-akhir ini banyak rumor mengenai kamu di sekolah. Kamu terlibat dalam masalah bukan?β
Yaya membeku. Jantungnya berpacu bukan main. Gadis itu takut setengah mati sekarang. Ia lupa bahwa mamanya bisa mendapatkan informasi tentangnya begitu mudah. Jangan lupakan betapa berpengaruhnya keluarga Yaya.
"Mβ¦ mm aku gak punya masalah apa-apa. Semuanya baik ma,β Jawabnya
Chatrine tertawa hambar. Lalu ia mendekat, menepis jarak antara dirinya dengan anak semata wayangnya itu. "Oh ya. Lalu bagaimana posisi kamu sebagai captain cheers? Sepertinya posisi kamu sebagai captain cheers hampir di geser.β
Yaya berusaha membuang jauh-jauh kekuatannya. Dirinya tak boleh terlihat lemah sekarang. Dengan keyakinan penuh ia menatap mamanya.
"Aku gak akan pernah ngebiarin itu terjadi. Selama aku bersekolah disitu aku gak bakalan biarin siapapun menggantikan posisi aku,βTegasnya.
Chatrine tersenyum puas
"Bagus. Lakukan hal yang membuat semua orang menyoroti kamu. Lakukan yang terbaik tak peduli bagaimana cara kamu melakukannya yang terpenting mama gak mau kamu menjadi seorang pecundang.β
"Baik ma.β
"Kalau kamu gak bisa melakukan itu dengan baik. Sebaiknya kamu pindah saja ke luar negri.β
Yaya terkejut, gadis itu memandang kedua orang tuanya dengan shock. Ia tak menyangka bahwa kedua orang tuanya tega menyuruhnya pindah hanya karena permasalahan itu.
Oh ya. tentu saja orang tuanya tak akan peduli mengenai pisikologis dirinya. Mereka terlalu sibuk untuk di hargai dan di hormati. Jadi tak ada waktu bagi mereka untuk memeperhatikan bagaimana dirinya mengalami masalah disekolah atau pun mengenai perasaannya. Kedua orang tuanya tak akan pernah peduli.
Egois bukan?
"Roma, disana tempat yang bagus untuk kamu memulai menjadi orang yang lebih berguna,βLanjut Chatrine.
"Roma? Tempat yang bagus. Papa dengar banyak sekolah terkenal disana. Jadi bagus buat Yaya memulai kehidupan sekolahnya yang baru,β Gerald terlihat setuju dengan perkataan istrinya barusan.
Yaya meremat jemarinya kuat. Ia sedang butuh dukungan dari seseorang bukan mendapat tekanan yang luar biasa seperti ini. Sungguh disayangkan bahwa harapannya hanya lah angan belaka baginya.
Kedua orang tuanya bukanlah jenis orang tua yang akan memarahinya karena permasalahan nilai atau pun kesalahan dalam pertemanan. Tetapi, semuanya hanya menyangkut popularitas. Bahkan tak pernah sedikit pun kedua orang tuanya menanyakan bagaimana harinya di sekolah dan teman-temannya. Sampai ia ragu bahwa ia adalah anak kandung dari keluarganya itu.
"Mama dan Papa ada urusan. Kamu sebaiknya mencari cara agar bisa memperbaiki ketertinggalan kamu itu,β Jelasnya.
Chatrine pun melangkah bersama Gerald. Meninggalkan Yaya sendirian yang masih mematung.
Setelah kedua orang tuanya pergi. Yaya pergi ke arah kamarnya. Mengunci dirinya didalam sana.
Brukkk
Yaya membanting pintu kamarnya begitu keras. Tak peduli jika daun pintunya akan terlepas nantinya.
Dadanya sesak, perkataan orang tuanya semakin membuat gadis itu terpuruk dalam kesedihan. Andai saja Alby tak meninggalkannya. Pasti gadis itu masih memiliki kekuatan dan ini, tak akan ada lagi orang yang selalu menyemangatinya ataupun menanyakan kabarnya sepeti biasanya.
Ahh. Yaya semakin pening memikirkan permasalahannya itu.
...****...
...Cuap cuap by author dulu ya...
...*Makasih buat kalian yang mau nyempatin waktu kian buat baca cerita author ini ππ maaf jika masih banyak kesalahan yang author lakuin dalam segi penulisan maupun cerita*...
...*Untuk kedepannya author bakalan berusaha untuk lebih banyak belajar dan memperbaiki segala kesalahan author **ππ*...
...*Salam sayang buat NCT 2020 **π*...