
...πCutton Candyπ...
...-...
Kina baru saja keluar dari dalam toilet. Tiba-tiba saja seseorang menarik rambutnya dengan kasar dan membuat gadis itu mengadu kesakitan.
"Aww!" Pekiknya.
"Dasar ganjen!" Teriak orang itu tepat di telinga Kina.
Dengan cepat Kina menepis kasar si pelaku.
"Apaan sih lo??!" Ucap Kina dengan kesal.
Yaya dan kedua temannya berdiri melipat kedua tangannya di depan dadanya dengan angkuh.
"Apaan?β Tanya Yaya dengan kekahan.
"Gue uda pernah peringatin elo sebelumnya dan ternyata lo gak gubris ucapan gue itu.β
"Maksud lo apa?β Tanya Kina bingung.
Yaya tersenyum sinis. Lalu mendekat ke arah Kina dan mendorong tubuh gadis itu.
"Lo uda berasa populer sekarang!β
"Gue gak ngerti lo ngomong apaan?β Ketus Kina.
"Lo itu pura-pura bego atau lo emang bego beneran?β Tanya Yaya dengan masih mendorong tubuh Kina lagi.
Berkat perbuatan Yaya, tubuh Kina terus terhuyung ke belakang.
"Uda berasa jadi populer lo ya!" Ucapnya.Β
"Mentang-mentang squadnya Rey baik ke elo. Lo uda berasa jadi ratu disini!" Yaya terus mendorong Kina hingga gadis itu terpojok di tembok.
Kina menepis tangan Yaya yang mendorongnya dengan kasar. Sudah cukup baginya diperlakukan sedemikian rupa oleh Yaya. "Kenapa kalo gue deket ke mereka. Urusannya sama lo itu apa!?" Tantang Kina tak kalah sengit.
Yaya tersenyum mengejek. "Jadi bener kan dugaan gue. Kalo lo ada apa-apa dengan Rey.β
Kina menggeleng cepat. "Gak. Gue harus bilang berapa kali kalo gue gak ada apa-apa sama dia. Kita cuma temen.β
"Wah waah. Pinter amat ya lo ngomong. Uda jelas-jelas ketangkep basah di kantin. Masih aja ngeles. Sini biar gue ajarin lo sopan santun,β Ucap salah satu dari mereka yang sekarang Kina tau siapa nama dari kedua orang yang selalu bersama Yaya itu. Jeha dan Amanda.
"Uda ah Ya hajar ajak nih anak. Nyebelin lama-lama,β Ucap Jeha dan mendekat ke arah Kina.
Kina menelan ludahnya dengan susah payah. Celah Kina untuk kabur dari situ sudah tidak ada lagi. Ketiga gadis itu telah memblok jalannya.
"Sekarang gue bakalan nunjukin ke elo, siapa boss disini,β Ucap Yaya dengan tajam.
Lalu beberapa detik kemudian, pipi mulus Kina mendapat tamparan yang lumayan keras.
Plakkk
Pipi serta bibir Kina terasa perih sekarang.
Baru saja Kina ingin membalas perlakuan Yaya barusan padanya. Rambut gadis itu lebih dulu di tarik oleh Amanda.
"Rasain lo,β Ucap Amanda dengan tawa jahatnya.
Jeha menarik bahu Kina dengan kasar dan membuat gadis itu terjatuh di lantai.
"Lo rasain itu,β Ucap Jeha dengan tawanya.
Kina dengan cepat berdiri meski lututnya telah mengalami lecet.
"Lo kira gue takut sama lo!" Tantang Kina. Meski jujur dia merasa takut sekarang.
Kina berusaha melawan sekuat tenaganya serangan dari gengnya Yaya. Tapi sayang, Kina hanya sendirian disitu dan lagi keadaan cukup sepi, jadi tak akan ada yang bisa membantunya.
Kembali Kina didorong hingga terjatuh. Kali ini, Yaya yang melakukannya. Bahkan gadis itu tak segan-segan menampar pipi Kina lagi.
"LO APA-APAAN NYERANG TEMEN GUE BETINA SIALAN!"
Kina, Yaya, Jeha dan Amanda menoleh ke arah orang yang barusan teriak. Dan mendapati Mita dan Lala berdiri dengan wajah penuh emosi.
Dua orang gadis berjalan dengan langkah tergesa-gesa mendekat ke arah Kina yang terjatuh di sudut tembok. Setelahnya salah satu dari keduanya berdiri tepat di hadapan Kina. Melindungi gadis itu yang hampir menjadi korban kekerasan
"Sini lo kalo berani. Jangan main keroyokan!" Tantang Mita dengan wajah penuh emosi.
Ketiga gadis itu tertawa bersamaan. "Oh jadi ini geng elo yang asli,β Ucap Jeha dengan senyuman meremehkan.
Mita maju beberapa langkah mendekat ke arah Jeha. "Iya. Kenapa?β Tantangnya.
Belum sempat Jeha berucap kembali. Mita lebih dulu menarik rambut gadis itu secara bar-bar dan membuat Jeha mengadu kesakitan.
"Lo cewek sinting! Rambut gue sakit bego!" Teriak Jeha.
"Lo rasain itu. Siapa suruh lo ganggu temen gue!β Ucap Mita dengan seringaian.
Lala mendekat ke arah Kina. Membantunya berdiri. "Lo gak papa Kin?β Tanyanya.
Kina mengangguk singkat. "Gak papa kok,β Jawabnya.
Setelah membantu Kina. Lala langsung menghampiri ketiga gadis itu lagi. Hendak melerainya. Tapi sayangnya saat Lala mendekat. Gadis itu malah di hajar oleh Yaya dan mengakibatkan dia ikut dalam perkelahian itu juga.
Mita masih terlibat adu serang dengan Jeha dan sekarang Amanda ikutan membantuΒ Jeha.
"Lo jangan main keroyokan!" Ucap Lala masih dengan emosi.
Kina bingung. Harus melakukan apa. Karena jujur dia benci situasi seperti ini. Dimana kedua temannya harus terlibat kedalam masalahnya.
Alby datang dan menghampiri Kina. "Kina ini ada apa?β Tanyanya.
"Itu noh pacar lo.β Tunjuk Kina ke arah orang-orang itu yang sedang bertengkar. Alby mengikuti arah pandang Kina dan terkejut dengan apa yang ia lihat. Dengan cepat lelaki itu melerai perkelahian itu.
"Cukup guys!" Teriak Alby. Tapi sayang tak ada yang menggubrisnya. Lelaki itu bingung harus melakukan apa sekarang.
"Lo semua mau dipanggil ke ruangan BK apa!?" Peringat Alby akhirnya dengan tegas dan membuat semua gadis itu menghentikan aksi saling serangnya.
Alby menahan lengan Yaya, tapi sayangnya gadis itu menepisnya dengan kasar. "Ikut campur lo,β Ucapnya tajam. Dan pergi meninggalkan Alby begitu saja.
Jeha dan Amanda langsung mengikuti Yaya yang lebih dulu pergi.
Hembusan nafas rustasi keluar begitu saja dari bibir Alby. Lelaki itu sungguh terluka dengan sikap kasar Yaya padanya. Setelahnya Alby pergi mengikuti Yaya yang sudah jauh didepannya.
Kina masih berdiri disitu, memperhatikan wajah Alby yang terlihat sedih dalam diam. Gadis itu tak habis pikir apa yang membuat Alby bisa bertahan dengan sikap Yaya seperti itu padanya. Tapi, yasudah lah ini bukan urusannya dia. Jadi dia hanya bisa menonton adegan yang membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa kasihan.
Mita menepuk pundak Kina pelan dan membuat Kina langsung menoleh ke arahnya.Β
"Ayo Kin,β Ajak Mita.
Kina mengangguk pelan.
...****...
"Lo kenapa bisa berurusan dengan gengnya Yaya sih Kin?β Tanya Lala sedikit jengkel.
Ingin rasanya Kina memberitahu mereka dengan situasi yang terjadi. Tetapi, Kina mengurungkan niatnya itu. Karena menurutnya masalah sepele itu tak pantas untuk di ceritakan. Apalagi kalau kedua temannya ikut terlibat.
Kina menggeleng. "Gue juga gak ngerti,β Ucapnya bohong.
"Oh ya... btw, thanks ya uda bantuin gue. Sorry juga gara-gara gue lo dua terlibat,β Ucap Kina dengan perasaan bersalah.
Mita dan Lala mengangguk. "Its ok Kin. Gak usah dipikirin. Kalo mereka berani ngapain lo lagi. Lo wajib kasih tau kita. Jangan diam. Kita gak mau liat lo jadi bulan-bulanan mereka kayak tadi,β Peringat Lala
"Lala benar Kin. Kita gak bakalan terima kalo lo disakiti kayak tadi,β Tambah Mita lagi.
Kina tersenyum tipis lalu manggut-manggut tanda ia mengerti.
"Muka lo harus diobati tuh,β Ucap Lala dan membuat Kina reflek memegang pipinya sendiri.
"Sakit ya?β Tanya Mita.
"Lumayan,β Jawab Kina.
"Boleh pinjam kaca gak?β
Lala mengeluarkan kaca dari dalam tasnya dan memberikannya pada Kina.
"Aslian muka lo berantakan banget Kin. Kalo gini, gimana caranya lo pulang?β Tanya Lala dengan khawatir.
"Entar gue pikirin caranya.β
Keduanya mengangguk.
"Tuh orang mirip macan,β Ucap Mita dan seketika Kina menghentikan langkahnya. Ia teringat akan seseorang.
"Darrenjun,β Ucap Kina pelan.
Mita dan Lala memandang Kina dengan heran. "Kenapa?β
"Gue lupa ada janji sama Darrenjun,β Ucap Kina panik.
"Perjanjian itu?β Tanya Mita dan dibalas anggukan oleh Kina.
"Tapi kan keadaaan lo lagi gak baik,β Ucap Lala khawatir.
Kina menggeleng cepat. "Gue gak papa kok. Yaudah kalo gitu gue pamit yaβ
"Iya hati-hati,β Jawab keduanya.
Lalu setelahnya gadis itu langsung berlari mencari Darrenjun yang mungkin sudah lama menunggunya. Kina yakin setelah ini, lelaki itu pasti akan mengomel padanya.
Kina berlari ke arah parkiran.
Beruntung ternyata Darrenjun masih berada disitu. Sedikit merasa lega, ternyata lelaki itu masih menunggunya.
Darrenjun duduk diparkiran sembari memainkan hapenya.
Kina mendekat, berjalan kearah Darrenjun.
"Jun,β Panggil Kina pelan.
Darrenjun mengangkat kepalanya dan menatap Kina dengan dingin.
"Lo dari mana aja?β Tanyanya dengan kesal. Lelaki itu turun dari motornya dan menghampiri Kina.
Kina meremat jemarinya. Salahnya. Kenapa dia telat. "Itu ... gueββ
Ekspresi Darrenjun yang begitu dingin seketika langsung berubah saat melihat betapa kacaunya wajah Kina saat ini.
"Muka lo kenapa?β Tanyanya dan menepis jarak antara dirinya dan juga Kina.
Baru saja Darrenjun ingin menyentuh pipi Kina. Dengan cepat Kina menepis tangannya Darrenjun.
"Gak papa. Gue cuma jatuh tadi,0 Ucap Kina cepat. Kina menundukkan kepalanya. Menyembunyikan wajah kacaunya di depan Darrenjun.
Kina mengangguk cepat.
"Lo jatuh. Sampai rambut lo acak-acakan gitu!?" Lanjut Darrenjun dengan suara yang meninggi.
"Iya,β Jawab Kina cepat.
"Uda deh gak usah dibahas,β Ucapnya lagi. "Jadi ini mau belajar dimana?β Kina mencoba mengalihkan perhatian Darrenjun dari wajah kacaunya.
Tentu saja Darrenjun mengerti dengan pengalihan yang dilakukan oleh Kina.
"Di tempat biasa,β Jawabnya.
Lalu Darrenjun berjalan lebih dulu ke arah motornya. Lelaki itu tak berniat lagi mencampuri urusan Kina. Biarlah gadis itu yang bercerita sendiri ketimbang dia yang harus bertanya.
Kina akhirnya bisa bernafas lega sekarang. Karena Darrenjun tak menginterogasinya lagi.
...****...
Akibat tamparan Yaya yang cukup kencang pada pipinya. Pipi serta bibir Kina terasa nyeri sekarang. Sejak dari tadi Kina tak hentinya menahan sakit.
Darrenjun bangkit dari kursinya dan membuat Kina menoleh ke arahnya. "Lo mau kemana?β
"Toilet,β Jawab Darrenjun seadanya.
Lalu lelaki itu pun pergi.
Setelah Darrenjun pergi, Kina mengeluarkan hapenya dari dalam tasnya. Lalu, gadis itu bercermin melihat separah apa lukanya. Karena jujur rasanya begitu perih.
"Gunain ini,β Ucap Darrenjun yang telah berdiri disebelahnya. Lelaki itu menyerahkan 1 gelas es batu pada Kina.
"Buat apa?β
"Pipi lo,β Tunjuk Darrenjun ke arah pipi Kina.
"Oh,β Meski masih bingung. Kina tetap menerima segelas es batu pemberian Darrenjun tersebut.
Darrenjun kembali ke tempat duduknya.
"Emang nih es batu ampuh?β Tanya Kina tak yakin.
Darrenjun mengangguk. "Gak langsung sembuh. Tapi setidaknya bisa ngurangin rasa sakit di pipi lo.β
Kina manggut-manggut saja. Lalu mendekatkan es batu tersebut ke pipinya sesuai dengan instruksi Darrenjun barusan.
Seketika rasa dingin menembus ke permukaan kulit Kina.
"Lo tau darimana beginian?β Tanya Kina yang tengah menempelkan segelas es batu tersebut ke pipinya.
"Gue pernah coba makanya gue tau,β Jawab Darrenjun.
"Pantesan,β Gumam Kina pelan. Karena tak mungkin gadis itu berani mengatakan hal tersebut dengan keras. Pasti detik itu juga Darrenjun akan mengamuk padanya.
Meski Kina telah menempelkan es batu pada pipinya yang sakit. Tetap saja, gadis itu tak habis-habisnya meringis kesakitan. Meski dengan pelan.
Darrenjun tiba-tiba menutup kasar bukunya dan membuat Kina memandang kearahnya.
"Lo kenapa?β
"Belajarnya udahan dulu,β Ucap Darrenjun sembari mengemasi barang-barangnya dan memasukannya kedalam tasnya.
Kina mengangguk. "Yaudah,β Katanya.
"Lo ikut gue,β Perintah Darrenjun.
"Kemana?β
"Lo gak perlu tau. Yang penting lo harus ikut gue,β Ucapnya tanpa bantahan sedikitpun.
Setelahnya laki-laki itu berdiri dari duduknya dan melangkah pergi. Dengan cepat Kina langsung menyusul Darrenjun.
"Tunggu woi!β Teriak Kina ke arah Darrenjun.
...*****...
"Awwwwβ¦β Ringis Kina kesakitan.
"Pelan-pelan dong!"
"Awwwβ¦β
"Lo bisa diam gak sih!? Sakit telinga gue,β Ucap Darrenjun kesal.
"Makanya lo pake perasaan dikit dong!" Ucap Kina tak kalah kesal.
"Ini uda mode paling pelan menurut gue,β Ucap Darrenjun lagi.
"Pelan gimana? Ini sakit banget ogeb!" Protes Kina.
Darrenjun menghentikan aktifitasnya dan menatap Kina dengan tajam.
"Lo barusan ngatain gue?β
Kina tercekat. Tersadar dengan apa yang barusan ia ucapkan pada Darrenjun. Lalu gadis itu segera menggeleng cepat.
"Bukan. Maksud gue. Gue yang bego bukan elo,β Jelas Kina.
Darrenjun memicingkan kedua matanya.
"Seriusan gue,β Ucap Kina lagi.
Kedua orang itu sekarang berada ditaman komplek dekat rumah mereka. Darrenjun memaksa Kina untuk di obati olehnya dengan berbekalan satu set kotak P3K mini milik Kina tentunya.
Darrenjun kembali mengobati Kina. Kali ini lelaki itu mengobatinya dengan penuh perasaan. Dan tak ada lagi keluhan yang keluar dari bibir Kina tentunya.
"Lo gak perlu ngobatin gue segala. Gue bisa sendiri kok.β
Darrenjun memandang Kina lagi. "Gue punya hati. Makanya gue ngobatin elo kayak gini.β
"Tumben,β Ucap Kina.
Darrenjun hanya merotasikan bola matanya.
"Gue gak mungkin biarin lo pulang dengan keadaan memprihatinkan kayak gini. Entar yang ada mama lo bakalan mikir macam-macam dan ngira kalau gue yang lakuin ini ke elo. Secara mama lo tau lo belajar bareng gue,βUcap Darrenjun panjang lebar.
"Itu gak mungkin,β Bantah Kina cepat.
Darrenjun menaikan sebelah alisnya. "Kenapa gak mungkin?β
"Iya. Karena mama lebih percaya elo ketimbang gue,β Cicit Kina dengan suara pelan.
"Elo ngomong apaan? Gak denger gue"
Kina menggeleng cepat. "Gak papa.β
"Gak jelas lo,β Jawab lelaki itu kesal.
Darrenjun kembali melanjutkan aktifitasnya, yaitu mengobati luka Kina.
"Bibir lo sobek,β Ucap Darrenjun tepat di wajah Kina.
Dan membuat Kina reflek memegang bibirnya sendiri. Tapi dengan cepat Darrenjun menepis tangan Kina.
"Jangan dipegang,β Ucap Darrenjun.
"Kenapa gak boleh?β
"Tangan lo kotor,β Jelas Darrenjun dan membuat Kina menatapnya dengan kesal.
"Perih ya?β Tanya Darrenjun dengan khawatir.
Kina seketika tercekat. Merasa heran dengan sikap lelaki yang ada didepannya ini. Baru pertama kali rasanya Kina mendengarkan lelaki itu berucap lembut seperti tadi.
Kina hanya mengangguk pelan sebagai jawaban dari pertanyaan Darrenjun tersebut.
Darrenjun tersenyum tipis. "Lo ada-ada aja sih. Uda tau gak bisa berantem. Malah sok-sok an,βUcap Darrenjun padanya sembari mengobati luka yang ada dibibir Kina dengan pelan.
Kina menepis tangan Darrenjun dari wajahnya. "Siapa juga yang berantem? Uda dibilangin gue jatuh juga,β Protes Kina.
"Pembohong,β Tuduh Darrenjun.
"Gueββ
"Uda diam,β Potong Darrenjun.
"Gue mau ngobatin bibir lo. Ngomong Mulu perasaan,β Kina langsung diam menuruti perkataan Darrenjun barusan.
Dalam diam Kina memperhatikan wajah Darrenjun yang mengobatinya dengan begitu telaten. Lelaki itu begitu cekatan saat mengobati lukanya dan hal itu membuat Kina merasa sedikit terharu dibuatnya.
Setelah luka Kina telah selesai ia obati. Darrenjun menyenderkan tubuhnya pada tembok yang ada dibelakang mereka. Lelaki itu diam. Tak tau sedang memikirkan apa.
Sampai, Darrenjun kembali duduk tegak dan memandang Kina lagi.
"Lo habis berantem sama siapa?β Tanyanya penasaran.
Kina memandang lelaki itu yang ada disebelahnya. "Siapa yang berantem?β Tanya Kina tak terima.
"Lo seuzon mulu dah perasaan,β Tuduhnya.
"Lo gak usah bohong,β Ucap Darrenjun.
"Uda jelas-jelas muka lo babak belur gini. Masih aja ngelak,β Timpal Darrenjun.
"Siapa juga yang ngelak? Gue kan uda bilang kalo gueββ
"Iya iya percaya gue,β Potong Darrenjun dan menyudahi perdebatan antara mereka berdua. Salahnya kenapa dia malah ikut campur dengan masalah Kina.
"Oh ya thanks uda ngobatin gue,β Ucap Kina pada Darrenjun.
"Gak usah bilang makasih. Lo kan juga sering bantu gue,β Ucap Darrenjun dengan suara pelan bahkan amat sangat pelan. Bahkan nyamuk saja mungkin tak dapat mendengar ucapan lelaki itu.
"Ha?β Ucap Kina bingung. "Lo barusan ngomong apaan?β
"Gak usah dibahas.β Ucap Darrenjun cepat.
"Gak niat amat sih ngomong,β Omel Kina. Meski Darrenjun hanya diam tak menggubris ucapannya yang tertuju Darrenjun. Malahan lelaki itu mengeluarkan hapenya dan mulai bermain game tanpa memperdulikan Kina yang begitu kesal dengannya.
...******...
...*πCutton Candyπ*...
...Dan mau bilang makasih ke orang-orang yg baik yang uda mau nyempetin waktunya buat baca cerita aku ini ππ...
...Sekali lagi author ucapkan terima kasih banyak-banyak ππ...