
...πCutton Candyπ...
...-...
Setelah selesai latihan basket. Kina dan Darrenjun memutuskan untuk belajar di MCD saja. Berhubung mereka yang belum makan dan lumayan juga bisa menggunakan WiFi secara gratis. Jadi sudah tak ada lagi alasan bagi keduanya untuk tidak kesana.
Kina sempat merasa ragu awalnya, akan diberi izin oleh mamanya. Karena setahunya, mamanya lumayan over kalau sudah menyangkut dia yang terlalu lama keluyuran pulang sekolah.
Tapi, entah kenapa untuk saat ini. Mamanya memberinya izin, terlebih lagi gadis itu meminta izin dengan alasan belajar bersama Darrenjun. Bahkan mamanya juga menyuruhnya untuk lebih sering melakukan kegiatan seperti ini.
Kina yakin yang membuat mamanya senang karena ada nama Darrenjun disitu. Tapi, tak apalah yang penting dirinya bisa diberi izin dan lain kali Kina akan menjual nama Darrenjun juga untuk jaga-jaga kalau dia pulang telat nantinya.
Keren kan gue -Kina
...****...
Di MCD.
"Lo pesenin gue gih. Males gue ngantri ginian.β
"Lo aja yang mesen sana. Biar gue yang cari kursi,β Tolak Kina ke Darrenjun.
Darrenjun mengeluarkan uang ratusan ribu dari kantongnya dan memberikannya ke tangannya Kina.
"Nah, buruan lo pesenin gue paket nasi sama ayam, minumnya gue mau Cola,β Ucapnya dengan sedikit mendorong tubuh Kina ke arah counter pesanan.
Kina menyimpan duit pemberian Darrenjun, lalu memandang lelaki itu lagi.
"Yaudah, tapi lo harus cariin kursi yang strategis,β ucap Kina akhirnya. Karena malas berdebat lagi dengan Darrenjun.
Darrenjun hanya memberi kode berupa acungan jempol pada Kina, sebagai tanda bahwa ia setuju dengan perkataan gadis itu.
Lalu Kina berjalan ke arah counter untuk memesan.
-
Setelah pesanannya telah jadi. Kina membawa nampan yang sudah berisi 1 paket ayam plus nasi dan 1 cheese burger dengan 2 minuman Ice Cola ke mejanya mereka.
Sesampainya di meja, Kina menata makanan yang barusan ia bawa dengan rapi. Lalu ia duduk di kursi yang berada di depannya Darrenjun.
Baru saja Kina menata makanannya diatas meja. Darrenjun lebih dulu mengambil pesanan miliknya.
"Ihh lo jorok amat lo. Bukannya cuci tangan dulu malah main embat aja,β Omel Kina ke Darrenjun.
"Enak aja lo ngatain gue jorok. Gue uda cuci tangan, pas lo lagi mesen.β
"Oh.β
Kina hanya menyengir. Lalu pergi ke arah westafel yang ada di situ untuk mencuci tangannya.
Baru satu gigitan burger yang Kina makan sementara Darrenjun sudah selesai dengan makanannya.
"Lo doyan atau laper nih ceritanya?β Ucap Kina sambil mengambil beberapa kentang goreng dan memberi saus terlebih dahulu sebelum memasukannya kedalam mulutnya.
"Dua-duanya,β Jawab Darrenjun cepat,Β sambil meminum colanya dia.
Kina baru saja ingin menggigit burgernya lagi. Tapi Darrenjun lebih dulu merebutnya dari tangan gadis itu.
Kina memandang Darrenjun dengan kesal. "Yaelah, Kok lo main serobot punya gue sih?"
"Lo pesen yang baru aja sono. Biar ini buat gue,β Jawab Darrenjun tanpa memperdulikan Kina yang terlihat kesal.
"Gue males ngantri Juned.β
"Sama,β Jawab Darrenjun cuek dan mulai memakan burger milik Kina tanpa merasa bersalah.
Kina meremat jemarinya membentuk kepalan. Lalu menghempaskannya. "Dasar anak serigala. Nyebelin amat lo emang". Sebelnya.
Darrenjun menaikan sebelah alisnya. "Apa lo bilang??".
Kina menggeleng cepat, sadar kalau perkataannya barusan bisa mengundang amarah dari lelaki yang duduk dihadapannya.
"Gak, gue gak ngomong apa-apa tadi,βJawabnya cepat.
Darrenjun hanya menganggukan kepalanya sekilas. "Oh. Gue kira lo lupa dengan perjanjian kita,β Jelasnya.
Kina menatap horor ke arah Darrenjun. Takut lelaki itu akan mengambil kesimpulan sendiri dan mengakhiri semuanya.
"Yaudah buruan sana, katanya lo mau mesen.β
"Eh.β Kina yang sempat bergelut dengan pikirannya sendiri, langsung bangkit dari duduknya. Hampir saja ia melupakan kondisi perutnya. Kalau Darrenjun tak mengingatkannya kembali.
Lalu gadis itu berjalan ke arah counter untuk kedua kalinya untuk memesan. Untungnya uang yang Darrenjun berikan tadi masih sisa lumayan banyak. Jadi gadis itu tak perlu khawatir saat memesan.
Ketika berjalan Kina tidak lupa untuk mengucapkan sumpah serapah yang ia tuju kepada Darrenjun. Lelaki yang tidak punya perasaan dan seenaknya saja.
Gadis itu lumayan beruntung, karena antrian tidak terlalu panjang jadi dia tidak perlu berlama-lama menunggu disitu.
Saat membawa makanan yang telah ia pesan ke meja, Kina tidak sengaja melihat seseorang yang sangat ia kenal. Bukannya membawa pesanannya ke mejanya lebih dulu. Kina malah memilih untuk menghampiri orang yang ia kenal itu terlebih dahulu.
"Kak Lucas,β Sapanya ramah.
Iya gadis itu sangat senang saat melihat wajah Lucas yang bisa membuat moodnya seketika menjadi lebih baik.
Lucas menoleh dan tersenyum. "Ehh elo anaknya Tante Tia kan?β Tanyanya dan dibalas dengan anggukan oleh Kina.
"Sama siapa disini?β Tanya Lucas.
"Sama adek lo noh,β Tunjuk Kina menggunakan dagunya kearah Darrenjun. Karena kondisi tangannya tidak memungkinkan untuknya menunjuk menggunakan jarinya.
"Adek gue? Si Darrenjun maksudnya?β Lucas dengan cepat melihat kearah yang dimaksud Kina. Ia sempat ragu dengan ucapan gadis itu. Karena setahunya hubungan Kina dan Darrenjun tidak terlalu baik.
"Ya iyalah. Siapa lagi. Lagian emang adek lo ada berapa selain dia doang?β
Gantian Lucas yang menyengir.
"Ohh ya, lo sama siapa kak?β Kina melirik kesana kemari mencari keberadaan orang yang bersama Lucas.
"Gue sendirian doang. Lagi pengen MCD soalnya.β
Kina hanya ber-O ria saja sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
"Kalo gitu, mending lo gabung bareng kita aja kak,β Tawar Kina ke Lucas.
"Gak enak tau makan sendiri.β
Kina sengaja membujuk Lucas untuk bergabung, selain karena Lucas yang memang lagi sendirian dan juga, agar gadis itu bisa memiliki mood yang baik karena ada Lucas disitu.
"Boleh. Tapi tunggu gue ambil pesanan dulu ya.β
Setelahnya, Lucas kembali ke counter untuk mengambil pesanannya yang telah siap.
"Ayok,β Ajak Kina, setelah Lucas berdiri disebelahnya.
Kina membawa makan yang ia bawa ke atas meja dan sedikit membersihkannya. Karena keadaan meja mereka sungguh berantakan.
"Sini Kak,β suruh Kina lagi sambil menepuk-nepuk kursi yang ada disebelahnya. Mempersilahkan Lucas untuk duduk.
"Lo bawa siapa?β Tanya Darrenjun dengan memasukan kentang goreng kedalam saus dan melahapnya.
Jika kalian penasaran dengan kondisi burgernya Kina, silahkan tanyakan saja pada Darrenjun. Karena berkat laki-laki itu, burger miliknya telah lenyap tak bersisa. Dan hanya meninggalkan bungkusnya yang berserakan dimeja.
Lucas datang dengan membawa nampan yang berisi pesanannya.
Melihat kehadiran Lucas, seketika ekspresi wajah Darrenjun berubah.
"Mau apa dia kemari?βTanyanya dengan intonasi yang begitu dingin.
"Ya buat gabung bareng kita lah. Lagian kak Lucas sendirian juga,β Ucap Kina seadanya.
"Enggak, gue gak mau! Suruh dia cari tempat yang lain,β Tolak Darrenjun dengan tegas. Bahkan lelaki itu telah menaikan sedikit intonasi suaranya.
"Lo jahat banget sih sama abang sendiri. Biarin aja gih. Biar rame juga,β Bujuk Kina.
"Rame? Lo niat belajar atau enggak? Kalo gak, gue mau pergi,β Ancam Darrenjun dan membuat Kina sedikit terkejut.
"Ya belajar lah. Gimana sih lo?β
"Itu lo tau. Jadi mending sekarang cepat lo suruh dia pergi!" Darrenjun kembali mempertegas ucapannya.
Tatapannya begitu dingin saat memandang Lucas.
Sedikit kesal, gadis itu pun bersuara kembali. "Lo kenapa sih sensian amat. Lagian kak Lucas kan cuma makan doang gak ngapa-ngapain,βUcap Kina masih tak terima dengan perlakuan Darrenjun yang begitu kasar menurutnya.
"Oke kalo itu mau lo,β Ucap Darrenjun.
"Tapi gue tetep bakalan pergi.β
Darrenjun berdiri dari duduknya dan mengambil tasnya dari atas kursi dengan cepat.
Dengan sigap Kina berhasil menahan tangan Darrenjun dan membuat lelaki itu menoleh padanya.
"Lo mau apa lagi? Mau nahan gue? Gue tetep gak tertarik.β
Darrenjun menghempaskan tangan Kina dari tangannya dengan kasar.
Kina bingung dengan permasalahan yang terjadi antara Darrenjun dan Lucas. Dan lagi, dia merasa tidak enak dengan Lucas yang ada disitu. Terlebih, gadis itu lah yang mengajak Lucas untuk bergabung.
Melihat pertengkaran antara Kina dan Darrenjun karena dirinya membuat Lucas sadar akan dirinya yang tidak diharapkan oleh Darrenjun.
"Lo jangan pergi Ren, biar gue aja,β Ucap Lucas dan membuat keduanya menoleh ke arahnya.
"Bagus kalo lo paham,β Tekan Darrenjun pada perkataannya barusan.
Kina melirik Darrenjun dengan kesal, lalu mamandang Lucas lagi. "Lah kok gitu sih kak?Lo kan belum makan.β
Lucas tersenyum tipis. "Mungkin lain kali aja Kin. Gue baru inget, kalo gue ada janji hari ini.β
Meski Lucas telah memberikan alasan seperti barusan, Kina tetap tidak percaya. Dia yakin Lucas tengah berbohong padanya, karena melihat dirinya dan Darrenjun yang bertengkar karenanya.
Kina menghembuskan nafasnya pasrah. "Yaudah deh kalo emang itu alasannya. Tapi makanan lo gimana?β Tunjuk Kina ke arah makanan yang dibawa oleh Lucas. Makanan yang belum sempat ia sentuh sedikit pun.
"Mau gue take a way aja. Takut gak keburu,β Jelasnya.
Lucas kembali tersenyum, kali ini lebih lebar. Menunjukan kalau dia tidak apa-apa.
Kina hanya tersenyum tipis, bingung ingin bicara apalagi dia pada Lucas.
"Yaudah kalo gitu gue cabut dulu ya,β Pamit Lucas pada Kina dan juga Darrenjun. Meski hanya Kina saja yang meresponnya.
Lalu lelaki itu pergi dengan membawa kembali makanan yang masih utuh ke counter. Sepertinya dia serius untuk membawa pulang makanannya itu.
Setelah Lucas pergi Kina kembali duduk di kursinya dan diikutin oleh Darrenjun yang sekarang duduk kembali dihadapannya.
"Lo apa-apaan sih sama abang kandung sendiri. Jahat banget,β Marah Kina ke Darrenjun.
Darrenjun merotasi kan bola matanya malas. "Biarin. Lagian dia juga bukan abang kandung gue,β Jawab Darrenjun enteng dan membuat Kina seketika bungkam.
Tentu saja gadis itu masih shock dengan penjelasan yang disampaikan Darrenjun barusan padanya. Siapa yang mengira kalau seorang Darrenjun yang terkenal dingin bagai kutub akan mengatakan hal seperti ini secara mudah padanya.
Karena tidak ingin mencampuri urusan lelaki itu. Kina memilih untuk menghabiskan burger yang ia pesan dengan tenang.
Merasa ucapannya diabaikan Darrenjun memandang ke arah Kina yang dengan tenangnya melahap burgernya.
"Kok lo gak nanyak apa-apa soal hubungan gue sama dia lagi?β Tanya Darrenjun yang sedikit penasaran.
Dan membuat Kina menoleh padanya.
"Buat apa? Itu kan urusannya lo dan juga keluarga lo,β jawab Kina cuek sembari memakan burgernya lagi.
Darrenjun hanya diam dengan penuturan yang gadis itu sampaikan.
"Lagian kalo lo mau cerita. Ya cerita aja. Gue bakalan siap kok dengerinnya,β UcapΒ Kina dengan serius. Ia yakin sebenarnya lelaki itu perlu tempat untuk cerita, tetapi gengsi yang dimiliki lelaki yang sekarang berada dihadapannya itu sangat besar.
Kina menyelesaikan makannya dan memusatkan perhatiannya pada Darrenjun.
Lelaki itu pun memandang gadis yang ada dihadapannya dalam diam.
Mereka saling diam dengan pergulatan pikiran mereka masing-masing.
"Sayangnya, gue gak ada niatan mau ceritain masalah ini sama lo,β Jawab Darrenjun dengan nada sedikit mengejek dan membuat gadis itu jadi naik darah.
"Serah lo. Lagian gue gak peduli-peduli amat juga,β Kesal Kina.
Padahal dari tadi gadis itu, mencoba bersikap baik padanya. Mencoba menjadi pendengar yang baik baginya. Dan ini dia malah di ledek secara tidak langsung oleh Darrenjun.
Tanpa sadar Darrenjun tersenyum tipis melihat ekspresi jengkel Kina karena perbuatannya.
...****** ...
...*πCutton Candyπ*...
...******...
...*Semoga kalian bisa memahami jalan ceritanya **ππ*...