Cutton Candy

Cutton Candy
Renjun dan Fakta



...đź’“Cutton Candyđź’“...


...****...


...(Siapapun itu, gue gak bakalan biarin lo direbut sama dia. Karena sejatinya elo milik gue. Titik -Yesika Yeji (Yaya))...


...****...


Kina bangun lebih awal pagi ini. Ia begitu semangatnya sebab permintaan Askara telah membuatnya bisa bernafas lega sekarang. Bayangkan saja jika ia harus menggantikan motornya Darrenjun yang mahal itu. Bisa-bisa namanya telah hilang dari Kartu Keluarga detik itu juga.


Kina telah siap untuk pergi menuju rumah Darrenjun dengan mengendarai motornya yang hampir saja menjadi barang sitaan.


Baru saja ia keluar dari pekarangan rumahnya. Darrenjun muncul di hadapannya tanpa ia duga dan membuatnya terpaksa me rem motornya secara mendadak.


"Asjnwkka.”


Kina menghentikan laju motornya. Gadis itu berbalik dan memandang Darrenjun dengan kesal.


"Lo apa-apaan sih diri disitu?Kaget gue!”Teriaknya kesal


Darrenjun tak menggubris ucapan Kina barusan. Lelaki itu malah tertawa dengan semangatnya.


"Lo habis ngomong apaan dah? Tuh bahasa jenis apaan juga?” Tanyanya sembari terus tertawa dengan keras.


Kina mendengus sebal. Darrenjun sungguh membuatnya kesal setengah mati. Bukannya meminta maaf lelaki itu dengan semangat 45 mengejeknya.


"Dah ya masih pagi gak usah bikin emosi.”


Darrenjun menghentikan tawanya dan mendekat ke arah Kina.


"Siniin.” Darrenjun mengadahkan tangannya kebawah meminta sesuatu dari Kina.


Kina mengerutkan dahinya bingung. "Apanya?” Tanyanya merasa takut.


"Motor lo.”


Kina terperanjat dari tempatnya. gadis itu memandang Darrenjun dengan tatapan horor. "Buat apaan?”


"Lo gak maksud nyita motor gue kan?”Lanjutnya.


Gadis itu takut kalau Darrenjun akan berubah pikiran dan mengambil paksa motornya.


Darrenjun menepuk wajahnya menggunakan tangannya dengan kesal. Ia sungguh tak mengerti dengan isi kepala Kina saat ini. Kenapa gadis itu terus membahas hal yang tak masuk akal baginya.


"Lo bahas itu lagi. Gue sita beneran motor lo baru tau rasa,” Ancamnya.


Kina langsung memeluk motornya dengan sayang. "Jangan dong Jun,” Rengeknya.


"Makanya lo diam gak usah bahas itu lagi. Yaudah buruan turun.” Suruh Darrenjun yang mulai jengah dengan tingkah Kina itu.


Dengan berat hati. Kina tetap menurut meski dalam hatinya ia sudah hampir menangis.


Darrenjun naik ke atas motor Kina dan melirik ke arahnya yang masih berdiri sambil menunduk.


"Lo gak niat ke sekolah?” tanyanya.


"Lo nawarin gue?” Kina menunjuk dirinya sendiri.


"Gak. Gue nawarin semut yang barusan lewat.”


"Gak lucu.”


"Gue emang gak niat ngelucu. Lo lama gue tinggal nih,” Ancam Darrenjun yang telah bersiap-siap pergi dari sana.


Kina mendecih dan bergegas naik ke atas motornya. "Dasar manusia Antartika mulut merica level 50,” Gumamnya.


Meski Darrenjun mendengar apa yang Kina ucapkan untuknya, Darrenjun mencoba tak memperdulikannya. Saat ini ia sibuk mengatur kaca spion motor Kina yang terarah ke arah pengemudi. Jelas sekali bahwa gadis itu tak pernah menggunakan kaca spionnya untuk melihat jalan, melainkan hanya untuk bercermin saja.


"Pegangan. Gue gak tanggung jawab kalo lo kejengkang nantinya.”


"Iya bawel,” Ucapnya.


Jika kalian pikir gadis itu akan memeluk Darrenjun. Tolong buang jauh-jauh pikiran kalian mengenai hal itu. karena itu sangat tak mungkin. dari pada memeluk Darrenjun, Kina memiih untuk berpegangan pada tas ransel milik Darrenjun saja.


"Gue uda pegangan. Lo jalan gih,” teriak Kina dari belakang.


Darrenjun mengangguk singkat dan menjalankan motornya. meninggalkan perkarangn Kina menuju sekolah mereka.


-


-


Jika kalian adalah warga sekolah. pasti kalian akan berpikiran bahwa Darrenjun dan Kina adalah sepasang kekasih yang sangat harmonis. karena kedua orang itu tampak berbincang-bincang begitu serius. sepertinya mereka sedang terjebak dalam obrolan yang begitu menarik.


Tapi, faktanya tak seperti itu. Kedua orang itu terus saja berdebat tiada henti disepanjang perjalan dan hampir saja Darrenjun menurunkan Kina di jalanan tadi. Kalau saja lelaki itu tak mengingat bahwa motor yang ia bawa adalah milik Kina.


Jika bisa diibaratkan.  Darrenjun dan Kina itu sudah sepert tokoh film kartun Tom and Jerry. tak tau siapa yang menjadi Tom dan Jerry nya.


"Lo jangan ke rumah gue kayak tadi pokoknya.”


"Gue gak peduli. Tetap gue besok kerumah lo.”


"Lo ribet amat dah. Yang dikasih tugas buat jemput elo itu kan gue.”


"Pokoknya enggak. Lagian gue itu cowok jadi gak ada istilah gue di jemput sama elo.”


"Idih. Lebay amat dah lo. Ginian juga pake bahas masalah kelamin.”


"Suka gue,” Jawab Darrenjun acuh.


"Lo gak fair amat sih jadi orang. Lo tau kan kalo gue uda dikasih amanah buat jaga elo sama om Askara.”


"Gue gak peduli. Lagian gue bukan bocah yang harus lo jaga. Kalo pun elo mau jaga gue, entar yang ada malah gue jadi kerepotan.”


"Seuzon lo.”


"Gue gak seuzon ini fakta.”


Kedua orang itu terus saja berdebat meski keduanya telah sampai di area parkiran sekolah.


"Bisa gak sih lo nurut aja. Ini demi lo.”


"Gak usah sok peduli.”


"Gue bukan sok tapi gue tulus.”


"Gak mempan ke gue.”


"Kina!"


Kedua orang itu langsung menghentikan perdebatan mereka yang tak ada habisnya itu dan menoleh ke arah orang yang barusan memanggil nama Kina.


Seorang lelaki dengan senyuman manis seperti biasanya. Ia menghampiri keduanya dengan langkah cepat.


Lalu tanpa disangka-sangka lelaki itu langsung memeluk Kina begitu erat. seakan lelaki itu tak ingin melepaskan Kina.


"Maaf gue gak bisa ada disana kemarin,”Ucapnya penuh penyesalan.


Kina membeku ditempat. Jantungnya berdebar bukan main sekarang. Seperti ada musik disco. Lelaki pemilk senyum paling manis, Rey Agra. Tengah memeluknya begitu erat. Ini semua terasa mimpi bagi Kina.


Rey merenggangkan pelukannya dan menatap Kina lekat. "Lo ada yang luka gak?” tanyanya khawatir.


Kina menggeleng. "Gue gak papa kok Rey,”jawabnya dengan memamerkan senyuman manisnya. berharap Rey tak perlu mengkhawatirkannya lagi.


Rey menghelakan nafasnya pelan. "Syukur lo gak papa. Tapi tolong jangan lakuin hal gila kayak kemarin,” Peringatnya.


Kina mengangguk dengan semangat. seperti layaknya mainan boneka anjing yang terdapat dimobil.


"Bagus,” ucap Rey lagi dan mengelus puncak kepala Kina dengan sayang.


Darrenjun masih berdiri disitu melihat semua adegan demi adegan yang barusan dilakukan oleh kedua orang itu. entah mengapa Darrenjun merasa kesal melihat Rey melakukan hal seperti itu pada Kina. Bahkan rasanya Darrenjun ingin sekali menarik Kina pergi dari sana. Menjauhkannya dari Rey. tapi sayang semua itu hanya ada didalam pikirannya saja. Pada kenyataannya lelaki itu hanya diam berdiri disitu.


Cemburu? apakah ia masih mampu merasakan hal seperti itu lagi dengan apa yang telah terjadi dalam hidupnya.


Darrenjun menggelengkan kepalanya kuat. Berusaha membuang segala pikiran anehnya itu. bisa gila dia jika memikirkan masalah yang tak masuk akal seperti itu lagi.


Lelaki itu masih tau batasan.


Dari pada kepala Darrenjun makin pening dibuat pikiran-pikiran gila tersebut. Darrenjun memilih pergi dari situ dan mencoba untuk kembali menjadi dirinya seperti biasanya. dirinya yang tak pernah peduli dengan urusan orang lain.


Tanpa mereka ketahui ada seseorang yang memeperhatikan mereka dalam diam. orang itu telah berada disana sejak dari tadi menonton pertunjukan dimana hatinya menjadi sangat terbakar. Bahkan sekarang tangannya telah terkepal dengan kuat.


Balas dendam. tentu saja dia akan membuat orang itu membayar semua rasa sakitnya ini. dan membuatnya benar-benar jerah.


-


-


Brukk


Kina terpaksa harus merasakan kerasnya lantai keramik yang berada di koridor kelas. seseorang baru saja mendorong tubuhnya secara kasar dan membuatnya tersungkur.


Kina menoleh kearah ornag yang barusan mendorongnya dengan marah. orang itu Yesika Yeji atau Yaya.


"Lo apa-apaan sih?” tanyanya dnegan kesal.


"Itu hadiah buat lo,” Jawab Yaya tajam.


Kina meremat jemarinya kuat dan bangkit dari posisinya. "Gue ngapain elo emangnya?”


"lo bego atau emang bego beneran sih?? heran gue.”


Kina menghembuskan nafasnya kasar. "uda ya gue capek harus kelahi sama elo". jelas Kina. gadis itu  mencoba menghiraukan Yaya. "Terserah lo mau apa ke gue. gue gak peduli,”lanjut Kina dan melangkah pergi dari sana.


"Lo jadi angkuh sekarang. Apa karena temenan dengan anak pelakor?”


Langkah Kina tehenti seketika.


Melihat Kina membeku membuat Yaya merasa puas. bukan ini niat awal gadis itu. tapi siapa sangka hal itu justru menguntungkannya.


"Bener kan dia. Anak pelakor itu. Darrenjun,”Lanjutnya.


"OMG,” sahut Amanda yang terlihat shock. gadis itu menutup mulutnya menggunakan tangannya. "Lo seriusan?” Tanya memastikan kembali ucapan Yaya barusan.


Yaya mengangguk.


Kina langsung berbalik dan melempar tatapan tajam pada Yaya. Tatapan membunuh. "Lo jangan asal ngomong!" Tegasnya.


Yaya menutup mulutnya dengan tangannya. "Upsss. Gue keceplosan,” Ucapnya dengan nada mengejek.


Gadis itu sengaja melakukan hal itu untuk menggoda Kina.


"Maksud lo Darrenjun? Darrenjun Evans gitu?”Tanya Jeha meyakinkan kembali ucapan Yaya barusan.


Yaya mengangguk semangat. "Iya dia. Darrenjun Evans.”


"Lo tahu itu kan? Fakta mengejutkan dari Darrenjun,” Tanyanya pada Kina yang telah mematung.


"Oh biar lebih gue perjelas. Anak yang terlahir dari hasil perselingkuhan,” Jelas Yaya kembali.


"Lo gak tau apa-apa. Sebaiknya lo tutup mulut lo itu,” Peringat Kina dengan tajam.


Yaya hanya mengedikkan bahunya tak peduli. "Gue cuman cerita apa adanya. Lagian kenapa lo yang marah? Ini gak ada sangkut pautnya sama elo kan?”


Kina bungkam. Bungkam karena dia telah habis kata-kata. Tapi karena dia berusaha untuk tak terpancing.


"Lo gak niat kasih tau kelanjutannya?”Tanyanya dengan wajah mengejek. "Gue denger mamanya kabur dan menghilang sampai sekarang.”


Kina sudah tak bisa menahan kesabarannya lagi. Dengan cepat ia mendekat ke arah Yaya dan menarik kerah baju gadis itu. "Masalah lo itu sama gue. Bukan sama Darrenjun. Jadi sebaiknya lo jaga ucapan lo itu. Jangan pernah nyebarin berita yang bukan-bukan kalo lo gak tau kebenarannya,” Geram Kina.


Yaya menepis kasar tangan Kina dari kerah bajunya.


"Urusannya sama elo apa?” Tantang Yaya.


"Oh gue tau. Lo gak mau kan pengawal lo disakiti?”


Kina tak bereaksi gadis itu mencoba takpeduli. tapi sayangnya Yaya semakin gencar menggodanya.


Yaya mendekat ke arah Kina dan berbisik tepat di telinganya. "Atau diam-diam lo mulai suka dengan dia?” Ucapnya dengan senyuman mengejek.


Kina mengepal tangannya kuat. tak bisakah gadis itu hanya berurusan dengannya kenapa harus melibatkan orang lain didalamnya.


Amanda menyenggol pundak Yaya pelan. "Bakalan hot news nih,” ucapnya dengan tawa cekikikan.


Oh. ayolah Kina benar-benar sudah tak bisa menahan kemarahannya lagi.


baru saja Yaya ingin berucap Kina lebih dulu menarik rambut gadis itu dan membuatnya mengadu kesakitan.


"DASAR SILUMAN JADI-JADIAN!"


"LEPASIN RAMBUT GUE!" Teriak Yaya.


Yaya berusaha sekuat tenaga melepas cengkraman tangan Kina dari rambut panjangnya. Tapi sayang Kina semakin menguatkan cengkraman nya itu.


Amanda dan Jeha tak tinggal diam. Kedua gadis itu mendorong tubuh Kina dan membuat gadis itu tersungkur hingga menabrak tembok.


"Lo gak papa Ya?” Tanya kedua gadis itu pada Yaya yang barusan terjatuh.


"Gue gak papa,” Jawabnya.


Kina berusaha bangkit meski lututnya telah lecet hingga mengeluarkan darah. Masa bodoh dengan kondisinya saat ini, yang terpenting sekarang. Kina harus memberi pelajaran pada ketiga gadis itu.


Kina menghajar ketiganya semampunya. Meski ia tahu bahwa dirinya sudah kalah jumlah


Plakk


Yaya baru saja mendaratkan tamparan keras pada pipi mulus Kina dan membuat sudut bibir gadis itu robek.


Perih. Tentu saja, tapi itu tak membuat Kina mundur. Malahan ia semakin gencar membalaskan kemarahannya. Meski pada kenyataan Kina lah yang sudah babak belur.


Brukkk


Kali ini Kina berhasil melayangkan pukulan keras pada Jeha yang terlihat ingin melayangkan tamparan padanya.


Tak tinggal diam, Yaya juga melayangkan tamparan keras pada Kina. Tapi sayangnya, sebelum itu terjadi seseorang lebih dulu mencekal lengan gadis itu dan membuatnya tak berkutik.


"LEPASIN GUE!" Bentaknya.


Orang itu tak menghiraukannya. Malah ia semakin mencengkram kuat lengan Yaya dan membuat gadis itu mengadu kesakitan.


Tak ada rasa kasihan sedikitpun didirinya. Lelaki pemilik hati dingin bagai es serta tatapan yang begitu menusuk. Darrenjun Evans.


"Hentikan perbuatan lo ini atau gue bakalan kasih pelajaran yang lebih dari ini,” Tegasnya.


Darrenjun menghempaskan lengan Yaya dengan kasar. Lalu lelaki itu mendekat kearah Yaya dan membuatnya langsung mundur beberapa langkah. Tatapan Darrenjun sungguh mengintimidasi sehingga membuat siapapun melihatnya pasti akan merasakan ketakutan yang amat sangat luar biasa.


"Gue jelasin ke elo. Berhenti ngelakuin hal kekanakan ini lagi. Kalo lo masih nekat, gue bakalan buat perhitungan yang lebih dari ini. Gue gak peduli lo itu cewek atau bukan". Tekan Darrenjun dengan suara dinginnya. "Lo tau gue kan!”


Perkataan Darrenjun membuat Yaya bergidik ngeri. pasalnya gadis itu tau semua fakta mengenai Darrenjun yang bahkan orang lain tak tahu. dan bagaimana nasib ornag-orang yang berurusan dengan lelaki itu. tak akan ada yang bisa lepas dari cengkramannya. Yaya menarik lengan Jeha dan Amanda. Lalu ia pergi meninggalkan Darrenjun dan Kina.


Setelah ketiganya pergi. Kina menghampiri Darrenjun dan tersenyum.


"Thanks. lo uda nolongin gue,” Ucapnya.


Darrenjun menoleh ke arah Kina. Lelaki itu mengamati Kina dalam diam. Penampilan Kina sungguh mengkhawatirkan sudut bibir gadis itu berdarah dan pipinya memar. Mungkin efek dari tamparan dari Yaya. Bahkan lutut serta tangan gadis itu lecet dan berdarah.


Kina merasa bingung dengan diamnya Darrenjun. Sedikit menepuk pundaknya pelan. Kina mencoba menyadarkan Darrenjun.


"Jun,” Panggilnya.


Darrenjun kembali menatapnya kali ini lebih lekat.


Tanpa mengatakan apa-apa lagi. Darrenjun menarik lengan Kina dan pergi dari situ.


Sepanjang melewati koridor kelas. Darrenjun sungguh kesal, marah dan sedih. Kalau saja lelaki itu tak ingat ia ada dimana sekarang. Bisa dipastikan Darrenjun benar-benar memberikan pelajaran yang tak akan bisa dilupakan ketiga gadis itu.


-


"Lo tunggu disini. Gue mau ambil obat-obatan di UKS dulu.”


Keduanya telah berada di taman sekolah dan duduk diatas bangku yang ada disana.


Kina mengangguk singkat dan setelahnya Darrenjun pergi dengan berlari meninggalkan Kina menuju ruang UKS.


Kina memandang kepergian Darrenjun dengan sedih. Ia yakin Darrenjun mendengar semuanya dan pastinya hal itu akan membuat Darrenjun kembali terluka. Bayangan Darrenjun yang pergi lagi dari rumah serta akibat dari itu semua. Membuat Kina menjadi pening dan takut.


Kina berusaha membuang segala pemikiran negatif tersebut. Tapi sayangnya hal itu semakin merasuki hatinya.


Setelah beberapa menit telah terlewati. Darrenjun datang kembali dengan membawa satu kotak set P3K.


Darrenjun kembali duduk ditempatnya dan membuka kotak P3K tersebut. Secara cermat Darrenjun membaca satu persatu botol yang ada disitu. Memilah semua obat-obatan yang diperlukan untuk mengobati luka Kina.


Dengan telaten Darrenjun mulai membersihkan luka Kina.


"Lo kenapa rela kayak gini cuma mau belain gue?”


Tanyanya sembari mengobatin sudut bibir Kina yang cukup parah. Bahkan pipi mulus gadis itu Telah lebam.


"Siapa bilang gue kayak gini cuma buat elo?”Bantah Kina cepat.


Darrenjun menghentikan aktifitasnya dan menatap Kina lekat.


"Pembohong.”


"Enggak. Gue gak bohong,” Bantah Kina.


"Gue itu cuma mau balas dendam ke mereka karena uda gangguin temen gue.”


Darrenjun mendecih. "Lo gak perlu sungkan. Gue uda denger semuanya. Bahkan—“


"Gue denger kalo mereka nyebutin soal keluarga gue,” Lanjut Darrenjun.


Kina meremat jemarinya. Ini salahnya, karena pertengkarannya dengan Yaya membuat Darrenjun ikut terlibat.


Kina menunduk. "Maaf,” Ucapnya penuh penyesalan.


"Buat?”


"Karena gue. Lo jadi kena batunya.”


Darrenjun menarik nafasnya pelan dan kembali berucap.


"Gue gak peduli orang mau ngomong apa soal gue. Lagian emang bener gue itu cuma anak dari selingkuhan papa yang ibunya telah melarikan diri,” Ucap Darrenjun dengan senyuman pahit.


Kina menahan tangan Darrenjun dan membuat lelaki itu memandangnya. "Lo gak boleh ngomong kayak gitu. Lo itu berharga Jun, dan mereka gak tau apa-apa soal elo.”


Darrenjun melepas tangan Kina dan melanjutkan kegiatanya.


"Lo gak usah gak enakan ke gue. Gue biasa aja kok.”


"Lo biasa, tapi gue enggak. Gue benci orang lain ngomong yang aneh-aneh soal elo. Mereka gak kenal elo itu siapa. Dan lagi, gue juga gak suka elo lemah kayak gini. Harusnya lo lawan dong.”


"Buat apa gue lawan? Gak bakalan ada yang berubah juga".


Kina merebut sapu tangan yang ada di tangan Darrenjun dengan kasar.


"Kenapa lo lemah gini Jun? Mana elo yang nyebelin dan mulut merica level 50 yang gue kenal.”


"Kalo lo gini gue gak mau temenan sama elo lagi,” Ucap Kina lagi. Gadis itu bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Darrenjun.


Darrenjun memandang kepergian Kina dalam diam. Lelaki itu merasa senang sekaligus sedih diwaktu bersamaan. Kina begitu luar biasa baik padanya. Hanya saja lelaki itu khawatir jika Kina akan terluka hanya untuk membelanya. dan lagi. Darrenjun takut dia akan semakin jatuh didalam pesona gadis itu dan hal itu akan menyulitkannya.


"Kenapa lo ngebuat gue jadi berharap sama elo. Gue benci kalau gue gak bisa menangi hati lo,” Gumamnya pada jejak Kina yang telah hilang.


...****...


...*đź’“Cutton Candyđź’“*...


...*Semoga kalian menikmati apa yang aku tulis 🙏🙏 (Amin)*...