Cutton Candy

Cutton Candy
Cinta Segitiga



...πŸ’“Cutton CandyπŸ’“...


...-...


"Lo dandan?”


"Kagak. Siapa yg dandan. Mata lo picek tuh,”Bantah Kina cepat.


"Bohong. Lo dandan.”


"Enggak. Sotoi lo.”


Darrenjun mendekat ke arah Kina menepis jarak antara keduanya.


Secara reflek Kina mundur menjauh dari Darrenjun. "Lo ngapain sih ngeliatin gue kayak gitu?” Ucap Kina merasa risih dengan tingkah Darrenjun.


"Gue cuma mau mastiin, kalo lo gak dandan,”Jelasnya.


Darrenjun kembali mendekatkan wajahnya ke arah wajah Kina. Dalam sepersekian detik Darrenjun menyentuh wajah Kina lembut dengan tangannya.


"Fix lo dandan,” Ucap Darrenjun semangat.


Kina awalnya diam membeku, sampai ia sadar kalau lelaki itu telah menyentuh wajahnya yang telah ia poles dengan susah payah. Dengan cepat Kina menepis kasar tangan Darrenjun dari wajahnya.


"Iya. Iya gue dandan. Puas lo.”


Kina mengusap-ngusap wajahnya sendiri. Berkat Darrenjun hampir saja make up yg ia gunakan luntur. Padahal gadis itu telah bersusah payah berdandan senatural mungkin agar tak ada yang menyadarinya. tapi sayangnya Darrenjun terlalu pintar untuk ditipu.


"Lo ngapain pake acara dandan segala? Muka lo uda jelek dari sananya.”


"Sembarang lo kalo ngomong. Lo ada masalah apa sih? jadi sewot gini.”


"Gue gak sewot. Gue cuma mau nyadarin elo aja.”


"Nyadarin gimana maksud lo?” Tanya Kina bingung.


"Nyadarin kalo lo di apain juga tetap jelek,”Timpal Darrenjun.


"Sialan,” Dan untuk kesekian kalinya, ucapan itu hanya mampu Kina tahan diujung bibirnya. tanpa berniat mengatkannya didepan Darrenjun.


Kina mengeluarkan sebuah kaca dari dalam tasnya. mengecek kembali dandanannya yang mungkin sudah tak karuan.


"Uda gak usah diliat. Gue uda bilang juga kalo lo jelek.”


"Lo bisa gak sih gak pake acara ngatain gue?”


"Gak.”


Kina meremat jemarinya sendiri. Darrenjun luar biasa menyebalkan menurutnya.


"Kita itu cuma nonton pertandingan basket. Bukan mau nontonin fanmeetingnya oppa-oppa drakornya elo,” Terang Darrenjun.


"Yaudah sih biarin. Lagian suka-suka gue dong mau dandan atau enggaknya.”


"Gue gak mau ya nanggung resiko kalo make up lo sampek luntur dan wajah lo tambah ancur,” Darrenjun berucap sambil memasang ekspresi jijik dan hampir saja Kina memukul lelaki itu.


"Lo kok nyebelin amat sih jadi orang? Tuh mulut isinya merica apa?”


"Enggak. Lo gak usah sok tau tentang gue.”


"Yang bilang gue sok tau siapa?”


Darrenjun menunjuk kearah Kina dan membuat gadis itu menghembuskan nafasnya kasar. Salahnya sendiri harus berdebat dengan lelaki yang memiliki nama Darrenjun Evans itu.


...*******...


Ini kali pertama bagi Kina pergi ke pertandingan basket yang diselenggarakan di luar area sekolahnya. Selama ini gadis itu tak pernah berniat sedikitpun untuk pergi ke sebuah pertandingan. Baginya, menonton drakor didalam kamar tercintanya lebih menyenangkan dari pada harus berdesak-desakan dan mendengarkan suara jerit-jeritan orang-orang yang ada disana.


Kina mengedari pandangannya ke sekeliling lapangan basket. Bukan untuk melihat bagimana design dari ruangan tersebut ataupun melihat-lihat isi dari lapangan. Melainkan, mencari seseorang yang membuatnya bersemangat untuk datang ke tempat ini. Saking semangatnya untuk datang, ia bahkan rela bangun pagi sekali hanya untuk mencoba bakat dandannya yang tergolong amatir hanya untuk dilihat oleh orang itu.


"Lo nyari Rey?” Kina langsung menoleh kearah orang yang barusan bertanya padanya. Dan ternyata orang itu adalah Darrenjun. Lelaki itu sekarang berdiri disebelahnya.


"Lo sejak kapan diri disini?” Tanya Kina merasa aneh. Karena seingatnya lelaki itu tadi pergi meninggalkannya entah kemana belum lama ini.


"Baru,” Jawab Darrenjun singkat.


Kina hanya mengangguk-anggukaan kepalanya tanpa memandang ke arah Darrenjun lagi. Karena fokusnya masih mencari keberadaan orang itu.


"Gak usah lo nyari Rey. Tuh anak lagi mesara-mesraan dengan pacarnya. Mending lo pulang sana.”


"Lo ngusir gue?”


"Gue gak ngusir.”


"Lah terus?”


"Gue cuma nyuruh lo pulang sekarang.”


"Sama aja.”


"Itu tau. Yaudah sana pulang,” Usir Darrenjun lagi.


Kina menggeleng kuat. "Gak bakalan. sampek nih pertandingan selesai baru gue pulang.”


"Lo yakin?”


Kina mengangguk pasti. "Yakin lah. Gue uda jauh-jauh juga buat datang kesini.”


Darrenjun menghelakan nafasnya. "Terserah lo nih ya. gue gak tanggung jawab kalo lo sakit hati nantinya.”


"Emang sejak kapan lo mau tanggung jawab urusan gue?”


Darrenjun menjadi diam. perkataan Kina benar-benar meleset tajam kerah ulu hatinya.


Kina kembali mencari keberadaan orang itu tanpa peduli dengan diamnya Darrenjun barusan.


Seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya pelan dan membuat Kina langsung berbalik.


"Kina,” Panggil orang itu dan membuat Kina langsung tersenyum lebar ke arahnya.


Hanya sepersekian detik senyuman lebar itu menghiasi wajahnya. Dan sekarang telah tergantikan dengan senyuman tipis.


Setipis garis.


Rey berdiri tepat dihadapan Kina dengan senyuman manisnya seperti biasa yang mampu meningkatkan kecepatan detak jantungnya. Tapi tidak untuk kali ini, sebab Rey sedang berdiri dengan seorang gadis cantik dan tangan mereka saling bertautan satu sama lain. Seketika Kina sadar dengan siapa yang berdiri dengan Rey saat ini, yaitu Naya.


Pacar Rey.


Wajah Kina mendadak murung dengan kedekatan keduanya.


"Eh Rey,” Ucapnya sedikit canggung.


Gadis cantik dengan senyuman manis dan memiliki gigi kelinci yang membuatnya terlihat makin menarik.


Seketika Kina merasa minder berdiri dihadapan gadis secantik Naya. Karena dibandingkan dirinya, Kina bukan lah apa-apa. Bahkan dandanannya yang menurutnya sudah oke tak bisa menandingi kecantikan seorang Naya. Pacar Rey.


"Baru dateng?” Tanya Rey, dan seketika membuat lamunan Kina buyar.


Kina mengangguk pelan. "Iya baru aja,”Jelasnya.


"Sendirian?”


Kina menggeleng. "Gak gue tadi bareng Darrβ€”β€œ Ucapan Kina terhenti karena sadar lelaki yang bersamanya tadi telah menghilang.


Rey seketika tertawa dengan kebingungan Kina. "Lo bareng Darrenjun?” Terka Rey.


Kina mengangguk. "Iya. Tapi gak tau tuh anak kemana.”


"Dia ada disana bareng Arji sama Emilio,”Tunjuk Rey ke arah objek yang ia maksud.


Kina hanya ber-O ria saja. Karena sebenarnya gadis itu tak terlalu peduli kemana Darrenjun pergi.


"Oh iya Kin. Kenalin pacar gueβ€”β€œ


"Gue Naya.” Naya mengulurkan tangannya dihadapan Kina.


Sedikit merasa canggung awalnya, tapi tetap saaja Kina menyambut uluran tangan gadis itu. Sangat tidak sopan jika Kina tak menyambut uluran tangan gadis itu. Hanya gara-gara Kina merasa cemburu dengan status Naya yang menjadi seorang pacar Rey Agra. Lelaki yang ia suka.


"Kina,” ucap Kina dengan senyuman yang ia paksakan sedemikian rupa. Gadis itu tidak ingin ketahuan bahwa ia tengah patah hati sekarang.


"Oh ya Kin. Kalo gitu kita tinggal dulu ya,”Pamit Rey.


Kina mengangguk singkat.


"Dada Kina,” Ucap Naya sambil melambaikan tangannya kearah Kina dengan masih mempertahankan senyuman manisnya.


Rey memandang Naya dengan lembut.


Dari sini Kina bisa tahu, bahwa Rey benar-benar mencintai gadis yang ada disampingnya itu. Itu jelas terlihat dari cara Rey memandanginya bahkan genggamannya tak pernah lepas dari gadis itu.


Seketika Kina teringat akan ucapan Darrenjun padanya. Lelaki itu benar, sesungguhnya Kina belum siap melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.


Pemandangan yang mampu mencabik-cabik hatinya hingga hancur tak berbentuk lagi.


...*****...


Kina duduk menonton pertandingan basket dalam diam. Gadis itu sudah tak ada minat sama sekali untuk menyaksikan pertandingan itu. Hatinya masih sakit. Dan sialnya lagi, Kina malah duduk tepat disebelah Naya.


Naya yang memintanya untuk duduk disebelahnya. Dengan alasan, kalau Naya marasa canggung jika duduk sendirian disitu. Dengan sangat terpaksa Kina pun menyetujui keinginan Naya itu. Tak tega melihat wajah sedih NayaΒ  jika ia menolaknya.


Jika Nay berada disebelah Kanan Kina, maka Darrenjun, Mark dan Haikal berada disebelah kiri gadis itu. Ketiga lelaki itu menjadi penonton sama sepertinya.


Sedangkan Arji, Emilio dan Rey ikut dalam pertandingan basket. Karena memang ketiganya pemain inti tim basket.


Selama pertandingan berlangsung Jaemin terus saja memandang ke arah dimana Kina duduk. Tentu saja Kina sadar siapa yang ingin Rey lihat, yaitu Naya lah orangnya. Karena sejak dari tadi Naya tak henti-hentinya bersorak tak sepertinya yang hanya diam melamun dengan tatapan kosong.


Jam seakan begitu lambat bagi Kina sekarang. Dan ingin sekali rasanya gadis itu cepat-cepat pergi dari situ. Pergi melarikan diri dari pemandangan yang menyayat hatinya.


Seandainya saja senyuman Rey tertuju untuknya. Bukankah luar biasa sekali bahagianya dia. Tapi, itu tak mungkin dibandingkan Naya Kina tak ada apa-apanya.


Insecure??


Oh sudah pasti. Kina bukan lah tandingan Naya yang begitu sempurna.


"Kina kamu uda punya pacar??". Tanya Naya tiba-tiba. Dan membuat Kina langsung menoleh ke arah Naya.


"Belum,” Jawabnya jujur.


Naya tersenyum lebar.


Kina melongoh dengan ucapan Naya barusan. "Gak usah makasih,” Tolaknya secara halus.


"Kenapa gak mau? Temen aku baik kok orangnya. Ganteng malah,” Ucap Naya lagi.


"Buβ€”β€œ


"Dia punya cowok yang dia suka,” Timpal Darrenjun.


Kina langsung menoleh ke arahnya. Tak menyangka kalau lelaki itu mendengarkan pembicaraannya dengan Naya barusan.


"Oh gitu,” Naya manggut-manggut dengan penjelasan Darrenjun.


"Kalau gitu semangat ya Kina. Aku doain semoga hubungan kamu dengan cowok yang kamu taksir berjalan lancar,” Imbuh gadis itu dengan memamerkan senyum gigi kelincinya.


Kina dan Darrenjun seketika saling melempar pandang. Tak menyangka Naya bisa bersikap se positif ini. Tak taukah dia bahwa lelaki yang Kina suka adalah Rey.


Rey Agra. Pacarnya sendiri.


Oke. Dari segi apa pun Kina telah kalah jauh dari Naya. Gadis cantik dan baik hati. Sangat serasi untuk menjadi pacarnya Rey, ketimbang dirinya.


Meski sulit, jujur Kina akui Naya lebih baik beribu kali lipat untuk menjadi pacar Rey dibandingkan Yaya.


...****...


"Ini,” Naya menyerahkan sebotol air pada Rey dan tentu saja lelaki itu menerimanya dengan senang hati. Rey baru saja selesai bertanding dan menghampiri Naya.


Rey langsung mengambil posisi duduk diantara Kina dan juga Naya.


Oh tolong lah siapapun. Tolong selamatkan Kina dari penyiksaan hati ini.


Kina masih duduk disitu diam sambil memeluk botol air yang sejak dari tadi tak ia sentuh sedikit pun.


"Kin itu air buat gue kan?”


Kina mengangkat kepalanya dan mendapatkan Arji tengah berdiri dihadapannya. Lelaki itu tersenyum memandangnya dengan wajah penuh keringat.


"Siapa bilang?” Tanya Kina.


Arji tak menjawab. Lelaki itu langsung mengambil air yang Kina pegang tanpa permisi. Lalu sepersekian detik kemudian air itu telah berada didalam kerongkongannya.


"Lo minumnya pelan-pelan. Jangan Sampek tuh botol ikut ketelen juga sama lo,” Arji hampir saja menyemburkan minumannya. Karena ucapan Kina barusan.


"Kin lo bisa gak sih gak bikin gue gemesh.”


"Lo ngardus ceritanya?”


Arji menggeleng.


"Tangan kamu berdarah!" Pekik Naya dan membuat Kina maupun Arji langsung memandang ke arah Rey.


Rey memandang tangannya sendiri dan tersenyum ke arah Naya. "Cuma luka kecil kok,”Jelasnya.


"Yaudah deh kalo kamu bilang gitu.”


Kina mengeluarkan kotak P3K mini miliknya dari dalam tasnya. Kotak yang akan ia bawa kemanapun.


Gadis itu sedikit memiringkan tubuhnya menghadap Rey. "Luka Lo emang kecil. Tapi keliatannya dalem,” Jelas Kina.


Rey tersenyum tipis. "Dikit doang Kin.”Timpalnya.


Meski Rey telah berkata seperti barusan Kina tetap tak ingin membiarkan masalah itu. Dengan cepat gadis itu menarik lengan Rey dan menyiraminya menggunakan air.


"Lo boleh protes. Tapi setelah gue obati luka lo,” Jelas Kina.


Rey hanya mengangguk kecil dan membiarkan Kina mengobati lukanya.


Setelah berkutat cukup lama untuk mengobati lukanya Rey. Akhirnya Kina selesai juga. Saat hendak menempelkan plester pada lengan Rey. Kina seketika terdiam beberapa saat. Pasalnya ada dua jenis plester yang ada di dalam kotak P3K mini miliknya. Dan untungnya ia langsung tersadar kalau yang satunya milik Darrenjun.


"Selesa,” Seru Kina dengan girang.


Kina seketika tersadar dengan sikapnya barusan terhadap Rey. Disebelah Rey masih ada Naya yang diam memandangnya.


"Maaf,” Ucap Kina.


Gadis itu merasa bersalah dengan aksinya barusan. Tak seharusnya ia memberi perhatian terhadap lelaki yang jelas-jelas sudah memiliki pacar dan lagi pacarnya berada tepat disebelahnya.


"Kenapa kamu minta maaf?” Tanya Naya heran.


"Itu yang tadi,” Ucap Kina merasa tidak enakan.


Naya terkekeh pelan. "Ya ampun Kin. Santai aja kali. Rey kan temen kamu, jadi wajar aja kamu cemas.”


"Makasih ya buat pengertiannya,” Ucap Kina lagi.


"Gak Kin. Makasih,” Bantah Naya.


Dan membuat kedua gadis itu saling melempar senyum.


"Ayo pulang.”


Darrenjun berdiri tepat dihadapan Kina dan mengulurkan tangannya.


Dengan cepat Kina menyambutnya dan bangkit dari duduknya.


"Kok pulang?” Tanya Rey yang ternyata ikut bangkit berdiri dari duduknya.


"Emang mau ngapain lagi? Pertandingan lo kan uda selesai.” Jelas Darrenjun.


Rey membeku. "Ya… iya sih.” Rey menggaruk belakang kepalanya seperti orang yang sedang salah tingkah.


"Kalian pacaran ya?” Tanya Naya. Gadis itu memandang Kina dan juga Darrenjun secara bergantian.


Keduanya langsung menjauh. "Ya enggak lah!" Bantah keduanya cepat.


Naya tertawa kecil. "Jangan banyak gengsi. Kalo suka bilang aja.”


Arji yang sejak dari tadi masih duduk. Kini ikut berdiri.


"Gak boleh. Mereka gak boleh pacaran!" Terang Arji.


"Kenapa?” Tanya Naya bingung.


"Karena Kina punya gue,” Jelas Arji.


"Sejak kapan gue jadi milik elo?”


"Sejak gue memutuskan untuk suka ke elo,”Ucap Arji dengan senyuman lebarnya.


"Apaan sih lo?”


"Jadi ini cinta segitiga?” Tanya Naya dan membuat Kina, Arji serta Darrenjun memandang ke arahnya.


"ENGGAK!" Bantah Kina dan Darrenjun serentak.


"Tuh kan bener. Kina sama Darrenjun ada something,” Tuduh Naya.


Rey mendekat ke arah Naya mencoba menjelaskan situasi yang terjadi. "Kamu jangan menyimpulkan yang aneh-aneh. Mereka gak ada apa-apa. Cuma sebatas temen,” Jelas Rey.


"Siapa bilang gue temenan dengan dia?!”Tunjuk Darrenjun ke arah Kina.


"Iya. Gue juga ogah punya temen modelan kayak dia nih,” Bantah Kina lagi.


"Tapi kalian kompakan. Dan kalian serasi.”Timpal Naya.


"GAKKK!" Sergah keduanya cepat.


"Tuh kan bener apa kata aku. Kina sama Darrenjun fix saling suka,” Ucap Naya lagi.


Rey menjadi tidak enakan dengan Kina dan juga Darrenjun. Pasalnya kedua orang itu terlihat mulai kesal dengan ucapan Naya yang entah darimana ia punya pemikiran seperti itu.


"Uda ya Naya. Kamu gak usah bahas hubungan mereka lagi.”


"Kenapa? Aku kan bener.”


"Naya kamu jangan ngomong yang aneh-aneh. Aku sama Darrenjun gak sedekat itu.”Jelas Kina. Agar Naya tak menuduhnya yang enggak-enggak.


"Terus yang tadi barusan apa?? Kan kamu bilang kamu suka sama seseorang. Ya bener kan orang itu Darrenjun,” Tunjuk Naya ke arah Darrenjun.


Rey dan Arji saling melempar pandang ke arah Kina dan juga Darrenjun.


"Lo saling suka?” Tanya kedua lelaki itu memastikan.


"GAKKKK!!" Bantah keduanya lagi.


"Terserah aja kalo kalian masih nyangkal. Tapi aku yakin lambat laun pasti kalian bakalan jadian.”


"Gak bakalan dan gak akan!" Terang Kina dengan kesal. Lalu gadis itu pergi meninggalkan mereka semua.


"Aku yakin Kina pasti malu,” Ucap Naya lagi. Seakan gadis itu tau isi pikiran Kina.


"Lo jangan sok tau tentang hubungan gue dengan dia,” Tegas Darrenjun dan melangkah pergi dari situ. Menyusul Kina yang telah menjauh.


Arji memandang ke arah Rey. "Rey seriusan kan Kina gak bakalan suka ke Darrenjun??". Tanyanya.


Rey mengangkat kedua bahunya. "Gue gak pasti Ji,” Jelasnya.


"Gak! Itu gak mungkin,” Arji menggelengkan kepalanya cepat berusaha membuang pikiran aneh tentang hubungan Kina dan juga Darrenjun.


"Cinta segitiga,” Ucap Naya lagi.


Arji langsung memandang ke arah Naya. Melempar tatapan tajam untuknya. "Lo jangan sembarangan ngomong. Kina dan Darrenjun gak akan pernah jadian,” Tegasnya.


Lalu setelahnya lelaki itu pergi meninggalkan keduanya dengan kesal.


"Temen kamu aneh,” Ucap Naya pada Rey.


Rey memandang ke arah Naya, lalu merangkulnya dengan sayang. "Biarin aja.”


...****...


...*πŸ’“Cutton CandyπŸ’“*...


...Jadi uda pada tau kan Nayeon itu gimana 😊 ...


...Jangan lupa votmentnya ya semua πŸ™πŸ™...