
...πCutton Candyπ...
...-...
"Lo ke sekolah bawa batu apa buku sih? Berat amat nih tas.β
"Gue bawa rumah. Puas lo.β
βSelow kali jawabnya, gue cuma nanya.β
βPertanyaan lo gak penting. Berisik.β
"Dasar mulut merica.β
Kina hanya mampu menggerutu didalam hatinya. sangat percuma baginya berdebat dengan lelaki yang memiliki kepribadian bagai Antartika itu.
"Jun lo gak niat apa bantuin bawain tas lo buat kali ini. Kebetulan tas gue lagi berat juga nih,βRengek Kina dengan wajah yang ia buat semenyedihkan mungkin. Berharap agar Darrenjun menjadi iba padanya.
Darrenjun menghentikan langkahnya dan berbalik. Kina tersenyum senang. Niatnya membuat lelaki itu merasa iba padanya berhasil.
Dalam hitungan detik Darrenjun mendekat dan memajukan tubuhnya ke arah Kina.
"B.U.K.A.N U.R.U.S.A.N G.U.E.β Tekan Darrenjun di setiap perkataannya dengan memamerkan wajah menyebalkannya.
Kina menghembuskan nafasnya pasrah dan menelan bulat-bulat nasibnya itu.
"Dasar gak punya hati,β Gerutu Kina.
"Gue gak peduli. Lagian uda jadi tugas lo buat bawain tas gue,β Lanjut Darrenjun lagi.
"Iya iya.β
Darrenjun berjalan dengan langkah ringannya tanpa memperdulikan gadis yang berada disebelahnya dan kini telah tertinggal jauh dibelakangnya.
"Manusia batu es.β
Brukkk
Seseorang menabrak tubuh Kina secara kasar dan hampir saja gadis itu terjatuh kalau saja ia tak berpegang pada dinding koridor. Meski nyaris saja terjatuh, tas Darrenjun yang ia bawa tak bisa ia selamatkan dan kini, tas lelaki itu sudah tergeletak dilantai.
Kina memungut tas tersebut dan mengangkat kepalanya, melihat wajah si pelaku yang tak mengucapkan apa-apa padanya dan orang itu masih berdiri dihadapannya.
Ekspresi Kina seketika berubah saat sadar siapa yang barusan menabraknya.
"Elo,β Ucapnya setengah tak percaya dengan orang yang ada didepannya.
"Uppsss. Gue kira tiang tadi, ternyata..."
"Sampah,β Lanjut Yaya dengan senyuman mengejek. Jelas sekali kalau gadis itu sengaja melakukannya.
"Lo mau apa sih sebenarnya?β Tanya Kina yang mulai kesal.
Yaya mengedikkan bahunya acuh seolah-olah tak mengerti maksud dari pertanyaan Kina barusan.
"Gue?β Tunjuk Yaya pada dirinya sendiri. "Gue mau Rey dan lo harus jauhin dia,β Jelas gadis itu tanpa memperdulikan wajah Kina yang menahan kekesalan terhadapnya.
Kina merotasikan bola matanya malas. Rasanya dia sudah lelah berurusan dengan gadis yang ada di depannya saat ini. "Itu mulu lo gak capek apa neror gue karena itu?β
"Lagian Rey uda punya pacar!" Jelas Kina dengan sedikit menaikan intonasi suaranya.
"Gue gak peduli yang penting lo harus jauhin dia,β Ucap Yaya dengan sedikit mendorong tubuh Kina kebelakang. Dan pergi.
"Dasar penyihir gila,β Teriak gadis itu meski lebih tepatnya seperti gumaman saja.
-
Kina baru saja selesai menjalankan tugasnya meletakkan tas Darrenjun kedalam kelasnya. Dan sialnya Kina harus menyusul lelaki itu lagi ke atap sekolah. Padahal sempat ia berharap kalau lelaki itu lebih memilih kantin dibandingkan atap. Tapi sayangnya takdirnya berkata lain.
"Lama amat,β Ucap Darrenjun saat melihat Kina yang baru saja tiba.
"Iya gue ditahan sama penyihir gila tadi,βJawabnya asal.
Darrenjun tak menggubris perkataan Kina barusan dan lebih memilih melanjutkan game yang ada di hapenya.
"Lo berdua pada ngeliat Rey gak?β Emilio barusan tiba di atap.
"Enggak,β Ucap Darrenjun acuh tanpa mengalihkan perhatiannya sedikitpun dari layar hapenya itu.
Berbeda dengan Kina yang begitu antusias dengan pertanyaan Emilio barusan. "Lo uda coba hubungi dia?β Tanyanya penasaran.
Emilio mengangguk. "Uda. tapi gak diangkat.β
"Tumben,β Ucap Kina. karena seiingatnya lelaki itu bukan tipe orang yang acuh seperti Darrenjun.
Mark tiba-tiba menghelakan nafasnya pelan. "Tuh anak lagi mode ilang-ilangan,β Jelasnya.
"Maksudnya? Gimanaβ¦ gimanaβ¦?β
"Diaββ
"Uda. Biar gue aja yang jelasin,β Timpal Haikal.
Dan membuat Kina langsung memandang Haikal dengan minat. Menunggu lanjutan cerita yang tertunda.
"Rey itu. Di telpon gak bisa. Di SMS gak dibales. Apa sih maunya?β Haikal bersenandung ria tanpa menghiraukan wajah Kina yang terlihat kesal olehnya.
"Nyesel gue.β
"Lo napa pake acara nyanyi segala Buto ijo,β Emilio baru saja menoyor kepala Haikal.
"Serah gue dong. Lo kok sewot sih?!"
"Idih ogah banget anak Sultan sewot dengan rakjel kayak lo.β
"Gue sumpahi bangkrut baru tau rasa.β
"Doa orang modelan kayak lo gak bakalan mempan ke gue?β
"Sialan.β
"Ribut mulu nih bocah!" Omel Mark yang mulai jengah dengan pertengkaran keduanya.
"Nah... nah tuh. Orang yang diomongin dateng noh,β Ucap Arji heboh dan membuat semuanya memandang ke arah lelaki yang sedang berjalan dengan senyuman manisnya seperti biasanya.
Rey menghampiri semua orang yang ada disitu dengan anteng.
"Pada ngapain lo semua? mana pake acara ngeliatin gue segala lagi?β Tanyanya tanpa memperdulikan tatapan orang-orang yang tertuju padanya.
"Oh gue tau kok kalau gue emang ganteng dari lahir,β Ucap Rey dengan candaannya.
Meski Rey terlihat baik-baik saja, entah kenapa perasaan Kina mengatakan kalau lelaki itu sedang menutupi sesuatu. Apalagi jika ia mengingat tentang peristiwa 2 hari yang lalu dimana Kina melihat Naya bersama lelaki lain.
"Woy Dilan KW! Lo gak usah sok kecakepan. tetap gue yang ganteg disini. titik,β bantah Haikal.
"Nih bocah satu lagi pake acara debat.β
"Biarin. Emang gue ganteng kan?β
"Iya in aja biar bahagia.β
"Hape lo kok gak aktif?β Tanya Mark pada Rey.
"Hape?β Tanya Rey sedikit bingung dengan pertanyaan Mark barusan.
"Oh itu,β Rey mengeluarkan hapenya dari dalam sakunya. "Gue lupa ngaktifkan suaranya,β Ucapnya dengan cengiran andalannya.
"Dasar Kutil.β
Rey kembali tertawa. "Lo ngapain nyarik gue?Kangen?β
"Ogah. Itu noh. Lo di cari sama ketua OSIS.β
"Siapa? Alby maksud lo.β
"Ya iyalah siapa lagi? Lo kira ketua OSIS disekolah ini ada dua.β
"Entaran aja dah. gue pegel nih barusan naik.β
"Serah lo.β
Darrenjun tiba-tiba berdiri dari duduknya dan membuat Kina ikut bangkit.
"Gue deluan,β Ucap Darrenjun dan dibalas anggukan oleh lainnya.
"Lo juga ikut Kin?β Tanya Rey saat melihat Kina yang ingin pergi.
"Lo kayak gak tau kebiasaan tuh bocah aja,βPotong Mark.
"Uda sana Kin. Darrenjun uda jauh. entar lo di amukin lagi.β
Kina langusung menoleh ke arah dimana Darrenjun berjalan tadi. Dan benar saja, lelaki itu sudah tak kelihatan lagi.
"Kin.β Panggil Rey.
Kina langsung berbalik. "Iya kenapa Rey?βTanyanya.
"Gue boleh gak tukaran jadi Darrenjun?β Tanya Rey dengan senyuman tipis.
Kina seketika membeku di tempat entah kenapa perkataan Rey seperti sebuah permohonan ketimbang sebuah permintaan.
Plaakkk
Arji baru saja memukul kepala Rey. "Jangan nagardus lo,β Peringatnya dengan melemparkan tatapan tajam ke arah lelaki itu.
Rey hanya menyengir dengan wajah tampannya.
"Gue cabut,β Pamit Kina sedikit gugup. Lalu gadis itu bergegas pergi dari situ.
Dengan langkah cepat hampir seperti berlari. Kina mengejar Darrenjun yang telah pergi jauh entah kemana.
Jantung Kina berdebar bukan main. Bukan karena habis berlari mengejar Darrenjun. Melainkan karena ucapan Rey barusan. Yang membuat perutnya terasa terisi oleh ribuaan kupu-kupu yang berterbangan didalamnya.
Kina langsung menoleh ke asal suara.
Darrenjun menegakkan tubuhnya yang sebelumnya bersandar pada dinding. Dan mendekat ke arah Kina. "Lo ngapain aja diatas? Lama banget,β Omel lelaki itu dan berjalan lebih dulu meninggalkan Kina
"Sorry Jun. Tadi Rey manggil gue,β Ucap Kina.
Darrenjun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Kina.
"Lo masih?β Tanyanya.
Kina mengernyitkan dahinya. "Masih?β Gadis itu bingung dengan perkataan Darrenjun yang terbilang ambigu baginya.
Darrenjun menghelakan nafasnya pelan. "Lupain,β Ujarnya.
"Apaan sih lo gaje banget.β
"Gak B aja tuh.β
"Lo mau ngomong apa sih tadi. Kepo gue.β
"Gak ada.β
"Bohong. Buktinya tadi lo mau ngomong serius ke gue kan?β
"Sok tau lo.β
"Yah elo mah.β
"Berisik.β
"Kasih tau napa.β
Darrenjun menutup kedua matanya rapat-rapat merasa gemash dengan gadis yang ada di depannya itu. Gemas ingin memasukannya kedalam tong dan membiarkannya berhari-hari.
"Lo masih suka Rey?β Final Darrenjun.
Kina tercekat.
"Gak usah di jawab gue uda tau jawaban lo,βTimpal Darrenjun.
"Kenapa? Lo cemburu?β Tantang Kina yang mulai merasa kesal dengan Darrenjun yang terus saja ikut campur dalam urusannya.
"Gak dan gak akan pernah,β Jelasnya.
"Oh yah. Bagus kalo gitu. Jadi lo berhenti buat ikut campur urusan gue.β
Darrenjun merotasikan bola matanya. "Terserah.β
Keduanya berjalan beriringan dalam diam. Mereka hanyut dalam pikiran masing-masing terutama Kina. Gadis itu masih saja kepikiran soal pertanyaan Rey di atap tadi.
Kina tau jika harapannya terhadap Jaemin itu salah. Mengingat bagaimana status Rey yang memiliki seorang pacar.
Tapi, dia juga tidak bisa membohongi perasaannya pada Rey yang semakin hari semakin bertambah.
Entah lah dirinya begitu bingung kenapa hatinya begitu mudah berlabuh pada seorang Rey. bahkan setiap perlakuan kecil Rey seakan menjadi sesuatu yang begitu manis baginya.
-
"Kina.β
Kina langsung berbalik dan mendapati Alby yang tengah menghampirinya.
"Eh elo Al,β Ucap gadis itu sambil mengenakan helmnya. "Ada apa?β Tanyanya.
"Lo sibuk gak?β
Kina langsung menggeleng. Karena memang seingatnya hari ini jadwalnya untuk belajar bersama Darrenjun tidak ada.
"Gak ada. Kenapa?β
Alby menghelakan nafasnya. "Syukur deh. Gue pinjam elo bentar ya.β
"Ngapain?β
"Ada yang mau gue omongin.β
"Yaudah ngomong aja.β
"Jangan disini. Gimana kalau di MCD aja. Gue laper.β
"Yaudah. Tapi lo traktirkan?β
"Iya iya gue traktir dah buat Lo.β
"Yeeee,β Kina bersorak girang karena Jeno mau mentraktirnya. Kebetulan juga perut gadis itu keroncongan.
-
"Lo mau ngomong apa?β!Kina berucap sambil memasukan sepotong burger ke dalam mulutnya.
"Gue to the point aja ya?β Ucap Alby dan dibalas anggukan oleh Kina.
"Lo suka sama Rey kan?β
Kina hampir saja menyemburkan makanan yang ada di dalam mulutnya ke arah Alby. Lelaki itu sungguh membuatnya merasa terkejut dengan ucapannya yang tiba-tiba.
"Lo tenang aja. Gue gak bakalan bilang ke Rey. Lagian banyak juga yang naksir dia, bahkan pacar gue sendiri,β Ucap lelaki itu dengan pelan
Kina kembali tercekat dibuat lelaki itu.
"Lo gak perlu kaget kayak gitu. Gue uda tau, kalo selama ini gue cuma pelarian buat dia,βUcap Alby dengan senyuman masam.
"Alββ Kina merasa tidak enakan pada lelaki itu.
"Tapi, gue gak bisa ngelepasin dia gitu aja. Gue terlanjur cinta ke dia. Lo bebas ngatain gue apa aja. Gue gak peduli Kin.β
Kina hanya diam tak berniat untuk mengomentari apapun lagi mengenai hubungan Alby dengan Yaya. Ia bisa mengerti dengan perasaan sakit Alby. Karena dia berada di posisi yang sama.
Sama-sama mencintai orang yang tak mencintai.
"Jadi lo mau gimana dengan Yaya?β
"Gue bakalan berusaha buat dia bisa ngelupain Rey. Tapiβ¦β Alby memandang Kina dengan leakat.
"Tapi apa?β tanya Kina penasaran.
Alby menggeleng. "Gak jadi,β Lanjutnya dengan senyuman manisnya.
Kina hanya manggut-manggut mengerti dengan Alby yang mungkin enggan untuk bercerita lagi.
"Kina,β Panggil Alby pelan.
"Iya kenapa Al?β
"Gue bisa minta tolong gak?β
Kina mengernyitkan dahinya. "tolong apa?βtanyanya penasaran.
"Bantu gue supaya Yaya bisa ngelupain Rey.β
"Caranya?β
Alby menarik tangan Kina dan menggenggamnya erat. Lelaki itu memandang Kina dengan tatapan serius. "Lo harus jadian dengan Rey,β terangnya.
Kina melepas tangan Alby yang menggenggam tangannya secara kasar.
"Lo gila!" Ucapnya dengan sedikit menaikan intonasi nada suaranya.
"Sorry Kin. Lo jangan marah. Gue cuma bingung harus gimana?β
"Al. Rey itu uda punya pacar. Jadi itu gak bakalan mungkin,β Jelas Kina.
"Iya gue tau. Tapi dia diselingkuhi.β
Kina membulatkan matanya lebar. "Lo tau dari mana?β Tanyanya.
Seingatnya masalah ini hanya ia yang tau. Kenapa Jeno sudah tau.
"Lo pasti penasaran kan darimana gue tau?β
Kina masih tak bersuara. Gadis itu hanya memandang Alby dalam diam.
"Gue gak sengaja ngeliat Rey berantem sama pacarnya kemarin. Cewenya ke Gap selingkuh.β
βBohong.β
βSerius Kin, gue gak bohong.β
"Terus Rey gimana?β Tanya Kina khawatir.
"Gue gak tau kelanjutannya. Karena gue keburu pergi dari situ.β
Kina menghelakan nafasnya pelan. "Kasihan Rey.β
"Ini kesempatan buat lo Kin dan juga gue. Hibur Rey dan dengan begitu gue yakin Rey bakalan buka sedikit hatinya buat lo dan Yaya gak punya kesempatan buat deketin dia.β
"Please Kin. Gue mohon sama lo.β
Kina memandang Alby dalam diam. gadis itu bingung harus senang atau sedih menanggapi putusnya hubungan Rey dan juga Naya.
Bisakah Kina egois untuk mengatakan kalau ini kesempatan bagus untuknya?
Dan mengambil keuntungan dari masalah ini untuk dirinya sendiri?
...*πCutton Candyπ*...
...*Thank you for reading **π*...