
...πCutton Candyπ...
...-...
"Muka lo kenapa ditekuk mulu Kin?β
"Habis diputusin sama Kang Haneul ya?β Celetuk Lala sambil ketawa cekikikan.
Tidak hanya Lala saja yang tertawa cekikikan, Mita juga ikutan.
Kina menutup kedua telinganya yang mulai panas mendengar ketawa dari kedua temannya itu.
"Apaan sih lo? Berisik tau,β Ucap Kina sebal pada mereka.
"Idih ... sans buk.β
"Bodo amat.β
Karena malas mendengarkan celotehan kedua temennya itu, Kina lebih memilih menidurkan kepalanya diatas meja.
Melihat sikap Kina seperti itu, membuat Mita dan Lala menjadi merasa bersalah ke Kina. Lalu mereka menghampiri Kina.
"Sorry Kin, kita gak maksud tadi. Iya gak Mit?βOmong Lala ke Kina.
Mita mengangguk, mengiyain ucapannya Lala barusan. "Bener Kin, sorry deh kalo lo marah karena candaan kita tadi.β
Kina mengangkat kepalanya dari atas meja dan memandang kedua temannya secara gantian "Iya, gue maafin.β
Lala dan Mita senyum bahagia."Thank you Kina,β Ucap mereka kompakan.
Kina hanya tersenyum tipis.
"Kalo boleh tau, lo kenapa sih?β βMita
"Iya badmood mulu bawaannya" βLala
"Laptop gue ditahan sama mama,β Ucap Kina sedih.
"Laptop lo yang isinya penuh dengan drakor itu?β Tanya Lala dengan shock.
Kina ngangguk lemah.
"Kok bisa?β Tanya Lala lagi.
"Mama nemu kertas ulangan gue yang jelek. Padahal tuh kertas uda gue simpan baik-baik biar gak ketahuan. Tapi gak tau darimana mama bisa nemu tuh kertas dengan mudah.β
"Terus nasib tuh laptop gimana?β βMita
"Mama lo gak niat ngeformat tuh data kan?β
"Idih. Amit-amit dah mama punya pemikiran gituan.β
"Ya siapa tau Kin.β
"Lo jangan nakut-nakutin sih Kina kayak gitu dong Mit,β Omong Lala gak terima dengan ucapan Mita barusan.
"Lah. Kok malah lo yang sewot sih?β
"Ya gimana gak sewot? Tuh sih Kina uda janji mau ngasih gue file drakor terbarunya dia. Kalo tuh laptop di format, gue gak jadi nonton tuh drakor dong.β
"Jadi lo sedih laptopnya si Kina ditahan, karena lo gak kebagian file drakor gitu?β
"Ya iyalah,β Jawab Lala semangat tanpa beban.
"Wah ... gak nyangka banget lo berteman beginian.β
"Maksud lo kayak beginian itu apaan?β
"Lo pikir aja sendiri.β
"Gue gak paham makanya gue nanyak.β
"Masa gituan doang kagak ngerti?β
"Emang gue gak ngerti makanya gue nanyak ke elo.β
Kina bangkit dari duduknya. "Uda cukup!" Teriak Kina ke mereka. Bosen dia dengerin perdebatan kedua temannya itu.
Lala dan Mita yang tadinya bertengkar mendadak diam.
"Lo bedua apaan sih? Kok malah berantem?βOmel Kina ke mereka berdua.
"Tau nih Kin si Mita ngajak gelut aja. Uda tau kita lagi sedih yakan, karena laptop lo,β Lala memeluk Kina sambil menangis sedih.
"Lo gak usah cari pembelaan,β Sinis Mita ke Lala.
"Siapa juga yang nyari pembelaan?β Tanya Lala gak terima.
"Lo lah.β
"Kagak.β
"Iya.β
"Enggak.β
Dan pada akhirnya mereka pun kembali bertengkar lagi.
Kina semakin pusing dibuat oleh kedua temannya. Dari pada kepala Kina pecah, Kina milih keluar dari kelas meninggalkan mereka yang masih aja bertengkar.
-
Kina gabut, karena gak tau mau kemana. Malah hape serta handsfree nya ketinggalan di kelas lagi. Jadi mau gak mau Kina jalan tanpa tau arah.
"Ren, tolong kamu pertimbangkan kompetisi itu lagi ya. Ibu yakin kamu pasti bisa menang.β
Kina menghentikan langkahnya saat melihat bu Riska berdiri dengan seorang murid laki-laki. Mereka terlihat berbicara dengan serius. Kina tidak tau siapa orang yang sedang berdiri dihadapan gurunya itu dan kenapa juga dia harus berurusan dengan bu Riska.
"Maaf bu, saya gak tertarik mengikuti kompetisi itu,β Jelasnya.
Kina hampir saja lupa untuk menutup mulutnya saat tau siapa orang yang tengah berbincang dengan bu Riska. Niat yang tadinya mau pergi dari situ mendadak Kina urungkan. Kina penasaran akan jawaban yang akan diberikan oleh Darrenjun.
"Kenapa kamu gak tertarik? Kamu tau kan dengan mengikuti kompetisi itu, kesempatan kamu untuk masuk kuliah di jurusan yang kamu inginkan akan lebih mudah. Tolong kamu pertimbangkan matang-matang keputusan kamu ini,β Bujuk bu Riska ke Darrenjun.
Darrenjun menghembuskan nafasnya lelah. "Saya tidak bisa memberitaukan alasan saya tidak mengikuti kompetisi tersebut kepada ibu. Yang jelas saya tidak akan mau mengikutinya apapun alasannya,β Jelas Darrenjun.
"Sebaiknya ibu cari orang lain saja. Permisi bu,β Pamit Darrenjun pada bu Riska.
Dari jauh Kina bisa melihat bagaimana kecewanya bu Riska atas penolakan yang Darrenjun lakukan. Baru pertama kali Kina melihat ada seorang murid yang menolak tawaran dari bu Riska. Selama ini yang Kina tau, bahwa Bu Riska termasuk selektif dalam memilih murid yang dia percayai untuk mengikuti lomba.
Seketika sekelabat ide memenuhi otaknya Kina. Ide yang akan membuatnya mendapatkan kembali laptop kesayangannya itu.
-
Kina berlari mengejar Darrenjun yang langkahnya begitu cepat dibandingkan dengan langkahnya.
"Jun!" Teriak Kina ke Darrenjun.
Darrenjun yang tengah berjalan mendadak berhenti. Tubuhnya kaku mendengar seseorang meneriakin namanya dengan panggilan yang begitu tidak asing ditelinganya.
Sudah lama sekali rasanya dia tidak mendengar panggilan kecil itu. Biasanya hanya satu orang yang akan memanggilnya seperti itu, yang lain dan tak bukan adalah mama kandungnya sendiri. Seseorang yang sudah lama tidak pernah menemuinya lagi bahkan kabarnya juga tidak ada.
Darrenjun berbalik, melihat seseorang yang barusan memanggilnya tadi.
Kina mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena kelelahan. "Gila lo ya. Jalannya cepat amat sih,β Omong Kina ke Darrenjun.
"Lo ngapain ngikutin gue?β Tanya Darrenjun dengan ekspresi dinginnya.
"Gueββ
Kina mendadak bungkam. Lalu beberapa saat kemudian dia teringat dengan tujuan dia mengejar Darrenjun.
"Ohh iya ... gue ada perlu sama lo.β
Darrenjun menaikan sebelah alisnya. "Gue gak ada waktu,β jawabnya singkat. Lalu pergi meninggalkan Kina.
"Tunggu,β Kina reflek menahan tangannya Darrenjun.
Darrenjun yang sadar langsung menepis kasar tangannya Kina. "Jangan pernah lo nyentuh gue.β
"Yaelah sensi amat sih hidup lo. Gue mau minta tolong doang sama lo.β
"Tolong?β
Kina mengangguk semangat.
"Sana lo pergi ke kantor polisi minta tolong.β
"ha β¦ ha β¦ ha ... Gak lucu tau.β
"Gue emang gak niat ngelucu,β Jawab Darrenjun datar.
"Setidaknya lo dengerin gue dulu dong.β
"Gue gak minat dan gue juga gak punya waktu buat ladenin orang kayak elo.β
Kina mengepal tangannya kuat. ingin rasanya dia meninju mukanya Darrenjun yang songongnya kebangetan itu.
Baru beberapa langkah Darrenjun berjalan, dia berbalik memandang Kina yang masih diam memandangnya.
"Lo tadi manggil gue apa tadi?β
"Jun,β Jawab Kina cepat, saking senengnya dia karena Darrenjun sepertinya tertarik dengan permintaannya.
"Jun?β Tanya Darrenjun mastiin lagi akan panggilan Kina barusan ke dia.
Kina ngangguk semangat.
"Iya Jun.β
"Kenapa lo manggil gue Jun?β
"Supaya kedengarannya akrab aja gitu.β
"Tapi gue gak mau akrab sama lo.β
"Iya ... iya gue tau. Lagian gue manggil lo itu Jun ada kepanjangannya tau.β
"Apaan?β
"Jun ... Juned.β
"Apa-apaan lo manggil gue begituan?β
"Terserah gue dong,β Jawab Kina acuh.
"Denger ya gue juga ogah mau deket-deket sama lo. Jadi gak usah kepedean amat lo.β
"Bagus kalo gitu.β
Setelah berbicara seperti itu, Darrenjun pergi meninggalkan Kina sendirian.
Kina memandang kepergian Darrenjun dengan kesal. Rasanya Kina mau berlari mengejar Darrenjun dan menjabak rambutnya sampai rontok.
-
Kina masuk kedalam kelasnya dengan mood yang makin hancur. Niatan Kina yang tadinya mau ngebuat moodnya membaik gagal total. Salahnya sendiri mau berurusan dengan Darrenjun.
Saat Kina duduk di kursinya, Lala dan Mita nyamperin Kina dengan perasaan bersalah.
"Kin, maafin kita ya,β βLala
"Iya Kin, sorry karena kita gak peka ke elo,β βMita
Kina yang tadinya mainin hapenya mandang kearah kedua temannya. "Iya gue maafin.β
Lala dan Mita langsung meluk Kina. "Thank you Kina.β
Setelahnya mereka kembali duduk di kursinya masing-masing.
Arji baru aja masuk kedalam kelas dengan handsfree ditelinganya dan mata yang terlepas dari hapenya.
Mata Kina seketika berpusat kearahnya Arji. Meski Arji sendiri tidak bakalan sadar kalau sejak dari tadi Kina terus memperhatikannya dari sejak masuk kedalam kelas sampai lelaki itu duduk di kursinya. Kina juga tidak tau alasan tertentu ia mandang Arji seperti itu.
"Lo lagi gak nyesel karena nolak si Arji kan Kin?β Tanya Mita setengah berbisik tepat ditelinganya Kina.
Kina langsung memandang Mita dengan tatapan aneh. "Ya enggak la,β Ucap Kina cepat.
"Kirain lo nyesel gitu,β Sindir Mita.
"Kagak,β Jelas Kina lagi.
"Kin pinjem pulpen lo dong.β
Kina dan Mita kaget dengan kedatangan Arji yang secara tiba-tiba.
Di tatap seperti itu membuat Arji jadi salting. "Lo apa-apaan dah ngeliatin gue begituan?β
"Kagak papa lo gak usah geer juga kali,β Ucap Mita ke Arji.
Kina mengambil tempat pulpennya dan mengeluarin satu buah pulpen dari dalam tempat pulpennya. Setelahnya, Kina menyerahkan pulpen yang barusan ia ambil.
"Lo niat sekolah gak sih? Minjem pulpen mulu dah perasaan,β Omel Kina ke Arji, karena hampir satu bulan mereka sekolah Arji tidak pernah punya pulpen dan terus-terusan meminjam pulpennya.
"Gue lupa beli tadi, besok gue beli kok. Lo tenang aja.β
"Awas aja lo minjem ke gue lagi, gue tagih entar perhari,β Peringat Kina.
"Iya-iya bawel amat dah lo.β
"Biarin.β
Arji baru saja ingin pergi dari mejanya mereka, tetapi Mita lebih dulu menahannya.
"Ji,β Panggil Mita ke Arji
Arji berbalik.
"Apaan?β Tanyanya.
"Lo uda punya gebetan belom?β Tanya Mita tiba-tiba dan mendapat tatapan tajam dari Kina.
Kina yakin temannya itu sedang merencanakan sesuatu. Terlebih lagi, Kina yang telah tertangkap basah oleh Mita karena memandang Arji seperti tadi.
Arji memandang ke arah Kina sebelum mulai bicara.
"Belom, emang kenapa?β Tanyanya dengan intonasi yang pelan.
"Kagak papa, pengen tau aja,β Jawab Mita santai.
Kina bisa bernafas lega sekarang, karena Mita ternyata tak seperti pikirannya.
"Gak jelas amat lo,β Kesal Arji. Karena lelaki itu sempat berharap.
Berharap kalau maksud dari pertanyaan Mita barusan adalah untuk membantu hubungannya dengan Kina.
Mita hanya mengangkat kedua bahunya acuh. Gadis itu hanya ingin menggoda Kina saja tadi.
"Arji, kamu ngapain berdiri disitu?β
Tatapan ketiganya langsung tertuju kearah gurunya yang ternyata sudah masuk. Guru mata pelajaran sejarah. Pak Sooman.
"Kamu mau gantian sama saya berdiri disini?βGertaknya.
"Sorry pak,β Ucap Arji cepat. Lalu kembali ke mejanya.
Setelah kepergian Arji. Mita menyikut lengan Kina kencang. Sampai membuat Kina mengadu kesakitan karena ulahnya. "Si Arji masih jomblo tuh Kin,β Ucap Mita.
Kina mengusap-ngusap lengannya yang terasa sakit, akibat ulah Mita. "Lah terus?β Tanya Kina acuh. Ia tak berniat membahas apapun seputar Arji lagi.
"Lo gak niat gitu?β Tanya Mita sambil menaik dan menurunin alisnya.
"Idih kok lo jadi kayak tante-tante girang gitu sih? Jijik tau.β
"Enak aja lo ngatain gue tante-tante,β Kesal Mita.
"Itu yang dua orang, mau gantian jelasin materinya ke saya!β Teriak pak Sooman pada mereka berdua dengan wajah garangnya.
"Maaf pak,β Ucap keduanya bersamaan.
...πCutton Candyπ...
Mau tau dong respon kalian sama ceritaku ππ
Uda nge feel gak sih?? Atau B aja tuh ππ
Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya, kayak vote sama komen gitu ππ