
...πCutton Candyπ...
...****...
...(Gue bukan dia yang bisa buat lo nyaman, dan gue sadar itu -Darrenjun Evans)...
...******...
Sebuah motor sport terparkir dengan manisnya diperkarangan rumah Kina.
Gadis itu menatap heran. Ini pemandangan langkah baginya. Seingatnya ia tak memiliki kenalan maupun saudara yang menaiki motor jenis seperti itu.
Dan ini, motor besar itu terparkir dengan baik.
Rasa penasaran membuat Kina segera bergegas masuk kedalam rumahnya untuk melihat langsung siapa yang tengah berkunjung.
Tidak mungkin kan selingkuhan mamanya atau ada orang yang tiba-tiba melamarnya.
Memikirkannya saja sudah membuat Kina geli setengah mati. Bagaimana jika itu benar terjadi.
Ah sudah lah. Sepertinya itu hanya pikiran konyol yang sedang menyerang otaknya.
Kina masuk kedalam rumahnya.
Saat sudah berada diambang pintu seseorang lebih dulu berdiri di hadapannya dan membuat langkahnya terhenti.
Mata Kina membulat dengan sempurna saat melihat secara langsung wajah orang itu.
"Elo,β Ucapnya.
Yang ditanya hanya tersenyum tipis ke arahnya. "Lo baru pulang?β Tanyanya.
Kina memeperhatikan orang yang berdiri di hadapannya dari ujung kepalanya hingga kaki. Memastikan kembali bahwa ia tak sedang berhalusinasi.
"Lo ngelamun?β Tanya orang itu sembari melambaikan tangannya diudara mencoba menyadarkan Kina yang masih terpaku menatapnya.
Lelaki dengan wajah dingin bak es Antartika dan si mulut merica level 50, Darrenjun Evans.
Kina menggelengkan kepalanya cepat. "Enggak. Gue gak ngelamun?β Elaknya.
"Bohong. Buktinya lo natep gue sampek segitunya,β Tunjuk Darrenjun ke arahnya dengan wajah tanpa dosa.
Kina segera menyingkirkan tangan Darrenjun yang berada tepat di wajahnya. "Paan sih?Nyebelin amat lo.β
Darrenjun terkekeh pelan, lalu ia melirik ke arloji yang bertengger manis pada pergelangan tangannya. "Kok lo lama pulangnya? Habis dari mana?β
Kina memandang Darrenjun sekali lagi. Merasa aneh dengan gelagat lelaki itu. "Idih kepo lo,β Ketusnya.
"Gue gak kepo. Gue cuma pengen tau aja.β
"Lah apa bedanya?β
"Ya beda. Lo belajar bahasa Indonesia gak sih?β
Kina melongoh menatap Darrenjun, baru saja mereka bertemu dan lelaki itu sudah mengajaknya bertengkar.
"Lo ngatain gue bego?β
"Menurut lo?β
Kina meremat jemarinya kuat. Mencoba menahan emosinya yang disebabkan oleh Darrenjun.
"Denger ya Darrenjun Evans. Kalo lo kesini niatnya cuma mau ngajak ribut. Gue saranin mending lo pulang aja sana.β
"Lo ngusir?β
"Enggak. Gue cuma NYURUH elo pulang.βTekan Kina di setiap katanya.
Darrenjun mendecih. "Jahat banget lo. Gue tamu disini.β
"Lo tamu yang gak di undang. Lagian elo ngapain pake acara datang kerumah gue segala? Ngaku lo, elo kangen kan sama gue,βUcap Kina sembari melipat tangannya di dada.
Gadis itu bermaksud menggoda Darrenjun saja.
"Iya gue kangen. Puas.β
Kina membeku dengan jawaban yang barusan dilontarkan Darrenjun padanya. IaΒ tak menyangka bahwa Darrenjun akan mengatakan hal yang seperti itu dengan mudahnya.
Darrenjun berdehem, memecahkan keheningan yang terjadi antara dirinya dan juga Kina.
"Lo jangan geer. Gue cuma kangen ngeledekin elo doang,β Jelasnya.
Kina menghelakan nafasnya pelan. Hampir saja ia mendadak terkena serangan jantung karena ucapan Darrenjun itu.
"Dasar kurang kerjaan.β Ucapnya lagi.
Gantian, kini Darrenjun yang terkekeh karena melihat wajah konyol Kina yang termenung karenanya.
"Ini,β Darrenjun menyerahkan sebuah Tote bag berwarna cream pada Kina.
"Jaket punya lo yang kemarin tinggal. Gue uda laundry. Untuk biaya laundry nya Lo harus traktir gue.β Ucapnya.
"Perhitungan amat sih lo.β
"Biarin. Di dunia ini gak ada yang gratis kecuali udara.β
Kina terpelongoh mendengar penjelasan Darrenjun barusan. Tak salah ia memberikan julukan lelaki itu dengan mulut merica level 50.
"Gue gak mau tau lo harus ganti biaya laundry nya dengan traktir gue MCD.β
"Iya. Bawel,β Jawab Kina sebel.
"Lo kesini cuma ngantar ginian kan?β
Darrenjun mengangguk. Mengiyakan pertanyaan Kina barusan.
"Kondisi mama lo gimana? Uda baikan?β
Darrenjun kembali mengangguk. "Mama uda siuman. Tinggal nunggu pemulihan".
"Syukur deh kalo gitu. Sorry ya gue belum sempat jenguk mama lo lagi.β
"its ok. lagian gue juga gak mau ngerepotin.β
"Gue gak kerepotan sama sekali kok. Pokoknya gue harus jenguk mama lo.β
"Iya iya.β
"Jadi besok lo uda bisa masuk sekolah?β
"Kenapa? Lo kesepian ya gak ada gue disekolah,β Goda Darrenjun.
"Paan sih lo. Gue cuma basa basi doang tadi.β
"Itu kamus gue.β
"Iya tau. Gue pinjem.β
Darrenjun hanya tersenyum tipis setipis garis seperti orang yang tak berniat tersenyum sama sekali.
"Jun,β Panggil Kina pelan.
Darrenjun berbalik saat dirinya hendak pergi.
"Ada apa?β tanyanya.
Kina menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal sama sekali. Ia hanya merasa bingung harus mulai darimana menceritakan perihal laptopnya pada Darrenjun.
"Iya gue tau,β ucap Darrenjun dan membuat Kina memandangnya heran.
"Lo mau bahas masalah laptop lo itu kan?β
Kina mengangguk layaknya seperti mainan boneka anjing.
"Elo tau darimana?β
"Mama lo tadi cerita soal nilai dan laptop lo,βJelas Darrenjun.
Darrenjun tiba-tiba mengulurkan tangannya dihadapan Kina dan membuatnya kebingungan.
"Selamat buat kembalinya laptop dan pencapaian lo selama ini. Jujur gue bangga karena lo akhirnya berhasil nunjukin perkembangan lo selama ini. Dan gue rasa ini akhir dari perjanjian kita,β Ucap Darrenjun sembari menunjukan senyuman manisnya. Kali ini Darrenjun tersenyum benar-benar tulus padanya.
Kina terpaku mendengar kata-kata yang dilontarkan Darrenjun barusan. Ia tak menyangka bahwa Darrenjun bisa semudah itu mengatakannya. Akankah setelah ini Darrenjun akan menghindarinya seperti sebelumnya.
Melihat Kina tak meresponnya. Darrenjun menarik tangan Kina untuk berjabat tangan dengannya.
"Senang bisa bekerja sama dengan lo,β Lanjut Darrenjun dengan suara lantang.
Meski agak sedih Kina tetap menunjukan senyuman yang tak kalah manis dihadapkan Darrenjun.
Akhirnya perbudakan itu selesai juga. Dan dirinya di nyatakan bebas.
"Kalau gitu gue pulang,β Pamit Darrenjun.
Kina masih memandang punggung Darrenjun, teringat akan sesuatu yang sering mengganggunya. Kina kembali memanggilnya.
"Jun.β
Darrenjun langsung berbalik.
Kina menghampiri Darrenjun dan langsung berdiri dihadapannya.
"Meski perjanjian kita uda selesai. Lo masih mau kan temenan sama gue?β Tanya Kina penuh harap.
Darrenjun tersenyum tipis, lalu mengangguk. "Iya.β
Kina menjadi lega. Karena kekhawatirannya selama ini tak menjadi kenyataan.
Darrenjun memakai helmnya dan menaiki motornya.
"Hati-hati,β Teriak Kina saat Darrenjun hendak pergi.
Darrenjun meninggalkan rumah Kina dengan mengendarai motor sport yang ia bawa tadi.
Motor sport milik Lucas.
-
-
Sudah tidak ada lagi rutinitas menunggu Darrenjun di parkiran sekolah, membawakan tasnya ataupun mondar mandir ke kantin dan atap sekolah lagi.
Hanya ada rutinitasnya seperti dulu lagi.
Kina merasa bahagia, karena akhirnya masa perbudakan itu berkhir juga. Dan lagi, Darrenjun masih mau berteman dengannya.
Seseorang merangkul Kina secara tiba-tiba dan membuatnya langsung menoleh ke arah orang yang barusan merangkulnya tanpa permisi.
Kina merasa jengkel awalanya. Tapi, setelah dia melihat siapa orang barusan merangkulnya itu. Moodnya langsung berubah bahkan senyuman telah terukir dengan manisnya di bibirnya seperti orang itu.
Si pemilik senyum manis yang mampu menggetarkan jantung Kina. Rey Agra.
Kina tak bisa untuk tidak ikut tersenyum jika melihat Rey. "Pagi juga Rey.β
"Tumben sendiri. Darrenjun mana?β Tanyanya.
Kina mengangkat kedua bahunya acuh. "Gak tau,β Jawabnya
"Dia gak nyuruh lo nungguin?β
Kina menggeleng. "Gue bukan babunya Darrenjun lagi. kesepakatan kita uda selesai.β
Rey tiba-tiba tersenyum. Kali ini lebih lebar.
"Kalau gitu. Gue punya kesempatan buat ngantar elo kan Kin?β
Kina membeku, lalu ia kembali menoleh ke arah Rey memastikan kembali bahwa lelaki yang berada disebelahnya benar Rey Agra yang ia kenal. Bukan Rey yang lain.
"Kin,β Panggil Rey. Karena sejak dari tadi gadis itu diam tak bersuara.
"Lo gak mau ya? Yaudah gak usah-β
"Gue mau kok Rey,β Jawab Kina cepat.
Tak ada lagi yang perlu ia pikirkan. Ini lah kesempatan bagi Kina untuk bisa dekat dengan Rey.
-
-
Setelah sekian lama akhirnya Kina bisa kembali bersama kedua temannya. Menikmati makan siangnya dengan tenang tanpa ada orang yang akan menyuruhnya lagi. Senang rasanya bisa kembali seperti dulu lagi.
Ketiga gadis itu pergi ke kantin, menikmati makan siang mereka.
"Kina!"
Seseorang barusan meneriaki namanya.
Kina menoleh ke arah orang yang barusan memanggilnya.
Mark melambaikan tangannya di udara, memberi isyarat padanya agar gadis itu segera pergi menuju mejanya.
Kina merotasikan bola matanya malas. Ia yakin tujuan Mark bukanlah dirinya, melainkan ke arah gadis yang tengah berdiri disampingnya.
Luar biasa sekali kau Mark Gavin -Kina
Meski sempat mengalami perdebatan kecil antara Kina dan juga Lala. Kina tetap berjalan menuju tempat dimana Mark duduk. Ia tak ingin menjadi penghalang antara asmara Mark dan juga Lala.
Setidaknya masih ada Mita disebelahnya.
Haikal menghentikan aktifitasnya yang sedang memotong bakso dan menatap Kina dengan tajam. "Lo mau ngapain lagi kemari?β Tanyanya tak suka.
"Gue juga sebenarnya gak mau. Tapi kasihan temen lo tuh pengen pacaran tapi ke ganggu.β
Lala menyikut lengan Kina pelan. Mengisyaratkan agar Kina segera menyudahi ucapan anehnya itu.
Haikal memandang ke arah Mark. "Lo kalo mau ngebucin jangan disini. Tolong hargai para jomblobers.β
"Jomblobers? Siapa?β Arji menyahut ucapan Haikal barusan.
"Pura-pura gak tau atau bego beneran si mas. Rasa-rasa mas ajalah.β
"Paan sih elo. Gak jelas.β
Kina memilih mengabaikan Haikal dan duduk di kursi kosong yang ada disana. Tapi sialnya kursi kosong itu hanya bersisa di hadapan Haikal. Mau tak mau Kina pasrah.
"Cie cie. Yang ketahuan DDS sama gue,β Ucap Haikal heboh. Dan hampir membuat seisi kantin memandang mereka semua.
Bahkan ibu-ibu kantin yang sedang memotong sayur menghentikan aktifitasnya tersebut dan memandang ke arah meja mereka, hanya karena mendengar suara heboh Haikal itu.
Plakkk
"Buat malu lo,β Emilio baru saja menghadiahi Haikal pukulan.
"Salah mulu dah gue perasaan. Gak pernah bener gue iya. Karena kalian suci akuββ
"Lo ngebacot lagi gue tusuk pake garpu baru tau rasa,β Gantian Arji yang berucap.
Mark menutup wajahnya menggunakan tangannya. Lelaki itu malu melihat kondisi temannya yang kurang waras itu dihadapan Lala.
"Sorry ya,β Bisiknya ke arah Lala.
Lala hanya mengangguk pelan dan tersenyum.
"Btw, lo ngomong DDS gituan, apaan tuh maksudnya?β Tanya Emilio yang sejak dari tadi menyimak pertengkaran Kina dan Haikal.
Sebenarnya sejak dari tadi Emilio diam-diam sangat menikmati pertunjukan pertengkaran antara Kina dan Haikal. Bagi laki-laki Chinese itu, pertengkaran antara Kina dan Haikal adalah sesuatu yang seru.
Hanya saja Haikal kadang terlalu berlebihan menurutnya.
"Nah lo kepo kan? Makanya jangan asal main mukul gue doang.β
"Banyak omong mulu lo. Durasi tau gak.β
"Iye iye mas. Gitu doang juga.β
"Gak bisa. Bagi gue, time is money.β
"Suka lo dah,β Gerutu Haikal.
"DDS. Itu adalah singkatan dari, Diam Diam Suka,β Ucap Haikal panjang lebar.
Kina berakting ingin muntah saat mengetahui arti kata yang ditunjukan Haikal padanya.
"Lo kudu insaf deh. Gue saranin lo segera di ruqyah. Supaya sifat pede lo itu hilang,β
"Lo kira gue kesurupan?β
"Emang.β
"Nyebelin lo ya.β
Kina menjulurkan lidahnya ke arah Haikal dan membuat lelaki itu geram setengah mati.
Haikal baru saja ingin menggebrak meja, tapi niatnya itu harus pupus mengingat bagaimana Mark menatap tajam ke arahnya.
"Mampus lo,β Ledek Kina.
"Liat aja entar, gue bales elo,β Ucap Haikal tanpa suara.
Kina tak memeperdulikan peringatan Haikal barusan. Malahan ia lebih semangat meledek Haikal.
Tanpa sengaja tatapan Kina tertuju ke arah Darrenjun yang ternyata lebih dulu memandang ke arahnya. Hanya sepersekian detik, sampai Darrenjun memutuskan kontak mata mereka.
Entah apa maksud dari tatapan Darrenjun tersebut. Yang pasti Kina merasa aneh dengan lelaki itu.
Darrenjun tiba-tiba berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka tanpa suara.
"Si Darrenjun lama-lama mirip hantu.β
Kina memandang ke arah Arji yang barusan berucap.
"Maksud lo?β
"Datang dijemput pulang gak diantar. Darrenjun. Darrenjun.β
Kina memandang Arji dengan tatapan datar. Padahal dirinya penasaran dan Arji malah bercanda padanya.
"Itu namanya Jelangkung Arji,β Haikal bersuara. "Lagian sejak kapan lo ngantar jemput si Darrenjun. Kayak ojek online aja.β
"Siapa tau kan dia butuh tebengan.β
"Hahahaha. Lo gak lucu,β Ucap Haikal tanpa ekspresi.
"La, mending kita pergi dari sini ya. Temen gue lagi pada gak waras,β Mark berbisik tepat ditelinga Lala.
Lala mengangguk.
Lalu keduanya bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka semua.
"Dasar yang pada bucin. Main pergi aja,β Omel Arji.
Mita sejak dari tadi diam tak bersuara. Entah apa yang sedang ia pikirkan.
Emilio memandang wajah Mita. Terasa familiar baginya. Dan membuat Emilio penasaran karena gadis itu sejak dari tadi diam tak bergeming.
Apa karena kebelet atau lagi PMS. Sudah lah Emilio terlalu pusing memikirkan hal-hal seperti itu.
"Lo mukanya mirip temen gue. Nama Lo siapa?β Haikal menatap Mita dengan minat.
Kina menghalau pandangan Haikal dari Mita. Memberikan jarak antara keduanya.
"Lo jangan deket-deket temen gue. Entar dianya ketularan elo,β Ucap Kina. Mengingatkan lelaki itu agar tak mengganggu temannya. Cukup dia saja jangan temannya.
"Gue cuma nanyak. Penasaran gue. Mirip banget kayak temen gue.β
"Alah bilang aja lo mau modus kan?β
βEnggak".
"Enggak salah lagi maksudnya,β Tawa Haikal dengan nyaring.
Kina melirik ke arah Mita. Dari sekian lama ia baru menyadari bahwa gadis itu terlihat lebih diam dari biasanya. Padahal dari ketiganya Mita lah yang paling cerewet. Dan ini, tak ada satu pun kata yang diucapkan gadis itu sejak dari tadi.
Bahkan Mita terus saja menunduk.
Kina yakin gadis itu tak nyaman berada diantara orang-orang itu.
Kina bangkit dari duduknya dan menarik Mita. "Ayo,β Ajaknya.
Mita menatap Kina heran.
"Kemana?β Tanyanya.
"Kelas. Mau bel,β Jelas Kina.
Mita mengangguk. Lalu kedua gadis itu pergi.
Haikal masih memandang ke arah Mita meski gadis itu telah pergi.
"Gue yakin pernah ngeliat tuh anak,β Gumamnya.
Tak hanya Haikal yang memandang ke arah Mita dengan penasaran. Bahkan Emilio juga menatap gadis itu dalam diam.
...*****...
...πCUTTON CANDY π...
...Semoga kalian masih suka baca cerita aku ya (amin) π...