
...πCutton Candyπ...
...[***********]...
Akibat dirinya kemarin menjadi seorang pahlawan dalam hujan dan berakhir menjadi kehujanan. Kina terserang flu dan juga batuk. Untung saja hal itu tak mengakibatkan demam untuknya.
Tadi pagi, gadis itu telah dilarang oleh mamanya untuk pergi ke sekolah. Karena kondisinya yang tak memungkinkan untuk pergi ke sekolah. Tetapi, gadis itu bersikeras bahwa penyakitnya itu harus dilawan bukan di manjain dan mau tak mau sang mama mengiyakan permintaannya itu.
Saat di parkiran sekolah, gadis itu bertemu dengan seseorang yang enggan ia temui untuk saat ini dan begitu pula dengan kedepannya.
Baik dia maupun lelaki itu, tak ada yang berniat berbicara sedikit pun. Bahkan mereka berjalan seolah-olah tidak saling mengenal satu sama lain. Dan kejadian semalam hanyalah mimpi belaka bagi keduanya.
Didalam kelas Kina lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tiduran di atas meja saja.
Tiba-tiba saja kepala gadis itu mendadak pusing. Mungkin sakitnya baru terasa sekarang.
Lala mendekati Kina yang terlihat pucat dari biasanya. "Lo kenapa bisa jadi ginian sih Kin?βTanya Lala khawatir.
"Perasaan hujannya sorean doang.β
Kina mengangkat kepalanya dari atas meja. Lalu menoleh arah Lala dan Mita.
"Iya, gue ada urusan kemarin, makanya jadi kehujanan,β bohongnya pada kedua temannya itu.
Sangat tidak mungkin baginya untuk cerita mengenai hal yang sebenarnya terjadi. Yang nantinya akan mendapatkan omelan dari kedua temannya dan menambah rasa pusing di kepalanya lagi.
Sehingga gadis itu memilih untuk berbohong saja. Terlebih lagi, Kina juga ingin melupakan kejadian semalam.
Kina memegang kepalanya yang semakin pening. Rasanya seluruh pandangannya mulai kabur.
Kina mencoba berdiri dari duduknya. "Gue kayaknya mau bolos pelajaran dulu deh,β Katanya dengan suara lemah.
Mita yang duduk disebelah Kina ikutan berdiri. "Kenapa? Lo sakit lagi?β
Kina mengangguk lemah, mengiyakan ucapan dari temannya itu.
"Yaudah sini gue anterin ke UKS. Entar gue bilangin ke pak Yahya aja kalo lo sakit.β
Kina hanya mengangguk.
"Yaudah buruan sana. Kasihan tuh sih Kina pucet.β Tambah Lala yang tidak kalah khawatir.
...******...
Mita membawa Kina menuju UKS. Meski pening, untungnya Kina masih bisa berjalan dengan baik, dengan bantuan Mita pastinya.
Di waktu yang sama, Darrenjun baru saja keluar dari kelasnya. Ia hendak pergi ke toilet dan tanpa disangka keduanya bertemu.
Kembali, keduanya bersikap saling tidak perduli.
Meski Darrenjun terlihat mengabaikan Kina. Tanpa gadis itu tahu, bahwa lelaki itu diam-diam memperhatikannya yang sedang berjalan sedikit tertatih menuju ruang UKS. Bahkan lelaki itu sampai mengikutinya.
Entahlah, perasaannya menjadi khawatir melihat kondisi Kina yang terlihat sangat tidak baik-baik saja.
Sesampainya di ruangan UKS. Mita membantu Kina untuk tidur di atas kasur ruangan itu. Membiarkannya untuk beristirahat. Sangat tidak mungkin lagi bagi Kina untuk mengikuti pelajaran. Jangankan hanya memikirkan segala jenis rumus-rumus yang ada. Bahkan hanya mencoret asal bukunya saja ia sudah tak mampu.
"Lo gak papa gue tinggal sendirian?β Tanya Mita.
Kina tersenyum tipis. "Iya gak papa. Gue bisa kok sendiri.β
"Lo buruan pergi masuk ke kelas gih. Bentar lagi pak Yahya masuk tuh,β suruh Kina pada Mita.
Mita menghelakan nafasnya pelan. "Yaudah. Tapi kalo lo ada apa-apa. Lo wajib kasih tau gue. Gue bakalan ready kapanpun elo perluin.β
"Iya. Entar gue telpon elo kalo ada apa-apa,β ucap Kina mencoba menenangkan gadis yang masih setia menunggunya itu.
"Yaudah deh. Elo jangan lupa minum nih obat,βMita menyerahkan obat yang tadi pagi sempat Kina bawa untuk jaga-jaga kalau gadis itu drop. Itu juga karena perintah mamanya.
Kina hanya menjawab lewat acungan jempol.
Mita hanya tersenyum tipis. Gadis itu sungguh khawatir melihat kondisi Kina seperti ini. Meski enggan untuk meninggalkan Kina sendirian. Mita tetap pergi dari ruangan itu untuk mengikuti pelajaran.
"Bye Kin,β Pamitnya sedikit ragu.
Kina mengangguk cepat.
Setelah Mita pergi dari ruangan itu. Kina mengambil obat miliknya yang tadi dibawa oleh Mita, lalu meminumnya.
Berkat efek obat yang barusan ia minum. Kina menjadi sangat mengantuk. Padahal gadis itu bukan tipe yang mudah terlelap jika berada dilingkungan baru untuknya.
Dan dalam beberapa menit kemudian. Ia sudah tertidur lelap.
Pintu ruang UKS yang tertutup. Tiba-tiba saja terbuka dan seseorang masuk ke dalam ruangan itu.
Seorang anak laki-laki berjalan sangat pelan menghampiri gadis yang telah tertidur sangat pulas. Lelaki itu sengaja berjalan sangat pelan. Guna menghindari suara ribut dari derap langkahnya yang bisa saja mengganggu gadis yang terlelap itu.
Setelah ia telah berdiri tepat di samping tempat tidur gadis itu. Diliriknya gadis itu dalam diam.
Helaan nafas tiba-tiba keluar dari bibirnya begitu saja. Perasaan bersalah kini menghantuinya.
Lalu tanpa permisi, ia menempelkan punggung tangannya tepat di kening gadis itu.
"Maaf,β ucap Darrenjun pelan. "Maaf. Karena gue, lo jadi gini,β Ucapnya lagi dengan penuh penyesalan.
Kata maaf yang barusan ia ucapkan adalah kata maaf pertama yang ia ucapkan setelah 4 tahun lamanya dan beruntungnya Kina lah orang pertama yang mendapatkan ke istimewaan itu.
Setelah mengecek suhu tubuh Kina. Kini tangannya Darrenjun menggenggam erat tangan milik Kina. Bahkan ia juga mengelus tangan Kina dengan penuh kelembutan.
Pemandangan langkah bukan
Andaikan gadis itu terbangun. Akankah Darrenjun melakukan hal yang sama padanya seperti itu juga?
Darrenjun memandang wajah Kina dengan sedih. "Kenapa lo rela ngelakuin hal konyol demi gue?β Tanyanya. Meski ia tau bahwa Kina tak akan mungkin bisa untuk menjawab pertanyaan yang barusan ia katakan.
"Please, jangan lakuin hal konyol seperti itu lagi. Gue gak pantes buat nerima itu semua dari lo.β
Tangan Kina yang berada di genggaman lelaki itu ia angkat. Lalu kembali ia berucap. "Cepat sembuh. Lo jangan sakit.β
...πCCπ...
Setelah tertidur cukup lama. Kina akhirnya tersadar. Secara pelan Gadis itu membuka kedua matanya. Dalam beberapa detik Kina merubah posisinya yang sebelumnya terbaring, Kini menjadi duduk.
Diliriknya jam yang bertengger manis pada dinding ruang yang bercat putih semua itu.
Sudah jam 2.00 siang dan sebentar lagi waktunya pulang sekolah.
Setelah mengumpulkan kesadarannya secara penuh. Kina bangkit dari duduknya.
Saat ia ingin berjalan keluar dari ruangan itu, tanpa sengaja tatapannya tertuju kearah meja yang ada di samping tempat tidurnya tadi. Terdapat sebungkus susu dan juga roti coklat.
Kina mendekat kearah tempat itu. Seingatnya, sebelum ia tertidur. Meja itu masih kosong dan sekarang malah sudah terisi. Dengan cepat Kina mengambil kedua benda tersebut dan pergi dari ruangan itu.
Dirinya yakin, orang yang meletakan kedua benda itu adalah kedua sahabatnya. Mita dan Lala.
...****...
"Kina!"
Kina tersenyum sumringah saat melihat kedua temannya yang berjalan ke arahnya. Hendak menghampiri dirinya tentunya.
Lala dan Mita menghampiri Kina sambil membawa tas milik gadis itu yang tertinggal dikelas.
Lala menyerahkan tas milik gadis itu padanya.
"Thanks.β
"Elo uda gak papa?β Lala yang barusan bertanya. Jelas sekali kalau dia khawatir terhadap kondisinya Kina.
Kina mengangguk semangat. "Gue uda gak papa kok. Obatnya manjur,β ucapnya dengan acungan jempol.
"Seriusan?β Mita mendekat ke arah Kina. Lalu gadis itu menempelkan punggung tangannya pada keningnya Kina. Memastikan kalau Kina tidak berbohong. Ia ingin mengecek suhu tubuh Kina yang mungkin saja masih panas.
Kina menarik tangan Mita, menjauhkan tangannya dari keningnya. "Gue uda gak papa seriusan. Memang masih pening dikit. Tapi uda mendingan dari yang tadi,β Aku gadis itu.
Lala dan Mita bernafas lega sekarang. Sejak dari tadi keduanya tidak fokus untuk belajar. Pikirannya hanya tertuju kearah Kina yang sakit.
"Bagus deh kalo gitu. Sumpah dari tadi kita khawatir banget sama elo Kin,β Katanya.
Kina hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan mereka lagi.
"Ohh iya, lo kan dari tadi belum makan. Jadi ini buat lo.β Lala menyerahkan sesuatu yang terbungkus dalam plastik kresek.
Kina menerima bingkisan itu, lalu membukanya.
Kening gadis itu mengerut saat melihat isi benda didalam plastik tersebut. "Roti?βTanyanya heran.
Lala mengangguk. "Iya, sengaja kita beli begituan buat ganjel perut lo.β
"Bukannya lo tadi uda ngasih gue roti sama susu ya?β Tanya Kina.
Keduanya menggeleng secara bersamaan. "Kagak,β Bantahnya.
"Orang kita baru aja habis dari kantin kok,β Jelasnya lagi.
Kina mengeluarkan roti dan susu dari dalam tasnya. "Lah terus ini dari siapa dong?βTanyanya pada mereka berdua.
Lala dan Mita menggelengkan kepalanya bersama lagi. "Gak tau.β
"Mungkin dari fans Lo kali,β Tebak Mita dan dibalas anggukan oleh Lala tanda ia setuju dengan ucapan Mita barusan.
"Fans?β Kina mengernyitkan dahinya. "Ahh masa? Ngacoh lo pada. Gue mana kenal siapa-siapa disekolah ini,β Jelasnya.
"Kan itu menurut lo doang.β
"Gak percaya gue,β Bantah Kina lagi.
"Kina!"
Ketiga gadis itu berbalik.
Rey mempercepat langkahnya dan menghampiri Kina.
"Rey,β Ucap Kina ke Rey.
"Lo katanya sakit ya?β Tanya Rey dengan khawatir. "Gimana keadaan lo sekarang?β Rey memangkas jarak antara dirinya dan juga Kina.
"Kagak, siapa yang bilang?β Bohong Kina.
"Mereka,β Tunjuk Rey ke Lala dan juga Mita.
Mita dan Lala hanya menyengir dan tentunya Kina mengerti maksud dari cengiran keduanya.
"Ahh bukan apa-apa kok Rey. Cuma flu biasa doang.β
Rey tiba-tiba mendekat menempelkan punggung tangannya pada kening Kina.
"Lo uda gak panas lagi.β Rey melepaskan tangannya yang tadinya tertempel di keningnya Kina. Lalu lelaki itu kembali berucap. "Gue lega karena lo uda baikan. Tapi tetep aja lo harus banyak istirahat,β Jelasnya.
Kina mengangguk patuh. "Makasih atas perhatian lo Rey.β
"Jangan bilang makasih. Gue bakalan ngelakuin itu demi lo,β Ucap Rey tepat didepan wajahnya Kina dan tentunya hal itu membuat jantung Kina berdebar bukan main.
Rey mengelus kepalanya Kina dengan lembut. "Yaudah kalo gitu, gue cabut dulu ya,β Pamit Rey pada Kina.
Kina melambaikan tangannya ke arah Rey. "Bye,β ucapnya.
Rey ikut melambaikan tangannya ke arah Kina. "Bye. Jangan sakit lagi.β
Kina tersenyum tipis.
Lalu Rey pergi dari tempat itu.
"Gue yakin yang ngasih lo roti sama susu barusan pasti sih Rey,β Ucap Lala tiba-tiba dan membuat lamunan Kina buyar seketika. Gadis itu tengah melamun tadi. Melamun mengenai Rey yang telah membuat jantungnya berdebar-debar tidak karuan.
Bahkan gadis itu sempat berpikir untuk tetap sakit. Agar dirinya bisa diperhatikan oleh Rey seperti tadi.
Kina melirik Lala dengan heran. "Ahh gak mungkin,β bantahnya.
"Mungkin kali Kin, tuh orang waktu kita kasih tau kalo elo sakit. Dia panik gitu tau. Jadi mungkin aja kan dia yang ngebeliin tuh roti sama susu buat lo,β Sahut Mita panjang lebar.
Kina hanya diam. Semoga saja perkataan Mita barusan memang adanya. Tanpa sadar bibir Kina tertarik membentuk senyuman bahagia.
Baru pertama kali dalam hidupnya. Kina diperlakukan semanis ini. Dan kini Kina yakin hatinya tidak salah memilih Rey sebagai calon pacarnya dia.
-
-
Saat Kina berada di parkiran motor. Ia kembali bertemu dengan Darrenjun lagi.
Kina berusaha tidak memperdulikan kehadiran lelaki itu disana. Mengganggap kalau Darrenjun itu transparan dan tak kasat mata. Kina masih jengkel setiap melihat wajah dingin Darrenjun itu .
Gadis itu menggeleng cepat, membuang segala pemikirannya yang masih terisi oleh bayangan kemarin sore.
Tanpa diduga. Darrenjun berjalan menghampiri Kina. Pemandangan langkah.
"Lo uda gak papa?β Tanyanya. Dan membuat Kina sedikit terpelongoh dengan pertanyaan yang barusan di ajukan oleh Darrenjun untuk dirinya.
Baru saja Kina ingin menjawab. Darrenjun lebih dulu menempelkan punggung tangannya pada kening Kina. Mengecek suhu tubuh gadis itu.
Dengan cepat Kina menepis kasar tangan Darrenjun dari wajahnya.
"Bukan urusan lo. Gak usah sok perhatian,β Ucap Kina sinis.
Darrenjun menghelakan nafasnya. "Bagus, lo uda baikan sekarang,β Terangnya.
Kina menjadi bingung dengan ucapan Darrenjun yang terdengar absurd di telinganya. "Maksud lo?β Tanyanya.
Darrenjun menaikan sudut bibirnya. "Lo kembali bawel, jadi bisa dipastikan kalo lo itu uda baikan.β
"Aneh lo,β Ucap Kina lagi.
Darrenjun mengangkat bahunya acuh. Lalu pergi meninggalkan Kina yang masih bingung dengan ucapan anehnya.
"Dasar sinting!" Teriak Kina pada Darrenjun.
...πCCπ...
Jangan lupa vote dan coment nya.....