
...πCutton Candyπ...
...-...
Kina dan Darrenjun baru saja selesai belajar bersama seperti rutinitas harian mereka. Dan sekarang keduanya segera pulang ke rumah.
Darrenjun tidak pulang ke arah yang sama dengan Kina. Karena lelaki itu bilang kalau ia memiliki urusan yang entah apa itu. Dan Kina juga tidak terlalu peduli kemana lelaki itu akan pergi. Yang jelas urusannya dengan Darrenjun telah selesai untuk hari ini.
Saat melewati jalanan menuju rumahnya. Sosok yang tak asing membuat gadis itu menghentikan laju motornya.
Seorang anak laki-laki yang menggunakan seragam sekolah yang sama dengannya berhenti di pinggir jalan. Lelaki itu, tampak sedang mengutak atik motornya. Sepertinya motornya mogok.
Seperti merasakan Deja Vu saat melihat lelaki itu dan dengan apa yang tengah dilakukannya. Bedanya, cuaca hari ini lebih mendukung dari waktu itu. Segera Kina menepikan motornya dan menghampiri lelaki itu.
"Motor lo kenapa?β Tanyanya. Saat posisinya telah berada tepat di sebelah lelaki itu.
Alby mengangkat kepalanya dan terkejut dengan kehadiran Kina.
"Kina,β Panggilnya.
Alby langsung bangkit dari posisinya. "Gak tau. Gue juga gak ngerti kenapa nih motor mati,β Ucapnya sembari menggaruk belakang kepalanya. Jelas sekali kalau ia tengah kebingungan saat ini.
"Mending bawa ke bengkel aja,β Usul Kina.
Alby mengangguk. "Iya, tapi gue gak tau dimana bengkel dekat sini.β Lelaki tinggi itu melirik kesana kemari mencari keberadaan bengkel tersebut.
"Di ujung jalan sana ada tuh.β Tunjuk Kina ke arah yang dimaksud.
Alby mengikuti arah pandang Kina. Lalu ia mengangguk singkat. Setelahnya ia mendorong motornya yang mogok ke tempat tersebut.
"Lo gak usah nemenin gue kayak gini. Gue bisa sendiri.β
"Gak papa kali Al. Itung-itung gue beramal sama lo.β
Alby berhenti dari aktifitasnya yang sedang mendorong motornya.
"Bisa aja lo,β Ucapnya dan dibalas tawa cekikikan oleh Kina.
-
-
Sesampainya di bengkel. Alby menemui salah satu karyawan bengkel dan bercakap-cakap mengenai masalah motornya yang mogok.
"Gimana?β Tanya Kina setelah Alby selesai dengan urusannya dengan karyawan bengkel itu.
"Katanya bisa. Tapi harus nunggu 1 jam.β
Kina manggut-manggut mengerti. "Jadi, ini lo mau nunggu disini sampai tuh motor selesai atau ditinggal?β
Alby menggeleng. "Gak. Gue mau cari tempat makan dulu aja. Gue laper soalnya,β Ucap Alby dengan cengiran.
"Yaudah makan bakso di depan aja. Kebetulan gue juga uda laper,β Tawar Kina.
"Lo mau gak?β
Alby mengangguk cepat. "Ya mau lah.β
Kina hanya tersenyum tipis menanggapi reaksi Alby yang terlihat lucu menurutnya.
-
Dan disini lah mereka sekarang duduk berdua didalam warung bakso yang tidak terlalu ramai karena hari menjelang sore. Menikmati semangkuk bakso yang sekarang berada tepat dihadapan keduanya.
"Btw thanks ya Kin. Lo mau nemenin gue,β Ucap Alby membuka obrolan.
"Sans kali. Gak usah gak enakan gitu kali.β
"Aslian bingung gue tadi dengan tuh motor. Malah laper lagi,β Ucap Alby dengan wajah lesunya.
"Dasar lo,β Kekeh Kina pelan.
"Emang lo habis darimana? sampek pake acara gak makan segala.β
"Biasa. Rapat OSIS.β
"Oh.β
Kina hanya manggut-manggut dengan penjelasan Alby barusan. "Orang sibuk lo ya.β
"Kagak. Kebetulan doang itu,β Bantah Alby.
Kina hanya mengedikkan bahunya.
"Lo sendiri habis darimana tadi?β Gantian Alby yg bertanya.
"Habis belajar gue, makanya pulangnya agak sorean,β Jawab Kina jujur.
"Tugas kelompok?β
Kina menggeleng. "Bukan.β
"Terus?β
"Ada deh. Lo gak perlu tau.β
Alby hanya manggut-manggut mengerti dengan ucapan Kina barusan. Setelahnya lelaki itu tak bertanya lagi mengenai aktifitas yang tengah dilakukan oleh Kina.
Ini kali pertama bagi Kina berbicara begitu akrab dengan orang asing untuknya. Biasanya gadis itu lebih memilih bergaul dengan lingkungan yang benar-benar telah bersamanya cukup lama. Dan ini, dia begitu alaminya berbicara dengan orang baru seperti Alby.
Setelah bercerita cukup lama mengenai urusan sekolah dan lainnya. Alby dan Kina kembali ke bengkel tadi.
Kina tidak mengikuti Alby untuk masuk kedalam karena tidak memiliki kepentingan. Toh urusannya tidak ada, jadi ia hanya duduk didepan bengkel sembari menunggu Alby.
Alby keluar dari bengkel.
"Motor gue uda bener tuh. Thanks ya buat waktu lo yang uda terbuang percuma buat gue.β
"Apaan sih lo. Gituan doang juga pake gak enakan.β
Alby hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Kina yang tertuju untuknya. "Lo mau langsung pulang nih?β
Kina bangkit dari duduknya. "Iya uda sore banget nih.β
"Gue deluan ya,β Pamitnya dan dibalas anggukan oleh Alby.
"Hati-hati.β
Gadis itu melambaikan tangannya pada Alby lalu pergi dari situ.
*****
Kina sampai di parkiran motor lebih dulu seperti biasanya. Menunggu kehadiran Darrenjun yang sepertinya sebentar lagi akan tiba.
Ternyata benar perkiraannya. Sura deru motor Darrenjun telah memenuhi area parkir.
Setelah memarkirkan dan membuka segala perlengkapannya. Darrenjun menghampiri Kina.
Menghampirinya untuk dibawakan tasnya.
"Lo uda lama?β
"Tumben lo nanya ginian. Lo sakit?β Selidik Kina.
"Gak. Basa basi doang gue,β Timpalnya.
Kina hanya merotasikan bola matanya saja menanggapi ucapan Darrenjun barusan.
Keduanya keluar dari area parkir.
"Kina,β Sapa Alby ramah. Lelaki itu baru saja sampai di sekolah.
Kina tersenyum manis. "Baru nyampe?β Tanya Kina ramah pada Alby.
Alby mengangguk singkat. "Iya. Lo juga?β
Gantian Kina yang mengangguk.
Darrenjun masih berdiri disitu, memandang interaksi antara keduanya dalam diam.
Tatapan Alby yang sebelumnya hanya tertuju pada Kina, kini berganti ke arah Darrenjun.
"Hei Ren,β Sapa nya ramah. Tapi sayang Darrenjun hanya memandang Alby dengan ekspresi dinginnya. Malahan lelaki itu pergi begitu saja tanpa berniat membalas sapaan Alby barusan.
"Sorry ya,β Ucap Kina merasa tidak enakan karena sikap Darrenjun barusan.
"Kok malah elo yang minta maaf sih?β
"Iya. Yang tadi itu anggap aja gak pernah terjadi,β Ucap Kina lagi.
Alby tersenyum tipis. "Lo ada-ada aja sih.β
Kina hanya menyengir.
"Yaudah kalo gitu gue deluan ya Al,β Pamit Kina. Lalu ia berlari mengejar Darrenjun yang telah berjalan lebih dulu di depannya.
Darrenjun tiba-tiba berbalik dan membuat Kina hampir saja menabrak dada Darrenjun yang berada tepat di hadapannya. Kalau saja gadis itu tak sigap untuk berhenti.
"Lo ngapain dah. Bikin kaget aja!" Ucap Kina kesal.
"Lo barusan marahi gue!?" Tanya Darrenjun dengan sedikit menaikan intonasi suaranya. Lelaki itu marah sepertinya.
Kina menggeleng cepat. "Enggak kok. Lo baper amat dah perasaan.β
Darrenjun kembali berbalik dan membuat Kina sedikit merasa lega. Ternyata lelaki itu tak benar-benar marah padanya.
Kina menyamakan langkahnya dengan Darrenjun. Karena tak ingin insiden yang tak ia inginkan terjadi lagi.
Darrenjun menoleh ke arah Kina. "Lo sejak kapan akrab dengan Alby?β
Kina sedikit kaget dengan pertanyaan yang barusan dilontarkan lelaki itu padanya. Tak biasanya lelaki itu bertanya mengenai masalah yang bukan urusannya seperti ini.
"Baru,β Jawab Kina cuek.
"Lo gak lagi naksir dia kan?β Tebak Darrenjun.
Kina menghentikan langkahnya, lalu memandang Darrenjun dengan shock. "Ya enggak lah,β Bantahnya cepat.
"Lo gila apa. Alby kan uda punya pacar.β
"Terus sih Rey apa kabar? Lo masih suka ke dia, padahal lo tau sendiri kalau dia uda punya pacarβ
Kina terdiam. Ini pertanyaan sulit untuknya.
"Dia beda,β Ucap Kina dan membuat Darrenjun menaikan sebelah alisnya.
"Bedanya?β
Kina tercekat sesaat lalu kembali bersuara.
"Ah. Pokoknya dia beda menurut gue,β Timpal Kina secepatnya. Gadis itu juga bingung untuk menjawab rentetan pertanyaan Darrenjun.
"Alesan mulu lo.β Darrenjun memandang Kina dengan senyuman mengejek. Jelas sekali. Kalau lelaki itu tengah meledeknya.
Darrenjun mengalihkan pandangannya dari Kina dan menatap lurus kedepan.
"Enggak. Siapa juga yang ngintrogasi elo. Gue cuma basa-basi doang tadi. Mau lo jawab atau enggak, terserah lo.β
Ini lah dia sifat dari seorang Darrenjun yang penuh dengan gengsi. "Gue milih gak jawab pertanyaan lo,β Jelas Kina.
"Terserah.β
Mereka tiba didepan kelasnya Darrenjun.
"Lo buruan letakin tas gue ke kelas. Habis itu nyusul ke kantin,β Perintah Darrenjun.
Kina mengangguk singkat. "Iya. Lo tenang aja,βJawabnya. Lalu ia masuk kedalam kelasnya Darrenjun. Seakan kelas Darrenjun telah menjadi kelas kedua baginya.
"Mana Darrenjun?β Tanya Haikal pada Kina yang barusan memasuki kelasnya.
"Kantin,β Jawab Kina seadanya dan segera meletakan tas Darrenjun. Setelahnya, Kina keluar dari ruangan itu.
Haikal mengekori Kina dari belakang dan langsung merangkulnya. "Bareng gih,β Ajaknya.
Kina melepas rangkulan Haikal secara kasar. "Lo apaan sih?β Ucapnya tak suka.
"Yaelah. Woles aja kali, lo ginian doang juga diributin. Gak bisa akur dikit apa sama gue,β Omel Haikal.
"Gak. Gue kagak bisa woles kalo lo sembarangan kayak gini.β
"Ribet elo mah.β
"Biarin.β
"Yaudah ahh buruan.β
Haikal memilih untuk menuruti keinginan Kina tersebut dan mengakhiri perdebatan mereka.
****
Kina dan Haikal baru saja memasuki area kantin. Keduanya tampak kebingungan mencari keberadaan yang lain.
"Woi!" Teriak Emilio pada keduanya.
Kina dan Haikal menoleh ke arah Emilio yang sedang mengangkat tangannya ke atas. Lelaki itu memberi kode keberadaannya.
Lalu Kina dan Haikal langsung menghampiri meja mereka.
"Tumben akur?β Tanya Mark pada Kina dan juga Haikal.
"Iya lagi jinak nih bocah sama gue,β Haikal kembali merangkul Kina dan membuat Kina kembali kesal dibuatnya.
"Loββ
Baru saja Kina ingin protes. Rey lebih dulu datang dan melepaskan rangkulan Haikal pada Kina.
"Lo jangan sembarangan kayak gini dianya gak suka,β Peringat Rey dengan tajam.
Rey menarik tangan Kina menjauh dari Haikal.
Haikal terpelongoh mendengar ancaman Rey padanya.
"Emang gue ngapain dia sih?β Tanyanya.
"Tuh barusan tangan lo,β Tunjuk Rey kearahnya.
"Yaelah lo baperan amat dah. Gue cuma ngerangkul dia doang juga.β
"Gak boleh!" Ucap Rey dengan tegas dan membuat semuanya memandangnya heran. Termasuk Kina.
Haikal mengernyitkan dahinya. "Lah emang kenapa?β
"Ya β¦ β Rey menggaruk kepalanya sendiri. Dia juga bingung dengan ucapan spontannya barusan. "Ya ... karena bukan muhrim.β
Haikal tertawa atas ucapan Rey yang aneh menurutnya. "Gaya lo tong gak muhrim. Tuh tangan apa kabar Mahmud?β Sindir Haikal.
Rey segara melepas genggamannya dari tangan Kina. "Sorry Kin gue reflek,β Ucap Rey sedikit merasa bersalah.
"Gak papa Rey,β Jawab Kina mencoba menenangkan Rey.
Darrenjun meperhatikan interaksi antara keduanya dalam diam. Lelaki itu jelas tau apa yang membuat Rey bertingkah seperti itu barusan. Tapi, dia memilih untuk diam dan menyaksikannya saja.
"Apaan sih lo berdua? Berasa nonton sinetron gue,β Ucap Haikal kesal.
Setelahnya ia berjalan ke arah kursi kosong disebelah Mark duduk. Saat berjalan lelaki itu bersenandung ria.
"Aku gimana gimana ya A, aku masih kecil tapi suka sama Aa Aa.β
Emilio yang sedang mengunyah baksonya berhenti dan melirik Haikal horor. "Lo homo Kal?β Tuduh Emilio dan membuat Haikal langsung menghentikan nyanyiannya.
Semua orang memandang ke arah Haikal. Menunggu Haikal bersuara.
"Muka lo kayak lemper! Sembarangan aja lo ngatain gue homo!" Ucap Haikal dengan kesal.
"Nah itu lagu lo barusan?β Ucap Emilio.
"Lagu yang gimana?β Tanya Haikal bingung.
"Itu noh. Yang bilang lo suka sama Aa Aa.β
Haikal terdiam sesaat. Lalu ia tertawa menyadari arti lirik lagu yang ia nyanyikan barusan.
"Bener juga lo,β Katanya. "Gue baru sadar tuh lagu begituan.β
"Lo dapet tuh lagu darimana?β Tanya Arji heran.
"Gue taunya dari adek gue yang hobinya main tiktokan. Makanya gue bisa tau tuh lirik.β
"Eleh. Bilang aja lo juga ikut begituan.β
Haikal terkekeh pelan dan jelas sekali tawa Haikal menjawab segalanya.
Kina dan Rey duduk bersebelahan dan dihadapan mereka Darrenjun duduk.
"Gue mau nasi goreng,β Ucap Darrenjun dan Kina langsung bangkit dari duduknya. Mengerti maksud dari perkataan Darrenjun barusan yang memang tertuju untuknya.
Sebelum gadis itu pergi. Rey lebih dulu menahannya. "Biar gue aja.β
"Gak usah Rey. Makasih,β Tolak Kina secara halus.
"Gue mau beli sekalian Kin. Lo disini aja,β Timpal Rey dan membuat Kina mau tak mau menuruti perkataan lelaki itu.
Rey berdiri dan pergi ke arah stan yang menjual nasi goreng.
Kina begitu kagum melihat Rey yang dengan sigap menolongnya.
"Mata lo hampir keluar dari tempatnya tuh,β Ledek Darrenjun padanya.
Kina mengalihkan perhatiannya sesaat dari Rey ke arah Darrenjun.
"Apaan sih lo? Gaje banget,β Ucap Kina kesal.
"Biarin,β Ucap Darrenjun lagi.
Rey datang dengan membawa dua piring nasi goreng untuknya dan juga Darrenjun.
"Ini punya lo,β Ucap Rey pada Darrenjun dan meletakan nasi goreng tersebut dihadapannya.
Lalu setelahnya, lelaki itu duduk ditempatnya lagi.
"Lo gak makan Kin?β Tawar Rey pada Kina.
Kina menggeleng. "Gak. Gue uda makan dirumah tadi.β
Rey hanya manggut-manggut dengan penjelasan Kina barusan.
"Gue seret. Beli minum sana,β Suruh Darrenjun lagi pada Kina.
Kina baru saja ingin bangkit dari duduknya dan kembali Rey menahannya.
"Biar gue aja,β Tawarnya.
Kina menggeleng cepat. "Gak usah Rey gue bisa sendiri kok. Lagian lo kan lagi makan.β
"Gue juga seret. Jadi sekalian aja,β Ucap Rey.
"Yaudah biar gue aja yang beliin buat lo sekalian,β Tawar Kina.
"Emang lo tau gue mau pesan apaan?β
Kina menggeleng pelan.
"Tuh kan elo gak tau,β Rey mengacak rambut Kina gemas dan membuat Kina membeku.
"Uda nurut. Lo disini aja. Biar gue yang beli,β Ucap Rey lagi. Dan setelahnya lelaki itu pergi ke arah stan yang menjual minuman.
Dan untuk kedua kalinya Kina tidak bisa menyembunyikan ke kagumannya pada Rey. Lelaki itu sungguh luar biasa manisnya. Sehingga bisa membuat Kina berdebar detik itu juga.
Darrenjun menopang dagu sambil memandang Kina yang terus menatap Rey dengan senyuman.
Senyuman mengejek.
"Awas iler lo jatuh?β Ledek Darrenjun lagi dan kembali Kina menjadi kesal karena ucapan Darrenjun yang terus mengganggunya.
"Lo niat banget sih ganggu gue.β
"Gak tuh. Lo nya aja yang ke GR an,β Bantah Darrenjun.
Kina merotasikan bola matanya. Tidak ingin meladeni ucapan Darrenjun yang tak penting untuknya.
"Ini minum lo,β Ucap Rey sedikit menghentakkan minuman yang ia letakkan di atas meja dihadapan Darrenjun.
"Ada lagi yang lo mau?β Tanyanya dengan tajam.
Darrenjun menggeleng. "Gak. Ini uda cukup buat gue,β Jawabnya acuh. Darrenjun menikmati nasi goreng miliknya dalam diam tanpa memperdulikan Rey yang terus memandangnya dengan kesal.
"Sorry ya Rey. Gara-gara gue,β Ucap Kina merasa bersalah padanya. Kina tahu Rey kesal karena tingkah Darrenjun yang begitu menjengkelkan.
Rey menoleh ke arah Kina. Lalu ekspresi kesalnya berubah menjadi senyuman manis. "Kok lo malah minta maaf sih?β Tanyanya.
"Iya. Gara-gara gue. Lo harus bulak balik ke stand. Padahal lo kan lagi makan.β
Rey kembali tersenyum manis. "Lo gak usah negerasa bersalah gitu. Gue ikhlas kok ngelakuinnya. Lagian gue juga gak tega ngeliat lo disuruh suruh kayak gitu,β Terang Rey.
Kina memandang Rey dengan bahagia dan kembali gadis itu meleleh dibuatnya.
Rey sungguh baik dan perhatian. Kalau begini ceritanya, bagaimana caranya Kina bisa berhenti untuk menyukai Rey. Meskipun yang ia tahu kalau Rey memiliki seorang pacar.
...*πCutton Candyπ*...
...Maaf keun jika cerita aku ini masih banyak kekurangannya ya π...
...Sesungguhnya saya masih mencoba menulis dengan sebaik-baiknya π π ...
...Tolong kasih masukannya ππ...