
...β€οΈCutton Candyβ€οΈ...
...-...
...(Aku tidak terlalu yakin jika ini akan menjadi akhir dari perjalanan kita. Seperti cerita fiksi maupun dongeng yang berakhir happy ending. Yang jelas, tidak peduli ini awal maupun akhir dari segalanya, asal kan ada kamu di setiap cerita itu. -Azkina...
...Happy ending itu gak ada, karena life still going oN. Mungkin bakalan banyak rintangan maupun cercaan dari orang-orang yang mungkin nantinya akan berdampak dari hubungan ini. Yang jelas satu hal yang harus kamu ingat, cukup fokus dengan aku dan hubungan kita....
...Terima kasih telah menjadi Cutton Candy ku selama ini π dari Darrenjun untuk Kina)...
...-...
Permasalahan yang telah terjadi antara Kina dan Darrenjun akhirnya telah terselesaikan dengan baik meski awalnya sangat tak mudah bagi Darrenjun untuk menjelaskan semua secara keseluruhan. Walau begitu, Darrenjun tetap menceritakan apa yang telah terjadi barang dari hal terkecil sekalipun tak terlewatkan olehnya.
Ia tak ingin Kina berprasangka buruk dan mengakibatkan hubungan mereka yang merenggang kembali. Sungguh Darrenjun sama sekali tak menginginkan hal itu terulang kembali.
Darrenjun menyampaikan segala hal tanpa terkecuali berikut dengan menunjukan video yang selama ini ia simpan secara baik tanpa ada yang tahu. Awalnya ia tak yakin untuk menyimpan video itu yang menurutnya bukan menjadi urusannya. Tetapi siapa sangka pada akhirnya video itu bermanfaat baginya untuk membuat Jeha dan Amanda berhenti melakukan hal yang begitu memuakkan baginya.
Hampir tak ada bantahan ataupun cercahan yang keluar dari bibir Kina, ia mendengar segala hal yang disampaikan oleh Darrenjun dalam diam. Kini ia menemukan fakta baru, fakta yg paling mengejutkan baginya mengenai kematian Yaya yang ia kira telah usai itu. Tapinyatanya tidak, dan sekarang ia merasa begitu kasihan terhadap Yaya.
Tak ada satupun yang memihaknya hingga penghujung hayatnya. Ia berharap gadis itu tenang di alam sana.
Darrenjun dan Kina memutuskan untuk merahasiakan masalah ini. Alby dan Rey yang merupakan orang terdekat Yaya tak perlu tau mengenai hal ini. Karena keduanya takut akan membuka luka baru bagi keduanya lagi. Sudah saatnya mereka melepaskan hal yang telah pergi.
Dan⦠mengenai Lisa, Darrenjun memberikan kebebasan bagi Kina untuk membalas perbuatan gadis itu, wajar jika Kina mengutuk ataupun membencinya. Karena apa yagn telah dilakukan oleh Lisa sudah tidak bisa di tolerir lagi.
Tetapi sayangnya, Kina malah memilih memaafkannya saja. Karena hal yang terpenting baginya sekarang yaitu, Darrenjun kembali menjadi dirinya yang dulu saat bersamanya. Lelaki yang kadang kala bisa begitu posesif dan manja disatu waktu.
Kina pikir ucapan Darrenjun kemarin mengenai menikahinya hanyalah bualan semata, gombalan anak seusianya. Tapi siapa sangka hal itu jauh dari kenyataan yang ada. Karena saat ini Darrenjun telah duduk manis di atas sofa ruang tamunya dengan kedua orang tua Kina yang berada didepannya.
Sungguh Gila kau Darrenjun Evans.
Kina telah berusaha untuk membuat Darrenjun membatalkan niatnya itu. Jika ingin melamarnya pun tunggu ia telah menjadi dewasa.
Tidak seharusnya Darrenjun melakukan hal secepat ini mengingat usianya yg masih terbilang remaja itu, tetapi pikiran Kina dan Darrenjun sangat lah bertolak belakang.
Dan anehnya orang tua Kina malah setuju mengenai ini semua, seakan ucapan Darrenjun telah menyihir mereka semua.
"Kenapa kamu senekat ini?β Kina tak henti-hentinya mengutuk perbuatan Darrenjun yang kelewat ekstrim baginya.
"Aku gak nekat, cuma bikin planning buat kita kedepannya gimana. Uda seharusnya kita bergerak maju kan.β
"Ha?β Kina melongoh mendengar penuturan yang barusan disampaikan oleh Darrenjun.
Ia masih tidak mengerti arah pikiran dari Darrenjun, atau memang dia saja yang pikirannya stuck di satu tempat.
Darrenjun menoleh ke arah Kina, menatap kedua mata Kina dengan lekat. Tangannya yang bebas menarik tangan Kina dan ia genggam dengan lembut.
"Kin. Aku gak lagi berusaha gombalin dan kamu tau kan aku gak jago begituan. Aku juga bukan puitis yang pinter ngerangkai kata-kata indah. Yang aku lakuin ini adalah bentuk keseriusan aku sama kamu.β
Kina menunduk, tak sanggup memandang kedua mata Darrenjun yang begitu tulus. Semakin ia memandang manik mata itu, semakin ia terpesona oleh sosok yang tengah berdiri dihadapnnya saat ini.
"Iya aku tau, tapi gak gini juga. Gimana kalau nantinya kamu kecewa kalau aku gak seperti yang kamu kira,β ucap Kina pelan.
Dengan hati-hati Darrenjun menarik dagu Kina lembut, agar gadis itu mau menatapnya. "Karena itu kita harus saling mengenal lebih dekat. Gak ada manusia yang 100 persen perfect. Baik aku atau pun kamu, kita cuma sama-sama manusia yang tengah berusaha. Mungkin kita bakalan punya pikiran kalo kita gak pantes untuk satu sama lain, tapi aku harap hal itu gak ngubah segalanya.β
Kina sungguh tersentuh dengan ucapan manis Darrenjun barusan. Tadi Darrenjun sempat bilang dia tidak jago gombal, lalu jika tidak gombal apa ini namanya?
Darrenjun sungguh sulit ditebak dan Kina semakin terpesona dibuat olehnya.
"Apa om Arga dan Tante Jia tau mengenai ini?β
Darrenjun mengangguk.
"Terus kak Lucas gimana? Kamu cerita juga tentang semuanya.β
Sekali lagi Darrenjun mengangguk sebagai jawaban. "Aku uda konsul dulu sama orang rumah, dan mereka setuju. Gak ada halangan bagi kita,β ucapnya penuh semangat.
Kina membulatkan matanya penuh, bayangan bagaimana Darrenjun meminta restu didepan kedua orang tuanya membuatnya merasa gugup. Ia hanyalah gadis biasa dengan nilai pas-pasan. Lalu bagaimana bisa seseorang yang begitu luar biasa menyukainya sebesar ini.
Ia menoleh memandang Darrenjun lagi.Β "Tapi Jun kitaββ
"Iya aku tau kamu belum siap, dan aku juga gak maksa. Aku kesini tujuannya cuma mau ngasih tau ke orang tua kamu, kalo lelaki yg bernama Darrenjun Evans ini yang sekarang berstatus menjadi pacar kamu. Benar-benar serius ke kamu dan gak main-main ke kamu.β
"Aku ngelakuin ini semua juga bukan karena semata-mata bisa dianggap baik oleh keluarga kamu. But i'm really loving you and i hope so you will be my future,β ucap Darrenjun sembari menggenggam jemari Kina begitu erat.
"Bahkan aku uda berencana untuk lulus secepatnya. Jadi aku bisa kerja secepatnya untuk bisa nafkahi kamu, menjadi lelaki yang bisa kamu andelin.β
"Jun,β panggil Kina. Ia sungguh terharu, tidak menyangka cara berpikir Darrenjun sungguh luas. Perencanaan yang dilakukan oleh Darrenjun sudah begitu matang.
"Iya sayang.β
Pipi Kina seketika memanas mendengar panggilan yang Darrenjun berikan untuknya. Jika dulu Kina tidak mengerti apa itu bucin, maka kini dia sudah tau maksud kata tersebut.
Jika begini keadaannya, Kina sudah sangat yakin dengan jalan yang telah ia pilih yaitu, jalan hidup berdua dengan Darrenjun. Mungkin ini terlalu cepat, tetapi seperti kata Darrenjun.
Gak ada salahnya kita mempersiapkan segalanya dari sekarang dan merencanakannya dengan matang
Gadis yang memiliki sifat childish sepertinya harus memiliki pasangan seperti Darrenjun. Tetapi ia tak yakin bisa meminimaliskan perdebatan keduanya, mengingat keduanya yang sama-sama tak pernah ingin mengalah.
-
"Woi... woiii. lo pada tau kagak,β ucap Haikal semangat 45 saat melihat kedatangan Darrenjun, Kina dan juga Emilio. Mereka bertiga baru saja menginjakan kaki di koridor dekat kantin sekolah.
"Gak mau tau gue,β ucap Emilio dengan wajah masa bodoh miliknya. Lelaki itu mempercepat jalannya, menghindari Haikal yang berteriak kegirangan.
"Serius gue.β
"Gak ah, gue uda punya Mita kagak mau serius sama lo. No Homo gue anaknya mah.β
"Anjir, sialan lo ikan Lele. Gue juga anaknya masih normal.β
"Boong, lo pasti lahirannya prematur di kandang ikan ****** kan.β
"Sialan bocah.β
"Dah lah.β
Emilio berjalan lebih dulu mengabaikan teriakan Haikal yang terus memanggil namanya.
Sementara Darrenjun dan Kina lebih tidak perduli, sesampainya di kanti keduanya lebih dulu mencari posisi untuk duduk.
"Sih Haikal ngapa bacot mulu dah, gemes gue pengen nimpuk pake botol kecap.β Emilio mengadu pada Mark yang lebih dulu duduk disana.
Lelaki bule itu sedang sibuk memainkan handphonenya, game tentunya.
"Kayak gak kenal doi aja, lagi ada gosip paling.β
"Gosip apaan?β tanya Emilio bingung.
"Iya gue punya berita hits, ter update. Percaya dah ini masih hot,β ucap Haikal yang ternyata telah berada disamping Emilio.
"Lo pagi-pagi ngajak gibah mulu dah,β celetuk Kina sewot.
Kina sungguh tak habis pikir mengenai pengetahuan Haikal yang terlalu berlebihan itu menurutnya. Pengetahuan mengenai hal yang ada didalam sekolahnya yang menurutnya tak terlalu penting itu. Bahkan Haikal pernah tau kalau salah satu Satpam sekolahnya memiliki 3 istri dan ketiganya mantan teman dekat pula.
Luar biasa bukan.
"Dah ya gue males ribut sama elo, karena pawang lo ikutan,β sindir Haikal ke arah Darrenjun yang tengah menatap ke arahnya dengan tatapan mematikan.
"Gue mau kasih info doang.β
"Info apaan?β cicit Emilio yang mulai penasaran.
Haikal mencondongkan tubuhnya kedepan, lalu memberi aba-aba ke pada yang lainnya untuk mendekat dan tanpa diperintah ketiganya pun mengikut. Hanya Darrenjun saja yang tak tertarik.
"Amanda sama Jeha pindah sekolah pagi ini dan sampai sekarang belum ada yang tau alasan mereka pindah.Β Dan kagak ada yang tau kemana tuh dua manusia pindah sekolah. Yang gue denger mereka pindah ke luar kota,βucapnya begitu semangat.
βMasih menjadi misteri.β
"APA! Kok bisa?" Teriak Mark dan Emilio kompak.
Sementara, Kina dan Darrenjun saling beradu pandang.
"Lo ngarang pastikan. Kagak mungkin lah. Tuh cewek dua kan anak inti cheers mana pada ambisius banget anaknya,β Kina membuka suara.
"Gue bukan penulis jadi kagak bisa ngarang cerita. Lagian lo cewek masa kagak tau cerita ginian doang sih.β
"Ya mana gue tau. Lagian loh tau dari mana coba? Paling entar cuma gosip gak jelas.β
"Enggak dong ya, gue denger sendiri dari informan terpercaya.β
"Oh ya dari siapa?β
"Dari toilet cewek pas gue lewat mau kebelet b*ker.β
Emilio, Mark, Darrenjun, Kina (-______-)
"Bisa-bisanya ya elo kebelet BAB nyempetin dengerin gosip dulu heran gue,β Mark mendadak emosi.
"Itu namanya Naluri human,β Bela Haikal pada dirinya sendiri.
"Naluri pala loh,β sambung Mark lagi.
"Idih gue kan cuma kasih informasi ke elu pada. Kok jadi sewot sih. Dah lah gue mau ke toilet lagi.β
"Ngapain?β -Emilio
"Dengerin gosip belum tuntas,β ucap Haikal, lalu pergi meninggalkan yang lainnya.
Ketiganya menggeleng secara bersamaan, sekaan ada yang meberi intruksi dan lagi-lagi Darrenjun masih tidak tertarik mengenai apapun itu.
-
Hanya Lisa saja yang masih menetap disekolah, Kina tidak ingin ambil pusing ataupun berurusan lagi dengan gadis itu.
Sudah lama rasanya ia tak pergi ke rooftoof sekolah setelah insiden yang baru-baru menimpanya.
Langit tak begitu terik siang ini, sedikit mendung. Cuaca yang pas untuk berada ditempat itu.
"Woi mas Playboy lo beneran mau ke Berlin?β
Rey hanya tersenyum tipis menanggapi teriakan Haikal yang memekakkan telinga itu.
Semua orang memandang objek dari teriakan Haikal dengan terkejut, berbagai ekspresi mereka tampilkan.
"Jadi beneran?β
Sekali lagi Rey mengangguk dengan santai, seolah-olah sudah tidak ada lagi hal yang ingin ia pertimbangkan.
"Kenapa harus Berlin?β sela Mark yang tampak tak setuju dengan niatan Rey itu.
"Gueββ
"Jangan bilang lo pergi karena ditolak sama nenek lampir,β timpal Haikal dan membuat semuanya memandang ke arahnya dan juga Kina secara bersamaan.
"Lo kalo ngomong jangan sembarangan. Fitnah itu lebih kejam dari tukang sate.β
Darrenjun hanya diam, lalu berikutnya ia pergi meninggalkan yang lain. Seolah-olah perkataan Haikal yang asal mempengaruhinya.
"Tuh ya mulut lain kali minta di plesterin deh kayaknya,β sahut Emilio yang gemas karena ucapan Haikal yang sembrono.
"Kenapa gue yang disalahin cobak? Gue kan cuma jujur.β
"Jujur lo gak ada hati.β
"Iya... Iya yang punya hati.β
"Seriusan Rey karena masalah itu?β kini Arji yang bertanya.
Rey tertawa, lalu menoyor kepala Haikal. "Nih ya, makhluk lambe turah dasar. Gue gak segalau itu juga.β
"Lah terus alasannya?β
Kina masih berdiri diam disitu, menunggu penjelasan Rey lebih lanjut. Bagaimanapun ia menjadi merasa bersalah jika hal itu benar adanya.
"Gue cuma kangen sama orang tua gue aja. Sepi rasanya tinggal sendirian di rumah.β
"Kalau gitu gue temenin aja, biar lo gak kesepian,β sahut Mark.
"Sok so sweet lo.β
"Lah iya biarin, entar kalo lo main pergi, siapa kapten basket sekolah kita?β
"Arji baru aja cedera, Emilio gak ada waktu. So siapa?β
"Iya Rey, lo pikirin lagi dah masalah ini.β -Arji
"Soal itu lo pada gak usah khawatir, gue uda nyuruh anggota lain yan gak kalah bagusnya ketimbang gue.β
Tatapan Rey seketika berpindah ke arah Kina. "Lo jangan mikir aneh-aneh Kin apa yang gue omongin barusan emang kebenaran. Jadi berhenti nyalahin diri elo dan tolong sampein ke Darrenjun juga".
Kina mengangguk kecil dan menunjukan seulas senyuman di hadapan Rey. Rey terlalu baik menurutnya dan ia berharap lelaki itu menemukan kebahagiaannya.
-
Akhirnya waktu pun berlalu, hari ini Rey akan pergi ke Berlin. Sudah tidak ada keraguan dari dirinya untuk berpindah kesana.
Sebelum pergi, Rey menyempatkan waktu untuk memberikan sebuket bunga Lili ke makam Yaya. Ia ingin berpamitan dengannya terlebih dahulu.
"Hai.. long time ya dan bentar lagi bener-bener long time,β kekeh Rey.
"Gue bawain bunga Lili buat elo, karena gue gak tau elo suka bunga apa sebenarnya, jadi random gue belinya.β
Rey membersihkan makam Yaya, mencabut rerumputan liar yang berada diatas makamnya. Setelah semuanya selesai ia pun mengelus batu nissan itu lembut.
"Oh ya gue mau pamitan ke elo. karena mungkin ke depannya gue gak bakalan bisa lagi ngunjungi makam elo. Gue mau ucapin terima kasih karena elo uda pernah jadi bagian terpenting itu. Gue harap elo uda bahagia disana dan gak ngerasa kesepian lagi".
"Sekali lagi thank you so much for your love".
Setelah berpamitan, Rey segera pergi menuju bandara.
Ia tak ingin diantar oleh yang lainnya, karena pasti akan sangat menyedihkan nantinya. Ada baiknya dia pergi dengan cara seperti ini.
-
"WOII IKAN ****** INDUK BUAYA.β
Rey berbalik saat mengenal suara yang baru saja meneriakinya dengan keras. Saking kerasanya semua orang memandang ke arahnya.
Rey tertawa kecil tiddak meyangka teman-temannya akan datang semua.
"Lo ngapain pada kesini?β tanyanya. Rey melirik jam tangan rolex miliknya, lalu menatap gerombolan yang masih memakai seragam SMA itu lagi.
"Mau hajatan. Ya nganter elo lah. bisa-bisanya gak ada acara pamitan.β
"Lo semua bolos?β Tanya Rey dengan shock.
βIni masih jam sekolah.β
"Udah gak usah mengalihkan topik. Lo kenapa main pergi doang?β Cecar Emilio.
Rey menatap wajah teman-temannya satu persatu, lalu menarik nafasnya pelan sebelum berucap.
"Gue males, teralalu melow entar.β
"Makanya lo gak usah pergi dong!" ucap Haikal yang mulai terisak.
"Nah kan apa gue bilang.β
Mark merangkul Haikal yang mulai menangis. "Uda ah lo berhenti nangis malu tau,β Bisiknya tepat di telinga Haikal.
Tapi sayangnya bukannya berhenti, lelaki itu malah menangis sejadi-jadinya. Hingga membuat mereka semua dipandangi oleh orang-orang yang lewat.
"Entar kalo lo pergi yang nganter gue siapa lagi? Terus yang bisa gue jadi in tumbal gak ada lagi! HUAHA..."
"Teman lucknut lo emang,β ucap Rey yang kesal dengan kejujuran Haikal yang terlalu jujur itu.
Yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepalanya secara bersamaan. Ingin rasanya mereka membungkus Haikal kedalam koper, lalu mengirimkannya ke Antartika saja.
Mark, Emilio, Arji. Merangkul Rey dan mengucapkan salam perpisahan secara bergantian. Ini bukanlah perjalanan 1 atau 2 tahun saja. Tetapi perjalanan tanpa batas waktu yang mungkin sulit bagi semuanya untuk bertemu kembali dengan sosok Rey.
"Pokoknya kalo lo balik kesini lo wajib hubungin kita, gimana pun caranya,β Mark.
Rey hanya tersenyum sembari mengangguk kecil.
Kina dan Darrenjun masih memandang lelaki itu dengan tatapan haru. Ralat, hanya Kina saja. Sementara Darrenjun, lelaki itu hanya menatapnya dengan wajah tanpa ekspresi. Seolah-olah ia tak tertarik.
Rey mendekat ke arah Kina dan Darrenjun, masih mempertahankan senyuman manisnya.
"Sebenarnya gue pingin ngomong empat mata sama Kina, tapi gue yakin elo bakalan ngelarang,β ucap Rey pada Darrenjun.
"Dan tanpa gue jawab elo pasti paham,β Jawab Darrenjun jujur.
Kina menyikut lengan Darrenjun pelan. βApa-apaan sih,β Bisik Kina pelan pada sang empuh.
Darrenjun hanya mengangkat kedua bahunya acuh. Bersikap ia tak peduli dengan momen haru ini.
Rey terkekeh pelan. Ia sudah duga hal ini akan terjadi. "It's ok gue paham sama sikap posesif Darrenjun ke elo dan gue cuma mau bilang. Thanks karena elo uda pernah jadi bagian terpenting itu, meski gue terlalu bodoh untuk paham dengan apa yang uda lo lakuin buat gue. Dan gue harap apa yang elo rencana in berjalan mulus. Oh iya, jangan lupa undang gue.β
"Elo tenang aja, lo bakalan jadi tamu kehormatan,β Timpal Darrenjun dan mendapatkan pelototan tajam dari Kina.
Lagi-lagi Rey hanya tersenyum melihat interaksi keduanya. Sangat menyedihkan diposisnya sekarang yang sampai sekarang ia berharap berada di posisi Darrenjun.
Rey melirik arlojinya lagi, kemudian memandang teman-temannya. "Gue harus pergi.β
"Lah seriusan kang Playboy mau pergi,β Haikal berlari ke arah Rey, lalu memeluknya dengan erat sembari terisak.
"Jangan cari teman yang lebih asik dari gue. Pokoknya lo harus kabarin gue terus. HUA... Ahhh.β
Rey menutup wajahnya sendiri. Ia sungguh malu dengan tingkah Haikal. Ia melepas pelukan Haikal yang membuatnya malu dan juga sesak nafas.
"Rey, jangan lupa kabarin kita,β Arji berucap.
"Iya, harus sering kontekan kalo ada waktu,βMark.
"Kalo sampek lo lupa in kita, gue bakalan bikin perhitungan sama lo disana,β Emilio.
Rey mengangguk kecil dan tanpa sengaja tatapannnya bertemu dengan tatapan Kina. Ia sungguh ingin memeluk gadis itu, tapi sangat tak mungkin hal itu ia lakukan mengingat dengan siapa Kina sedang berdiri. Sosok yang membuatnya iri, karena Darrenjun yang lebih baik darinya.
"Kalo gitu gue pamit ya.β Rey menggeret kopernya sembari melambaikan tangannya ke arah teman-temannya.
Berulang kali ia menarik dan menghembuskan nafasnya. Ia sungguh sedih dan terharu meninggalkan semuanya. Banyak kenangan yang ia punya bersama teman-temannya disini.
Semua temannya memandangnya dengan wajah sedih, hanya satu orang yang mempertahankan wajah dinginnya, yaitu Darrenjun.
Meski tak ada ekspresi sedih dari wajahnya, bukan berarti Darrenjun tak menyayangkan kepergian Rey seperti itu. Karena dalam hati kecilnya ia sungguh sedih sebenarnya. Hanya saja ia tak ingin berkelok ria seperti teman/temannya yang lain.
Mereka memandang tubuh lelaki itu hingga punggungnya sudah tak terlihat lagi.
"Jangan sedih nanti aku cemburu.β
Kina menoleh ke arah Darrenjun dan tersenyum kecil. "Dasar, bisa-bisanya disaat yang gak tepat.β
Darrenjun tak peduli dan memilih menggenggam erat jemari Kina, seakan ia tak ingin dilepaskan oleh gadis itu.
Haikal masih menangis hingga membuat yang lainnya kewalahan.
"Lo diam napa sih Kal. Malu tau.β
"GUE SEDIH... LO GIMANA SIH?!"
"Uda tinggalin aja nih bocah,β Bisik Arji ke arah yang lainnya.
"GUE DENGER ARJI RADITYA.... LO JAHAT DAH NINGGALIN GUE DISAAT GUE LGI SEDIH DITINGGAL REY!β
"Dasar norak. Alay.β
"Uda ah kuy cabut, tinggalin nih bocah,β Bisik Emilio dan segara berlari diikuti oleh Mark dan Arji.
"TUNGGUIN GUE!"
Kina tidak menyangka bahwa Haikal bisa se aneh itu.
"Mau ketemu mama gak?β Tawar Darrenjun pada Kina.
Kina menoleh, lalu mengangguk semangat. "Ayo, tapi kita beli bunga dulu ya.β
Darrenjun tersenyum dan mengangguk kecil.
-
-
Darrenjun meletakkan sebuket bunga mawar diatas gundukan tanah. Tempat dimana Laura beristirahat.
"Hai ma,β Sapanya pada makam mamanya.
"Hai tante,β Sapa Kina juga.
"Mama gimana disana uda baikan?β
"Sayang ya, kenapa pas aku mulai dekat lagi dengan mama. Mama malah pergi. Aku harap mama tenang ya disana. Darrenjun kangen mama.β
Kina memandang Darrenjun dengan sedih. Dielusnya punggung lelaki itu dengan lembut. Mencoba memberi energi yang ia punya untuknya.
"Oh iya ma, aku mau kenalin pacar sekaligus calon istri aku ke mama. Kina. Mama uda kenal kan.β
Meski tidak bertemu dengan Laura secara langsung entah kenapa perasaan Kina menjadi gugup.
"Aku minta doa dan restu mama ya dari sana. Do'ain agar semuanya berjalan lancar.β
Pipi Kina bersemu merah. Ia tak menyangka Darrenjun begitu serius terhadapnya. Ingin ia berucap di makam Laura, tetapi ia terlalu malu.
-
"Kenapa kamu sangat yakin sama aku Jun?β
Darrenjun menghentikan langkahnya, lalu menatap Kina. "Karena aku kenal kamu bukan katanya orang, tapi karena kata hati aku sendiri.β
Darrenjun menyamakan tinggi tubuhnya dengan tinggi tubuh Kina, ia ingin menatap Kedua mata gadis itu lekat.
"Kamu cantik, kamu baik dan kamu tulus. Dan aku suka kamu.β
"Kamu adalah orang yang bisa ngubah cara pandang aku terhadap sesuatu hal dan kamu uda ngasih aku pelangi manis didalam hidup aku. Kin, aku gak pernah ngerasa sangat yakin sama satu hal sampai aku kenal kamu. Batu es yang selama ini ada didalam diri aku, semuanya mencair karena kamu. Dan aku harap apapun nantinya bakalan terjadi, aku tetap bisa terus sama-sama kamu.β
Darrenjun menarik tangan Kina, lalu ia genggam tangan kecil itu. "I love you so much Kin,β ucapnya tepat dihadapkan Kina.
Kina sudah tidak dapat membendung air matanya. Ia tidak menyangka dirinya begitu berharga seperti ini. Dan ia mau kebahagiaan ini terus berlangsung.
"Love you too Jun.β
Darrenjun sungguh bahagia, perasaannya dibalas oleh gadis yang amat ia cintai.
Keduanya saling bertatapan satu sama lain, hingga jarak wajah keduanya dekat satu sama lain. Dan dalam hitungan detik bibir keduanya pun saling menyatu.
Kebahagiaan bukan dicari, tetapi diciptakan sendiri oleh orang yang ingin merasakan apa itu bahagia yang sesungguhnya.
...~THE END~...
...******...
...β€οΈβπ₯Cutton Candyβ€οΈβπ₯...
...-...
...Akhirnya cerita ini telah selesai,...
...Terima kasih telah menemani perjalan kisah cinta Kina dan Darrenjun dalam cerita Cutton Candy....
...Mungkin masih banyak kesalahan dalam segi cerita maupun penulisan dalam cerita ini. Untuk itu saya selaku author meminta maaf π...
...Terima kasih telah memberikan vote, komen, maupun masukan terhadap cerita ini π₯°π₯°...
...Dan sekali lagi Terima kasih banyak, semoga para readers juga bisa menemukan kebahagiaannya dengan cara yang unik π...