
*Satu tahun kemudian
"Sayang, rapikan dulu rambutmu. Biar aku yang gendong, Mika", ucap Michael sembari memasang gendongan hipseat dibadannya.
Mikael Alexandre William
Bayi laki-laki berambut hitam lebat ini dilahirkan Sarah enam bulan yang lalu. Bayi yang menjiplak sebagian besar wajah Michael ini memang sedikit membuat Sarah kesal, karena sedikit sekali kemiripan Mika dengan dirinya yang sudah 9 bulan lebih mengandungnya.
Sarah merapikan rambutnya dengan pantulan kaca mobil. Michael yang telah selesai memasang gendongan segera mengambil Mika dari carseat-nya dan menggendongnya.
"Sayang, tolong aku sebentar", ucap Michael meminta Sarah untuk membantunya menggendong Mika.
"Lucy, tunggu dulu disini sayang. Kita tunggu uncle Lois dan aunty Alice dulu", ucap Sarah.
Tak berapa lama mobil Lois datang dan parkir disebelah mobil Michael. Alice segera keluar dari mobil dan menghampiri Sarah.
"Maafkan kami telat, aku harus mengganti ulang baju Charlotte karena dia mainan air minumnya", ucap Alice.
"It's Okay, hmmm... keponakan aunty cantik sekali!", seru Sarah seraya mencium pipi Charlotte yang berumur 10 bulan itu.
Mereka segera memasuki gedung tempat Denis menggelar resepsi pernikahannya. Selesai menyalami kedua orangtua Denis, mereka bergegas menuju ruangan tempat Denis sedang mempersiapkan dirinya.
"Whoaaa... keponakanku yang manis-manis udah pada datang!", seru Denis ketika sedang merapikan jasnya.
"Aduuhhh... Mic, ngapain kamu pake jas ganteng-ganteng gini kalo ketutupan gendongannya Mika", sindir Denis.
"Hahahaha... nanti kau juga akan merasakannya kalo anakmu udah lahir", jawab Michael santai.
"Yang jelas anakku haruslah lebih tampan dariku, karena mamanya juga cantik. Aku juga akan mencari nama yg lebih kreatif lagi, tidak sepertimu. Michael... Mikael..., hah... sepertinya kau kekurangan ide nama, Mic"
"Udah, ga usah sok!", seru Sarah sambil memukul lengan Denis.
"Kenapa kamu marah? Aku kan ngomong sama Michael, bukan denganmu", ucap Denis sambil mengelus lengannya.
"Aku marah denganmu bukan karena itu, aku marah karena kelakuanmu. Kenapa kau sampai hati menghamili Isabella dulu, hah! Apa sampai segitunya kamu ga bisa nahan nafsumu itu!", Sarah kembali memukul Denis beberapa kali.
"Sarah... Sarah... dengerin dulu dong jangan asal pukul. Ada Lucy juga disini, kenapa main pukul"
"Lucy tau kalo orang dewasa sepertimu melakukan kesalahan, pasti harus dipukul hahahaha...", celetuk Lois mengompori.
"Oke... Oke... aku jelasin dulu. Jadi Isabella terus menolak lamaranku, dia masih belum mau menikah. Karena masih terlalu mudalah, masih pengen kerjalah, sementara usiaku makin bertambah. Jadi ya aku terpaksa melakukannya agar... dia mau segera menikah", jelas Denis santai.
"Dasar! Mau enaknya aja", seru Alice.
"Terus tanggapan orangtua Isabella gimana?", tanya Sarah.
"Mereka biasa aja. Ya gimana, selama ini anaknya di Belanda sama aku, ya wajar kalo anaknya hamil sama aku"
"Ya Tuhaaannnn... kau bahkan mengatakannya tanpa rasa bersalah", ucap Sarah geram.
"Yang penting kan dia bertanggung jawab, sayang", kata Michael sambil mengelus punggung Sarah.
"Setelah menikah ini aku kembali bekerja disini. Jadi begitu anakku lahir, kita bisa playdate sama-sama kan?"
"Nanti kita minta Michael untuk bikin playground di halaman belakangnya yang masih luas itu", ucap Lois.
"Iya, makanannya kita ambil dari toko Sarah. Mereka berdua memang cocok untuk jadi tuan rumah playdate", imbuh Alice.
"Bener banget, kak. Kita pasti betah banget kan ya", sambung Denis dengan menahan tawa.
"Terserah kalianlah", jawab Sarah singkat.
Acara pernikahan Denis dan Isabella berlangsung dengan khidmat. Meskipun perut Isabella telah keliatan membuncit, namun rona bahagianya terpancar jelas dari wajah cantiknya. Begitu pula dengan Denis yang sangat jelas tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya karena akhirnya menemukan pasangan hidupnya. Plus, bonus anak yang sedang dikandung Isabella.
"Udah lama banget aku ga lihat Denis sebahagian itu", ucap Sarah sambil menyeka mulut Mika setelah minum susu.
"Kamu bahagia melihatnya?", tanya Michael.
"Tentu saja, apapun yang pernah dilakukan Denis padaku dimasa lalu, dia tetaplah orang baik. Hanya saja dia ga tau cara mengekspresikan rasa sayangnya itu", jawab Sarah sambil menahan tawanya.
"Bahkan sampai sekarang pun dia masih bertingkah seperti itu. Dia pake cara pintas untuk mengikat wanitanya hahahaha..."
"Mama... boleh aku cium adik?", tanya Lucy.
Lucy segera mencium pipi Mika, Sarah tersenyum dan mengelus rambut Lucy.
"Yakin ga mau nambah anak lagi?", goda Michael.
"Kamu mau ngerayu sampai kapan, sayang? Sampai kapan pun pikiranku ga akan berubah. Bukankah dulu kau bilang terserah padaku"
"Hahahaha... aku bercanda, sayang. Aku pikir kamu akan pengen nambah anak lagi setelah melihat Isabella yang sedang hamil"
"Aku memang menikmati masa hamil Mika kemarin, aku menikmati rasa sakit saat melahirkan, saat-saat kurang tidur ketika Mika masih newborn, tapi sekarang aku lebih menikmati masa-masa melihat tumbuh kembang Lucy dan Mika"
"Terimakasih sudah merawat anak-anak kita dengan sangat baik", ucap Michael sambil mengecup pipi Sarah.
"Stop, sayang. Ini hari pernikahan Denis, jangan coba-coba mencuri panggungnya seperti yang dulu pernah kamu lakukan di pernikahan Gery"
"Kenapa? Kita kan pasangan sah, enggak ada salahnya kan kita bermesraan"
"Tapi enggak disini, sayang..."
"Baiklah, kalo begitu ayo kita pulang sekarang. Kita lakukan di rumah saja", goda Michael.
"Mulai deh!", ucap Sarah sambil mencubit hidung Michael.
Sarah memperhatikan Denis yang terlihat mesra dan bahagia berdansa dengan istrinya. Alice dan Lois juga terlihat sangat bahagia menggoda Charlotte yang sedang senang-senangnya menirukan gaya. Lalu matanya tertuju pada Michael yang sedang memangku Lucy dan bercanda dengan putrinya itu. Dilihatnya pula Mika yang sedang tertidur dengan pulas, wajah bayi imut yang memang terlihat mirip dengan Michael dilihat dari segala arah. Pandangannya kembali menuju ke wajah Michael yang menikmati waktu bercandanya dengan Lucy.
"Kenapa? Apa aku terlalu tampan?", goda Michael.
Sarah mengangguk dan tersenyum. "Iya, kamu selalu terlihat sangat tampan"
"kenapa tiba-tiba berubah? Kamu bilang jangan mencuri panggung Denis, terus kenapa kamu merayuku?"
"Tanyakan pada dirimu kenapa kau terlalu menggoda", ucap Sarah sambil menundukkan wajahnya. Menutupi pipinya yang memerah.
"Hei... menggoda suami sendiri kenapa harus malu, sayang?", kata Michael terkekeh sembari mengelus rambut Sarah.
"Apa... kau terbawa suasana pernikahan ini? Maaf kalo dulu saat kita menikah aku tidak bisa menghadirkan perasaan bahagia kepadamu. Tapi... kamu tetep cinta kan sama aku?"
Sarah tersenyum. "Mencintaimu itu serupa air laut, pasang surut akan selalu ada. Namun kau tahu kan sayang, rasa air laut tidak pernah berubah"
Michael tersenyum lebar mendengar "Ahh... kau benar-benar membuat gila lama-lama disini, sayang. Ayolah... kita harus segera menyelesaikan ini di rumah"
"Hahahaha... sabar sayang, kita akan segera menyelesaikannya begitu sampai di rumah", bisik Sarah menggoda Michael.
"Kecuali Mika akan menggangu kita seperti biasanya hahahaha...", jawab Michael sambil mengelus pipi Mika.
Michael mendekatkan kursinya pada kursi Sarah dan memposisikan duduknya menghadap pada Sarah yang sedang menggendong Mika yang tertidur, sementara tangan kanannya merangkul bahu Sarah.
"Let's grow old together, Sarah. Nurturing each other with everything that we had and not letting anyone to be empty ever"
💞 T H E E N D 💞
*****
Maafkan kalo up-nya telat. Sebenernya udah disetor dari kemarin sore, tapi entah mengapa belum berhasil lolos review sampai sekarang 😅
Terimakasih sudah selalu setia menunggu lanjutan cerita dari Cupcake's Love. Akhirnya sampai juga kita diakhir cerita Michael dan Sarah. Terimakasih untuk dukungan semangatnya, likes dan komennya. Itu sangat berarti sekali bagi saya yang pemula disini ehehehehe....
Sekiranya cukup sekian cerita Michael dan Sarah, mohon maaf jika ceritanya ga sesuai dengan harapan, ga seru, ngegantung, banyak typo atau sebagainya. Tapi ya memang beginilah alur yang sudah saya buat untuk cerita ini.
Selanjutnya saya udah nulis 2 eps novel terbaru, insya Allah nanti saya up tanggal 12 Desember. Jadi biar saya ada persiapan beberapa episode untuk di up, jadi nulisnya biar ga grasa-grusu 😅 Semoga cerita dinovel selanjutnya bisa lebih menyenangkan hati readers sekalian hehehehe...
Ini ada cover novel untuk selanjutnya, untuk ceritanya bagaimana nanti ditunggu aja tanggal 12 Desember ya 😉
Terimakasih banyak readers semua, salam sayang dari archies ya 😘😘😘