Cupcake's Love

Cupcake's Love
#34



Ambulance datang ke tempat kejadian. Petugas paramedis mengangkat kepala Sarah dengan hati-hati dan memasangkan penyangga leher serta memasang selang oksigen untuk Sarah.


Ambulance membawa Sarah ke St. Mary's hospital, Denis ikut serta di dalam ambulance. Tampak raut penyesalan yang teramat dalam pada wajah Denis.


Sesampainya di rumah sakit, Sarah dibawa menuju IGD dan Denis harus menunggu di luar. Lois yang melihat Denis dari kejauhan langsung mendekati Denis bersama temannya.


"Hey... ********!", ucap Lois seketika menarik bahu Denis. "Dimana Sarah?", tanya Lois.


Denis tida bisa berkata-kata, dia hanya melihat ke arah IGD. Amarah Lois pun memuncak dan hampir melayangkan pukulan keras dari tangannya, namun ditahan oleh temannya.


"Sudahlah, kita masuk dulu untuk lihat kondisinya", ujar Andrew.


Lois dan Andrew segera masuk ke dalam IGD dan mencari keberadaan Sarah. Nampak sudah ada dokter jaga dan perawat yang sedang menangani Sarah.


"Bagaimana kondisinya?", tanya Lois pada dokter IGD.


"Pasien mengalami syok akibat kecelakaan mobil, kemungkinan ada pendarahan pada otaknya", jelas dokter IGD.


"Apa?", Lois mengepalkan tangannya. "Lakukan CT scan sekarang, aku akan mengambil alih untuk operasinya", kata Lois.


"Lois, kamu ga bisa ngelakuin ini. Bagaimana bisa kau bertarung mengendalikan emosimu saat membedah adikmu sendiri?", ucap Andrew.


"Aku bilang aku akan mengoperasinya!", teriak Lois.


Andrew mengangguk dan menepuk bahu Lois untuk menenangkannya. Perawat bersiap untuk memindahkan Sarah ke ruang CT scan.


"Tunggu!", seru Andrew pada perawat. "Kenapa ada darah di celana pasien?", tanya Andrew.


Para perawat langsung melihat ke celana Sarah dan terkejut, "Maaf dokter, kita baru saja melihatnya. Sepertinya darahnya baru saja keluar", jawab seorang perawat dengan gugup.


Lois menggosok rambut dengan kasar. "Cepat minta dokter kandungan untuk mengeceknya! Aku akan bersiap-siap untuk operasinya", ucap Lois yang kemudian berjalan keluar meninggalkan IGD.


Lois berjalan melewati Denis, dia merogoh saku pada jas dokternya dan mengambil ponselnya.


"Sayang, tolong beritahukan pada mama papa kalo Sarah ada di St. Mary. Dia mengalami kecelakaan mobil dan aku sedang bersiap untuk mengoperasinya", kata Lois sambil terua berjalan menuju ruang CT scan. "Tolong beritahu Michael juga", sambung Lois dan segera mengakhiri panggilan teleponnya.


***


Alice sangat syok dengan kabar yang baru saja ia terima. Alice kebingungan bagaimana caranya untuk memberitahukan kabar ini pada mertuanya. Perlahan dia berjalan mendekati Rachel dan Harry yang tengah menonton tv di ruang keluarga. Alice duduk dengan perlahan dan membuat Rachel penasaran.


"Ada apa Alice? Apa kau sakit?", tanya Rachel.


Alice menggelengkan kepalanya. "Pa... ma... kita... harus segera... ke St. Mary sekarang. Sarah... mengalami kecelakaan mobil", jelas Alice dengan terbata-bata.


Air mata Rachel langsung keluar dengan derasnya. Harry mengelus punggung istrinya untuk menenangkannya.


"Bagaimana kondisi Sarah?", tanya Harry.


"Lois... akan segera mengoperasinya", jawab Sarah.


Harry mengangguk. "Baiklah, kita harus kesana sekarang", ucap Harry.


Saat menunggu mertuanya bersiap-siap, Alice menghubungi Michael yang sedang mengecek berkas pekerjaan di kantornya.


"Ada apa, Alice?", tanya Michael.


"Michael... kau harus ke St. Mary sekarang. Sarah... mengalami kecelakaan mobil dan Lois akan segera mengoperasinya"


"Apa?", mata Michael mulai berkaca-kaca. "Baiklah, aku akan segera kesana", imbuh Michael.


***


"Bertahanlah demi kita semua, Sarah", ucap Lois lirih.


Lois memposisikan dirinya sebelum memulai operasi, dia menghela nafasnya panjang. Lois memulai operasi dengan membuat lubang pada tulang tengkorak Sarah untuk mengakses otak Sarah dan menghentikan pendarahannya.


Alice dan mertuanya datang ketika Lois sudah memulai operasi, mereka melewati Denis tanpa menegur sedikit pun. Harry bahkan memasang wajah murkanya ketika melewati Denis. Mereka menunggu di ruang operasi, duduk berjauhan dengan Denis.


Tak berapa lama, Michael datang dan berlari menghampiri Alice dan mertuanya.


"Lois udah mulai operasinya dari tadi", ucap Alice.


Michael menghela nafasnya dan mengangguk. Dia berbalik badan dan berjalan mendekati Denis. Michael menarik baju Denis dan mulai memukul wajah Denis tanpa aturan, Michael menumpahkan seluruh emosinya. Alice yang berusaha melerai pun kesulitan.


"Sudahlah, Michael. Hentikan!", ucap Alice sambil mencoba menarik lengan kiri Michael. Namun usaha Alice tak berhasil, tenaga Michael tak terkendali dan terus menghajar Denis. Alice kemudian meminta tolong pada perawat untuk melerai. 2 orang perawat menarik Michael dan membawanya menjauh dari Denis.


"Akan ku bunuh kau!", teriak Michael.


Harry menarik Michael dan mendudukkannya. "Tenangkan dirimu, Sarah akan baik-baik saja. Dia sudah bersama Lois", ucap Harry menenangkan Michael.


Denis duduk kembali pada bangku ruang tunggu sambil mengelap darah yang keluar pada luka di wajahnya. Ia bertekad tetap menunggu sampai operasi Sarah selesai.


Lois masih harus berjuang menghentikan pendarahan otak pada Sarah. Dia mengesampingkan emosi yang berkecamuk didadanya agar tetap fokus saat mengoperasi Sarah dan menyelesaikannya dengan baik.


Beberapa saat berselang, Lois keluar dari ruang operasi. Michael dan keluarga Sarah yang menunggu diluar langsung berdiri. Lois berjalan menghampiri mereka dengan mata berkaca-kaca.


"Aku berhasil menghentikan pendarahan otaknya", ucap Lois.


Michael dan keluarga Sarah bernafas lega. Alice memeluk Rachel yang sedari tadi tidak berhenti menangis.


"Dokter kandungan sedang menangani Sarah sekarang. Sarah mengalami pendarahan hebat akibat benturan di perutnya, jadi dokter harus mengeluarkan janinnya yang masih sangat muda itu", imbuh Lois.


Semua mata membelalak tertuju pada Lois, seakan tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.


"Sarah... hamil?", ucap Michael dengan mata berkaca-kaca.


Lois terdiam dan memandangi Michael dengan bingung. "Kamu ga tahu kalo Sarah sedang hamil?", tanya Lois.


Amarah Michael semakin menjadi. "Dasar ********!", ucap Michael sambil melihat Denis dan berjalan untuk kembali menghajarnya.


Lois menahan Michael. "Kau, pergi dari sini sekarang juga!", teriak Lois pada Denis. Denis segera pergi meninggalkan St. Mary.


Michael terduduk dengan lemah.


"Kalo Michael tidak tahu Sarah sedang hamil, pasti Sarah juga tidak mengetahuinya", ucap Alice.


"Anakku yang malang", ucap Rachel yang kembali menangis terisak-isak.


"Tenanglah, yang penting Sarah sudah selamat", kata Harry menenangkan Rachel.


"Kita masih harus menunggu Sarah melewati masa kritisnya, semoga itu tidak berlangsung lama", ucap Lois.


"Aku akan memberitahu Sarah soal kehamilannya", kata Michael sambil menyeka air matanya. "Aku akan menunggu waktu yang tepat untuk memberitahunya", imbuh Michael.


Lois mengangguk dan menepuk pundak Michael. "Dia wanita yang kuat, Mic", ucap Lois.


Lois yang masih dengan pakaian bedahnya ikut menunggu di luar ruang operasi. Raut wajah kecemasan belum juga hilang dari mereka menanti kabar terbaru dari Sarah.