
Michael berlutut di depan kursi Sarah.
"Ku mohon padamu, Sarah", pinta Michael.
Sarah mengelap air matanya dan menghela nafas. "Pulanglah, aku akan memikirkannya dulu", jawab Sarah.
"Ku harap kau bisa pergi liburan dengan Lucy", ucap Michael. Dia segera berdiri dan keluar dari apartment Sarah.
***
Pagi-pagi, Sarah pergi dengan membawa tas berisi beberapa stel baju. Dia menuju ke Westwood Cemetery, tempat Leona dimakamkan. Perjalanan sejauh 7,5 jam itu cukup melelahkan bagi Sarah, karena Sarah tidak membawa mobil pribadi dan harus naik bis.Sarah harus berganti 4 bis untuk sampai di makam Leona.
Michael datang ke apartment Sarah untuk membawakan makanan yang telah dimasak oleh bibi Rose. Dia berencana mengajak Sarah untuk makan siang bersama. Setelah menekan bel pintu beberapa kali, Michael tidak juga mendapat jawaban. Michael bertanya kepada petugas lobi.
"Bisa tolong kau cek cctv-nya", pinta Michael.
Petugas lobi pergi ke sebuah ruang untuk memeriksa cctv.
"Istri Anda meninggalkan apartment jam 6.45 pagi tadi, pak", ucap petugas lobi.
"Terimakasih banyak", kata Michael. Dia segera menuju parkiran mobilnya. "Kau pergi kemana lagi?", gumam Michael.
Michael terdiam dimobil beberapa saat sambil memijat pangkal hidungnya dan memejamkan matanya. Tiba-tiba matanya membelalak teringat akan suatu hal.
"Makam Leona?", gumam Michael. Dia segera menyalakan mesin mobilnya menuju ke Westwood Cemetery. Michael menempuh perjalanan 4,5 jam untuk menyusul Sarah.
Sarah baru saja tiba di halte Wilshire, dia masih harus berjalan kaki sekitar 1 menit untuk sampai di pemakaman Leona. Dia berhenti di sebuah toko bunga untuk membeli bunga lili putih kesukaan Leona.
"Sudah hampir jam setengah 3, aku belum makan siang", ucap Sarah sambil melihat jam tangannya. "Aku akan ke makam Leona dulu sebentar, lalu aku akan pergi makan", imbuh Sarah.
Sarah berjalan menuju makam Leona, dan meletakkan bunga lili putih yang telah ia beli di atas makam Leona.
"Hai, Leona. Aku... datang seorang diri kali ini", ucap Sarah.
"Aku... ga tau harus cerita ke siapa. Mungkin aku akan selalu mengadu padamu soal Michael", kata Sarah sambil duduk di atas rumput.
"Michael menuduhku berselingkuh dengan Denis, dia bahkan berbicara soal perpisahan", ucap Sarah yang mulai meneteskan air matanya.
"Meskipun awalnya aku tidak mencintainya, tapi aku ga pernah berpikir sekali pun untuk menduakannya. Tega sekali Michael ngomong seperti itu", Sarah mulai terisak dan mengelap air matanya.
"Berpisah dengan Michael... sangat sulit bagiku. Aku juga tidak bisa... berpisah dengan Lucy", air mata Sarah mengalir deras.
Michael sampai di Westwood Cemetery, dia segera berlari ke makam Leona setelah memarkir mobilnya. Michael memperlambat larinya saat melihat seorang wanita yang tengah duduk di rumput dari kejauhan. Michael berjalan mendekati Sarah dan ikut duduk disamping Sarah. Sarah menengok ke arah Michael sambil mengelap air matanya.
"Aku tau Sarah akan mengadu padamu", ucap Michael sambil menatap nisan Leona.
Sarah memalingkan kepalanya, dia berusaha untuk tidak menangis lagi.
"Apa urusanmu dengan Leona sudah selesai?", tanya Sarah.
"Bagaimana kau tahu ada disini?", ucap Sarah.
"Tidak terlalu sulit bagiku untuk menemukan keberadaanmu, kau selalu meninggalkan jejak untukku", jelas Michael. "Jika sudah selesai, ayo pulang", imbuh Michael.
"Pulanglah sendiri", ucap Sarah sambil berdiri dan mengangkat tasnya. Michael mengikuti Sarah berdiri dan mengambil tas yang Sarah tengteng.
"Kita akan pulang bersama, aku ga akan biarin kamu pulang sendirian", kata Michael.
Sarah menghela nafasnya. "Apa maumu?", tanya Sarah.
Michael menatap Sarah. "Aku mau kita makan siang bersama, pulang ke rumah dan berlibur bersama Lucy", kata Michael.
"Bagaimana jika aku menolak?", ketus Sarah.
Sarah terdiam, matanya berkaca-kaca menatap Michael.
"Kau boleh membenciku, tapi ga akan aku biarin kau sakit karena telat makan dan mengecewakan Lucy", ucap Michael sambil menggandeng tangan Sarah.
Michael dan Sarah menuju parkiran mobil, Michael membukakan pintu untuk Sarah dan menaruh tas Sarah di jok belakang. Michael mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah taman tak jauh dari Westwood Cemetery. Michael mengajak Sarah turun dan mengambil bekal makanannya.
"Makanlah, kau pasti lapar setelah melakukan perjalanan jauh", ucap Michael.
Sarah hanya diam, mereka tidak saling berbicara selama makan. Hanya terdengar suara kendaraan yang berlalu-lalang di jalan depan taman.
"Kau akan pergi berlibur dengan Lucy, kan?", tanya Michael sembari merapikan kotak bekal.
Sarah diam sejenak dan menghela nafasnya. "Ya, aku akan ikut", jawab Sarah.
"Terimakasih banyak, sayang", ucap Michael. Sarah hanya menunduk dan tak menghiraukan Michael.
Saat perjalanan pulang, Sarah tertidur karena kelelahan. Sesekali Michael menoleh ke arah Sarah dan mengusap rambutnya. 4,5 jam telah dilalui, Sarah masih tertidur ketika sampai di rumah Michael.
"Sayang... kita sudah sampai", ucap Michael sambil mengelus kepala Sarah. Sarah terbangun dan keluar dari mobil.
Sarah berjalan menuju kamar Lucy dan membuka pintu kamarnya. Terlihat Lucy yg tengah bersiap untuk tidur ditemani bibi Rose.
"Mamaaaaa...", seru Lucy. Sarah berlari kecil menuju kasur Lucy dan memeluknya. "Apa pekerjaan mama udah selesai?", tanya Lucy.
Sarah hanya tersenyum. "Tidurlah, mama temani tidur ya", ucap Sarah sambil meletakkan tasnya. "Bibi Rose istirahat aja, aku akan temanin Lucy disini", imbuh Sarah. Bibi Rose keluar meninggalkan Sarah dan Lucy.
Setelah memastikan Lucy tidur, Sarah keluar kamar untuk mengambil air minum.
"Bibi liat tasku?", tanya Sarah pada bibi Rose yang sedang membersihkan dapur.
"Tidak, nyonya. Mungkin dibawa tuan Michael ke kamar"
Sarah hanya mengangguk. Dia meletakkan gelas di meja dan pergi ke kamar. Saat pintu terbuka, Sarah melihat Michael yang tertidur pulas dengan posisi tengkurap. Michael masih mengenakan baju kerjanya, memegang jas ditangan kanannya dan belum melepas sepatunya.
Sarah menghampiri Michael. Dia menarik jas yang dipegang Michael dengan perlahan dan menggantungnya. Lalu kembali lagi melepaskan sepatu dan kaos kaki Michael.
"Kau pasti sangat lelah", ucap Sarah sambil mengusap rambut Michael.
Michael tersadar akan kehadiran Sarah, dengan cepat dia meraih pergelangan tangan Sarah dan menggenggamnya dengan erat.
"Aku merindukanmu", ucap Michael sambil mencium tangan Sarah. Sarah hanya terdiam, dia berusaha melepaskan genggaman tangan Michael.
"Aku ga akan lepasin tanganmu, aku ga mau ditinggal pergi lagi oleh orang-orang yang aku cintai", kata Michael sembari bangun dari posisi tidurnya dan duduk berhadapan dengan Sarah.
"Beritahu aku, aku harus bagaimana supaya kamu ga marah lagi sama aku?", tanya Michael lirih.
Sarah hanya menunduk dan mulai meneteskan air mata. "Sudah ku bilang aku ga akan melakukannya dengan Denis, kenapa kau masih ga percaya?", ucap Sarah sambil menahan tangisnya.
"Kalo aku hanya ingin uangmu, aku ga perlu capek-capek ngurusin toko. Aku akan menutup toko dan minta uang padamu. Kenapa kau bisa menganggapku serendah itu?", sambung Sarah sambil memukuli lengan Michael.
"Maafkan aku, Sarah. Aku cemburu. Aku hanya ga suka lihat kamu terus dekat dengan Denis", jelas Michael.
Sarah mengelap air matanya. "Harus berapa kali ku katakan padamu soal Denis? Harus bagaimana lagi aku membuktikan padamu kalo aku ga ada rasa sama Denis?", tanya Sarah.
"Aku tahu, Sarah! Sudah ku bilang itu karena aku cemburu. Aku ga mau kehilanganmu hanya karena Denis", jelas Michael.
"Aku... akan tetap bersamamu, Michael. Kenapa kau bodoh sekali sampai berpikiran seperti itu!", Sarah kembali menangis dan memukul Michael.
Michael menahan tangan Sarah dan menggenggamnya. Dia mengusap pipi Sarah untuk menghapus air mata Sarah.
"Kau mau memaafkan suamimu yang bodoh ini?", tanya Michael lirih.