Cupcake's Love

Cupcake's Love
#29



*3 hari kemudian*


"Sayang, kenapa ga ke kantor?", tanya Sarah pada Michael yang sedang membaca buku di balkon.


"Gapapa, aku cuma pengen di rumah aja"


"Tapi aku harus ke toko sebentar"


"Nanti aku antar, 2 hari ini aku ga akan ke kantor"


"Hah? 2 hari? Kamu kenapa?", Sarah penasaran.


Michael menutup bukunya dan menatap Sarah. "Aku cuma pengen istirahat, sayang", jawab Michael sambil mencubit pipi Sarah. "Ayo siap-siap, aku akan antar kamu ke toko", imbuh Michael.


Michael dan Sarah segera menuju ke toko. Sarah langsung menemui pelanggan yang sudah membuat janji dengannya. Beberapa saat kemudian, Denis datang ke toko. Melihat keberadaan Michael di toko, Denis segera menghampiri Michael dan duduk dimeja yang sama.


Sarah menjadi agak hilang konsentrasi. Dia mencoba mencuri pandang pada meja tepat Michael dan Denis.


"Duuhhh... perang deh!", gumam Alice yang berada di meja kasir sambil menepuk jidatnya.


"Whoaaaa... nampaknya Michael William mulai punya waktu luang ya?", sindir Denis.


"Apa aku harus selalu melapor padamu jika aku punya waktu luang?", jawab Michael dengan tersenyum sinis.


"Kau pulanglah, malam ini aku akan mengajak Sarah makan malam. Nanti aku akan antar dia pulang ke rumahmu"


"Apa kau yakin Sarah mau pergi denganmu?"


"Sarah menolak karena selalu kau ancam!", kata Denis kesal.


"Aku tidak pernah mengancamnya, kau bisa tanyakan langsung padanya"


"Benarkah? Lalu kenapa Sarah selalu ketakutan tiap bertemu denganku? Bukankah karena kau mengancamnya?"


"Harusnya kau tanyakan pada dirimu sendiri kenapa Sarah takut denganmu", ucap Michael. "Sarah takut padamu karena kau bertindak seperti psikopat, Denis Clark!", imbuh Michael.


Mata Denis membelalak, dia menjadi kesal dengan perkataan Michael. "Jaga mulut sampahmu itu!", ucap Denis menahan amarahnya.


Michael tersenyum sinis. "Apa kau kesal padaku? Apa kau kesal karena aku mendapatkan wanita yang kau impikan itu? Kau kesal karena Sarah lebih memilihku, lebih memilih menikah denganku daripada denganmu", ucap Michael menyindir Denis.


Amarah Denis semakin memuncak, dia menggenggam tangannya untuk menahan emosi. Denis segera berdiri dan keluar meninggalkan toko. Sarah yg baru saja selesai bertemu client, langsung menghampiri Michael.


"Sayang, apa yang terjadi? Sepertinya Denis marah?", tanya Sarah sambil duduk di sebelah Michael.


"Entahlah, dia kesini cuma buat marahin aku doang", jawab Michael sambil menutup botol air mineralnya.


"Sayaaaaaang... kenapa malah bercanda"


"Aku ga bercanda, dia masuk kesini kan sebentar doang terus pergi"


"Apa yang terjadi?", tanya Alice yang baru saja keluar dari dapur toko.


"Ga tahu, Michael ga mau ngomong", jawab Sarah.


"Sudah ku bilang enggak ada apa-apa, dia kesini cuma marah ke aku doang", kata Michael sambil menahan tawa.


Alice menghela nafasnya. "Aku kira bakal ada keributan disini", ucap Alice.


"Kenapa ga bilang? Tau begitu kan aku bisa ajak Denis berantem disini", canda Michael.


"Apaan sih, ngawur deh ngomongnya", ucap Sarah kesal.


"Kalian mau kencan kemana?", tanya Alice.


"Cuma mau ke Breeze park, jalan doang", jawab Sarah.


***


*Malam harinya*


Sarah keluar dari kamar Lucy setelah menemaninya tidur. Sarah menuju kamar dan melihat Michael sedang bersandar pada headboard sambil memijit pangkal hidungnya.


"Kenapa, sayang?", tanya Sarah.


"Ehh... enggak ada apa-apa. Lucy udah tidur?"


Sarah hanya mengangguk. Michael beranjak turun dari tempat tidur dan berjalan menuju lemari bajunya. Dia mengeluarkan sebuah kotak berukuran sedang dan memberikannya pada Sarah. Michael membuka kotak tersebut, mengambil barang-barang yang sebelumnya Sarah kembalikan padanya.


"Aku ingin kau mengambil ini semua, ini pemberian dariku. Pakailah untuk segala keperluanmu", ucap Michael.


Sarah menatap Michael dan matanya mulai berkaca-kaca.


"Jangan menangis", ucap Michael sambil mengelus pipi Sarah. Dia mengeluarkan 1 kotak kecil dan menyodorkannya pada Sarah.


Michael membuka kotak yang berisi cincin berlian itu.


"Pakailah ini bersamaan dengan cincin pernikahan, ini sebagai pelengkap cincin pernikahan kita yang biasa saja", ucap Michael sambil memasangkan cincin berlian itu pada jari Sarah. Sarah mulai tak kuasa membendung air matanya.


"Kau tahu kan arti dari berlian? Aku ingin kita seperti berlian ini, memiliki cinta yang tiada akhir", sambung Michael yang kemudian mencium tangan Sarah.


Sarah segera memeluk Michael dan mulai menangis kencang.


"Kau kenapa, sayang?", tanya Michael sambil menahan tawa.


Sarah menggelengkan kepalanya. "Aku... hanya terlalu bahagia", jawab Sarah.


Michael menggenggam tangan Sarah. "Aku udah mikirin ini jauh-jauh hari, tapi aku ga nemu juga harus bagaimana", Sarah mulai penasaran dengan perkataan Michael.


"Leona sering bilang kalo aku bukan pria yang romantis, aku bahkan sering melupakan hari-hari penting antara aku dengannya. Aku... sampai menuliskannya dimemo, aku tidak ingin melupakan hari ulang tahunmu"


"Tapi...",


"Aku tahu, ulang tahunmu besok pagi. Tapi aku sengaja mengucapkannya sekarang karena... aku ga mau keduluan Denis", sambung Michael.


Sarah tersenyum. "Kenapa masih cemburu sama Denis? Sudah ku bilang aku hanya akan memilihmu", ucap Sarah.


"Aku tahu, tapi aku cuma ga mau nantinya kau berubah pikiran karena Denis selalu... memperhatikanmu"


"Sekarang aku tahu kenapa kau mau libur 2 hari", ucap Sarah sambil membelai pipi Michael.


Michael mengangguk. "Selamat ulang tahun, sayang. I feel so bleesed to have you in my life"


Sarah melingkarkan tangannya dileher Michael dan menariknya dan mengecup bibir Michael. Michael mengangkat badan Sarah dan memangkunya dengan bibir yang masih bertaut. Sarah telah menduga, bahwa malam ini akan menjadi malam yang panjang untuknya dan juga Michael.


Bukan sekedar untuk menyambut hari kelahiran Sarah bersama, namun lebih kepada penyatuan yang memperkuat ikatan cinta mereka.


"Selamanya kau akan jadi wanitaku", bisik Michael ditelinga Sarah.


"Dan selamanya kau akan menjadi lelakiku" balas Sarah dengan berbiaik.


Tangan kanan Sarah terulur, mengusap lembut wajah Michael. Tak pernah sebelumnya ia bermimpi untuk memiliki suami seperti Michael. Kehadiran Denis yang tak lepas darinya, membuatnya tidak memiliki waktu untuk memimpikan sosok lelaki idamannya.


Sarah terlalu takut. Bukan takut jika keinginannya akan sosok lelaki idamannya gagal, melainkan takut akan sosok Denis yang sering memaksakan kehendaknya. Hingga hadir sosok Michael yang kini mencintainya dengan segenap jiwa raganya.


Ia hanya ingin hidup tenang sekarang, membina rumah tangga yang bahagia bersama Michael, Lucy dan mungkin dengan sosok anak yang lahir dari rahimnya. Hanya itu! Sarah tidak lagi menginginkan lainnya kecuali kebahagiaan rumah tangganya.


"You're the best thing that ever happened to me", bisik Sarah kembali, dan diikuti dengan sebuah kecupan manis dibibir Michael.