Cupcake's Love

Cupcake's Love
#56



Malam harinya setelah selesai mandi, Sarah melihat sekeliling apartemennya.


"Ya Tuhaaannn... seharian ini aku ngapain aja? Sampah snack berserakan, cucian piring numpuk", gerutunya sambil memunguti bungkus makanan ringan di meja depan tv.


Setelah selesai berkutat dengan pekerjaan rumahnya, mata Sarah terpaku melihat amplop cokelat diatas rak kecilnya. Amplop berisi berkas perceraian yang harus ia lengkapi. Sarah mengambil amplop itu dan memeriksa tasnya untuk mencari pulpen. Sarah duduk lantai dan meletakkan amplop tersebut di meja depan tv. Sarah menghela nafasnya, lalu membuka amplopnya secara perlahan. Diamatinya tulisan yang tertera pada berkas perceraiannya itu dengan seksama.


***


Keesokan paginya, Sarah kembali pergi ke toko. Dia langsung mengambil sebotol air mineral dan meminumnya.


"Sarah... itu hiasan fondanmu mau dipakai kapan sih?", ucap Alice yang muncur dari dapur toko.


Sarah yang mendengar ucapan Alice langsung tersedak dan menyemburkan air yang diminumnya. Alice menepuk-nepuk punggung Sarah dengan perlahan.


"Kamu kenapa sih?", tanya Alice.


Sarah segera merogoh ponsel ditasnya dan mengecek di kalender ponselnya.


"Ya Tuhaaannn... aku melewatkan hari ulang tahun Michael", gumamnya dalam hati.


"Hei... kamu kenapa kaget gitu?", tanya Alice kembali.


"Eee... hari ini kak"


"Kamu gimana sih bisa sampai lupa gitu? Perlu bantuanku?"


Sarah menggelengkan kepalanya. "Enggak kak, aku bisa sendiri. Cuma beberapa kue aja kok"


Sarah segera bergegas menaruh tasnya diloker dan memakai apron. Dia menyiapkan bahan untuk membuat cupcake dan segala perlengkapannya. Sarah mulai dengan membuat adonan cake cokelat, menambahkan sedikit kopi kesukaan Michael, mencetak dan memanggangnya. Sarah mulai menyiapkan lapisan fondan untuk melapisi bagian atas cupcake untuk meletakkan karakter fondan yang telah ia buat sebelumnya.


"Ini untuk anniversary?", tanya Alice yang mengamati Sarah memasang karakter fondannya diatas cupcake.


"Semacam itulah", jawab Sarah sambil tetap fokus dengan pekerjaannya.


"Dia cuma memesan 6 cupcake?"


Sarah mengangguk. "Ya kan minimal pesannya 6, kak"


"Bukan begitu, maksudku emang dia cuma ngerayain berdua doang? Enggak ngundang keluarga atau siapa gitu"


Sarah hanya mengangkat kedua bahunya. Kemudian ia menyusun cupcake itu dengan rapi pada box-nya. Sarah segera melepas apron dan bersiap untuk pulang.


"Aku pulang dulu ya kak", ucap Sarah sambil merapikan rambutnya.


"Jam 3 udah mau balik? Emang kuenya ga diambil disini?"


"Eeee... enggak. Aku... aku mengantarnya ke rumah, kita... tetanggaan di Vue"


"Oohhh begitu... baiklah, hati-hati di jalan ya", ucap Alice sambil melambaikan tangan pada Sarah yang terburu-buru pulang ke rumah.


Sarah meletakkan kuenya di meja makan, dia segera mengganti bajunya dan mengambil beberapa bahan dari kulkas. Sarah mulai memasak beberapa hidangan dan bersiap untuk menyajikannya. Sarah menoleh ke arah jam dinding dan seketika terkejut melihat jam telah menunjukkan pukul 6.50 pm.


"Ya Tuhan...", seru Sarah sembari berjalan mengambil ponselnya yang ada di tas.


"Apa kau sudah makan malam?"


Sarah mengirim pesan untuk Michael. Michael yang sedang memeriksa setumpuk dokumen sambil memegang burger pun langsung membalas pesan Sarah.


Michael : Belum, ada apa?


Sarah : Datanglah ke Vue, aku masak fajitas


Michael segera meletakkan cheese burger yang baru dua kali ia gigit dan merapikan dokumennya. Ia mengambil jasnya dan bergegas menuju apartemen Sarah. Senyumnya terus mengembang dibibirnya, tak masalah jika pekerjaannya harus tertunda beberapa saat. Yang terpenting, ia bisa bertemu dengan Sarah. Bahkan Sarah sendiri yang mengundangnya ke tempat tinggalnya sekarang. Michael terus berharap, bahwa Sarah akan menarik keputusannya dan kembali kepelukannya.


***


Sarah menyusun rapi hidangannya di meja makan dan menaruh kuenya disisi kanan meja. Bel pintunya pun berbunyi, Sarah bergegas membukakan pintu untuk Michael.


"Masuklah, aku udah siapin makanannya", ucap Sarah.


Michael hanya mengangguk dan segera duduk di meja makan. Dilihatnya makanan yang tersaji di meja makan, semuanya adalah menu makanan kesukaannya. Fajitas, paella dan pasta. Semuanya makanan berat.


"Dalam rangka apa?", tanya Michael.


Sarah mengambil nafas untuk menenangkan dirinya. "Ini... untuk merayakan ulang tahunmu kemarin. Maaf... aku lupa", jawab Sarah.


Michael tersenyum. "Kamu masih ingat hari ulang tahunku?"


"Aku memasag reminder diponsel, tapi seminggu yang lalu. Dulu aku pikir akan butuh waktu untuk menyiapkan segalanya, tapi ternyata aku lupa", jelas Sarah sambil menundukkan kepalanya.


"Wajar saja. Kamu lupa karena kita sedang ada masalah, mungkin akan berbeda cerita jika hubungan kita baik-baik saja"


"Kenapa belum makan malam? Apa kau sibuk?"


Michael mengangguk. "Boleh kita mulai makan? Aku udah lapar", ucap Michael.


Sarah mengangguk, mereka mulai makan malam bersama. Suasananya hening, hanya terdengar suara sendok yang sesekali terdengar karena mengenai sisi piring.


Sesekali Michael menganggukkan kepalanya, tanda dia sangat menyukai makanan yang dihidangkan Sarah. Terlebih lagi, ini adalah momen langka setelah terjadi masalah pada hubungan mereka.


Sarah berdiri dan merapikan piring-piring kotor di meja, dia kembali duduk dan menyodorkan box kue pada Michael.


"Bawalah pulang", ucap Sarah.


"Apa ini?", tanya Michael.


Sarah membuka box kue, terlihat 6 cupcake dengan hiasan wanita dan pria dengan cerita yang berbeda.


"Aku ga tahu harus kasih kado apa, jadi aku buat ini", ucap Sarah sesaat setelah membuka box kue.


"Ini tentang kita", sambung Sarah yang membuat mata Michael membelalak menatap Sarah.


"Kue pertama ini adalah ketika aku bersedia menikah denganmu, aku buat sama seperti baju yang kita pakai saat ke acara pementasan di sekolah Lucy. Kue kedua adalah saat kita menikah, yang ketiga ini saat kita pergi bulan madu ke Santorini. Kue keempat saat kita ke Disneyland, kamu memintaku berjinjit diatas kakimu untuk mengurangi kram kakiku. Kue kelima saat kamu menenangkanku di rumah sakit, saat kita kehilangan bayi yang aku kandung. Kue keenam adalah potret kita yang sekarang", sambung Sarah sambil menunjuk satu per satu kue buatannya.


Michael mulai mengamati kue buatan Sarah. Dia menatap satu per satu kue itu dan seketika itu pula dia teringat akan kenangannya bersama Sarah.


"Kenapa yang ini saling memunggungi?", tanya Michael sambil menunjuk kue keenam.


"Aku bilang itu potret kita sekarang, hubungan kita kan sedang ga baik", jawab Sarah lirih.


"Cuma enam? Kita menikah selama delapan bulan, Sarah", canda Michael.


"Aku ga ada waktu untuk buat sebanyak itu, aku kan udah bilang kalo aku kelupaan", jawab Sarah sambil memanyunkan bibirnya.


Michael tersenyum melihat ekspresi dari Sarah. "Jadi ini kadoku?", tanya Michael.


"Ahh... ada lagi", ucap Sarah sambil beranjak dari duduknya.


Sarah berjalan menuju rak kecilnya dan mengambil amplop cokelat. Sarah berjalan mendekati Michael dan menarik nafas dalam-dalam.


"Aku sudah selesai", ucap Sarah sambil menyodorkan amplop cokelat itu pada Michael.