Cupcake's Love

Cupcake's Love
#36



Beberapa saat kemudian, pintu ruangan terbuka. Para perawat keluar dengan peralatan medisnya. Michael segera masuk ke dalam dan menghampiri Sarah.


"Dia sudah tenang, aku sudah menyuntikkan obat anti kejang. Memang ada beberapa hal yang harus kita waspadai setelah operasi ini", jelas Lois.


"Aku tahu kau wanita yang kuat, sayang", ucap Michael sambil mencium tangan Sarah.


Malam itu, Michael berjaga dengan ditemani Lois. Michael tidur dikursi samping ranjang Sarah sambil menggenggam erat tangan Sarah, sedangkan Lois tidur di sofa.


Pagi-pagi sekali, Alice datang ke rumah sakit. Dia datang membawakan baju ganti untuk Lois.


"Pulanglah dan istirahat sebentar, aku akan gantian menjaga Sarah disini", kata Alice.


"Enggak, aku disini aja", jawab Michael.


"Jangan seperti itu, kau juga harus menjaga kesehatanmu. Tidur di kursi seperti ini akan membuatmu sakit", ucap Alice.


"Alice benar, pulanglah sebentar. Ada aku dan Alice disini, kau istirahatlah. Kau juga harus mengganti baju kerjamu itu", imbuh Lois.


"Baiklah, aku akan pulang. Siang nanti aku akan kesini lagi", kata Michael.


Alice menjaga Sarah ditemani Lois sebelum ia mulai bekerja. Alice mengelap tangan dan kaki Sarah dengan penuh perhatian.


"Kau harus bangun, Sarah. Semua orang merindukanmu", ucap Alice sambil mengelap tangan Sarah.


***


Sementara itu, Denis masih bersembunyi di rumahnya yang terletak di Saint Luis St.


Tok... Tok...


Denis segera membuka pintu rumahnya. Nampak beberapa orang polisi berdiri di depan rumahnya. Seorang polisi memperlihatkan surat penangkapan Denis dengan tuduhan penculikan.


Denis digelandang menuju kantor polisi. Ayah Denis, Ian Clark, berusaha melobi Michael melalui pak David. Namun usahanya sia-sia karena Michael ingin Denis diproses secara hukum.


***


Michael pulang ke rumahnya. Dia segera membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya di kasur. Ditolehnya bantal sebelah kiri, tempat biasa Sarah tidur dengannya. "Aku ingin kau menemaniku tidur disini lagi", gumam Michael.


Michael tertidur untuk beberapa saat, dia terbangun dan melihat jam yang telah menunjukkan pukul 11.20. Michael segera bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Namun ditengah jalan, dia memutuskan untuk pergi dulu ke toko kue Sarah.


"Pak Michael!", seru Lily di meja kasir. "Bagaimana keadaan bu Sarah?", sambung Lily


"Dia masih belum sadarkan diri, tapi kondisinya bagus", jawab Michael.


"Eee... apa bapak membutuhkan sesuatu?", tanya Lily.


"Aku mau sepaket mix cupcake ya"


"Bapak ingin membawanya ke rumah sakit?", tanya Lily penasaran.


"Kue-kue ini selalu menghiasi hari-hari Sarah, siapa tau aroma dari kue ini akan segera membuatnya bangun"


"Awwww... pak Michael so sweet sekali"


"Sudahlah, ayo cepat bungkuskan. Sarah menungguku", jawab Michael sambil tersenyum.


Michael membawa 1 box cupcake ke ruangan Sarah. Dia meletakkannya di meja samping ranjang Sarah dan menghampiri Sarah.


"Aku sudah datang, sayang", ucap Michael sambil mencium kening Sarah.


"Kau tadi ke toko?", tanya Alice.


"Iya, aku sengaja bawa kue kesini. Siapa tahu Sarah akan segera bangun begitu mencium aroma kuenya"


"Aahhh... kau pintar sekali"


"Bagaimana kondisi mama?"


"Mama masih sulit menerima kejadian ini, sesekali dia masih menangis. Tapi udah ga separah kemarin"


"Ya, ini memang keadaan yang sulit diterima"


"Lucy bagaimana?"


"Awalnya dia takut mendekati Sarah, dia takut pada alat-alat yang terpasang ditubuh Sarah. Mungkin dia ingat kejadian pada Leona dulu"


"Kau pulanglah untuk istirahat, kau kan sedang hamil jadi jangan capek-capek"


"Capek gimana, disini cuma duduk doang malah bikin aku ngantuk. Ga kayak di toko, banyak gerak"


"Pulanglah, kak. Temani mama di rumah"


"Baiklah kalo kau memaksa", ucap Alice sambil mendekati Sarah. "Aku pulang dulu ya, cepatlah bangun adik ipar kesayanganku", kata Alice sambil menempelkan tangan Sarah pada pipinya.


Michael membuka kotak cupcake setelah Alice meninggalkan ruangan Sarah.


"Kau tahu sayang, dulu aku sering ngomong sendiri kayak gini saat Leona sepertimu. Ada yang bilang, ini adalah cara untuk membangunkannya lagi", ucap Michael sambil mengambil sebuah cupcake dan duduk dikursi sebelah ranjang Sarah.


Michael menggigit kue tersebut. "Hmmm... ini enak sekali. Siapa yang menyangka kalo kue buatanmu ini gluten & sugar free".


"Ayo bangunlah, sayang. Kita susun rencana untuk pergi jalan-jalan lagi. Bukankah kau ingin ke Santorini lagi? Atau mau kemana?", ucap Michael sambil menggenggam erat tangan Sarah.


Tok... Tok...


Pak David datang untuk melapor kepada Michael.


"Denis Clark telah ditangkap polisi tadi pagi", kata pak David.


Michael mengangguk. "Bagaimana reaksi Ian Clark?"


"Beliau meminta bertemu dengan Anda"


"Sudah ku bilang aku ga mau menemuinya"


"Baik, pak. Eeee... untuk sementara polisi belum bisa melakukan investigasi kasus ini karena nyonya Sarah belum sadarkan diri"


"Apa dia harus diinterogasi?", tanya Michael sambil memandangi Sarah.


"Ya, pak. Hanya untuk kesaksian, karena tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada saat itu. Keterangan dari nyonya Sarah akan mempermudah jalannya kasus ini"


"Dia mungkin akan bangun dengan keadaan trauma", ucap Michael lirih.


***


Malam harinya, Lois kembali menemani Michael untuk menjaga Sarah.


"Sampai kapan dia akan tidur seperti ini?", tanya Michael.


"Ini jenis operasi yang besar, efek bius dan traumanya mungkin akan berjalan cukup lama. Tapi kondisi Sarah cukup bagus, tidak ada tanda-tanda pendarahan lagi setelah operasi", jelas Lois.


"Ini... pasti sangat berat bagimu. Istrimu yang dulu juga mengalami keadaan seperti ini kan?", sambung Lois.


Michael mengangguk. "Aku berpikir apakah aku dikutuk atau bagaimana, aku ga dapat jawaban kenapa aku selalu dihadapkan dengan kondisi seperti sekarang ini", jelas Michael.


"Jangan berpikir seperti itu, Sarah pasti akan sedih jika mendengar kau menyalahkan dirimu sendiri"


Michael tersenyum sambil memandangi Sarah. "Aku bahkan ga pernah nyangka bakal menikahinya, usianya terpaut cukup jauh denganku"


"Ya, usia kita sama. Aku bahkan merasa seperti Sarah menikahi temanku sendiri", canda Lois.


Michael tertawa. "Aku berharap dia ikutan kita ngobrol sekarang ini", kata Michael.


"Sabarlah, dia pasti akan segera bangun", ucap Lois sambil menepuk-nepuk bahu Michael.


"Ian Clark meminta berdamai, dia ingin mengeluarkan Denis dari penjara", kata Michael.


"Denis udah ditangkap?"


Michael mengangguk. "Tadi pagi, di rumahnya yang berada di Saint Luis St"


"Itu semua terserah kau, bagiku yang terpenting cuma Sarah"


"Aku tetap akan memprosesnya secara hukum. Aku ga bisa biarin ******** itu telah membuat Sarah seperti ini"


"Aku mengerti perasaanmu", jawab Lois.


Tiba-tiba terdengar bunyi dari Electrocardiogram didekat ranjang Sarah. Lois dan Michael beranjak mendekatinya untuk memeriksanya.


Lois menoleh ke arah Michael dengan mata yang berbinar. "Detak jantungnya tidak melambat lagi. Semoga ini pertanda dia akan segera bangun", ucap Lois dengan senyum yang lebar.