Cupcake's Love

Cupcake's Love
#67



Sarah masih tertidur lelap karena kelelahan akibat pergumulan yang panjang semalam. Michael terbangun lebih dulu untuk mematikan alarm, dia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos Sarah dan mencium punggung Sarah yang tidur memunggunginya.


"Sayang... kamu ga ke toko?", tanya Michael sembari menelusupkan tangannya untuk memeluk Sarah dari belakang.


"Entahlah, aku capek banget. Masih mau tidur", jawab Sarah dengan mata yang masih terpejam.


"Sepertinya semalam aku terlalu menguras energimu", goda Michael.


"Sejak kapan kamu tidak menguras energiku kalo udah menyangkut urusan ranjang, hah?", Sarah menggoda balik.


"Hahahaha... kau benar! Kalo begitu istirahatlah, aku akan siap-siap untuk ke kantor. Kamu ga perlu masak untuk sarapan, aku bisa sarapan di kantor nanti"


Sarah membalikkan badannya dan berusaha membuka matanya yang sangat ngantuk itu untuk menatap Michael. "Baiklah. Maaf ya sayang..."


"No worries, sayang", ucap Michael lalu mengecup kilas bibir Sarah dan beranjak menuju kamar mandi.


Ketika Michael telah bersiap, Sarah terbangun dan mendudukkan tubuhnya. Sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, Sarah menatap Michael yang sedang bercermin sambil memasang dasi.


"Butuh bantuan, sayang?", kata Sarah.


"Ga usah", Michael memakai jasnya dan berjalan menghampiri Sarah lalu duduk dipinggir kasur.


"Hari ini aku akan meeting penting, mungkin akan memakan waktu cukup lama. Aku akan mengabarimu kalo meetingnya udah selesai, OK?"


Sarah menganggukkan kepalanya. "Nanti sebelum ke toko aku mau pergi ke dokter, aku merasa ga enak badan karena akhir-akhir ini banyak pesanan di toko. Nampaknya aku butuh vitamin atau semacamnya. Aku juga menyuruh kak Alice untuk istirahat, aku ga tega lihat dia yang terus maksa datang ke toko dengan keadaan perutnya yang semakin besar itu"


"Mau aku antar? Aku akan luangkan waktu sebelum meeting siang nanti"


Sarah menggelengkan kepalanya. "Ga usah, sayang. Aku bisa sendiri kok, kamu fokus kerja aja sebelum kita pergi honeymoon"


"Baiklah, aku akan selesaikan semua pekerjaanku sebelum aku pergi honeymoon nanti"


"Emang harus seperti itu kan, aku ga mau pak David akan sering menelpon untuk membicarakan pekerjaan", canda Sarah. "Hati-hati ya, jangan lupa sarapan", sambungnya.


"Kamu juga jangan lupa sarapan, aku lebih seneng kamu terlihat lebih berisi seperti sekarang ini", goda Michael sembari mengecup bibir Sarah. "Aku berangkat dulu ya", imbuh Michael sembari berjalan keluar kamar.


"Pujian macam apa itu?", gumam Sarah.


Sarah meraih ponsel dimeja sebelah kasurnya dan menelpon Lily.


"Lily... hari ini kak Alice ga ke toko karena aku menyuruhnya istirahat. Tolong kamu handle toko dulu ya, aku akan datang ke toko agak siang. Aku mau check up dulu"


"........."


"Baiklah Lily, terimakasih banyak"


Sarah kembali membaringkan tubuhnya di kasur dan memejamkan matanya untuk kembali ke dalam alam mimpinya. Namun ternyata, dia begitu menikmati lanjutan mimpi indahnya di pagi itu hingga bangun kesiangan.


"Ya Tuhaaannn... perasaan aku cuma tidur sebentar kenapa bangun-bangun udah jam 10 sih", keluhnya sambil memoles bedak pada wajahnya.


Ia buru-buru bersiap dan masuk ke dalam mobilnya. Tak berapa lama, ponselnya berdering saat Sarah baru akan keluar dari halaman rumah.


"Iya, sayang. Maaf mengabaikan pesan dan telponmu, aku telat bangun", ucap Sarah.


"Apa kau selelah itu karena semalam, sayang?", goda Michael.


"Entahlah, tapi akhir-akhir ini aku merasa sering mengantuk. Mungkin karena terlalu sibuk di toko"


"Mintalah vitamin pada dokter, jangan sampai sakit ya. Kita akan honeymoon beberapa hari lagi. OK?"


"Iya sayang, aku ngerti"


"Hati-hati dijalan, jangan karena kesiangan lalu kau akan ngebut"


"Hahaha... aku ga seberani itu untuk ngebut"


"Jangan lupa brunch, kau pasti melupakan sarapanmu. Aku akan bersiap untuk meeting ya, bye..."


"Oke sayang, bye...", Sarah mengakhiri panggilan telponnya dan membelokkan mobilnya menuju sebuah restoran cepat saji.


Sarah segera memesan beberapa menu dan menyantapnya di tempat. Dia makan sambil fokus pada ponselnya, membalas chat dari Denis yang bercerita mengenai sekertaris tercintanya.


"Ya Tuhaaannn... kapan dewasanya ini cowok? Masa urusan begini pun harus tanya sama aku", gumamnya sambil tersenyum lebar.


Tak berapa lama, Sarah melirik jam tangannya. Terlalu siang untuk pergi ke dokter karena banyaknya pekerjaan yang ada di toko. Sarah memutuskan pergi ke apotek untuk membeli barang yang ia butuhkan.


"Bu Saraaaahhhh...", teriak Ellen ketika Sarah baru saja memasuki toko.


"Hahahaha... maaf bu. Aku kira ibu ga datang ke toko, karena sampai jam makan siang enggak kesini"


"Tapi aman bu, semuanya udah beres", imbuh Lily.


"Aku emang ga salah pilih pegawai, nanti aku beliin oleh-oleh lagi dari Santorini"


"Ehhh... bu Sarah mau kesana lagi?", seru Lily.


"Whoaaaaa... enaknya, kapan bu?", tanya Ellen.


"Hmmm... 4 hari lagi"


"Dalam rangka apa bu?", tanya Lily penasaran.


"Hahahaha... kenapa kalian penasaran sekali"


"Eeee... honeymoon lagi ya bu? Mengenang masa penganti baru kemarin, ciiieeeeee...", goda Ellen.


"Sudah, kalian lanjutin kerjanya. Aku mau cek data pesanan dulu", jawab Sarah mengalihkan perhatian karyawannya.


Setelah selesai dengan pekerjaannya di toko, Sarah memutuskan pulang lebih awal untuk pergi ke dokter. Dia merasa benar-benar harus periksa karena badannya merasa sangat kelelahan.


Setelah selesai dengan segala pemeriksaannya, Sarah pulang ke rumah dan kemudian masuk ke kamar Lucy untuk menemaninya belajar.


"Papa bilang mama dan papa mau pergi ke luar negeri, tapi papa janji mau ajak aku jalan-jalan setelahnya", ucap Lucy sambil mengerjakan PRnya.


"Maafkan mama, sayang. Seharusnya kita juga ajak kamu untuk pergi bersama"


"Aku kan sekolah, mama", jawab Lucy dengan senyum lebarnya.


"Hmm... sebagai gantinya, nanti mama akan buat banyak kue untuk teman-temanmu di sekolah saat kamu ulang tahun nanti. Bagaimana?"


"Yeaaayyyyy... aku mau cupcake dengan tema Frozen!", seru Lucy.


***


Sore itu, Sarah menghabiskan waktunya untuk menemani Lucy belajar dan bermain. Michael langsung membuka pintu kamar Lucy begitu masuk ke dalam rumah, dia tercengang melihat istrinya yang telah tertidur di lantai bersama mainan Lucy.


"Papa... mama kecapekan", ucap Lucy diiringi dengan tawa kecilnya.


"Ya Tuhaaannn... apa tidurmu kurang puas, sayang?", gumam Michael sembari berjalan mendekati Sarah.


"Papa akan pindahin mama ke kamar, OK?", sambung Michael.


Michael segera menggendong Sarah menuju kamar, namun Sarah terbangun saat Michael membaringkannya di kasur.


"Kau sudah pulang?", ucap Sarah sambil menggeliat.


"Apa kau sedang mengerjaiku, sayang?", tanya Michael sambil memijit bahunya setelah menggendong Sarah.


"Apa maksudnya?"


"Kamu tidur di lantai kamar Lucy, lalu tiba-tiba bangun setelah aku memindahkanmu di kasur"


"Aku tertidur?", Sarah kebingungan.


"Aahhh... sudahlah, lupakan", jawab Michael sambil melepas jas dan dasinya. "Dan kau terasa lebih berat sekarang"


"Kenapa dari pagi kamu selalu bilang begitu? Aku merasa tubuhku enggak ada perubahan dari sebelumnya", ucap Sarah kesal.


Michael mendekati Sarah sambil menahan tawa. "Maaf sayang, bukan maksudku untuk menyinggung perasaanmu. Tapi beneran, kamu terlihat lebih berisi sekarang makanya berat"


"Mungkin karena banyak kerjaan di toko, jadi tanpa sadar aku makan terlalu banyak"


"Hahahaha... itu ga masalah, sayang. Kamu masih tetap jadi istriku yang cantik kok", jawab Michael lalu mendekatkan wajahnya pada Sarah dan mencium bibir Sarah dengan mesra.


"Sayang, ada Lucy di rumah. Nanti dia melihat kita"


"Apa yang salah? Kita kan suami istri, dia pasti paham kenapa papanya mencium mamanya", goda Michael sambil mengecup ujung bibir Sarah.


"Jangan begitu, Lucy masih anak-anak. Simpan saja tenagamu untuk di Santorini, karena kamu bilang kita hanya akan menghabiskan waktu di hotel saja", Sarah menggoda balik Michael dengan kecupan sekilas dibibirnya.


"Kau yang harus persiapan, bukan aku"