Cupcake's Love

Cupcake's Love
#32



Bel rumah berbunyi, seorang pria yang tengah menonton TV langsung mengalihkan pandangannya pada pintu utama. Ia tidak memiliki janji temu dengan seorang tamu, terlebih rumah ini adalah rumah yang tidak diketahui oleh keluarga, teman bahkan koleganya. Sudah pasti itu adalah orang-orang suruhannya yang ia berikan misi tadi malam. Setelah mematikan televisi, ia berjalan menuju pintu rumah dan membukakan pintu besar berwarna cokelat itu. Ya, pria itu adalah Denis.


"Cepat bawa masuk ke kamar", kata Denis sambil menggeser badannya, memberi jalan pada seorang pria yang membopong Salma.


Pria berbadan besar melangkahkan kakinya menuju sebuah kamar, san membaringkan Sarah disana dengan hati-hati.


"Kenapa pipinya merah?", tanya Denis setelah mengecek kondisi Sarah.


"Dia meronta untuk keluar mobil, jadi aku memukulnya", jawab pria itu.


"Sudah ku bilang jangan kau apa-apakan wanita ini", bentak Denis sambil meninju pria itu. "Keluarlah, aku sudah mentransfer uang yang kalian inginkan", sambung Denis.


Pria dan wanita itu segera meninggalkan rumah Denis. Denis menghampiri Sarah dan merapikan rambut Sarah yang berantakan.


"Kalau kau bersamaku, kau tidak akan menderita seperti ini", ucap Denis.


Dia memandangi Sarah yang masih lengkap dengan apron tokonya. Denis segera mengambil tali dan mengikat tangan dan kaki Sarah.


Sarah terbangun ketika Denis selesai mengikat kakinya. Sarah kaget bukan kepalang melihat Denis ada di depan matanya.


"Apa yang kau lakukan?", teriak Sarah.


"Hey... diamlah Sarah. Aku cuma pengen sama kamu aja", ucap Denis sambil mendekati Sarah dan membelai rambutnya.


"Michael akan membunuhmu, Denis. Lepaskan aku!", teriak Michael.


"Whoaaaa... apa Michael seorang pembunuh? Dia tidak akan berani melakukan itu Sarah", kata Denis sambil tertawa. "Kau... sudah cukup bermain-main dengan Michael. Sekarang, kau telah menjadi milikku", bisik Denis dan kemudian mencium pipi Sarah.


"Berengsek kau, Denis! Lepaskan aku!", Sarah meronta mencoba untuk melepaskan diri. Ikatan Denis yang begitu kuat membuat tangan dan kakinya memerah.


"Sudah ku bilang diam!", teriak Denis sambil menampar Sarah.


Sarah tersungkur dan menangis. Denis merasa bersalah ketika melihat Sarah mulai menangis. Ingatannya kembali saat dulu dia pernah dua kali mengunci Sarah dan membuat Sarah menangis kencang.


"Maafkan aku, Sarah. Aku tidak bermaksud melukaimu", kata Denis sembari membuka ikatan kaki dan tangan Sarah.


Sarah berlari mencoba untuk kabur, namun Denis dengan cepat menangkapnya. Denis memeluk Sarah dari belakang dengan erat, Sarah yang terus meronta dan menangis itu tidak dapat melepaskan diri dari Denis.


"Ku mohon jadilah milikku, Sarah", ucap Denis. "Aku akan memperlakukanmu lebih baik dari Michael. Aku akan lebih membahagiakanmu", ucap Denis dengan mata berkaca-kaca.


Sarah mulai tenang dan menghentikan tangisannya. Denis melepaskan pelukannya dan mendudukkan Sarah pada tempat tidur.


"Kau mau makan?", tanya Denis.


Sarah hanya diam tanpa memandang Denis. dia sedang memikirkan cara untuk keluar dari rumah itu. Namun itu tidak akan mudah, Denis pasti lebih mengerikan jika mengetahui Sarah berusaha kabur darinya.


"Ayo kita nonton film saja ya", Denis menggendong Sarah dan mendudukannya di sofa.


Sarah melihat ke sekeliling rumah, tidak ada celah bagi Sarah untuk kabur. Semua jendela sudah bertralis dan Denis memegang seluruh kunci rumah.


"Kau suka film ini kan? Sekarang kita akan menontonnya bersama", kata Denis.


Denis mulai melingkarkan tangannya pada bahu Sarah. Namun Sarah menolaknya dengan bergeser tenpat duduk.


"Kau ini kenapa? Sudah ku bilang sekarang kau adalah milikku!", bentar Denis.


Mata Sarah mulai berkaca-kaca, dia sekuat hati menahan bendungan air mata agar tidak mengalir dengan derasnya.


"Cepat kesini!", Denis menarik paksa lengan Sarah hingga membuat Sarah kesakitan.


Namun Sarah masih tak berkata-kata, hal itu membuat Denis semakin frustasi. Denis pergi ke dapur dan membawa makanan.


"Makanlah, kau harus cukup berenergi", ucap Denis.


"Kenapa kau jadi seperti ini padaku? Aku cuma menyuruhmu makan, Sarah!", bentak Denis.


Sarah mengerang kesakitan, Denis segera melepaskan tangannya dari rambut Sarah.


"Maafkan aku, Sarah. Aku tidak bermaksud melukaimu", rengek Denis.


Sarah masih terdiam dan memalingkan wajahnya. Dia menghapus air mata yang mulai bercucuran dari matanya.


"Ayolah makan, Sarah. Aku suapin ya", rayu Denis.


Namun Sarah tetap tak bergeming. Dia masih enggan untuk menatap Denis.


"Aku taruh makanannya disini ya, kita nonton film dulu", ucap Denis sembari duduk di sebelah Sarah.


Hari mulai sore, Alice mulai mengkhawatirkan keberadaan Sarah. Terlebih tas Sarah masih tertinggal di toko. Ponsel Sarah yang berdering membuyarkan lamunan Alice. Alice segera meraih ponsel Sarah dan menjawab panggilan dari Michael itu.


"Halo, Michael?", kata Alice.


"Kenapa kakak yang angkat telponnya?"


"Michael, Sarah meninggalkan toko sejak tadi siang. Semua barangnya masih ada di toko"


"Apa? Dia tidak bilang mau kemana?", Michael mulai panik.


"Sama sekali enggak. Lily bilang Sarah membantu pelanggan membawakan box kue pesanannya, setelah itu Sarah ga balik lagi"


Michael diam sejenak. "Aku akan mencarinya, kak. Kakak tenang saja, hubungi kak Lois dan jangan cerita ke mama papa dulu"


"Baiklah, Michael. Kabarin kita ya"


Michael segera memanggil pak David.


"Cari tahu keberadaan Denis Clark sekarang. Tolong cek CCTV di Playa Vista dan telpon MGM Grand untuk menanyakan keberadaannya", kata Michael pada pak David.


"Baik, pak"


Ponsel Michael berdering, Lois yang baru saja mendapat kabar dari Alice menelponnya.


"Aku udah minta pak David untuk cek keberadaan Denis di rumah dan kantornya, kita tinggal tunggu saja", kata Michael.


"******** itu berulah lagi", Lois menjadi semakin kesal. "Tolong jangan bilang siapa pun soal hilangnya Sarah, OK?", sambung Lois.


Michael meminta Alice untuk mengirimkan video CCTV toko pada siang hari itu.


"Siapa wanita itu?", Michael penasaran.


Dia coba memperbesar gambar pada layar ponselnya untuk meneliti wajah wanita berambut blonde itu.


Tok... Tok...


Pak David mengetuk pintu ruang kerja Michael dan masuk menghampiri Michael.


"Ini rekaman CCTV di Playa Vista, Denis Clark meninggalkan apartemennya sejak 2 hari lalu dan tidak kembali lagi", ucap pak David sambil menyerahkan sebuah tablet dengan rekaman CCTV yang diminta Michael.


"2 hari yang lalu? Itu hari dimana Sarah ulang tahun", gumam Michael dalam hati.


"Saya juga sudah menghubungi MGM Grand, Denis Clark mengajukan cuti terhitung dari 2 hari yang lalu", imbuh pak David.


Michael meletakkan tabletnya di meja. Amarahnya pada Denis semakin memuncak. Michael membuang berkas-berkas yang ada dimejanya.


"Dia pasti telah merencanakannya", ucap Michael sambil menahan amarahnya.