Cupcake's Love

Cupcake's Love
#59



Setelah selesai dengan urusan keluarga, Sarah dan Michael menuju ke sekolah Lucy. Mereka memberi kejutan untuk menjemput Lucy.


"Bu Sarah!", seru mama Kate sembari berjalan mendekati Sarah. "Aahhh sudah lama ga ketemu", sambungnya.


"Iya, aku ada banyak kerjaan", jawab Sarah.


Mata mama Kate terpana melihat Michael turun dari mobil dan berdiri disamping Sarah. Michael tersenyum untuk menyapa mama Kate.


"Halo, nyonya Ann" sapa Michael.


"Ehhh... pak Michael. Entah karena udah lama ga lihat papa Lucy, kalo dilihat-lihat sekarang makin cakep aja", canda mama Kate.


"Eeee... iya, efek menikah mungkin ya", balas Michael.


"Ahahahahaha... papa Lucy ternyata punya selera humor juga", jawab mama Kate sambil memukul lengan Michael.


"Apa aku begitu menyeramkan bagi Anda?"


"Hahahahaha... tidak, hanya saja Anda terlalu terlihat dengan wajah yang serius. Jadi terkesan... galak"


"Galak ya? Hahahahaha... saya tidak seperti itu nyonya Ann, mungkin karena kita belum saling mengenal"


"Ehhh... sepertinya anak-anak sudah keluar kelas. Saya permisi dulu ya", ucap mama Kate yang kemudian meninggalkan Michael dan Sarah.


"Mulai deh... kan udah dibilangin sama mama jangan genit-genit sama wanita lain", kata Sarah sambil melirik Michael.


"Itu kan cuma mama Kate, sayang. Mana mungkin dia mau godain aku"


"Itu barusan kalo bukan godain trus namanya apaan?"


"Itu bercanda, sayang. Kalo mama Kate niat godain aku ya udah kayak Angela tuh. Kamu kan tahu sendiri"


"Awas kalo ketahuan genitin cewek lain, aku lapor sama mama papamu", ancam Sarah.


"Hahahaha... ga akan, sayang. Aku ga genit aja udah kapok kamu tinggalin kemarin", ucap Michael sambil merangkul pinggang Sarah.


"Mamaaaaa...", teriak Lucy sambil berlari memeluk Sarah. "Apa pekerjaan mama udah selesai?"


Sarah mengangguk.


"Jadi mama akan pulang ke rumah?"


"Tentu saja, mana mungkin papa kasih ijin mama untuk tidur di Vue lagi"


"Yeaaaaayyyy...", teriak Lucy kegirangan.


***


Bibi Rose telah menunggu kedatangan mereka bertiga di rumah.


"Saya sudah siapkan makan siangnya, nyonya", kata bibi Rose.


"OK, bi. Terimakasih banyak", jawab Sarah.


Michael duduk di sofa ruang tengah sambil mengecek ponselnya. Bel pintu berbunyi, Sarah melihat kearah monitor bel dan menghela nafasnya.


"Dia lagi", gumamnya pelan.


Sarah menoleh ke arah Michael yang masih fokus pada ponselnya. Dia segera berjalan keluar rumah dan menghampiri Angela yang telah berdiri di depan pagar.


"Ada perlu apa?", ketus Sarah dari dalam tanpa membuka pagar rumahnya.


"Berani sekali kau kembali ke rumah ini lagi, bukannya kalian mau pisah?"


"Itu bukan jawaban dari pertanyaanku, ada perlu apa kau kesini?"


Angela tersenyum sinis. "Yang jelas bukan untuk menemuimu, aku mau ketemu Michael"


"Kayaknya Michael udah ga mau lagi deh ketemu, sebaiknya kau pulang aja", jawab Sarah sembari memberikan kode dengan tangannya yang menyuruh Angela untuk pergi.


"Apa hakmu mengusirku dan melarangku bertemu dengan Michael?", tanya Angela geram.


"Whoaaaa... apa selama ini kau lupa? Aku istri Michael, wajar kalo aku melarangmu untuk bertemu suamiku"


"Istri? Apa aku ga salah dengar, hah? Bukannya kalian akan berpisah? Kau sendiri kan yang minta cerai dari Michael"


Sarah menarik nafasnya untuk menenangkan diri. "Lebih baik kau pergi dan carilah pria lain untuk kau goda, jangan lagi dekati suamiku lagi. Aku dan Michael ga akan pernah berpisah, jadi jangan mengharapkannya lagi. Ngerti?", ucap Sarah yang kemudian berbalik badan dan meninggalkan Angela.


"Heh... Sarah! Dasar wanita ga tau diri! Heh... buka pintunya, bodoh!", teriak Angela.


"Ada apa, sayang?", tanya Michael.


"Angela. Aku menyuruhnya pergi"


"Kau... sekarang bisa setenang ini menghadapi Angela?"


Sarah mengangguk. "Sayang-sayang tenagaku kalo marah cuma karena dia", jawab Sarah sambil memeluk Michael.


"Kamu ga perlu khawatir, Sarah. Aku ga akan pernah berpaling darimu", kata Michael sembari mencium pucuk kepala Sarah.


***


Setelah makan siang, Sarah lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Lucy. Sementara Michael berada di ruang kerjanya menyelesaikan pekerjaannya didepan layar laptopnya.


"Aku mau tidur sama mama lagi ya, kayak pas di rumah mama kemarin", ucap Lucy sambil menyisir rambut bonekanya.


"Trus papa gimana?"


"Kemarin pas aku tidur sama mama, papa juga tidur sendiri kan?"


"Karena kemarin papa lagi ke Vancouver, kalo sekarang kan papa di rumah"


"Tapi aku masih kangen sama mama", kata Lucy sambil memeluk Sarah.


"Yaudah, malam ini mama temenin Lucy tidur", jawab Sarah sambil mencium kening Lucy.


Dan benar saja, setelah selesai makan malam Sarah masuk ke kamar Lucy. Michael melanjutkan pekerjaannya di ruang kerja, dia mengira Sarah hanya akan menemani Lucy sampai tidur dan akan kembali ke kamarnya.


Jam menunjukkan pukul 10.25 pm, Michael segera mengakhiri pekerjaannya dan bergegas masuk ke kamar. Dia tak melihat ada Sarah di tempat tidur, Michael berjalan menuju kamar mandi dan tidak ada tanda-tanda Sarah.


"Apa dia ketiduran di kamar Lucy?", gumamnya.


Michael melangkahkan kakinya menuju kamar Lucy, dilihatnya Sarah telah tertidur dengan memeluk Lucy. Michael berjalan menghampiri Sarah dan duduk di pinggir kasur sebelah Sarah.


"Sayang...", ucap Michael sambil mengusap rambut Sarah.


Namun tak ada jawaban dari Sarah, nampaknya Sarah benar-benar telah tidur lelap. Michael kembali membangunkan istrinya dengan menggoyangkan tubuh Sarah.


"Sayaaang..."


Sarah mulai menggeliat, perlahan ia membuka mata dan menatap Michael.


"Ada apa, sayang? Kamu butuh sesuatu?", tanya Sarah yang masih setengah sadar.


"Ayo pindah ke kamar, Lucy kan udah tidur", jawab Michael dengan menggenggam tangan Sarah.


"Tidur sendiri dulu ya, aku janji sama Lucy mau tidur sama dia"


"Trus aku gimana?"


"Iya, tidur sendiri dulu aja ya", kata Sarah sembari mengelus pipi Michael.


"Kamu bikin kesepakatan sama Lucy kok ga ngomong aku dulu sih?", protes Michael.


"Jangan keras-keras, nanti Lucy bangun"


"Ayolah, bilang aja sama Lucy kamu bangun pagi banget"


Sarah menutup mulutnya untuk menahan tawanya, dia beranjak duduk dan mengelus dada bidang Michael.


"Sabar ya, sayang. Malam iniiiii aja kamu tidur dulu sendiri dulu, OK?"


"Minggu lalu juga aku tidur sendiri"


"Kamu ngambek?", tanya Sarah sambil menahan tawa.


Michael menggelengkan kepalanya dan mengelus punggung Lucy. "Sepertinya papa mulai iri sama kamu lagi", ucap Michael.


Sarah tersenyum dan mencium pipi Michael. "Sleep tight, sayang", kata Sarah.


"Ga usah mancing-mancing kalo ga nemenin aku tidur", jawab Michael dengan nada kesal dan beranjak meninggalkan kamar Lucy.


"Love you, sayang!", seru Sarah.


Michael tetap berjalan keluar kamar Lucy sembari melambaikan tangannya tanpa menoleh ke arah Sarah.